Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Ratu drama


__ADS_3

Budayakan vote dan Ratting sebelum baca .


Ayara terdiam mendengar perkataan Ryan yang tak pernah ia duga sama sekali , Ayara mengumpat dirinya sendiri kenapa sampai kelepasan seperti itu . Padahal ia sudah diperingatkan oleh Henry sebelumnya untuk berakting menjadi gadis yang pendiam yang tak tau apa-apa karena Ryan adalah seorang pria yang yang sangat pintar.


"Kenapa kau diam Ayara." Tanya Ryan dengan suara yang lebih meninggi.


"Aku sudah sering sekali melihat adegan seperti ini di drama yang sering aku tonton."Jawab Ayara datar .


"Apa maksudmu.?" Tanya Ryan kembali.


"Iya seperti yang kau lakukan ini , disaat ada orang yang miskin mendapatkan bukti kejahatan yang dilakukan oleh orang kaya maka si orang kaya itu akan berbalik menyalahkan si orang miskin dan berakting seolah-olah dia adalah korban padahal kenyataannya tidak seperti itu ."Jawab Ayara dengan nada yang sedikit memelas.


"Memangnya salah aku bertanya kepadamu setelah aku menemukan CCTV itu , lagipula CCTV itu dengan sangat mudah bisa ditemukan dan sangat terlihat oleh mata dan tak membutuhkan keahlian khusus . Kalau anda memang meragukan aku ya sudah pecat saja aku sekarang juga , aku tinggal mencari pekerjaan lain saja sama seperti kemarin-kemarin." Imbuh Ayara dengan mata yang terlihat berkaca-kaca .


"Mungkin memang sudah takdir kalau seorang perempuan yang miskin dan sebatang kara sepertiku dilecehkan dan disalahkan ketika mencoba mempertahankan harga dirinya ." Ucap Ayara lirih sambil berjalan mundur menjauhi Ryan .


Ayara kemudian berbalik karena tak melihat respon dari Ryan , karena takut kalau identitasnya semakin diketahui oleh Ryan ia lalu mempercepat langkah kakinya menuju ke kamar khusus para pelayan untuk berganti pakaian dan segera pergi dari kediaman Ryan . Ayara berpikir kalau pergi dari rumah Ryan sekarang mungkin ia hanya akan dimaki-maki oleh Henry karena gagal melakukan pekerjaannya , tapi setidaknya itu lebih baik daripada Ryan mengetahui rencana yang dibuat Henry . Ayara tak mau Ryan mengetahui rencana yang dibuat oleh Henry itu , Ayara memilih mengambil resiko sendiri daripada harus mengorbankan tuannya jiwa samurai yang ada di dalam diri Ayara menuntunnya untuk melakukan itu .


Setelah berkemas dan berganti pakaian selama sepuluh menit , Ayara kemudian berjalan menuju pintu untuk segera keluar dari kamar barunya itu . Namun ketika akan melangkah ia dikagetkan ketika melihat Ryan sedang berdiri persis di depan pintu kamarnya.


"Apa memecatku masih belum membuatmu puas ? apa kau ingin membawa ke kantor polisi saat ini.?" Tanya Ayara dengan terbata-bata pada Ryan yang sedang menatapnya .


Bug


Alih-alih menjawab pertanyaan Ayara , Ryan justru memeluk Ayara dengan erat sehingga membuat Ayara kaget dan menjatuhkan tas yang ia bawa.


"Hei apa yang kau......


"Im sorry .....aku tak bermaksud menyalahkamu aku hanya berjaga saja." ucap Ryan memotong perkataan Ayara sambil memeluk Ayara dengan erat.


"Let me go." Pinta Ayara dengan terbata karena tak bisa bernafas bebas , ketika dipeluk oleh Ryan yang memiliki tubuh dua kali lebih besar daripada dirinya.


"Sorry sorry sorry......a--aku tak bermaksud untuk berbuat macam-macam padamu." Pekik Ryan dengan kaget sambil melepaskan pelukannya dari Ayara .

__ADS_1


"Jangan peluk orang sembarangan memang kau fikir aku siapa , lagi pula apa kau tak risih memeluk pelayan sepertiku." Ucap Ayara sok polos sambil merapikan rambutnya mencoba menggoda Ryan .


Blush


Wajah Ryan langsung memerah mendengar perkataan Ayara , ia lalu terlihat memalingkan wajahnya ke arah lain karena salah tingkah mencoba menghindari tatapan Ayara .


"D---dimana kau menemukan CCTV itu.?" Tanya Ryan mencoba mengalihkan pembicaraan dengan terbata-bata.


"Dibawah jam yang tergantung di dinding itu." Jawab Ayara sambil menunjuk ke arah jam yang cukup besar di dinding kamarnya.


Ryan langsung mengikuti arah tangan Ayara yang menunjuk ke jam dinding yang tergantung di dekat kaca , ia benar-benar melihat bekas tembok yang terpasang kamera CCTV yang menggunakan wireless .


"Memalukan....benar-benar memalukan." Umpat Ryan penuh emosi.


"Apa tadi kau sudah sempat membuka pakaianmu.?" Tanya Ryan pada Ayara .


"No ...aku belum tempat membuka pakaianku karena melihat benda itu berkedip-kedip , karena penasaran aku mendekatinya dan kaget ketika mengetahui kalau benda itu adalah CCTV ." Jawab Ayara dengan wajah yang dibuat sok imut .


"Dari mana tahu kalau itu adalah CCTV .? " Tanya Ryan memastikan kembali kepolosan Ayara .


Sebuah senyuman tersungging di wajah Ryan mendengar perkataan Ayara , ia kemudian berjalan mendekati Ayara yang sedang berdiri di depan pintu .


"Letakkan tasmu kembali di atas ranjang dan ikut aku." Ucap Ryan setengah berbisik kepada Ayara.


"Hei jangan berfikir aneh-aneh ya , aku bisa berteriak sekarang juga !!!" Pekik Ayara sambil menyilangkan tangannya di depan dada karena risih melihat Ryan menatapnya dengan tajam.


Cetak


"Dasar gadis bodoh , mulai sekarang kurangi hobimu menonton drama Korea itu." Sahut Ryan sambil menyentil kening Ayara sehingga membuat Ayara meringis kesakitan .


"Aduh sakit dasar menyebalkan." Ucap Ayara sambil menyentuh keningnya yang sebelumnya disentil oleh Ryan sambil berjalan mengikuti langkah Ryan yang sudah meninggalkan kamar khusus untuk pelayan itu menuju ke rumah utama .


Ryan hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Ayara yang berkali-kali menyebutnya pria yang menyebalkan , sesekali ia memperlambat langkahnya karena merasa kasihan saat melihat Ayara kesulitan menyusulnya berjalan.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah utama Ryan meminta Ayara ikut masuk dengannya ke ruang kerja , tak lama kemudian Ryan terlihat berbicara menggunakan telepon memanggil semua anak buahnya yang berjaga di rumah besarnya termasuk Joshua dan keempat pelayan wanita lainnya untuk masuk ke ruang kerja .


Sepuluh menit kemudian semua orang yang bekerja di rumah Ryan pun masuk kedalam ruang kerja , termasuk Joshua yang terlihat bingung karena melihat aura kemarahan dari Ryan.


"Aku mengumpulkan kalian karena ingin mengetahui kejujuran kalian semua , karena kalian tahu kalau aku sangat membenci orang yang tak jujur . Oleh karena itu aku ingin memberikan kesempatan pada kalian semua untuk mengatakan sejujurnya , siapa yang bertanggung jawab atas pemasangan kamera CCTV di kamar para pelayan wanita di rumah ku ." Ucap Ryan dengan suara meninggi sambil mengangkat kamera CCTV yang ditemukan oleh Ayara ke udara .


"Apaaaaa....dikamar kita ada kamera CCTV "


"CCTV ...."


"Akhhh tidakkk ..."


"Dimana CCTV itu berada .??"


"Bagaimana mungkin di kamar pelayan wanita dipasangi CCTV."


Terdengar suara teriakan dari keempat pelayan wanita lainnya yang kaget ketika mendengar perkataan Ryan , mereka benar-benar tak menyangka kalau di kamar yang baru saja mereka tempati ternyata terpasang sebuah kamera tersembunyi. Wajah keempat pelayan wanita itu pun terlihat memerah karena menahan emosi dan malu karena merasa privasinya sudah direnggut .


"Kalian memang para pria yang mesum." Ucap Ayara dengan lirih.


"Tunggulah aku akan mendapatkan pelakunya sebentar lagi ." Sahut Ryan sambil melirik kearah Ayara yang sedang berdiri di sampingnya.


"Ok ...temukan pelakunya dan buktikan padaku bukan kau yang mesum ." Celetuk Ayara merespon perkataan Ryan dengan ketus .


Wajah Ryan langsung memanas ketika mendengar perkataan terakhir Ayara , ia merasa terbakar karena kemampuannya diragukan Ayara.


"Wait and see." Jawab Ryan dingin .


🌼Bersambung 🌼


Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang lainya diantaranya :


Faith 2 The return of the prince

__ADS_1


Budayakan vote dan Ratting setelah baca , terima kasih .


__ADS_2