Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Pain in love


__ADS_3

Baca juga karya thor lainnya yang berjudul 


Faith 2 The return of the prince


🌹


🌹


Henry duduk di pinggir ranjang dengan menggunakan handuk yang ia lilitkan ditubuh bawahnya menatap Ayara yang sudah tertidur pulas pasca menangis dan mengerang kesakitan saat Henry berhasil mendapatkan mahkota terindahnya tiga puluh menit yang lalu. Kini ia tertidur miring membelakangi Henry menghadap sisi lain yang ada dikamar, tubuhnya yang putih terlihat sangat kontras dengan beberapa tanda merah keungunan yang telihat jelas ditubuhnya. Seperti serigala liar yang lapar Henry melahap hampir semua kulit Ayara yang ia termui dan menyesapnya kuat saat sedang memacu tubuhnya tadi, sedangkan Ayara hanya bisa memejamkan matanya menahan sakit yang luar biasa saat Henry mendapatkan dirinya seutuhnya.


Karena merasa sangat haus Henry memutuskan untuk mengambil minum di luar setelah memakai pakaiannya yang tadi ia buang sembarangan dilantai, saat akan meletakkan handuk di tempatnya semula senyumnya merekah saat melihat noda berwarna merah tercecer di seprai sutra yang menutup ranjangnya didekat tubuh Ayara. Baru kali ini Henry bercinta dengan seorang wanita yang masih belum tersentuh, masih jelas dalam ingatannya betapa nikmat dan menyenangkan beberapa menit yang lalu saat ia mulai memasuki Ayara. Sebenarnya ia tak ingin cepat menyudahi permainannya namun karena tak tega melihat Ayara tersiksa, ia akhirnya bermain cepat walau sebenarnya belum puas dan tadi pun ia tak sepenuhnya memasuki sang istri.


"Tidurlah, aku tau kau pasti sangat kelelahan," ucap Henry pelan sambil mencium kening Ayara yang tertutup rambutnya yang sudah berantakan dan basah karena keringat, nafas Ayara yang tadi tak beraturan kini sudah terdengar lebih beraturan.


Setelah memastikan tubuh Ayara tertutup sempurna dengan selimut Henry lalu keluar dari kamar menuju mini bar yang ada dibagian belakang pesawat jetnya, beberapa orang bodyguard nampak tertidur bersandar dikursinya masing-masing dan tak menyadari sang tuan datang. Karena tak mau menganggu mereka Henry sangat pelan sekali meraih botol air minum mineral yang ada diatas meja, ia lalu keluar dari mini bar itu dan berjalan menuju ke kokpit untuk berbicara dengan pilot dan co pilot pesawat jet pribadinya.


"Is everything all right?" tanya Henry pelan pada kedua anak muda terlatih yang sudah bertahun-tahun menjadi pilot pribadinya.


*apa semuanya baik-baik saja?


"Yes sir, so far we have not experienced any problems," jawab sang co pilot yang bernama Ali dengan cepat, ia adalah pilot muda berbakat yang berasal dari Dubai.


*Iya tuan, sejauh ini kita tak mengalami kendala apapun.


"We will arrive at our destination in nine hours sir, you better rest because the journey is still long sir," imbuh sang pilot yang bernama Bernard menimpali perkataan sang co pilot sambil tersenyum.

__ADS_1


*kita akan sampai tujuan dalam waktu sembilan jam lagi tuan, lebih baik anda istirahat karena perjalanan masih lama tuan


Henry tersenyum mendengar perkataan kedua pilot pribadinya, tak lama kemudian ia meninggalkan kokpit dan berjalan kembali menuju kamar dimana sang istri berada sambil membawa dua botol air minum mineral. Saat masuk kedalam kamar ia menyipitkan matanya karena posisi tidur Ayara tak berubah, yang artinya istrinya itu sudah tidur dalam posisi tak nyaman selama hampir satu jam. Setelah mengunci pintu kamarnya Henry lalu mendekati ranjang dan menyentuh tubuh Ayara yang sedingin es karena dinginnya AC pesawat.


"Hei my love, ubah posisi tidurmu," bisik Henry pelan sambil menarik tubuh Ayara agar mau terlentang.


"Henry akhhhh...


Ayara tak dapat menyelesaikan perkataanya saat merasakan nyeri dan perih yang menggigit di tubuh bagian bawahnya saat bergerak, secara spontan ia menggigit bibirnya menahan sakit. Melihat ekspresi kesakitan Ayara membuat Henry merasa bersalah, ia lalu berlutut di samping ranjang dan memeluk Ayara dengan erat.


"Sorry..I'm sorry dear, how painful it feels," ucap Henry lirih penuh penyesalan, biasanya dulu para wanita yang melayaninya hanya akan berteriak pura-pura kesakitan saat mereka bercinta namun saat ini hal lain ditunjukkan Ayara. Ia bahkan sudah hampir satu jam yang lalu menyudahi permainannya tapi faktanya Ayara masih saja menunjukkan kesakitan yang amat sangat sehingga membuat Henry khawatir.


*maafkan aku sayang, apa rasanya sesakit itu.


*perih, rasanya sangat perih.


Melihat bertapa kepayahannya Ayara membuat Henry semakin merasa bersalah, ia tadi bahkan tak menggunakan tempo cepat seperti yang ia biasa lakukan dengan para wanitanya dimasa lalu. Wajah Henry kemudian berubah tegang saat teringat sesuatu yang sangat penting.


"Im sorry baby, this is purely because of my mistake," ucap Henry tiba-tiba penuh sesal sambil mencium tangan Ayara.


*maafkan aku sayang, ini murni karena kesalahanku.


"Yes this is your fault !!!" sengit Ayara ketus.


*iya ini salahmu!!

__ADS_1


"Im sorry my love, im sorry," sahut Henry pelan sambil kembali mencium tangan Ayara penuh sesal, ia baru teringat kalau tadi ia tak melalukan pemanasan saat akan memulai semuanya. Walau Ayara sudah mencapi puncak pertamnya namun jaraknya itu terlalu lama dengan saat ia akan memulai memasuki Ayara.


Ayara hanya diam saja saat suaminya minta maaf, sebenarnya ia tak sepenuhnya menyalahkan Henry. Ia sudah tau kalau rasanya akan sakit tapi ia tak menduga akan sesakit dan seperih saat ini.


"Haus," ucap Ayara lirih mencoba meminta minum pada Henry yang masih menunduk diatas tubuhnya.


"Kau Haus?' tanya Henry dengan cepat.


"Huum," jawab Ayara singkat.


Dengan cepat Henry meraih botol air minum mineral yang ada diranjang, ia lalu membuka tutupnya dengan cepat dan menyerahkannya pada Ayara namun kesadaarnnya langsung datang saat melihat Ayara masih berbaring diranjang.Ia lalu meletakan botol yang sudah terbuka itu diatas nakas dan membantu Ayara untuk duduk karana tak mungkin minum dalam posisi tidur seperti itu, saat dibantu Henry untuk duduk Ayara mencengkram kuat lengan Henry karena merasakan sakit. Ia meringis kesakitan saat sudah bisa duduk, Henry menatap sendu kearah sang istri. Dengan penuh cinta Henry membelai wajah cantik sang istri dan mencium lembut keningnya yang masih basah karena keringat.


"Terima kasih atas semuanya sayang," ucap Henry pelan.


"Terima kasih untuk apa?" tanya Ayara tak mengerti.


"Terima kasih karena kau menjaga dirimu untukku," jawab Henry dengan cepat sambil tersenyum.


Blush


Wajah Ayara memerah saat paham dengan maksud perkataan sang suami yang saat ini sedang menatapnya tajam tanpa berkedip.


"A--aku haus Henry...mana minumku!!!" sahut Ayara terbata mencoba mengalihkan pembicaraan sambil mengencangkan pegangannya pada selimut yang saat ini melindungi tubuhnya.


🌺bersambung🌺

__ADS_1


__ADS_2