Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Membangunkan serigala


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE.


Dengan mengendarai mobil yang ia sewa selama di Cordoba, Henry kembali ke hotel tempatnya menginap. Sepanjang perjalanan menuju hotel ia terus tersenyum saat mengingat apa yang baru saja ia lakukan di savana bersama Ayara, hatinya juga merasa lega setelah memberitahukan kepada Ayara siapa Mr X yang selama ini membuatnya bertengkar dengan Ryan.


"Sedikit demi sedikit aku akan membuatmu mengaku Dmitry, kau harus hati-hati kepada Ayara. Dia bukanlah seorang gadis sembarangan, jadi jangan harap kau bisa menghancurkan Alfredo Del Castillo dengan mudah. Apalagi aku akan ada di sisi Ayara dan Alfredo," ucap Henry dalam hati.


Tak lama kemudian mobil yang dikendarai Henry akhirnya sampai di hotel, ia langsung berjalan menuju kamarnya dengan cepat karena sudah tak sabar ingin melakukan video call dengan Ayara. Michael yang tak diajak Henry pergi ke rumah Alfredo nampak sibuk dikamarnya untuk mengawasi pergerakan Dmitry dan orang-orangnya, supaya mereka tidak kecolongan


Sesampainya dikamar Henry segera menuju kamar mandi, ia ingin menyegarkan tubuhnya sebelum video call dengan Ayara. Saat sudah melepaskan semua pakaiannya Henry berdiri mematung didepan kaca, ia tersenyum saat mengingat kedekatannya yang sedikit lebih intim dengan Ayara.


"Aku mencintaimu Yara, kau harus bertanggung jawab akan itu. Tak akan kubiarkan kau lepas dari pelukanku lagi seperti tiga tahun lalu," ucap Henry pelan sambil menatap pantulan dirinya didepan kaca sambil tersenyum.


Karena sudah tak sabar ingin menghubungi Ayara, Henry akhirnya membasahi tubuhnya dengan air dingin yang keluar dari shower. Ia yang biasanya membutuhkan waktu lama untuk mandi memilih untuk mempersingkat mandinya karena sudah tak bisa menahan kerinduannya lagi pada Ayara, Ayara yang sudah berhasil ia taklukkan hari ini. Walau masih suka menggigit dan galak.


Sepuluh menit kemudian Henry sudah memakai pakaian barunya, ia pun sudah duduk di ranjang sambil memangku laptop. Tampilan layar laptopnya masih gelap karena Ayara belum mengangkat panggilannya.


Tok


Tok


Tok


"Tuan bolehkah saya masuk?" tanya Michael dari luar dengan suara keras.


"Masuklah Mike, pintunya tak aku kunci," jawab Henry dengan cepat.


Setelah mendapatkan izin dari sang tuan, Michael akhirnya masuk ke dalam kamar tuannya sambil membawa sebuah laptop dan beberapa kertas di tangan kirinya.


"Ada apa Mike?" tanya Henry penasaran sambil meletakkannya laptopnya diatas ranjang.

__ADS_1


"Sepertinya kita harus segera memberitahu Tuan Alfredo Del Castillo untuk membatalkan proyek besar ini tuan, karena jika tuan Alfredo menandatangani semua berkas persetujuan kerjasama dengan perusahaan Dmitry Brown maka saya bisa menjamin bahwa saat itu juga kehancuran tuan Alfredo Del Castillo hanya akan menunggu waktu," jawab Michael dengan cepat.


"Apa maksudmu Mike, bicara yang jelas jangan sepotong-potong seperti itu," hardik Henry dengan keras,emosinya langsung naik ketika mendengar Dimitri akan menghancurkan Alfredo. Ia tak terima calon ayah mertuanya dihancurkan oleh musuh bebuyutannya yang sudah seperti saudara itu.


Michael kemudian menjelaskan secara detail apa yang baru saja ia temukan selama dua hari ini, setelah ia memata-matai perusahaan Dmitry. Michael menemukan bahwa perusahaan Dmitry sedang dalam masa krisis sehingga ia mencari mangsa baru untuk dijadikan tumbal supaya perusahaannya tetap bertahan, maka dari itu dia langsung mengincar Alfredo. Alfredo merupakan salah satu pengusaha paling sukses di Italia dan Spanyol, ditambah lagi dengan perusahaan Raisa di Inggris yang juga berkembang dengan pesat. Oleh karena itu Dmitry langsung mengincar Alfredo dengan beranggapan bisa mendapatkan dua mangsa sekaligus dalam satu perburuan.


"Bajingannnnnn.... beraninya dia ingin menghancurkan calon mertuaku, beraninya dia berbuat itu," teriak Henry penuh emosi, ia berusaha sabar selama ini menghadapi Dmitry yang berkali-kali menyerang perusahaannya akan tetapi saat mendengar ia akan menghancurkan perusahaan Alfredo Del Castillo ia tak bisa menahan diri lagi.


"Aku sepertinya harus membunuhnya sekarang juga Mike," ucap Henry penuh emosi.


"Jangan tuan, anda tak bisa melakukan itu. Anda harus tau siapa orang-orang yang melindunginya, ditambah lagi saat ini kita ada di Spanyol bukan di rumah kita sendiri. Dmitry punya banyak teman mafia di Spanyol, ia mendekati mereka yang pernah dihancurkan Alfredo untuk membantunya menghancurkan Alfredo," sahut Michael dengan cepat.


"Jadi dia membangun aliansi begitu maksudmu?!" tanya Henry dengan nada meninggi.


"Kurang lebih seperti itu tuan, kita tak bisa gegabah saat ini tuan. Karena kita tak tau seberapa mengerikannya para mafia dibelakang Dmitry Brown saat ini," jawab Michael lembut mencoba untuk menenangkan Henry yang terbawa emosi.


"Tapi aku tak bisa tinggal diam Mike, mana mungkin aku bisa tenang saat keluarga calon istriku akan dihancurkan oleh orang yang sangat aku kenal," pekik Henry sambil mendobrak meja.


"Aku tak mungkin membiarkan Dmitry berhasil kali ini Mike, sepak terjangnya selama ini sudah cukup meresahkanku. Aku takut perusahaan yang dibangun oleh Ryan pun akan ia hancurkan," ucap Henry pelan.


"Iya tuan, saya juga takut. Tapi lebih baik kita tenang, karena kita sudah memberitahu nona Ayara siapa Dmitry. Setidaknya kalau nona Ayara tau siapa Dmitry maka ia bisa lebih waspada," sahut Michael mencoba untuk menenangkan Henry.


"Iya, aku juga sedikit tenang setelah memberitahu Ayara. Setidaknya ia bisa menjaga orang tuanya, sisanya tinggal kita yang mengurus," jawab Henry dengan suara parau.


Michael menganggukan kepalanya perlahan merespon perkataan sang tuan, ia tau benar usaha Henry selama tiga tahun ini untuk mencari orang yang berusaha menghancurkannya dari belakang. Orang yang mengadu domba dirinya dengan Ryan, seorang teman yang ternyata justru menjadi duri dalam hidupnya.


Tanpa sepengetahuan Henry rupanya Ayara mendengar semua percakapan mereka karena Ayara tersambung dengan sambungan video call, di dalam kamarnya Ayara nampak mendengarkan dengan baik semua percakapan Henry dan Michael.


"Kau yang cari masalah dulu denganku Dmitry, jadi jangan salahkan aku jika aku akan menghancurkan mu tanpa sisa," ucap Ayara penuh emosi, ia lalu mematikan sambungan video call nya dengan Henry.

__ADS_1


Ayara kemudian meraih ponselnya dan menghubungi Cecar sang tangan kanan.


"Cepat datang ke rumahku sekarang, tanpa banyak tanya. Dan bawa semua laptop tercanggih mu Cecar, waktumu hanya tiga puluh menit." ucap Ayara dengan suara meninggi begitu ia tersambung dengan Cecar.


"Baik bos....


Ayara kemudian menutup telponnya dan beranjak dari kasur dan menatap langit dari jendela kamarnya.


"Tak akan kubiarkan hidup siapapun yang berani mengusik ketenangan keluargaku walau aku harus berkorban nyawa sekalipun....


🌼 Bersambung 🌼


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2