
Jangan lupa vote dan ratting bintang lima
Terima kasih
Henry langsung memeluk Ayara ketika melihat sang istri menangis karena mengingat sang mommy, Henry sendiri pun tak tau harus berbuat apa saat ini. Ia benar-benar tak mengerti bagaimana bisa Ayara mengatakan bahwa makanan yang ada di hadapannya saat ini adalah buatan sang ibu mertua, padahal yang ia tau saat ini kedua mertuanya sedang ada di Cordoba.
"Aku tau kau merindukan Mommy dan Daddy tapi jangan seperti ini sayang, kau tak boleh terus menerus sedih seperti ini. Ingatlah ada anak kita di dalam perutmu, junior pasti akan sedih saat tau kau menangis," ucap Henry pelan mencoba menenangkan Ayara.
"Aku tau Henry, hanya saja ini hiks..ini terlalu membingungkan. Makanan ini buatan mommy Henry aku yakin sekali, hanya mommy yang bisa membuat rasa seperti ini," jawab Ayara terisak.
Henry mengeratkan pelukannya pada Ayara, ia semakin yakin kalau istrinya saat ini benar-benar sedang rindu pada ibunya. Dengan penuh cinta Henry menepuk-nepuk punggung Ayara sambil sesekali ia membelai rambut panjangnya dengan perlahan.
"Kalau kau rindu pada Mommy kita bisa pulang sekarang juga sayang, aku yakin Mommy dan Daddy pasti sangat bahagia sekali saat melihatmu lagi. Apalagi si kecil Ace, dia pasti senang saat mengetahui akan menjadi paman. Aku yakin Ace akan menjadi temen bermain dan belajar yang baik untuk anak kita nanti," bisik Herny lembut sambil mencium kening Ayara.
"Ace sayangku, dia pasti sudah semakin pintar. Hiks hiks hiks aku rindu pada mereka Henry, aku rindu huhuhuhu." Tangis Ayara akhirnya benar-benar pecah saat ia mengatakan isi hatinya yang sebenarnya, bahwa saat ini ia sedang sangat rindu pada orangtua dan sang adik.
Henry semakin mengeratkan pelukannya pada Ayara, ia lalu memberikan kode pada Michael untuk melakukan apa yang sudah ia perintahkan sebelumnya untuk menyelidiki tetangga yang ada didepan rumahnya. Entah mengapa ia yakin sekali makanan yang ada di hadapannya saat ini ada hubungannya dengan rumah yang ada didepan rumahnya persis, pada awalnya Michael tak mau pergi dari hadapan Henry dan Ayara. Ia masih terpesona dengan makanan yang ada di atas meja saat ini, ia terlihat sekali ingin menyantap makanan-makanan itu. Namun Henry kembali menatap Michael dengan tajam sehingga akhirnya Michael pun memilih untuk pergi meninggalkan lantai dua, ia tak mau mendapat masalah jika tetap ada ditempat itu.
Dengan menahan hasratnya yang besar untuk menikmati makanan yang tadi ia bawa, Michael akhirnya pergi ke lantai satu untuk bekerja di ruang kerjanya. Ia sudah mendapatkan beberapa info tentang pemilik rumah sebelumnya yang ada di sebrang jalan dari marketing perumahan.
Setelah Michael pergi Henry lalu melepaskan pelukannya pada Ayara, ia lalu berjongkok di depan Ayara yang duduk di kursi roda. Dengan lembut Henry menyeka air mata yang masih mengalir di wajah cantik Ayara yang sedikit tirus, ia lalu mencium kening dan kedua mata Ayara.
"Aku sudah memerintahkan Mike untuk menyelidiki dari mana makanan-makanan ini berasal kau tenang saja, aku rasa makanan ini hanya memiliki sedikit kemiripan saja dengan makanan yang dibuat oleh Mommy. Dan karena kau saat ini sedang merindukan Mommy dan Daddy alhasil kau tersugesti secara tidak sadar dan mengatakan kalau makanan-makanan ini dibuat oleh Mommy , padahal saat ini jelas-jelas mereka masih ada di Cordoba. Kalau makanan ini membuatmu sedih lebih baik jangan dimakan, biarkan nanti Mike yang menghabiskannya," ucap Henry pelan.
"Jangan, aku mau memakannya Henry. Aku mau makan sup asparagus itu," sahut Ayara dengan cepat.
"Kau mau sup asparagus?"tanya Henry pelan.
Ayara menganggukan kepalanya dengan cepat menjawab perkataan Henry, melihat apa yang dilakukan oleh Ayara membuat Henry tersenyum. Dengan hati-hati Henry lalu meraih mangkuk kecil yang ada di meja makan, ia lalu mengambil beberapa sendok sup asparagus dan membawanya ke dekat Ayara. Tanpa menunggu lama Henry lalu menyuapi Ayara makan, saat kembali memakan sup asparagus kedua mata Ayara kembali berkaca-kaca. Ia benar-benar semakin yakin kalau makanan yang saat ini ia nikmati adalah buatan sang Mommy, namun ia kembali mengingat apa yang dikatakan oleh Henry sebelumnya bahwa saat ini kedua orang tuanya sedang ada di Cordoba dan rasanya sangat tidak mungkin jika sang Mommy mengirimkan makanan ke dubblin dalam kondisi yang masih sangat fresh dan hangat seperti saat ini.
Akhirnya Ayara mencoba berdamai dengan dirinya sendiri, ia mencoba berpikir logis dengan mengatakan pada dirinya bahwa makanan yang sedang ia makan sangat ini hanya memiliki kemiripan rasa yang sama saja dengan buatan sang Mommy.
Tak lama kemudian sup asparagus yang ada di mangkuk pun berhasil dihabiskan oleh Ayara tanpa sisa sehingga membuat Henry sangat senang, ia bahagia saat melihat Ayara makan tanpa memuntahkan makanan yang ia makan. Padahal sebelumnya ia sudah sangat takut jika Ayara kembali mengeluarkan makanan yang sudah ia makan, namun kali ini ketakutannya tidak terbukti. Pasalnya Ayara benar-benar menghabiskan makanan yang baru saja suapi. Karena melihat Ayara sangat menyukai makanan itu, Henry lalu mulai menawarkan menu yang lain pada sang istri dan tanpa ragu Ayara memilih menu pan sear salmon yang ada di samping sup asparagus. Dengan cepat Henry lalu mengambilkan salmon yang ditunjuk oleh sang istri, Ayara lagi-lagi menyukai makanan itu. Kedua matanya pun kembali berkaca-kaca, namun karena Henry melarangnya alhasil Ayara tak menangis. Ia memikihy menikmati makanan itu dengan penuh rasa syukur.
Sementara itu Michael yang bekerja di lantai satu nampak bingung, ketika melihat nama pemilik rumah sebelumnya yang ada didepan rumah sudah tak terdaftar dalam nama penghuni komplek perumahan mewah itu lagi. Ia merasa aneh, bagaimana mungkin pemilik rumah itu tidak terdaftar sebagai penghuni di kompleks, padahal rumah yang ada disebrang jalan terlihat sangat ramai dan beberapa kali terlihat banyak orang yang keluar masuk disana. Walaupun Michael sendiri tak bisa melihatnya dengan jelas karena jarak yang cukup jauh dan terpisah oleh jalan raya yang cukup lebar, namun Michael yakin bahwa di rumah itu terdapat banyak orang.
Saat sedang dibuat bingung tiba-tiba Michael mendapatkan sebuah email dari Cecar, tanpa menunggu lama ia langsung membuka email itu dan terkejut bukan kepalang ketika melihat isi email yang dikirimkan oleh Cecar. Dalam email itu Cecar mengatakan bahwa saat ini Tuan Alfredo Del Castillo bersama istrinya sudah ada di Dublin, Cecar juga mengirimkan foto dirinya yang sedang yang ada di bandara Sevilla dan bersiap untuk terbang ke Dublin bersama Jasper.
"Tuan... Tuan Henry!!!!"
__ADS_1
Michael berteriak dengan keras memanggil nama Henry sambil berlari menuju ke tangga, namun saat ia baru akan menaiki tangga tiba-tiba ia terkejut ketika melihat Ayara dan Henry sudah terlihat menuruni anak tangga.
"Tuan ini..."
"Aku tau Mike, ayo ikut kami," jawab Henry dengan cepat memotong perkataan Michael.
Michael yang belum mengerti dengan maksud perkataan Henry hanya bisa diam, ia lalu bergeser dan memberikan jalan kepada Henry dan Ayara agar bisa lewat di tangga. Saat sudah sampai di lantai satu Henry lalu mendudukan Ayara kembali di kursi roda yang sudah tersedia di lantai satu, ia lalu mendorong istrinya dan berjalan keluar rumah diikuti oleh Michael dibelakang.
"Tuan, kita mau kemana?"tanya Michael bingung.
"Lihat saja sendiri Mike," jawab Henry singkat, setelah berkata seperti itu Henry lalu mendorong kursi roda Ayara melewati jalan raya menuju ke rumah misterius yang ada didepan rumahnya.
Sementara itu Ayara yang duduk di kursi roda hanya diam tanpa berbicara apa-apa, ditangannya tergenggam sebuah ponsel yang menampilkan pesan dari Cecar. Hanya kedua matanya saja yang memerah dan penuh dengan air mata saja lah yang menunjukkan emosinya saat ini, ketika sudah sampai di tempat tujuan Ayara menepuk tangan Henry dengan lembut. Ia memberikan kode kepada suaminya untuk berhenti dan tak melanjutkan langkahnya lagi.
Mereka saat ini sudah ada dihalaman depan rumah yang disewa Alfredo dan Raisa, dengan perlahan Ayara bangun dan berdiri disamping Henry.
"I'm sorry mom, I'm sorry," ucap Ayara keras dengan suara parau menahan tangis.
Michael benar-benar tak menduga kalau Ayara akan berkata seperti itu di depan rumah yang mereka tak tahu siapa penghuninya, saat akan bertanya pada Henry tiba-tiba Michael menghentikan gerakan tangannya saat melihat pintu rumah itu terbuka dari dalam secara perlahan.
Dan secara mengejutkan dari rumah itu keluar Raisa yang sudah banjir dengan air mata, sementara itu Alfredo dibelakangnya berdiri dengan gagah sambil menggendong Ace yang sudah semakin besar dan pintar.
"Yara....Yara anakku." Raisa berlari menuruni tangga dan langsung memeluk Ayara dengan erat, air mata mengalir deras membasahi wajah cantiknya begitu pula Ayara.
Karena dipeluk seperti itu oleh sang ibu Ayara secara tak sengaja menjatuhkan ponsel yang ia pegang, Michael yang ada disamping Ayara bisa melihat jelas pesan yang dikirimkan Cevar yang mengatakan kalau saat ini Raisa dan Alfredo tinggal di depan rumahnya. Senyum Michael tersungging saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Cecar.
Tak lama kemudian Alfredo pun turun dari rumahnya dan berjalan mendekati Henry, ia lalu memeluk Henry dengan erat sambil mengucapkan terima kasih berkali-kali karena sudah menjaga Ayara dengan baik.
"Thank you Henry, you kept your promise to me. I'm proud of you son," ucap Alfredo pelan sambil memeluk Henry.
"Of course I kept my promise dad, I really love Ayara," jawab Henry dengan cepat.
Alfredo tersenyum mendengar perkataan Henry, ia pun semakin erat memeluk menantu kesayangannya itu. Begitu pula dengan Raisa yang memeluk Ayara dengan erat, berkali-kali ia mencium wajah Ayara yang sedikit pucat.
"Selamat sayang, kau akan menjadi seorang ibu sebentar lagi. Mommy bangga padamu," ucap Raisa lembut sambil mencium pipi Ayara berkali-kali.
"Yara rindu mommy, maafkan Yara mom," jawab Ayara singkat.
"Jangan pernah minta maaf lagi sayang ini Mommy juga bersalah padamu, lagi pula itu sudah lama berlalu dan jangan diingat-ingat lagi yang terpenting saat ini adalah kita bisa berkumpul bersama seperti dulu lagi dan kita akan berpisah lagi," sahut Raisa dengan singkat.
__ADS_1
Ayara pun kembali meneteskan air matanya mendengar perkataan sang ibu, ia benar-benar bahagia bisa memeluk ibunya lagi setelah berpisah selama hampir tiga bulan.
Di anak tangga Esmeralda yang sedang menggendong Ace nampak menyeka air matanya, ia terharu melihat pertemuan keluarga majikannya lagi.
"Semoga setelah ini kebahagian akan menjadi milik keluarga Tuan Alfredo dan nyonya Raisa," ucap Esmeralda pelan.
"Tentu saja, mereka orang baik dan pantas bahagia," sahut Owen lirih, ia ikut terharu melihat pertemuan Ayara dengan kedua orang tuanya.
Alfredo melepaskan pelukannya dan beralih memeluk sang istri dan putri kesayangan, ia memeluk mereka berdua dengan erat. Melihat pemandangan itu membuat Henry terharu, ia menyeka air matanya saat melihat sang istri kembali dipeluk lagi oleh kedua orang tuanya.
"Kemarilah nak," pinta Raisa pelan pada Henry sambil mengulurkan tangannya, ia meminta Henry untuk ikut berpelukan.
Dengan cepat Henry meraih tangan sang ibu mertua dan ikut memeluk Ayara dengan erat.
"Kita akan bahagia selamanya," ucap Alfredo lantang.
"Amin," sahut Raisa dengan cepat.
Henry hanya berbisik lirih pada Ayara yang kini ada dalam pelukannya, dengan lembut ia berkata,"Berikan aku sepuluh anak yang lucu."
"Henry!!!" Ayara menjerit keras mendengar pekerjaan Henry.
Sementara itu Raisa dan Alfredo hanya tersenyum mendengar gurauan dari sang menantu, mereka pun kembali tertawa bersama sambil berpelukan. Doa dan harapan yang tulus pun terucap di dalam hati mereka semua untuk kebahagiaan keluarganya.
🌼TAMAT🌼
Akhirnya novel Bodyguard Cantik tamat, terima kasih atas dukungan dan antusias dari kakak-kakak semuanya. Tanpa dukungan dan semangat yang kakak-kakak berikan Thor tidak akan pernah bisa sampai ke tahap ini.
I love you kakak-kakak, maafkan thor kalau selama ini masih banyak kekurangan.
🌹 find me on Instagram : nafadila2216
See you soon di novel Thor lainnya, kiss kiss
Nafadila🌹
PS: buat komen tembus 1000 maka Thor akan kasih extra part dan jangan lupa votenya untuk masuk ke 10 besar 🥰
🍀Untuk yang sering tanya novel thor yang berjudul you are mine, Viona itu sudah ada di web novel dengan judul yang sama. Atau ketik saja nama Thor " na fadila" nanti akan keluar novel-novel Thor yang lainnya juga disana.
__ADS_1