
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk Votting.
Terima kasih.
Henry mengajak Ayara pergi ke hotelnya karena ia ingin mandi, pada awalnya ayyara menolak dan berpikiran macam-macam pada Henry. Namun setelah ia tau bahwa Henry hanya ingin mandi dan berganti pakaian ia merasa tak enak sendiri karena terus-menerus menuduh Henry yang tidak-tidak.
Ayara menunggu di cafe yang ada di hotel, ia duduk di sofa dengan santai sambil menikmati kentang goreng favoritnya sambil bermain game.Tak lama kemudian Henry pun datang, ia sudah mandi dan berganti pakaian bersih. Kacamata Rayban terpasang di hidung mancungnya membuat ketampanannya meningkat 100%, kedua mata Ayara menyipit saat melihat beberapa orang gadis nampak meminta foto pada Henry.
"Cih selera kalian rendahan nona," cibir Ayara ketus sambil mengoleskan kentang goreng ke saus sambal dan memasukkannya ke dalam mulutnya, karena Ayara tak memperhatikan dengan baik saat mengoleskan saus sambal alhasil kini di mulutnya bercecer saus berwarna merah.
Tak jauh dari tempat Ayara duduk Henry terlihat sabar melayani permintaan empat orang gadis remaja untuk berfoto, pada awalnya ia menolak akan tetapi karena keempat gadis itu merengek akhirnya keegoisan Henry luluh. Ia akhirnya mau berfoto dengan mereka dalam berbagai pose bersama empat orang gadis bergantian, Ayara yang duduk di sofa semakin tak nyaman melihat pemandangan didepan matanya. Ia yang awalnya memesan dua porsi kentang goreng yang niatnya untuk dirinya dan Henry akhirnya habis dimakan olehnya sendirian, ia tak menyisakan satu potong pun diatas piring.
"Aduhhhh....sialll," gerutu Ayara merutuki kecerobohannya sendiri saat sedang memasukkan kentang kedalam mulutnya tak sebagai jarinya tergigit olehnya.
"Untung saja tak terluka, kalau terluka kau yang akan ku cincang Henry!!" ucap Ayara ketus saat melihat jari telunjuknya yang memerah dan bekas gigitannya.
Sesi foto yang dilakukan Henry dan keempat gadis remaja itupun akhirnya selesai, ia terlihat berjalan pelan menuju tempat Ayara duduk. Kacamata mahalnya sudah tersangkut di saku kemejanya, saat mendekat Ayara tak senagaja melihat penampilan Henry lebih detail. Rupanya Henry membuka dua kancing teratas kemejanya sehingga dada bidangnya dapat terlihat dengan jelas oleh orang, belum lagi wangi parfumnya yang sangat maskulin yang memabukkan wanita.
"Sudah kan? ayo!!!" ucap Ayara ketus sambil meletakkan majalah Vogue yang ia baca ketempatnya.
Henry tersenyum tipis saat melihat wajah Ayara yang kotor terkena saus, melihat Ayara seperti itu mengingatkannya pada anak kecil yang baru mulai belajar makan sendiri. Dengan perlahan Henry meraih tissue dan menyentuh kepala Ayara dengan tiba-tiba buang membuat Ayara kaget.
"Apa yang akan kau...
"Kalau makan coba lebih rapi nona, lihatlah wajahmu seperti kucing calico," ucap Henry gemas memotong perkataan Ayara sambil meraih kepala Ayara ke dalam pelukannya untuk membersihkan mulutnya yang belepotan saus sambal.
"Akhh aku bisa sendiri," sahut Ayara ketus sambil mendorong Henry agar menjauh darinya, dipeluk Henry seperti itu membuatnya mabuk. Wangi parfumnya benar-benar membuat jantungnya berdegup kencang.
Henry tersenyum melihat Ayara merajuk, ia berdiri tepat dibelakang Ayara yang sedang membersihkan wajahnya di depan kaca. Dari pantulan kaca Ayara bisa melihat dengan jelas dari tadi Henry terus tersenyum padanya, terus-menerus diperhatikan seperti itu membuat Ayara salah tingkah. Ia tak biasa diperhatikan seperti itu oleh lawan jenis, apalagi dalam jarak sedekat ini.
"Sampai kapan kau akan berdiri seperti itu Henry?" tanya Ayara dingin sambil menyeka wajahnya dengan tissue.
__ADS_1
"Sampai calon istriku selesai membersihkan wajahnya, aku harus memastikan tak ada orang yang menganggunya saat ia membersihkan wajahnya," jawab Henry tanpa rasa bersalah.
"Menyebalkan dasar playboy mulut manis, pantas saja gadis-gadis tadi lengket padamu," ucap Ayara ketus.
"Lho memangnya aku kenapa, aku kan...
Henry tak dapat menyelesaikan perkataannya karena tiba-tiba Ayara berbalik ke arahnya dengan cepat, ia pun langsung mengancingkan kemeja Henry sampai bagian kerah dan melepaskan gulungan yang dibuat Henry di lengan bajunya. Alhasil saat ini Henry terlihat seperti pemuda culun yang memakai pakaian sangat rapat, belum sampai disitu rambutnya yang dibuat dengan rapi pun diacak-acak Ayara. Ia lalu membelah tengah rambut Henry satu garis lurus, dalam penampilan seperti ini Henry terlihat menjadi sosok yang berbeda.
Ayara tersenyum melihat hasil kerjanya, ia lalu memutar tubuh Henry menghadap kaca yang ada dibelakang mereka.
"Yara apa yang kau...
"Ini hukuman kecil dariku karena kau berani tebar pesona didepan mataku," ucap Ayara ketus memotong perkataan Henry sambil tertawa lebar tanpa rasa bersalah, dengan cepat Ayara meraih kacamata Henry yang ada di saku pakaiannya lalu memakainya sendiri.
Ayara kemudian berjalan dengan anggun menuju mobil Henry yang terparkir didepan hotel, beberapa staf cafe yang melihat semua perbuatan Ayara pada Henry nampak menahan tawa ketika melihat penampilan Henry.
"Calon istriku selera humornya memang tinggi nona, jadi jangan heran," ucap Henry pelan sambil tertawa .
"Kalian berdua sangat cocok tuan, sama-sama punya selera humor yang tinggi," jawab seorang manager hotel dengan singkat.
"Mungkin ini yang namanya jodoh ya ha ha ha, ya sudah saya permisi. Terima kasih dan bill makanan yang tadi dimakan calon istriku masukkan saja ke tagihan kamarku," ucap Henry sambil tersenyum.
"Baik tuan Luke," jawab sang manager hotel sambil menganggukkan kepalanya merespon pertanyaan Henry.
Henry pun akhirnya meninggalkan cafe dengan penuh percaya diri, ia terima saja di dandani seperti orang culun oleh Ayara. Saat keluar menuju mobilnya banyak orang yang melihatnya dengan pandangan aneh, Ayara yang sedang bersandar pada mobil Henry merasa bersalah. Ia lalu menghentikan Henry dan membuka dua kancing paling atas kemeja Henry dan mengacak-acak rambut Henry agar belahan tengah yang ia buat hilang.
"Kau sudah tidak sabar rupanya calon istriku," bisik Henry pelan saat Ayara selesai membuka kancing bajunya.
"Tidak sabar apa?" tanya Ayara bingung.
"Kalau kau ingin membuka kancing bajuku kita bisa melakukan di kamar hotelku, disana kau bisa lebih leluasa dan...
__ADS_1
"Henry jangan gila!!" pekik Ayara dengan keras, ia kemudian berbalik badan menuju ke mobil meninggalkan Henry yang sedang tertawa lebar penuh kemenangan.
"Kau benar-benar menggemaskan Yara, untung saja aku sudah berjanji pada daddy untuk tak menyentuhmu sampai kita menikah. Kalau tidak mungkin aku sudah melakukannya sejak tadi saat kau cemburu padaku dengan keempat gadis tadi," ucap Henry dalam hati, kedua matanya menatap Ayara dengan penuh cinta.
"Henry cepat!!! aku panas diluar terus..." teriak Ayara tak sabar.
Tanpa bicara Henry pun berjalan menuju mobilnya, ia lalu membuka kunci mobilnya dari jarak jauh. Saat mobil terbuka Ayara langsung masuk ke dalam mobil menunggu Henry datang.
Henry akhirnya masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengamannya dengan rapi dan sempat mengoreksi sabuk pengaman Ayara, Ayara sendiri masih membuang wajahnya kearah jendela. Ia masih marah pada Henry.
"Aku senang melihatmu cemburu seperti itu Yara," ucap Henry singkat sambil menginjak gas mobilnya.
"No Henry aku tidak....
πΌ Bersambung πΌ
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima π π πππ
__ADS_1
Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince
Terima kasih