
Jangan lupa vote dan ratting bintang lima
Terima kasih
Henry berjalan bersama Cecar dan Jasper mendekati Owen yang sedang bersama Luigi dan ketiga anak buah Yamashita Ryuichi yang tangan mereka sudah di borgol.
"Tuan," sapa Owen sambil menundukkan kepalanya ke arah Henry.
"Good job Owen," jawab Henry pelan sambil menepuk pundak kepala bodyguardnya.
"Bagaimana dengan alat komunikasi mereka?" tanya Cecar tiba-tiba.
Tanpa bicara Owen menunjukkan sebuah tas jinjing besar yang ia ambil dari Luigi, dalam tas itu berisi lima buah ponsel dan empat buah laptop. Dengan cepat Cecar meraih tas itu untuk memeriksa barang-barang milik anak buah Yamashita Ryuichi, ia ingin memastikan sesuatu terlebih dahulu.
Henry hanya tersenyum saat melihat Cecar sibuk dengan laptop dan ponsel milik anak buah Yamashita Ryuichi, ia kemudian mengalihkan pandangannya dan menatap Luigi sambil berusaha tenang dan tak terpancing provokasi ketiga anak buah yang sejak tadi memakinya dengan menggunakan bahasa Jepang dan berusaha menyerangnya berkali-kali padahal kedua tangan mereka sudah di borgol.
"Lepaskan borgol Luigi, aku ingin bicara leluasa dengannya," pinta Henry pelan pada Owen.
"Anda serius tuan?" tanya Jasper kaget.
"Iya, aku tak mau berbicara dengannya dalam kondisi terikat seperti itu. Tenang saja, aku yakin Luigi tak akan berbuat macam-macam padaku. Dia orang baik aku yakin itu," jawab Henry dengan cepat sambil tersenyum ke arah Luigi yang sejak tadi tak berkedip menatapnya, seperti akan melahapnya. Setelah berkata seperti itu Henry kemudian berjalan menuju ke tempat yang lebih sepi.
"Baik Tuan," sahut Jasper sambil mengangguk, ia kemudian membuka borgol yang mengikat kedua tangan Luigi dengan cepat. Setelah Luigi bebas bergerak ia masih mengawal pemuda itu menuju tempat Henry yang sudah berjalan ke arah tengah lapangan.
Jasper kemudian meninggalkan Luigi bersama dengan Henry, iya juga mengajak beberapa anggota Royal Blood untuk meninggalkan Henry dan Luigi berbicara empat mata. Setelah anak buahnya pergi Henry kemudian mengeluarkan sebungkus rokok yang ia serahkan kepada Luigi, ia tau Luigi adalah seorang perokok berat. Melihat rokok ada di depan matanya Luigi langsung mengambilnya tanpa berpikir dua kali, ia kemudian mematik korek yang juga diberikan oleh Henry. Tak lama kemudian Luigi terlihat santai menikmati sebatang rokok seolah tidak terjadi apapun, padahal saat ini ia sedang ada di markas Henry dan sedang dikelilingi oleh puluhan pria bersenjata lengkap yang yang sedang mengamati pergerakannya.
__ADS_1
"Berapa usiamu Luigi?" tanya Henry pelan mencoba membuka percakapan dengan asisten mendiang Dmitry yang sedang berdiri di hadapannya itu.
"Tahun ini menginjak usia dua puluh dua," jawab Luigi singkat tanpa menoleh kearah Heny.
"Usiamu masih muda sekali tak jauh beda dengan istriku dan asistennya yang bernama Cecar itu," sahut Henry sambil tersenyum.
"Benarkah, walaupun usia kami hampir sama namun nasib kami tidak," jawab Luigi dengan cepat.
Henry tersenyum mendengar perkataan Luigi, tujuannya untuk mencoba membuka pemuda yang ada dihadapannya itu sudah menemukan titik terang.
"Kau tahu Luigi apa yang terjadi dengan Dmitry adalah sebuah ketidaksengajaan dan bentuk perlindungan diri istriku yang berusaha untuk menolongku karena diserang secara tiba-tiba oleh Dmitry di Busan, karena saat itu aku sedang melakukan perjalanan bisnis dan tidak mempunyai maksud atau niat buruk apapun pada Dmitry. Kau juga tau itu bukan, apa yang dilakukan oleh Dmitry adalah tindakan pengecut yang tidak sportif sama sekali?" tanya Henry serius.
"Itu sebenarnya bukanlah penyerangan yang bertujuan untuk melukai anda, Tuan Dmitry mengatakan padaku kalau ia hanya ingin memberikan peringatan kepada anda agar tidak memprovokasinya kembali," jawab Luigi dengan cepat mencoba membela Dmitry.
"Memprovokasi bagaimana maksudmu Luigi?! apa yang dilakukan oleh Dmitry selama ini adalah sebuah tindakan yang yang selalu merugikan aku, bukan hanya sekali dua kali ia mencoba untuk menghancurkan aku Luigi. Sudah sering ia mencoba merebut apa yang aku miliki, mulai dari tindakan provokatifnya yang mempengaruhi Ryan dan mencoba untuk merebut warisan milik Ryan yang dijaga oleh ayahku. Sampai akhirnya ia kembali mencoba untuk merebut harta milik ayah mertuaku Alfredo Del Castillo, apakah kau sudah lupa akan kejadian di Cordoba beberapa bulan yang lalu Luigi?" tanya Henry kembali.
"Saat peristiwa terakhir di Cordoba ketika kejahatannya terbongkar di rumah ini pun aku tak melukainya, aku justru meminta pada ayah mertuaku untuk mengirimkan Dmitry ke penjara internasional karena aku ingin Dmitry sadar . Kalau memang aku mempunyai niat jelek padanya aku pasti sudah menyingkirkannya saat ia tertangkap beberapa bulan yang lalu, namun hal itu tidak aku lakukan bukan. Lalu coba jelaskan dimana yang Dmitry sebut sebagai tindakan provokatif Luigi?" tanya Henry kembali.
"Dan satu hal lagi yang harus kau tahu Luigi, apa yang terjadi dengan Yamashita Ryuichi dan istriku adalah murni karena urusan keluarga. Kau dan Dmitry hanya dimanfaatkan olehnya untuk menyerang kami," imbuh Henry pelan sambil menatap luicy-tanpa berkedip.
"Tau dari mana kalau tuan Yamashita Ryuichi hanya memanfaatkanku saja ?" tanya Luigi dengan suara meninggi.
"Kalau kau memang tak dimanfaatkan oleh pria itu, sekarang jawab pertanyaanku. Apa tujuanmu datang ke tempat ini?" tanya balik Henry dengan cepat.
"Membalas dendam padamu atas kematian Tuan Dmitry," jawab Luigi dengan tegas.
__ADS_1
"Bahkan setelah kau tau kalau yang membunuh Dmitry bukan aku kau juga tetap ingin membalas dendam padaku?" tanya Henry kembali.
"I-itu aku...."
"Dia mengirimmu datang ke sini karena dia ingin menyingkirkan aku agar bisa membawa Ayara pergi ke Jepang untuk dinikahkan dengan seorang anak pimpinan Yakuza di daerah Nagoya, dia hanya memanfaatkan kematian Dmitry yang bisa ia jadikan alasan untukmu agar mau menyerangku di sini," ucap Henry dengan cepat memotong perkataan Luigi.
Deg
Jantung Luigi berdetak sangat cepat mendengar perkataan Henry, ia mulai ragu dengan Yamashita Ryuichi. Tujuannya datang ke Spanyol kali ini adalah karena ingin membalaskan kematian Dimitri pada Henry dan tak pernah menduga kalau ternyata misinya itu diselubungi misi lain yang sedang direncanakan oleh Yamashita Ryuichi untuk dirinya sendiri.
"Musuhku bukankah engkau Luigi akan tetapi Yamashita Ryuichi yang mencoba merusak kebahagiaan anak kandungnya sendiri yang tak lain adalah istriku, ia sudah menghancurkan rumah tangganya sendiri dengan berselingkuh dengan wanita lain saat ia masih menikah dengan ibu mertuaku. Lalu sekarang ia juga mencoba menghancurkan kehidupan rumah tangga anaknya demi kepentingannya sendiri, menurutmu pria seperti itu apakah pantas kau jadikan tuan Luigi?" tanya Henry dengan suara meninggi, membahas Yamashita Ryuichi membuatnya sedikit terpancing emosi.
"Aku tau kau adalah pemuda yang baik Luigi, aku tak mempermasalahkan tujuanmu untuk membalaskan dendam Dmitry. Namun kau harus tau satu hal juga Tuan seperti apa yang harus kau ikuti dan kau perjuangkan haknya, kalau memang Dmitry adalah pria yang baik aku dengan senang hati dan rela mendapatkan pembalasan darimu. Namun karena kau juga tau seperti apa sepak terjang Dmitry semasa hidupnya aku menolak jika kau berusaha untuk membalaskan dendamnya, karena selama ini yang dirugikan oleh Dmitry adalah aku. Dan untuk Yamashita Ryuichi aku harap kau tak ikut campur dalam masalah ini, karena percayalah ini adalah masalah internal keluarga kami dan aku tak mau mengorbankan orang lain lagi dalam kemelut urusan kami," ucap Henry dingin, setelah berkata seperti itu Henry pun meninggalkan Luigi seorang diri yang masih tak berbicara apa-apa.
Tak lama kemudian Luigi terlihat berjalan mengikuti di Henry dari belakang, saat sudah sampai di samping Henry tiba-tiba kedua mata Luigi membelalak lebar saat melihat laptop yang sedang dipegang oleh Cecar. Tanpa diduga oleh siapapun Luigi segera berlari kearah Cecar dan merebut laptop yang ada di tangan lalu merangkulnya dengan erat sambil membawanya menjauh dari kerumunan, senyumnya tersungging saat menatap kearah Henry dengan mata berkaca-kaca seraya berkata.
"Andai ada kehidupan lain setelah ini aku ingin menjadi pelayanmu tuan,"
Duarrrrr...
Laptop yang dipegang oleh Luigi akhirnya meledak saat ia sudah berhasil berlari 10 meter dari tempat Henry dan yang lainnya, sontak seluruh tubuh Luigi pun ikut hancur berkeping-keping bersamaan dengan meledaknya bom waktu yang sudah diaktifkan oleh salah satu anak buah Yamashita Ryuichi yang ditangkap itu.
🌼 bersambung 🌼
☘️☘️ Apa yang terjadi pada Cecar selanjutnya karena gagal mendeteksi bom yang ada di laptop itu? terus ikuti Bodyguard cantik dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.
__ADS_1
JANGAN LUPA JUGA BANTU VOTE, BANTU BODYGUARD CANTIK MASUK 10 BESAR!!!TERIMA KASIH