
Baca novel thor lainnya yang berjudul
FAITH 2 : The return of the prince
Saat Henry kembali ke hotel ia sudah melihat Ayara duduk di balkon di samping kolam sambil memainkan ponselnya, sedangkan Cecar duduk tak jauh darinya sedang menikmati waffle dan ice cream. Tanpa pikir panjang Henry langsung berjalan cepat menuju balkon dan mencengkram lengan tangan Ayara dengan keras sehingga membuat ponsel yang dipegang Ayara terjatuh.
"Kau kemana saja tadi!" hardik Henry dengan mata memerah menatap Ayara tanpa berkedip.
Ayara yang kaget dan tak menyangka akan diperlakukan seperti itu oleh Henry awalnya hanya diam, namun karena cengkraman Henry di lengannya makin keras ia mengaduh kesakitan dengan suara parau, "Sakit Henry, lepaskan tanganmu dari lenganku," .
Bukannya melepaskan tangannya dari lengan kanan Ayara, Henry justru memakai tangan kirinya untuk mencengkram lengan Ayara yang lain.
"Jangan alihkan pembicaraan, jawab jujur kau darimana dan kenapa tadi kau tiba-tiba marah saat aku pulang bekerja!! jawab Yara?!" tanya Henry tak sabar.
"Aku benci padamu, kau pergi jalan-jalan ke Busan tanpa mengajakku," ucap Ayara pelan sambil menunduk.
"Kau bilang apa barusan?" tanya Henry kembali.
"Kau jahat mau pergi berlibur tanpa mengajak aku," jawab Ayara asal bicara, ia sedikit panik mencari alasan yang masuk akal supaya Henry tak curiga padanya.
Pandangan Henry yang sebelumnya garang saat menatap Ayara perlahan melunak, sebuah senyum kemudian tersungging di wajahnya. Cengkraman tangannya di lengan sang istri pun mengendur, sampai akhirnya ia melepaskan lengan tangan lembut itu dan beralih menyentuh kedua pipinya yang sedikit lebih berisi.
"Aku bukan berlibur sayang, tapi bekerja. Ada urusan penting yang harus aku selesaikan di Busan," ucap Henry pelan sambil tersenyum menatap Ayara.
__ADS_1
"Lalu kenapa mendadak?" tanya Ayara ketus sambil melepaskan kedua tangan Henry yang menyentuh wajahnya.
Henry tersenyum melihat Ayara merajuk seperti itu, ia lalu mengikuti langkah Ayara yang duduk di pinggir kolam dengan kaki yang masuk ke dalam air.
"Sebenarnya aku juga tidak ingin pergi ke Busan, hanya saja beberapa orangku yang sedang ada disana mengalami kewalahan karena banyaknya urusan yang harus diurus dalam waktu cepat. Perusahaan kita sedang merambah ke Asia Timur dan akan memulainya di Korea, oleh karena itu aku mengirim anak buah terbaik ke sana untuk mengurus semuanya. Namun karena keterbatasan bahasa dan kurangnya pemahaman anak buahku itu alhasil banyak hal yang seharusnya sudah selesai ini belum berjalan sama sekali, dari pihak investor dari Korea menginginkan semuanya cepat selesai dalam minggu ini. Oleh karena itu aku terpaksa turun tangan ke sana secara langsung untuk menyelesaikannya, karena waktunya yang sempit dan tidak memungkinkan untuk anak buahku di sana mengurus semuanya," jawab Henry pelan mencoba menjelaskan apa yang terjadi kepada Ayara.
"Jadi ini benar-benar urusan bisnis bukan sedang berlibur atau jalan-jalan?" tanya Ayara ketus tanpa menatap kearah Henry yang sedang duduk di sampingnya.
"Kalau bukan karena urusan bisnis yang sangat penting aku tak akan mungkin meninggalkanmu sendirian di sini sayang, aku masih ingin selalu bersamamu dan sebenarnya aku ingin mengajakmu juga ke Busan namun mengingat padatnya kegiatanku disana aku hawatir justru akan membuatmu bertambah jenuh di sana. Oleh karena itu aku memutuskan untuk tak mengajakmu pergi ke sana sayang," Jawab Henry lembut sambil mencium tangan Ayara.
Dalam hati Ayara sedikit tenang karena mengetahui Henry rupanya benar-benar sedang sibuk di Busan, namun ada ketakutan lagi dalam dirinya yang semakin besar. Yang mana jika Henry benar-benar fokus bekerja di sana maka tingkat kewaspadaannya akan keadaan sekitar pasti akan jauh lebih menurun, maka kesempatan ia diserang oleh musuh akan semakin besar. Memikirkan hal itu membuat Ayara benar-benar khawatir, tanpa ia sadari perubahan ekspresi wajahnya ditangkap oleh Henry yang memang sejak tadi duduk di samping kirinya yang menatapnya tanpa berkedip menatap.
Ayara kaget karena tiba-tiba Henry meraih wajahnya dan mencium bibirnya dengan mesra di hadapan Cecar dan Michael yang menatap kearah mereka berdua di kolam renang, pada awalnya Ayara tidak menyadari kehadiran Michael dan Cecar karena tengah memejamkan kedua matanya saat dicium Henry. Ia mengira kedua orang itu sudah pergi, namun saat ia membuka kedua matanya sontak ia mendorong Henry dengan sekuat tenaga sehingga membuat Henry terjatuh di dalam kolam karena kaget melihat Cecar dan Michael menatap kearah meraka berdua tanpa berkedip.
Henry yang sedang menyeka wajahnya dari air tersenyum kearah Ayara, ia tau istrinya malu karena ada Michael dan Cecar. Dengan cepat ia melirik ke arah Michael, seolah sedang meminta asistennya itu untuk pergi dari hadapannya. Michael yang paham dengan bahasa mata Henry menganggukkan kepalanya perlahan, ia lalu berjalan mendekati Cecar dan mengajaknya keluar dari kamar Henry dan Ayara.
Setelah melihat Michael dan Cecar pergi Henry kemudian berenang cepat ke tempat sang istri yang berusaha untuk bangun dari pinggir kolam, namun karena kemampuan renang Henry yang cukup baik akhirnya ia sampai lebih dulu dan dapat menyentuh kaki Ayara yang hampir saja turun dari kolam meninggalkan Henry yang sudah ada didalam kolam.
Byuurrrrr....
Ayara terjatuh di dalam kolam karena ditarik oleh Henry, sebuah teriakan panjang dari Ayara membuat Henry tertawa lebar.
"Henry apa yang kau lakukan, aku basah kuyup ini," ucap Ayara setengah menjerit menahan kesal, ia belum sadar kalau ponselnya ikut jatuh ke kolam.
__ADS_1
"Aku juga basah sayang, ini baru adil namanya," jawab Henry pelan sambil berenang mendekati Ayara dan mendorong Ayara ke arah tangga.
"Henry apa yang kau lakukan?" tanya Ayara pelan saat menyadari Henry membawanya ke tempat yang lebih rendah.
Alih-alih menjawab pertanyaan sang istri Henry terus melangkahkan kakinya kearah tangga yang sudah didepan mata, ia lalu membimbing Ayara untuk duduk di beberapa anak tangga yang memang dipakai untuk bersantai saat sudah selesai berenang. Namun tujuan Henry bukan untuk bersantai, ia merebahkan tubuh Ayara dan menyingkap blouse yang dipakai Ayara lalu bergerilya di daerah bukit kembar Ayara yang masih tertutup bra sambil mencium bibir Ayara dengan penuh cinta. Sesekali ia memberikan tekanan pada tangannya sangat memainkan litte pinky pie sehingga membuat Ayara mengeliat-liat tak karuan, saat Henry akan bermain ke bagian tubuh bawahnya Ayara langsung memegangi tangan Henry dengan cepat.
"Tidak didalam air kolam, kotor Henry banyak kuman," ucap Ayara bersusah payah karena Henry tak mau melepaskan ciumannya.
"Baiklah kita lanjutkan diranjang," bisik Henry pelan dengan suara berat menunjukkan hasratnya yang besar pada sang istri yang wajahnya sudah merah padam.
Setelah berkata seperti itu Henry kemudian menggendong Ayara menuju kamar, ia tak merapikan pakaian Ayara yang sudah acak-acakan. Karena nanti sebentar lagi mereka juga tak akan membutuhkan pakaian lagi.
Diatas ranjang saat Henry akan melakukan tugasnya ia terpaku saat Ayara menatapnya tanpa berkedip, padahal biasanya Ayara akan memejamkan kedua matanya jika ia akan memulai memasuki diri Ayara.
"Ada apa?" tanya Henry pelan sambil tersenyum menatap Ayara.
"愛してる Henry akhmmppphh..."
🌼bersambung 🌼
Jangan lupa Vote, ratting dan like.
Lalu baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : 🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹
__ADS_1