Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Ancaman di depan mata


__ADS_3

Sebelum baca tolong berikan vote, jangan hanya minta update kalau tidak mau vote.


🌸🌸


Sesaat setelah suara tembakan terdengar semua orang langsung saling pandang melihat mencari tahu siapa yang terluka, sampai akhirnya Henry berteriak memanggil nama Arial karena melihat darah di tangan Arial.


"Arial kauu....


"Not me.!!! heiiii stop..." Jerit Ayara dengan suara keras ketika berhasil melihat seseorang yang menggunakan pakaian serba hitam sedang berada di pohon yang letaknya tidak jauh dari pagar besar rumah Henry sambil memegang senjata yang biasa digunakan para sniper.


Orang itu pun langsung melompat turun ketika mendengar teriakan Ayara, sontak Ayara berlari ke arah orang bersenjata itu sambil menyerahkan tubuh Bambang yang sudah terkulai tanpa nyawa karena dadanya sudah tertembus peluru. Henry dan orang-orangnya pun langsung melihat Ayara yang berlari keluar melalui pintu samping, Michael yang sempat melihat orang berpakaian serba hitam itupun akhirnya ikut berlari mengejar Ayara.


"Shitttt ....kemana orang itu pergi." Ucap Ayara dengan nafas tersenggal-senggal karena sudah berlari cukup jauh dari rumah Henry untuk mengejar orang misterius yang membawa senjata yang biasa dipakai oleh penembak jitu tadi yang berhasil ia lihat.


"Hei Arial....hah hah hah..."


Michael tak dapat menyelesaikan perkataannya karena sudah kehabisan suara ketika berlari mengejar Ayara. Melihat Michael tersenggal-senggal seperti itu membuat Ayara tersenyum tipis.


"Kau harus banyak olahraga tuan Michael, kalau tidak kau akan kalah dari seekor kelinci." Ucap Ayara pelan menyindir Michael yang sedang memegang perutnya.


"Aku hanya belum pemanasan tadi dan kau jangan mengejekku Arial, aku bisa lari lebih cepat darimu." Sahut Michael tak mau kalah sambil berkacak pinggang.


"Ya ya ya..." Jawab Ayara sambil berbalik badan dan berjalan menuju ke rumah Henry kembali meninggalkan Michael yang masih berdiri di tengah jalan.


Michael hanya menghela nafas panjang mendengar perkataan Ayara, sebenarnya ia ingin berkata kasar kepada Ayara yang sudah berani menyepelekannya. Akan tetapi niatnya itu ia tahan karena ia sudah kehabisan tenaga setelah berlari, karena melihat Ayara sudah berjalan pulang ia pun akhirnya mengikuti langkah ayara untuk kembali ke kediaman Henry.


Di halaman belakang di mana tadi terjadi penembakan Henry nampak terlihat sedang menghubungi seseorang di ponselnya, sementara itu jenazah Bambang sudah ditutupi menggunakan kain oleh para bodyguard lainnya. Ayara berjalan pelan mendekati jenazah Bambang di lantai, ia lalu membuka kain penutup nya dan tak lama kemudian sebuah senyuman tersungging di wajah Ayara.


"Kenapa kau tersenyum Arial." Tanya Michael dengan nada meninggi karena tak suka melihat Ayara tersenyum seperti itu disaat keadaan sedang kacau.

__ADS_1


"Fix orang itu adalah seorang sniper." Ucap Ayara lirih.


"Apa...kau bilang apa Arial.?" Tanya Michael kembali dengan ketus karena merasa pertanyaannya tak digubris oleh Ayara.


"Lihatlah luka yang ada di dada Bambang." Jawab Ayara pelan sambil menyibak kain penutup yang digunakan untuk menutup jenazah Bambang.


Mendengar perkataan Ayara membuat semua orang langsung menatap ke arah luka yang menyebabkan Bambang meninggal, tak begitu lama mereka semua nampak saling pandang dengan kebingungan karena merasa tak ada yang aneh dengan luka yang disebabkan oleh pistol itu.


"Apa yang aneh bukankah luka tembak memang seperti itu."Ucap Henry bingung sambil menatap kearah ayara yang sedang berdiri sambil melipat tangan di dada.


"Asal kalian tahu orang yang tadi menembak itu bukanlah orang biasa, menurut dugaanku dia adalah seorang sniper yang sudah terlatih. Terbukti dengan luka yang dia buat di jantung Bambang." Jawab Ayara pelan sambil menunjuk ke arah jantung Bambang yang sudah mengeluarkan darah.


"Tapi itu...


"Hanya seorang sniper terlatih lah yang dapat menembak dengan berhasil dalam satu kali tembakan, apalagi kita sekarang ada di dalam sebuah ruangan yang artinya orang itu sudah dapat memprediksi arah tembakannya dengan baik. Lalu kemungkinan lainnya adalah orang itu memang bukan sniper, dia hanyalah orang yang sudah mengenal seluk beluk tempat ini dengan sangat baik sehingga ia bisa menembak dengan tepat seperti tadi." Imbuh Ayara menambahkan perkataannya yang sebelumnya.


Deg


"Jadi maksudmu...


"Sepertinya bmusuh kalian sudah mengintai kalian sejak dari lama." Ucap Ayara memotong perkataan Michael dengan cepat.


"Lalu kenapa dia harus membunuh Bambang apa hubungannya Bambang dengan tuan muda." Tanya Banu sang bodyguard senior kebingungan.


"Tentu saja untuk menghilangkan barang bukti yang paling akurat Banu, kalau misalkan Bambang tidak singkirkan maka rahasia mereka akan diketahui lain dengan halnya seperti sekarang dengan meninggalnya Bambang maka identitas dan rahasia mereka akan tetap aman." Jawab Ayara sambil tersenyum.


"Apakah tadi ada yang berhasil melihat pelakunya.?" Tanya Henri tiba-tiba.


"Tidak ada tuan." Jawab sepuluh orang bodyguard yang ada dihadapannya dengan kompak.

__ADS_1


"Apa maksud kalian dengan tidak ada, lalu kerja kalian di rumahku apa kalau kalian semua tak berhasil mengetahui ada orang yang sedang memanjat pohon di dekat rumahku dan mengarahkan senjatanya ke dalam rumah ini." Teriak Henry penuh emosi karena merasa kecolongan.


Melihat Henry marah semua orang terdiam termasuk Michael yang masih sangat syok, karena tak mendengar perkataan Ayara yang sebelumnya kalau mereka selama ini sudah dimata-matai. Ketika semua orang Bodyguard nampak ketakutan Ayara terlihat berjalan keluar dari ruangan introgasi itu dan berjalan menuju ke ruang kontrol sehingga membuat Henry langsung terdiam.


Tak lama kemudian Ayara terlihat kembali ke ruang interogasi dengan membawa sebuah laptop besar di tangannya, ia lalu meletakkan laptop itu dia di atas meja dan meminta Henry, Michael beserta semua orang lainnya melihat ke arah rekaman yang berhasil ia temukan.


"Lihatlah rekaman CCTV ini beberapa saat yang lalu sebelum tembakan itu terjadi." Ucap Ayara pelan sambil memutar sebuah rekaman CCTV yang berhasil ditangkap oleh beberapa kamera CCTV yang terpasang di luar.


"Itu....


"Seperti dugaanku dia adalah seorang sniper handal, terbukti dia hanya membutuhkan waktu singkat untuk merakit senjatanya sebelum ia naik ke atas pohon dan menembak dada Bambang dalam waktu cepat." Ucap Ayara memotong perkataan Henry yang sedang menatap bagaimana sang penembak misterius turun dari sebuah motor tanpa plat polisi dengan menggunakan pakaian serba hitam di laptop yang baru Ayara bawa.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, apakah tak ada cara lain untuk mengetahui siapa orang yang coba menyelakaiku tadi " Ucap Henry tanpa sadar dengan lirih.


"Kemungkinannya sangat tipis untuk mengetahui siapa orang yang menembak Bambang tadi, karena tak ada satu pun jejak yang ditinggalkan olehnya. Apalagi dia menggunakan motor tanpa plat polisi dengan menggunakan pakaian serba hitam, jadi kita sangat sulit untuk melacaknya saat ini."Jawab Ayara dengan cepat.


Henry terlihat mengangguk pelan merespon perkataan Ayara, ia merasa semua perkataan Ayara masuk akal. Teknologi keamanan di Indonesia belum terlalu canggih seperti di luar negeri, dan hal itulah yang menjadi kendala yang paling dasar saat ini.


"Hanya ada satu cara untuk kalian lakukan saat ini." Ucap Ayara dingin sambil menatap mata Henry secara tajam.


"Apa itu.?" Tanya Henry dan Michael bersamaan.


"Pindah dari rumah ini." Jawab Ayara singkat.


🌸Bersambung 🌸


Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 20 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Terima kasih kakak-kakak.

__ADS_1


Love u all...🌹🌹


__ADS_2