
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak.
Ayara masih memantau berita yang menampilkan skandal Gerald Fabian dengan beberapa wanita lainnya di televisi yang ada di dalam kamar hotelnya yang ada di lantai 27, ia masih memantau perkembangan
situasi yang terjadi setelah ia menyebarkan skandal kebusukan Gerald Fabian yang selama ini mempunyai citra yang baik di masyarakat.
Bukan hanya partner bisnisnya saja yang mengambil keputusan untuk menarik investasi di perusahaan Gerald, akan tetapi sang istri yang ternyata adalah pemegang saham tertinggi di perusahaannya pun langsung mengajukan permintaan cerai kepada suaminya yang sudah ia nikahi selama hampir 25 tahun itu. Ia merasa kecewa karena telah ditipu mentah-mentah oleh sang suami.
"Anda sepertinya sangat menikmati berita ini bos," ucap Cesar pelan sambil merapikan peralatan sadapnya yang sudah ia ambil dari ruangan Alfredo dan beberapa tempat lainnya.
"Bukan menikmati hanya melihat saja kehancuran orang itu," jawab Ayara sambil tersenyum tipis.
"Itu sama saja bos,!!" cibir Cecar singkat.
Ayara hanya tersenyum mendengar perkataan Cacar, ia lalu kembali fokus melihat televisi yang menampilkan berita tentang Gerald yang digelandang ke kantor polisi atas banyak tuduhan yang menjeratnya.
"Orang tuaku akan berapa lama lagi di sini Cecar?" tanya Ayara pelan sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Sepertinya tuan dan nyonya akan segera meninggalkan Napoli siang ini menuju ke Venice dan mereka akan tinggal di sana selama 5 hari kedepan." jawab Caesar dengan cepat melaporkan apa yang sebelumnya ia dengar dari para bodyguard Alfredo yang bertemu dengannya di lift saat akan turun ke restoran untuk mengambil beberapa alat sadap nya yang masih terpasang.
"I see, pesanlah tiket untuk kembali ke Cordoba siang ini. Aku tak mau membuat kedua orang tuaku curiga, kita harus pergi ke Granada untuk alibi." ucap Ayara pelan sambil memejamkan kedua matanya secara perlahan.
"Yes maam.!!" pekik Cecar bersemangat.
Ayara tak merespon perkataan Cesar lagi karena ia sudah masuk ke dalam mimpinya hari ini terasa cukup berat baginya, setelah satu minggu bergulat dengan rencana besar akhirnya ia menyelesaikan misinya dengan baik. Sementara Ayara tidur Cecar sudah selesai memesan dua tiket untuk kembali ke Spanyol sore ini, ia lalu kembali merapikan peralatannya ke dalam koper sambil menikmati pizza yang sudah ia pesan sebelumnya.
Di dalam mobil anti pelurunya Alfredo duduk sambil memainkan ponselnya sementara itu Raisa dan putra mereka Ace sudah tidur di pangkuannya, ia memutuskan untuk kembali ke Venesia setelah apa yang baru saja terjadi. Alfredo hampir kehilangan semuanya setelah dicurangi oleh manajer kepercayaannya Damian Juarez yang sudah diurus oleh anak buah lainnya.
"Anda memikirkan apa tuan?" tanya Carlos asisten pribadi Alfredo dengan suara pelan karena takut membangunkan Raisa yang terlelap.
"Sepertinya ada yang membantuku Carlos." jawab Alfredo singkat.
"Maksud anda apa tuan,?" tanya Carlos kembali.
"Aku merasa hancurnya Gerald Fabian itu atas perbuatan seseorang yang tidak aku ketahui, pasalnya sangat aneh jika ia hancur dalam waktu yang sangat berdekatan seperti itu. Apalagi di saat ia berusaha mengancamku seperti tadi, rasanya kalau ini adalah sebuah kebetulan sangat mustahil Carlos. Aku merasa ada orang yang sudah membantuku untuk menaklukkan Gerald." jawab Alfredo pelan mengutarakan kecurigaannya.
Carlos terdiam mendengar perkataan sang tuan, ia terlihat mencerna perkataan tuannya yang mengutarakan kecurigaannya itu. Ia lalu kembali mengingat kejadian yang baru saja terjadi, di mana tuannya hampir kehilangan semuanya di saat Gerald Fabian memojokkannya, akan tetapi tiba-tiba entah mengapa Gerald langsung shock ketika mendapatkan pesan dari seseorang. Dan tak lama setelah itu skandal Gerald Fabian pun akhirnya bermunculan di semua platform sosial media bahkan ke beberapa account YouTube, adalah sangat tidak mungkin jika hal itu hanya kebetulan semata. Apalagi untuk seorang Gerald Fabian yang dikenal sebagai pria yang memiliki anak buah banyak yang selalu berhati-hati dalam bertindak.
"Mungkin ini adalah perbuatan salah satu musuhnya yang memang sudah merencanakan sejak lama tuan." ucap Carlos pelan.
__ADS_1
"Aku juga berfikir begitu Carlos." jawab Alfredo singkat.
"Tuhan masih sayang padaku dan keluargaku," imbuh Alfredo kembali, ia hampir saja kehilangan kewarasannya saat melihat Gerald mencoba untuk merebut Raisa darinya.
"Ini adalah hukuman untuknya tuan," sahut Carlos penuh emosi, ia kembali terbawa emosi saat mengingat apa yang tadi dikatakan Gerald pada majikannya.
Alfredo tersenyum tipis mendengar perkataan sang asisten pribadi yang sudah ikut dengannya bertahun-tahun itu, saat Alfredo akan meletakkan ponselnya ke dalam saku baju ia dikejutkan ketika menerima pesan masuk dari para bodyguard nya yang mengurus Damian Juarez sang pengkhianat.
"Apa anda sudah tau tuan kalau Damian....
"Aku baru menerima laporannya ini Carlos." ucap Alfredo pelan memotong perkataan Carlos, ia baru saja mendapatkan laporan dari anak buahnya yang mengatakan kalau Damian Juarez memilih bunuh diri dengan menembakkan kepalanya sendiri saat akan dibawa ke kantor polisi oleh para bodyguard Alfredo.
Carlos langsung diam saat melihat perubahan ekspresi sang tuan, ia kembali fokus melihat jalanan disamping supir yang membawa mereka ke bandara Capodichino untuk pergi ke Venesia menggunakan jet pribadi milik Alfredo yang akan mengantar mereka ke mansion besar milik Alfredo yang ada di Venesia.
Bandar udara Capodichino, Napoli
Ayara terlihat berlari-lari bersama Cecar, mereka hampir ketinggalan pesawat yang akan mengantar mereka ke Granada Spanyol. Pasalnya tadi sempat terjadi kecelakaan dijalan sehingga membuat taksi yang mereka tumpangi terjebak macet hampir tiga puluh menit, sehingga saat mereka sampai di bandara pesawat yang akan mereka tumpangi sedang melakukan panggilan terakhir pada para penumpang.
"Pergilah lebih dulu Cecar, aku Chek in dulu." ucap Ayara setengah berteriak meminta Cecar masuk ke antrian masuk terlebih dahulu.
"Ok.!!" jawab Cecar dengan cepat.
Brukkk
"Awww..."
Ayara jatuh ke lantai karena menabrak seorang pria yang sedang berlari juga ke arah yang berlawanan dengan Ayara.
"Scusa signorina, non intendevo. " ucap seorang pemuda berambut panjang sebahu mencoba membantu Ayara untuk bangun dari lantai
*maaf nona saya tidak sengaja.
"Ok, tidak apa-apa saya yang bersalah karena tak melihat jalan tadi. Maaf saya permisi, saya hampir ketinggalan pesawat." jawab Ayara dengan cepat sambil berdiri sendiri menolak uluran tangan pemuda gondrong yang ada dihadapannya.
"Qual è il tuo nome signorina? " tanya pemuda itu kembali pada Ayara yang sudah berlari ke arah Cecar.
*siapa nama anda nona?
"Aku gak mengerti bahasa Itali, maaf!!" teriak Ayara merespon perkataan pemuda yang baru saja bertabrakan dengannya itu.
__ADS_1
Kedatangan Ayara langsung disambut oleh Cecar dan pramugari yang sudah menunggunya sejak tadi, setelah melakukan pemeriksaan terakhir Ayara dan Cecar akhirnya bisa masuk ke dalam pesawat. Beberapa penumpang terakhir nampak memberikan sorot mata tak bersahabat pada Ayara dan Cecar yang masuk terakhir kali, mereka terlihat marah pada Ayara dan Cecar karena membuat pesawat mereka agak terlambat terbang.
"Bos...
"Shut up and hurry the way to the chairs, ignore them." ucap Ayara lirih memotong perkataan Cecar.
*diam dan cepatlah jalan ke kursi, abaikan mereka.
Cecar langsung terdiam dan mengikuti perintah Ayara untuk duduk di kursi mereka yang ada dikelas VIP, bisik-bisik tentang mereka pun terdengar. Para penumpang lainnya mencibir mereka berdua sebagai penumpang VIP yang arogan karena datang paling terakhirnya.
"Apa yang kalian lihat tidak seperti yang kalian duga," ucap Ayara dalam hati berusaha sabar.
Tak lama kemudian pesawat yang dinaiki Ayara dan Cecar pun lepas landas meninggalkan langit Napoli menuju Granada, Spanyol yang akan ditempuh selama hampir tiga jam.
Di pesawat lainnya nampak seorang pria berambut panjang yang kini sudah diikat sedang tersenyum ketika melihat sebuah gantungan kunci berbentuk burung elang milik gadis yang baru ia tabrak tadi.
"Spero che possiamo incontrarci di nuovo, bella signora" ucap pria itu lirih sambil tersenyum menatap ke luar jendela pesawat jet pribadinya.
* Semoga kita bisa bertemu lagi, nona cantik.
🌼Bersambung 🌼
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟
Terima kasih
__ADS_1