Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Darah remaja


__ADS_3

Minta Vote dulu ya kakak-kakak , terima kasih .


Setelah lampu merah berubah menjadi hijau Peter langsung memacu motor sportnya menuju ketempat tujuan utamnya dengan membawa Ayara yang masih memeluk perutnya dari belakang , Peter sempat kesal ketika melihat ada mobil mewah yang berjalan disampingnya seolah sedang mengikutinya . Karena jengkel Peter lalu menambah kecepatan motornya dan akhirnya berhasil melewati si mobil mewah yang sejak tadi mengikutinya sambil mengacungkan jari tengah ke arah mobil mewah yang kini ada dibelakangnya tersebut , melihat apa yang dilakukan Peter hanya membuat Ayara diam ia hanya fokus tetap berpegangan pada perut Peter karena takut jatuh pasalnya Peter membawa motornya dengan kecepatan tinggi .


"Tuan lihat tuan apa yang dilakukan anak itu ." Ucap Michael jengkel saat melihat Peter tengah mengacungkan jari tengahnya ke arah mereka .


"Sudahlah jangan dibesar-besarkan , kau juga salah Mike kenapa harus berjalan lambar disamping motor sport seperti itu . Dia pasti jengkel itu ." Jawab Henry sambil menutup kedua matanya dan bersandar pada kursi .


"What ...." Gumam Michael lirih tak percaya saat mendengar perkataan Henry yang tak biasa itu karena biasanya Henry akan ikut marah ketika melihat ada pengendara lain yang ugal-ugalan seperti pengendara motor tadi .


Karena malas berdebat Michael akhirnya tetap fokus membawa mobilnya menuju ke sebuah restoran untuk meeting bersama klien dari Singapura yang ingin memasukkan produk minuman keras yang di porduksi oleh perusaan Luke di Inggris ke dalam hotelnya , karena perusahaan pusat terlalu jauh akhirnya Henry turun tangan secara langsung untuk mengurus klien barunya itu walau sebenarnya ia sedang badmood .


Setelah mengendarai motor selama hampir satu jam Peter akhirnya berhenti ketika motornya masuk kawasan perkantoran dan mall yang ada di daerah Jakarta pusat , ia meminta Ayara untuk turun ketika sampai di parkir bawah tanah sebuah mall  besar yang ada di Jantung ibukota Jakarta .


"Memangnya anak sekolah bisa masuk ke mall ini . ?" Tanya Ayara polos saat menyadari kalau ia kini sedang ada di parkiran  bawah tanah Mall Grand Indonesia .


"Kau ini selain arogan dan sombong ternyata bodoh Yara , kalau Jasmine tau kau sebodoh ini kau pasti sudah jadi bahan bulan-bulanannya ." Jawab Peter ketus .


"Ishhh...menyebalkan sekali kau ini Pete , sejak tadi kau selalu menghinaku ." Sahut Ayara dengan jengkel .


"Ha ha ha ...jangan marah nanti cantikmu ilang , ya sudah ayo masuk aku lapar ." Ucap Peter sambil menarik tangan Ayara untuk masuk ke dalam mall .


Ayara yang masih kesal atas perkataan Peter hanya bisa diam ketika diajak Peter masuk ke dalam mall menggunakan lift dari parkir bawah tanah menuju ke Ground Floor  , setelah lift terbuka mereka kemudian mulai jalan-jalan di salah satu mall tertua di Indonesia dengan beriringan tanpa berpegangan tangan .


"Ikut aku Yara ." Ucap Peter pelan sambil menarik tangan Ayara menuju ke sebuah toko pakaian .


"Mau apa ? " Tanya Ayara bingung karena Peter mengajaknya ke toko pakaian khusus wanita .


"Tentu saja mencari pakaian untukmu , tadi kau bilang tak nyaman bukan memakai seragam sekolah jalan-jalan di mall ." Jawab Peter cepat .


"Bukan tak nyaman aku hanya takut tak diperbolehkan masuk ke mall memakai seragam ." Ucap  Ayara singkat .


"Lalu .?" Tanya Peter sambil mengangkat kedua tangannya ke udara .


"Lalu ya sudah ayo jalan-jalan ." Jawab Ayara dengan cepat sambil mengajak Peter keluar toko pakaian wanita tersebut .

__ADS_1


Peter tersenyum tipis ketika ditarik Ayara berjalan melihat-lihat berbagai tempat yang ada di mall , karena sudah cukup lama berjalan-jalan Ayara kemudian mengajak Peter untuk makan di sebuah restoran sushi yang cukup terkenal di mall Grand Indonesia . Setelah masuk dan memilih tempat duduk tak lama kemudian datanglah seorang pelayan membawa sebuah buku menu yang langsung diterima oleh Peter dan Ayara .


"Terima kasih ." Ucap Ayara pelan pada sang pelayan sambil mengembalikan buku menu setelah mereka selesai memilih makanan .


"Baik kak , ditunggu ya saya permisi . " Sahut sang pelayan ramah sambil berjalan pergi meninggalkan Ayara dan Peter .


"Apa yang kau lakukan selama beberapa bulan terakhir ini Yara . ?" Tanya Peter penasaran pada Ayara .


"Nothing ...hanya jalan-jalan saja , main game , nonton movie dan makan saja tak ada yang menarik ." Jawab Ayara sambil menatap interor restoran sushi yang mengagumkan itu .


"Dasar anak mommy bisanya hanya menghabiskan uang saja ." Cibir Peter menghina Ayara .


Plakk


"Aww ..." Jerit Peter kesakitan saat tangannya yang ada di atas meja di pukul oleh Ayara dengan cukup keras .


"Rasakan !! makanya jangan asal bicara kalau kau tak tau apa-apa ." Jawab Ayara ketus .


"Kau ini wanita kenapa tak bisa lembut sedikitpun sih ." Ucap Peter sambil menarik kedua tangannya ke bawah meja karena melihat Ayara akan meledak lagi .


Melihat Ayara merajuk membuat Peter tertawa terbahak-bahak , ia tak menyangka gadis yang dingi dan ketus seperti Ayara bisa marah juga . Padahal dulu sewaktu masih sekolah Ayara terkenal sangat arogan dimata para siswa , apalagi saat ia berhasil membuat Calvin and the gank malu . Tawa Peter akhirnya berhenti saat beberapa orang pelayan datang membawakan makanan yang sudah mereka pesan sebelumnya .


Ayara langsung menggunakan sumpitnya dan langsung makan tanpa menunggu Peter selesai mencampur wasabi dengan kecap asin , karena biasanya Ayara makan sushi dengan cara seperti itu untuk mengetahui apakah sushi yang ia makan enak atau tidak . Peter hanya tersenyum ketika melihat Ayara makan sushi tanpa wasabi , ia pun kemudian ikut makan setelah selesai membuat saus untuk sushi .


"Kau sepertinya sudah mahir sekali makan sushi Yara . ' Ucap Peter pelan sambil memasukkan unagi sushi ke mulutnya .


"Memangnya butuh keahlian apa untuk menikmati sushi . ?" Tanya Ayara ketus


"Tidak ada , hanya saja sepertinya kau terlihat sudah sangat familiar dengan sushi . " Jawab Peter sambil tersenyum .


"Kalau aku bilang bahwa aku adalah setengah jepang apa kau percaya .?" Tanya Ayata kembali sambil melirik ke arah Peter .


"Apa kau setengah jepang ...ha  ha ha ha ha ha ....sungguh tak pantas kau punya darah setengah Jepang Yara ." Sahut Peter sambil kembali tertawa .


"Iya aku tau aku sudah menduganya ." Cicit Ayara pelan sambil kembali memasukkan potongan sushi ke mulutnya mengabaikan Peter yang terus menggodanya .

__ADS_1


Setelah makanan yang mereka pesan sudah habis mereka pun akhirnya pergi dari restoran jepang untuk kembali jalan-jalan mengitari mall Grand Indonesia , Ayara berulang kali menolak ajakan Peter untuk masuk ke toko pakaian atau toko kosmetik sehingga membuat Peter jengkel dan dongkol kepada Ayara .


"Kau sepertinya bukan wanita Yara ." Ucap Peter jengkel saat ada di dalam lift menuju ke parkir bawah tanah .


"Apa maksudmu .?" Tanya Ayara singkat sambil terus menatap layar ponselnya yang sedang memperlihatkan salah seorang streamer yang sedang mereview sebuah game online tembak-tembakan di youtube .


"Akh sudahlah , aku yang salah dari awal memang ." Jawab Peter datar .


Ayara hanya menjulurkan lidahnya mengejek Peter yang sejak tadi memaksanya untuk belanja itu , padahal Peter selalu mengatakan kalau ia yang akan membayar semuanya akan tetapi Ayara menolaknya dengan alasan tak menyukai modelnya  . Sesampainya di tempat parkir motor Ayara segera memasukkan ponselnya ke dalam tas dan bersiap untuk naik ke motor Peter akan tetapi niatnya ia batalkan karena tiba-tiba ponselnya bergetar dan memaksa Ayara untuk mengangkatnya .


"Hallo pak ." Ucap Ayara singkat saat sudah tersambung dengan sang pengacara pribadi di telepon .


"Apa !!! oke Yara segera kesana sekarang juga . !! " Pekik Ayara kembali kegirangan , ia kemudian menutup teleponnya dengan cepat dan mengembalikan helm milik Peter yang sedang ia pegang .


"Kau mau kemana kenapa mengembalikan helm ini .?" Tanya Peter bingung .


"Aku ada urusan dulu , kau lebih baik pulang saja sendiri aku ." Jawab Ayara sambil merapikan jaketnya dan bersiap untuk pergi meninggalkan Peter .


"Jangan pergi begitu saja Yara !!! " Ucap Peter ketus sambil meraih tangan Ayara yang bersiap untuk pergi .


"Aku ada urusan Pete , nanti kita main lagi ya . " Sahut Ayara pelan sambil mengangkat jari kelingkingnya ke udara memberikan pose untuk berjanji .


Peter kemudian meraih jari kelingking Ayara dan melingkarkan jari kelingnya di jari kelingking Ayara .


"Jangan ganti nomor ponselmu dan hubungi aku lagi ." Ucap Peter pelan .


"Iya ....ya sudah ya aku pergi dulu ." Sahut Ayara singkat sambil melepaskan tangan Peter dan berlari kembali menuju mall meninggalkan Peter sendirian di samping motornya .


Peter hanya bisa tersenyum simpul melihat Ayara menghilang dibalik pintu lit yang membawanya kembali ke mall Grand Indonesia ,ia kemudian menyimpan helm yang sebelumnya dipakai oleh Ayara di dalam tas ranselnya yang memang tempat penyimpanan helm .


"Aku ingin mengenalmu lebih jauh Yara , melembutlah sedikit kepadaku ." Ucap Peter pelan sambil menatap lift yang membawa Ayara pergi , ia kemudian memacu motornya meninggalkan area parkir bawah tanah mall Grand Indonesia menuju ke jalan raya yang sudah mulai gelap .


🌼Bersambung🌼


**Jangan lupa bantu vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak .

__ADS_1


Terima kasih**


__ADS_2