Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Penghianat dalam rumah


__ADS_3

Sebelum baca tolong berikan vote, jangan hanya minta update kalau tidak mau vote.


Ayara menahan tawanya ketika mendengar suara teriakan Henry yang memekakkan telinganya, ia berusaha bersikap sesantai mungkin dihadapan Henry supaya tak membuat bosnya itu curiga kepadanya.


"Sebelum kembali bekerja aku punya pertanyaan untukmu." Ucap Henry dengan suara lantang.


"Silahkan aku mendengar." Sahut Ayara lirih.


"Kemana saja kau selama satu bulan terakhir ini.? kenapa kau tak memberi kabar padaku bahkan perlengkapanmu kau kembalikan kepadaku." Tanya Henry sambil menatap tajam ke arah Ayara.


"Jadi begini tuan, setelah saya kabur dari rumah Henry saya pergi ke tempat yang sunyi untuk menenangkan diri. Saya harus mengembalikan harkat dan martabat saya yang tercoreng karena sudah memakai pakaian wanita, untuk itu saya kembalikan semua barang-barang itu kepadamu." Jawab Ayara dengan suara bergetar.


"Apa yang kulakukan salah.?" Tanya balik Ayara dingin.


Mulut Henry terkunci saat mendengar perkataan Ayara, ia kini merasa bahwa ia lah penjahat yang sebenarnya saat ini. Ia merasa bahwa dirinya lah orang yang seharusnya disalahkan atas semua kekacauan ini.


"Kenapa diam tuan.?" Tanya Ayara kembali.


"Ada dimana kau selama satu bulan terakhir ini Arial.!" Alih-alih menjawab pertanyaan sang anak buah Henry justru memberikan pertanyaan lain.


"Pergi ke sebuah tempat khusus dan latihan jurus baru disana." Jawab Ayara singkat.


"Apa kau ingin mencoba jurus baruku." Tanya Ayara kembali menimpali perkataan yang sebelumnya.


"Apa kau tak lihat keadaanku saat ini Arial.?" Tanya balik Henry dengan ketus pada Ayara.


Ayara tertawa dalam hati mendengar perkataan Henry, ia ingin sekali mengatakan pada bosnya itu kalau dia lah orang yang menyelamatkan waktu itu.


"A--pa yang terjadi padamu tuan.?" Pekik Ayara pura-pura terkejut.


"Kau sudah lihat dari tadi lalu kenapa kau tanya sekarang.!!" Hardik Henry jengkel karena merasa di rendahkan Ayara.


"Kau kau jatuh atau ...


"Sudah jangan dibahas!! mengingatnya membuatku kesal." Ucap Henry memotong perkataan Ayara.

__ADS_1


"Baik tuan, saya tak akan membahasnya lagi." Jawab Ayara sambil tersenyum.


Henry kemudian memberikan perintah baru pada Ayara setelah tugasnya untuk memata-matai Ryan Bray dibatalkan oleh Henry, ia meminta Ayara untuk mengawalnya saja sebagai tugas utamanya saat ini. Tak lama kemudian masuklah Michael ke dalam ruang latihan, kondisinya pun tak jauh lebih baik dari Henry.


Luka memar diwajahnya terlihat lebih banyak dari Henry hanya saja anggota tubuh lainnya tak ada yang terluka, lain halnya dengan Henry yang justru organ vitalnya yang seperti menjadi incaran para begal kemarin. Hal inilah yang membuat Michael curiga kalau penyerangan kemarin sudah di atur oleh orang, Michael kemudian menjelaskan tugas baru untuk Ayara menggantikan tugas lamanya. Setelah berbicara panjang lebar akhirnya Michael mengajak Henry masuk ke rumah untuk istirahat sementara itu Ayara yang sudah mendapatkan tugas baru nampak sedang berbicara dengan orang-orang dirumah Henry lainnya.


"Aku sedikit lega Mike." Ucap Henry pelan ketika masuk ke dalam rumah mewahnya.


"Kenapa tuan.?" Tanya Michael bingung.


"Anak menyebalkan itu datang lagi, aku tak perlu merekrut bodyguard lagi kalau sudah ada dia." Jawab Henry pelan sambil melirik ke arah kaca besarnya di rumahnya dimana ia bisa melihat Ayara sedang berbincang dengan orang-orang rumahnya.


"Iya tuan walau ia terlihat semakin arogan saat ini." Sahut Michael dengan ketus.


Henry tersenyum mendengar perkataan Michael, ia tau kalau asisten pribadinya itu tak terlalu suka pada Ayara yang tak pernah sopan. Tapi justru karena sifatnya yang kurang ajar inilah Henry punya penilaian khusus kepadanya, Henry beranggapan bahwa semakin arogan seorang bodyguard maka semakin berkualitaslah dia.


Setelah sampai dikamarnya Henry langsung berjalan menuju ranjang dan berbaring dibantu oleh Michael yang merapikan selimutnya, ia tersenyum melihat bagaimana kesetiaan Michael padanya.


"Kau juga harus istirahat Mike, kondisimu juga tak berbeda jauh denganku." Ucap Henry pelan.


"Ok Mike, aku tidur ya sepertinya obat terakhir yang aku minum mulai bekerja." Ucap Michael sambil menguap.


"Saya pun merasakan hal yang sama tuan, kalau begitu saya permisi." Jawab Michael sambil menutup mulutnya, rasa kantuk luar biasa menyerangnya.


Henry mengangguk pelan sambil menutup kedua matanya, Michael pun langsung keluar dari kamar Henry. Ia juga sudah tidak sabar ingin tidur dikamarnya yang letaknya tak jauh dari kamar Henry.


Setelah Henry dan Michael masuk ke dalam rumah Ayara sibuk berbincang dengan para bodyguard lainnya yang bertugas menjaga keamanan rumah, ia tak bisa meminta informasi banyak dari para pria berbadan besar itu. Karena penasaran Ayara kemudian masuk ke ruang control CCTV untuk memastikan sendiri kondisi sekitar rumah Henry selama sebulan terakhir ia tak datang, Ayara curiga ada orang yang memata-matai rumah Henry sehingga tahu kalau Henry hanya pergi berdua dengan Michael.


"Lihat ini....ini CCTV disebelah mana kenapa ini menampilkan gambar yang sama." Tanya Ayara dingin pada seorang penjaga ruang kontrol CCTV dengan ketus.


"Ini CCTV di dekat pintu keluar garasi....


"Garasi...seharusnya dia merecord jalanan yang ada didepan pintu gerbang keluar masuk mobil bukan!!" Ucap Ayara dengan suara meninggi.


"I--iya...tapi ini...

__ADS_1


Bruk


"arrgghhhh...."


Terdengar teriakan yang memekakan telinga dari ruang kontrol CCTV, beberapa orang langsung berlarian ke arah ruangan yang tertutup itu. Saat berhasil masuk ke dalam ruang CCTV mereka dikagetkan saat melihat seorang petugas penjaga ruang kontrol CCTV nampak sudah terkapar dilantai dengan mulut mengeluarkan darah, wajahnya pun sudah diinjak oleh Ayara yang terlihat marah.


"Ada apa ini.?" Tanya seorang bodyguard paling lama yang bernama Banu kepada Ayara.


"Kalian pasti tak percaya kalau dirumah ini ada penyusup." Jawab Ayara singkat sambil terus menginjak wajah pria penjaga ruang CCTV dengan kesal.


"T--tapi dia adalah pegawai lama mana mungkin dia penyusup Arial." Hardik Banu penuh emosi, ia tak terima temannya diperlakukan seperti itu oleh Arial yang merupakan pekerja baru dirumah Henry.


"Kalian tak percaya, ok silahkan bawa pria ini keluar dan periksa apa yang ia bawa." Sahut Ayara pelan sambil mengangkat kakinya yang ia pakai untuk menginjak kepala sang penghianat.


Banu dan beberpaa orang lainnya langsung melakukan perintah Suara, dua orang pria nampak memegang kedua tangan pria yang sudah terkapar itu sedangkan Banu nampak menggeledah pakaian. Ia nampak terkejut ketika melihat ada lima ponsel di baju pria itu, ia bahkan menemukan sebuah pistol di saku celananya yang ia selipkan di pinggang. Pasalnya dirumah Henry hanya orang-orang tertentu yang bisa memegang pistol, itu adalah peraturan paling dasar yang sudah dibuat oleh Henry sejak lama.


"Darimana kau dapatkan pistol ini.?" Bentak Banu kepada sang penjaga ruang CCTV dengan penuh emosi.


"Dia pingsan Banu, kau berteriak sampai suaramu habis pun ia tak akan mendengarnya." Jawab Ayara pelan sambil menutup satu telinganya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Arial.?" Tanya Banu serius pada Ayara.


"Ikat dia dan tunggu sampai dia sadar setelah itu kita interogasi dia sembari menunggu tuan Henry dan Michael bangun." Jawab Ayara dengan cepat.


"Baik kalau begitu, ayo bawa penghianat ini ke ruang khusus yang ada di belakang rumah." Sahut Banu memberi perintah pada anak buahnya.


Setelah Banu selesai bicara beberapa orang pria nampak langsung menyeret sang penghianat yang bernama Bambang ke sebuah ruang khusus yang dimaksud oleh Banu, sementara itu Ayara kembali sibuk dengan laptop milik Bambang yang tertinggal dimeja.


"Kau salah cari masalah Bambang." Ucap Ayara sambil tersenyum tipis ketika mengingat bagaimana Bambang akan melukainya dengan pisau lipat ketika ia bertanya masalah CCTV yang tidak merekam dengan benar.


🌸Bersambung 🌸


**Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 20 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Terima kasih kakak-kakak**.

__ADS_1


Love u all .


__ADS_2