
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.
Terima kasih.
Di meja makan Michael nampak melipat wajahnya pasca ditolak mentah-mentah oleh Ayara dan Cecar untuk bisa masuk dalam team mereka dalam game batte royal itu, sebagai pecinta game Michael sangat ingin sekali bergabung dalam team player dengan peringkat satu dan peringkat dua dunia. Henry pun hanya bisa tersenyum simpul saat mengyadari kalau Michael sedang marah, namun ia juga tau kalau istrinya itu dan Cecar tak mungkin bisa memasukkan Michael yang tak mempunyai kemampuan apapun.
"Nona malam ini aku pulang ke apartemenku ya," ucap Cecar pelan membuka percakapan.
"No, bukankah apartemenmu itu sudah ditempati orang lain saat kau pindah ke Dublin," jawab Ayara dengan cepat menolak permintaan Cecar.
"Oh iya aku lupa, ini gara-gara kau Mickey Mouse yang memaksaku pindah waktu itu. Lihatkan apartemenku jadi milik orang sekarang," sengit Cecar kesal sambil menatap tajam ke arah Michael.
"Lho, kenapa jadi aku?" tanya Michael bingung.
"Iyalah ini salahmu, waktu itu yang memaksaku pindah ke Dublin bukannya dirimu," jawab Cecar dingin.
"Iya tapi itu atas perintah tuan Henry," ucap Michael lirih.
Mendengar perkataan Michael membuat Cecar menoleh tajam ke arah Henry, ia menatap Henry dengan tatapan berapi-api. Sementara Henry pura-pura tak tau kalau Cecar marah dengannya dengan meneruskan makan dengan lahap, Ayara hanya tersenyum melihat ketiga pria dihadapannya saling bertikai sendiri. Tak lama kemudian mereka semua selesai makan malam, Henry yang mau Ayara banyak istirahat langsung mengajak istrinya itu untuk naik ke kamar Ayara yang sudah menjadi kamar mereka berdua, sementara itu Michael terlihat masih memelas pada Cecar agar diperbolehkan masuk dalam teamnya.
"Buka bajumu, ganti dengan baju tidur yang lebih nyaman sayang," bisik Henry pelan sambil membuka lemari pakaian Ayara.
Deg
Jantung Ayara berdetak cepat saat mendengar perkataan Henry yang memintanya membuka baju, ia langsung teringat dengan luka tembak di lengan kirinya yang belum sembuh. Ia belum siap untuk mengatakan semuanya pada Henry saat ini karena masih belum yakin dengan dirinya sendiri akan mampu menceritakan pada Henry, batinnya bergolak memikirkan hal ini dari kemarin. Ia takut kalau Henry tak akan menerima semuanya dan marah padanya.
"Kenapa belum buka pakaianmu sayang, ini aku sudah mencarikan baju tidur untukmu," ucap Henry kembali sambil menunjukkan baju tidur model kimono dengan dress yang memilki satu tali tipis pengait di pundak .
"Itu...aku harus pakai baju itu?" tanya Ayara tak percaya saat melihat baju tidur pilihan Henry, pasalnya baju tidur itu sangat seksi jika dipakai untuk tidur.
"Tenang sayang, aku tak akan mengajakmu bercinta. Aku ingat pesan dokter Daniela yang melarang kita untuk melakukan itu saat usia kandunganmu masih muda seperti ini,' jawab Henry dengan cepat sambil berjalan ke arah Ayara.
__ADS_1
"T-tapi aku tak bisa...aku tak mau memakai baju itu," sahut Ayara dengan suara meninggi sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Henry tersenyum melihat apa yang Ayara lakukan, ia lalu meraih pinggang Ayara dan memeluknya erat sambil berkali-kali menciumi pundak Ayara yang tertutup rambut panjangnya.
"Aku berjanji kita hanya tidur, aku tak segila itu untuk memaksamu melayaniku sayang," bisik Henry lirih di telinga Ayara, senyum Henry semakin tersungging saat melihat bulu kuduk Ayara berdiri. Ia tau kalau isrinya itu memang sangat senisitif jika bagian leher belakangnya terkena sentuhan.
"H-henry stopp.." ucap Ayara lirih sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Henry.
"Aku tak melakukan apapun sayang dan awwww....."
Henry tak dapat menyelesaikan perkataannya karena tiba-tiba Ayara memukul dadanya berkali-kali, karena gemas Henry akhirnya menangkap tangan Ayara yang ia pakai untuk memukul dadanya dan menjatuhkan tubuh Ayara di ranjang yang ada dibelakangnya.
"Henry...."
"Aku mencintaimu Yara, terima kasih sudah menerima cintaku dan kini kau juga memberikan aku hadiah yang paking indah," ucap Henry dengan cepat sambil meraba perut Ayara.
"Kita akan didik anak kita dengan baik, kau tak perlu takut. Dia pasti akan tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, pintar dan yang pasti ia akan menjadi kebanggan kita. Pewaris perusahaan Luke Internasional yang baru," imbuh Henry kembali.
"Iya aku janji," jawab Henry dengan cepat tanpa berfikir terlebih dahulu.
"Aku serius,!!aku mau berjanji dengan benar Henry!!" sahut Ayara dengan suara meninggi.
Melihat ekspresi wajah sang istri Henry akhirnya bangun dari ranjang lalu membentuk tanda V menggunakan jari telunjuk dan jari tengahnya sebagai simbol sedang berjanji, melihat apa yang dilakukan oleh Henry membuat Ayara tersenyum. Ia lalu bangun dari ranjang lalu menurunkan kedua kakinya dari ranjang dan berdiri di lantai sambil menatap Henry tanpa berkedip.
"Ada apa?" tanya Henry bingung saat melihat Ayara justru turun dari temapt tidur saat ia sudah melakukan apa yang Ayara inginkan.
"Close your eyes," ucap Ayara pelan.
"Why?" tanya Henry kembali, ia benar-benar tak mengerti dengan Ayara.
"Do it!!" jawab Ayara ketus.
__ADS_1
"Ok ok mam, i will do it," ucap Henry dengan cepat sambil menutup kedua matanya dengan cepat.
Setelah melihat Henry menutup kedua matanya dengan perlahan Ayara melepaskan jaket yang membalut tubuhnya setelah itu ia membuka kaos yang ia pakai dan membuangnya behgitu saja dilantai, sehingga saat ini tubuh Ayara hanya terlindungi bra dan pantties saja. Perban yang baru diganti tadi sore masih nampak baru, hanya ada sedikit noda berwarna coklat yang mengotorinya akibat obat yang dioleskan oleh Cecar sebelumya saat ia membantu Ayara mengganti perban.
"Open your eyes," ucap Ayara terbata, kedua tangannya ia silangkan di depan dada.
Begitu mendapatkan perintah dari Ayara dengan cepat Henry membuka kedua matanya, yang pertama kali ia lihat adalah sepanjang kaki jenjang Ayara yang terlihat sangat indah. Ia bahkan menelan salivanya perlahan saat melihat panties warna pink yang Ayara pakai, jantungnya semakin berdegup tak karuan saat melihat seluruh tubuh Ayara. Darah lelakinya langsung bedesir melihat apa yang ada dihadapannya.
"What are you doing...."
Henry tak dapat menyelesaikan perkataanya saat melihat Ayara perlahan menurunkan tangan kanannya yang sebelumnya ia silangkan di depan dada untuk menutupi perban di lengannya.
"Maafkan aku..." ucap Ayara lirih sambil menunjukkan luka ditangan kirinya pada Henry.
"Yara...what happen, what happened to you? how can you have a wound..."
*Yara ... apa yang terjadi, apa yang terjadi padamu? bagaimana kau bisa memiliki luka
"Gunshot wounds," sahut Ayara dengan cepat memotong perkataan Henry.
*luka tembak.
"What the...!!!!
🌼 bersambung 🌼
🍀🍀 Bagaimana reaksi Henry saat Ayara sudah menunjukkan luka tembaknya?
Terus baca Bodyguard Cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.
Jangan lupa juga untuk VOTE.
__ADS_1
Terima kasih.