Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
loss of the first kiss


__ADS_3

Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Ryan mengajak Joshua keluar dari kediaman Henry dengan penuh amarah, dia mengambil alih posisi supir dan memacu mobilnya dengan kecepatan penuh meninggalkan kediaman Henry menuju jalan raya. Niatnya datang ke rumah Henry untuk memberikan pelajaran kepada Henry soal Isabel ternyata tak dapat ia laksanakan karena perhatiannya teralihkan ketika melihat bodyguard Henry.


"Tuan hati-hati tuan."


"Biarkan saya yang membawa menyetir tuan."


"Tuan saya masih ingin hidup tuan."


"Tuannnn awaaaasss....


Joshua tak dapat menyelesaikan perkataannya karena ia sudah menutup mata ketika Ryan melakukan tikungan tajam secara mendadak dan hampir menubruk sebuah pohon yang ada di kiri jalan ketika.


"Pengecut kau Josh." Sengit Ryan jengkel sambil tersenyum sinis ketika melihat Joshua ketakutan.


"Nyawaku cuma satu tuan." Jawab Joshua terbata sambil mengelus dadanya pelan.


Ryan kemudian keluar dari mobilnya dengan cepat dan meninggalkan Joshua sendirian di dalam mobil, ia lalu menyalakan rokok dan menghisapnya dengan cepat sambil bersandar di mobil mahalnya. Joshua hanya tersenyum tipis melihat apa yang Ryan lakukan, ia lalu keluar dari mobil dan berdiri disamping sang tuan muda.


"Apa kau melihat ada yang aneh dirumah Henry tadi Josh?" Tanya Ryan pelan.


"Aneh kenapa tuan, bukankah itu rumah baru jadi bagaimana kita bisa tau aneh atau tidaknya." Jawab Joshua polos.


"Akh sudahlah Josh...salahku bertanya kepadamu." Ucap Ryan dengan cepat sambil membuang asap rokoknya ke udara.


Joshua yang tak mengerti dengan arah pembicaraan Ryan nampak kebingungan, ia merasa serba salah saat ini karena melihat sikap Ryan yang sangat berbeda begitu keluar dari rumah Henry beberapa waktu yang lalu.


"Kenapa pria itu sekilas seperti Ayara pembantuku tapi ia nampak lebih mirip dengan gadis pengemudi Ferarri itu." Ucap Ryan dalam hati, pikirannya melayang-layang saat ini.


Ryan sedang menggabungkan pecahan memori tentang Ayara dan gadis pengemudi Ferarri yang ia lihat sepintas beberapa waktu lalu ditambah dengan penampilan bodyguard Henry yang tadi ia lihat.


"Josh ayo masuk mobil Josh.!!!" Teriak Ryan secara tiba-tiba.


"Kenapa...


"Ikut aku atau tidak?" Tanya Ryan dengan suara meninggi.

__ADS_1


Joshua menganggukkan kepalanya dengan cepat, ia lalu berlari ke pintu sebelah kiri mobil karena lagi-lagi Ryan memilih mengendarai mobilnya sendiri. Begitu masuk di dalam mobil Joshua langsung memakai sabuk pengamannya karena takut terjadi hal-hal yang tak ia inginkan seperti tadi saat Ryan mengerem mobil dengan mendadak.


"Tuan bukankah kita mau pulang tapi kenapa kita pergi ke arah rumah Henry kembali?" Tanya Joshua bingung.


"Shut up Josh." Sahut Ryan dingin.


Joshua pun langsung diam seketika, ia tak berani berbicara lagi karena tau kalau sang tuan muda moodnya sedang kacau.


"Tuan lihat bukankah itu bodyguard...


"Kencangkan sabuk pengamanmu Josh." Ucap Ryan dengan cepat sambil menambah kecepatan mobilnya ketika melihat mobil milik Henry yang dikendarai Ayara keluar dari halaman rumah Henry.


Karena di sekitar rumah Henry sedang ada pembangunan rumah lainnya jalan utama perumahan elit itu agak tersendat karena ada beberapa alat berat yang terparkir di jalan sehingga membuat mobil-mobil harus antri satu demi satu untuk keluar, begitupun dengan mobil Ryan yang kini terjebak dalam antrian yang membuatnya tak bisa maju ataupun mundur.


"What the hell...kenapa harus saat saat seperti ini." Teriak Ryan sambil memukul setir mobilnya.


"Sabar tuan." Ucap Joshua berusaha menenangkan Ryan Bray yang sejak tadi terus marah-marah.


"Bagaimana aku bisa sabar, lihat itu kita sudah kehilangan jejak mobil Henry." Sahut Ryan dengan jengkel sambil menunjuk ke arah mobil warna hitam yang dikendarai Ayara berhasil melewati antrian.


"Kemana mobil itu pergi.... arrgghhhh.!!!" Teriak Ryan penuh emosi, ia sudah frustasi mencari mobil Toyota Fortuner itu selama hampir tiga puluh menit mengitari daerah perumahan mewah itu.


Joshua yang sejak tadi juga ikut mencari keberadaan sang mobil hitam nampak mulai takut, ia khawatir kalau Ryan akan menggila kalau tak menemukan mobil itu.


"Tuaaannn lihat itu mobil yang kita cari.!!" Teriak Joshua tiba-tiba sambil menunjuk ke arah mobil Toyota Fortuner yang sedang berhenti di pinggir danau.


Ryan langsung banting setir dan memutar ke arah kanan jalan menuju ke danau, hatinya merasa hangat ketika melihat mobil itu ada dihadapannya. Dengan cepat ia turun dari mobilnya ketika ia sudah sampai di belakang mobil Toyota Fortuner yang sedari tadi ia cari seperti orang gila.


Jantungnya berdegup kencang ketika melihat Ayara tengah duduk di kursi supir, melihat bodyguard Henry tidur seperti itu membuatnya tersenyum. Bayangan tentang Ayara pembantunya muncul kembali dalam ingatannya, ditambah dengan sosok pengemudi Ferarri misterius yang pernah ia ikuti beberapa waktu lalu benar-benar membuatnya gila.


"Heiiii !!!!" Teriak Ayara dengan suara meninggi sambil membuka kaca mobilnya ketika melihat sosok Ryan Bray berdiri mematung sejak bebepaa lama menatapnya dengan tajam yang sedang duduk didalam mobil.


Suara teriakan Ayara membuat Ryan sadar dari lamunannya, bayangannya sedang mencium bibir sang pembantu barunya di dalam mobil langsung menghilang berbarengan dengan terdengarnya teriakan Ayara yang memekakkan telinga. Ryan langsung menurunkan tangannya dari handle pintu mobil yang dikendarai Ayara, nafasnya naik turun dengan wajah yang memerah disertai keringat dingin yang mengucur dari keningnya.


Melihat musuh bebuyutan sang bos nampak sedang kepayahan membuat Ayara khawatir, ia langsung melepaskan sabuk pengamannya dan keluar dari mobil dengan cepat sambil berjalan pelan menuju ke arah Ryan yang sudah mundur dari tempatnya berdiri semula.


"Are you ok sir?" Tanya Ayara dengan cepat sambil memegang tangan Ryan yang terasa dingin.

__ADS_1


"Ok ..a--ku baik-baik saja." Jawab Ryan terbata-bata sambil memandang ke arah Ayara dengan mata berkabur.


"Hei kau tolong majikanmu ini!!" Teriak Ayara dengan suara keras memanggil Joshua yang berdiri didepan mobil Porsche merah milik Ryan yang parkir dibelakang mobil Toyota Fortuner milik Henry yang dibawa Ayara.


Joshua langsung berlari ke arah Ryan dan Ayara, ia langsung meraih tubuh Ryan yang nampak tak bertenaga. Ia merasa heran melihat sang majikan seperti itu, padahal sebelumnya ia masih baik-baik saja bahkan sempat berteriak-teriak mengeluarkan kata umpatan karena tak berhasil menemukan mobil Ayara.


Bruk


"Tuan ..." Teriak Joshua dengan cepat ketika Ryan jatuh di rerumputan, ia tak mampu menahan berat tubuhnya.


Karena tak tega Ayara ikut membantu Joshua untuk memapah Ryan kembali ke dalam mobil mahalnya, saat berjalan menuju ke mobil Ryan menyandarkan kepalanya ke bahu Ayara sehingga membuat Ayara tak nyaman.


Dengan perlahan Ayara membaringkan tubuh Ryan dibangku mobilnya yang sudah ditidurkan oleh Joshua namun saat akan berdiri tiba-tiba tangannya ditarik oleh Ryan sehingga membuatnya jatuh ke atas tubuh Ryan dan membuat bibirnya langsung mencium bibir Ryan secara tak sengaja.


Joshua yang melihat kejadian itu nampak kaget, ia tak menyangka sang tuan akan mencium seorang pria yang menjadi bodyguard Henry musuh bebuyutannya.


"Aisshhh sial." Umpat Ayara dengan keras, ia berusaha bangkit dari atas tubuh Ryan yang ada dibawahnya.


Namun saat akan berhasil bangun tiba-tiba pinggangnya dicengkeram oleh Ryan dengan keras, ia lalu memeluknya dengan erat. Dipeluk oleh Ryan dalam posisi seperti itu membuat Ayara bisa merasakan detak jantung mantan majikannya yang berdetak dengan kencang dengan nafas berat, samar-samar Ayara mendengar suara Ryan.


"Yara... Ayara maafkan aku..."


Deg


Waktu Ayara serasa seperti berhenti dengan seketika ketika mendengar perkataan Ryan.


Dengan bantuan Joshua akhirnya Ayara bisa melepaskan diri dari pelukan Ryan yang sedang mengigau.


"Aku bukan Ayara..kurang ajar sekali berani memelukku seperti itu.!!" Teriak Ayara terbata, sambil mengusap bibirnya yang baru saja mencium Ryan.


🌸Bersambung 🌸


Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Terima kasih kakak-kakak.


Love u all...🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2