
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.
Terima kasih
Dengan menggunakan motor jalanan Henry menuju ke rumah terasa lebih cepat, jarak tempuh yang biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit jika menggunakan mobil kini hanya membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit saja. Para Bodyguard sempat tak menyadari kalau yang datang menggunakan motor adalah Henry, sampai akhirnya Henry harus turun dari motor dan mengetuk pintu gerbang besar yang sangat tinggi itu barulah mereka membukakan pintu gerbang untuk sang tuan.
"Selamat datang tuan," sapa Jerry sang penjaga pintu gerbang.
"Terima kasih Jerry, oh ya kenapa sepi sekali? ke mana semua orang?" tanya Henry penasaran, ia bingung saat melihat suasana yang sepi lain dari hari biasanya.
"Semua orang sedang ada di halaman belakang tuan, mereka sedang bermain dengan kuda milik nona Ayara dan Tuan Alfredo," jawab Jerry dengan cepat.
Deg
Deg
Deg
Jantung Henry berdetak dengan sangat cepat, dadanya pun langsung terasa sesak saat mendengar perkataan Jerry yang membahas tentang kuda. Pikirannya langsung tertuju pada Ayara yang sangat menyukai kedua ekor kuda mahal itu, tanpa pikir panjang Henry kemudian masuk ke dalam rumah dengan berlari tujuannya adalah pergi ke halaman belakang untuk mencari istri. Saat sampai di halaman belakang Henry hanya melihat semua body guard sedang berdiri di sekitar lapangan yang merupakan area bermain Hexon dan Ciripa kedua kuda mahal yang menjadi kesayangan Ayara dan Alfredo, ia tak melihat sosok sang istri sama sekali sampai akhirnya Owen menyadari keberadaan Henry. Ia pun langsung berlari ke arah Henry dengan cepat.
"Anda sudah pulang tuan?" tanya Owen kaget.
"Apa yang kalian lakukan? eh tidak dimana istriku?" tanya balik Henry dengan cepat.
"Nona Yara ada dikamarnya tuan dan yang sedang kami lakukan ini atas perintah nona secara langsung tuan, maafkan kami kalau kami malah bermain kuda di jam kerja seperti ini," jawab Owen penuh rasa bersalah.
"Perintah istriku? apa maksudmu?" tanya Henry kembali.
Owen kemudian menceritakan secara jelas bagaimana mereka bisa bermain kuda di jam kerja seperti ini pada Henry dari awal tanpa ada yang di tutup-tutupi, selama Owen bicara Henry tak berbicara sama sekali. Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar itu.
"Jadi karena Yara merasa Hexon dan Ciripa bosan makanya ia memerintahkan kalian semua untuk bermain dengan kedua kuda itu?"tanya Henry kembali tak percaya merespon perkataan Owen.
__ADS_1
"Iya tuan, nona bahkan sempat menangis saat ia kembali dari kandang Ciripa dan Hexon tadi tuan. Maka dari itu kami memutuskan untuk menuruti permintaan nona, pasalnya nona mengancam akan naik kuda sendiri kalau kami tak mau bermain dengan Hexon dan Ciripa. Oleh karena itu kami memilih mengalah dan menuruti permintaan nona," jawab Owen jujur.
"Y-yara mengancam ingin naik kuda!!!" pekik Henry tak percaya.
"Iya tuan, maka dari itu kami menurut. Maafkan kami tuan kalau sudah mengecewakan anda," sahut Owen.
"No Owen aku tak marah, ya sudah aku ke kamar dulu. Oh iya di depan ada beberapa orang dari klub motor yang mengantarkan aku pulang, tolong kau ajak mereka masuk dan temani sebentar. Setelah urusan dengan istriku selesai aku akan turun menyusulmu untuk menemui mereka," ucap Henry dengan cepat sambil berbalik dan berjalan menuju ke tangga untuk naik ke kamarnya yang ada di lantai dua.
"Baik tuan," jawab Owen singkat, setelah berkata seperti itu awan kemudian berjalan menuju ke halaman depan untuk bertemu dengan orang-orang yang disebutkan oleh Henry sebelumnya.
Sementara itu Henry langsung berlari menuju kamarnya dengan berlari, walaupun Ayara tidak naik kuda seperti yang dikatakan oleh Owen namun hatinya belum tenang kalau belum melihat Ayara secara langsung.
Brakk
Dengan kasar Henry membuka pintu kamar Ayara sehingga membuat Ayara yang sedang memakai masker kaget dan langsung menoleh kearah pintu dimana Henry sedang berdiri.
"Henry apa yang kau lakukan?" tanya Ayara ketus, ia tak suka melihat Henry sekasar itu membuka pintu kamarnya.
"Ini namanya sedang merawat diri tuan muda, karena tadi nona hampir..."
"Hampir apa?!" tanya Henry dengan suara meninggi memotong perkataan Esmeralda yang membuat Esmeralda dan Maria terkaget dan langsung terdiam.
Ayara kemudian memberikan kode kepada Esmeralda dan Maria untuk meninggalkan kamarnya, umpan yang ia pasang rupanya sudah di makan oleh Henry dan saat ini tinggal tugasnya untuk melakukan bagiannya sesuai rencananya dengan Cecar untuk memberikan pelajaran pada Henry. Setelah Esmeralda dan Maria keluar dari kamar Henry kemudian berjalan menuju ranjang di mana Ayara sedang duduk sambil bersandar.
"Sebenarnya apa yang terjadi kenapa tadi kau memberikan Voice note kepadaku dengan nada terisak seperti itu, lalu kenapa juga semua bodyguard bermain kuda lalu tadi yang terakhir Esmeralda mengatakan sesuatu yang..."
"Sssstttt bicara perlahan dan satu-satu," ucap Ayara dengan cepat sambil menutup bibir Henry menggunakan jari telunjuknya.
Tanpa Ayara duga Henry langsung meraih jari telunjuk Ayara yang ada didepan bibirnya dan menghisapnya dengan kuat yang sontak membuat Ayara kaget.
"H-henry akhmmm stopp," ucap Ayara lirih.
__ADS_1
"Katakan apa yang terjadi terlebih dahulu," sahut Henry singkat tanpa melepaskan jemari Ayara dari bibirnya.
"Mmmmpphh Henry please lepaskan tanganku," pinta Ayara memelas, seluruh bulu kuduk Ayara berdiri saat jemarinya di hisap oleh Henry seperti itu.
Henry tersenyum mendengar perkataan Ayara, ia kemudian melepaskan tangan istrinya itu namun dengan cepat ia meraih pinggang Ayara ke arahnya sambil melepas masker yang terpasang di wajah Ayara. Setelah berhasil melepaskan sheet mask yang terpasang di wajah Ayara, Henry langsung mendaratkan ciuman mesra di bibir Ayara yang membuat Ayara kelabakan karena tak menyangka akan mendapat serangan seperti itu dari Henry di siang bolong.
"Henryy stooopp please..."ucap Ayara terbata sambil berusaha menahan tangan Henry yang bergerilya di area dadanya.
"I can't hold myself when I'm beside you, i wanna you right now honey," sahut Henry lirih nafas berat yang menandakan kalau ia sudah on fire.
*Aku tak bisa menahan diriku saat ada disamping mu, aku menginginkan dirimu sekarang sayang.
"Henry..akuuu.."
"Slowly, I'll do it slowly I promise," ucap Henry dengan cepat memotong perkataan Ayara sambil mengarahkan tangannya ke bagian paha Ayara yang terlihat jelas karena rok yang ia pakai tersingkap.
*Pelan, aku akan melakukannya dengan perlahan. Aku berjanji.
"Hennrryyy..... mmpphhhh.."
Suara Ayara tak terdengar lagi karena Henry sudah kembali mendaratkan ciumannya di bibirnya, Henry melupakan tujuannya pulang ke rumah dan melupakan tamu-tamunya yang ada di lantai satu bersama Owen. Hasrat Henry langsung membara saat melihat kemolekan paha Ayara didepan mata, belum lagi dengan aroma parfum yang dipakai Ayara. Ia benar-benar tak bisa menahan dirinya saat ini dan ingin melampiaskan semuanya dengan Ayara walau hari masih sangat siang untuk bercinta.
🌼 bersambung 🌼
🍀🍀 Rencana pertama yang dilakukan oleh Ayara gagal, ia justru jatuh dalam genggaman Henry lagi kali ini.
Lalu apa yang akan ia lakukan lagi selanjutnya? Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.
Jangan lupa juga untuk VOTE.
Terima kasih.
__ADS_1