
Hospes Palacio Del Bailio
Sesampainya di hotel Henry tak banyak bicara, ia sudah tak sabar ingin masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian karena ingin berendam air hangat di Jacuzzi . Hotel Hospes Palacio Del Bailio mempunyai tempat berendam air hangat yang hanya bisa dipakai oleh tamu yang menginap dikamar VIP seperti Henry dan Michael. Bertemu kembali dengan Ayara membuat perasaan Henry tak karuan, ia bahkan hampir melompat dan memeluk Ayara saat pertama kali melihat gadis itu datang dengan membawa busur panahnya.
"Anda mau kemana tuan?" tanya Michael pelan pada Henry yang sudah berganti pakaian.
"Aku ingin berendam air panas di jacuzzi yang ada di lantai paling atas di hotel ini, apakah kau ingin bergabung denganku Mike?" tanya balik Henry sambil mengalungkan handuk kecil ke lehernya.
"Saya masih punya pekerjaan yang harus diselesaikan tuan, tadi sebelum pulang dari rumah tuan Alfredo Del Castillo asisten pribadi tuan Dmitry memberikan saya beberapa berkas yang harus dibaca sebelum besok pagi kita melanjutkan meeting bersama kembali," jawab Michael jujur sambil memperlihatkan stopmap yang berisi dokumen yang diberikan oleh Luigi asisten pribadi Dmitry Brown.
"Baiklah kalau begitu selamat bekerja kalau sudah selesai susul aku ke jacuzzi, " ucap Henry sambil tersenyum.
Michael menganggukan kepalanya merespon perkataan Henry, ia lalu masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Henry yang masih berdiri di lorong. Setelah Michael masuk ke dalam kamarnya Henry kemudian berjalan menuju anak tangga untuk pergi ke lantai paling atas di mana kolam air panas berada, ia sudah membawa baju ganti dan jubah mandinya dalam satu tas kecil.
Sesampainya di lantai paling atas hotel Hospes Palacio Del Bailio Henry sudah berjalan menuju jacuzzi yang nampak sepi karena memang hari sudah lumayan larut malam, sehingga tidak ada orang yang berendam di kolam air hangat itu. Henry merasa menjadi pemilik tunggal dari kolam air hangat yang kini ia nikmati sendirian. Di dalam jacuzzi Henry memejamkan kedua matanya, ia mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan Ayara tiga tahun yang lalu di Jakarta. Dimana waktu itu Ayara berpenampilan seperti seorang laki-laki dengan menggunakan jaket kulit dan rambut cepak serta topi yang terpasang apik di kepalanya.
"Sepertinya memang hanya aku yang tak menyadari bahwa kau adalah seorang wanita Yara, disaat banyak sekali orang yang mengatakan bahwa kau terlalu manis untuk ukuran seorang laki-laki," ucap Henry pelan sambil tertawa mengingat kebodohannya karena berhasil ditipu oleh Ayara tiga tahun yang lalu.
Blush
Wajah Henry tiba-tiba memerah ketika mengingat saat ia mengajak Ayara pergi ke sebuah mall untuk memberi beberapa alat make-up, ia bahkan masih mengingat dengan jelas bagaimana waktu itu Ayara menunjukkan tali bra kepadanya dengan menyingkap kaos yang ia pakai.
"Dasar gadis ceroboh, beraninya memperlihatkan pakaian dalam yang ia kenakan kepada seorang pria," ucap Henry tersipu.
Karena semakin tak bisa menguasai dirinya Henry akhirnya menenggelamkan tubuhnya sampai kepala di dalam air hangat, ia menyelam untuk beberapa menit sambil tetap membuka kedua matanya. Karena Henry sudah bisa berenang sejak kecil jadi tidak sulit baginya untuk tetap berada di dalam air selama beberapa menit tanpa naik ke permukaan untuk mengambil oksigen. Saat akan bangun tiba-tiba Henry dikejutkan dengan suara langkah kaki yang sangat cepat menuju kearahnya, ia bahkan bisa mendengar dengan jelas ada orang yang masuk kedalam jacuzzi tempatnya berendam.
"Tuan...tuan...anda tidak bunuh diri kan!!!"
"Aduhhh tuannn..."
Suara teriakan Michael akhirnya dapat Henry dengar, sampai akhirnya ia merasakan cengkraman kuat tangan Michael di lengannya dan menariknya ke atas dengan sekuat tenaga.
"Huahhh tuann...
"Kau ini kenapa berisik sekali Mike," hardik Henry dengan cepat sambil mengusap wajahnya dengan tangan kirinya.
Melihat Henry berbicara dan bergerak seperti biasa membuat Michael terdiam untuk beberapa detik, ia masih tak percaya bahwa sang tuan yang baru saja ia tarik dari dasar jaccuzi ternyata baik-baik saja. Tidak seperti yang sedang ia pikirkan beberapa menit yang lalu ketika ia masuk ke dalam tempat kolam air hangat itu berada, dimana ia melihat gelembung udara keluar dari dasar jacuzzi. Ia melihat dengan jelas kalau Henry sedang terbaring di dalamnya, Michael berpikir kalau Henry sedang tenggelam di dalam jacuzzi yang tidak dalam itu. Oleh karena itu ia langsung berlari dengan cepat menuju ke jacuzzi dan menarik tubuh Henry keluar dari dasar kolam tanpa mengetahui bahwa sebenarnya Henry sedang menyelam bukan tenggelam atau bunuh diri seperti yang ia pikirkan.
"Saya fikir tadi anda...
"Kau pikir aku mati?"tanya Henry memotong perkataan Michael dengan cepat.
"Bagaimana aku tidak berpikir ke arah sana tuan, saat aku pertama kali masuk ke ruangan ini yang aku lihat adalah gelembung udara yang keluar dari dalam jacuzzi di mana anda sedang berada. Oleh karena itu saya aawww....
Michael tak dapat menyelesaikan perkataannya karena keningnya sudah disentil oleh Henry menggunakan tangannya dengan keras.
"Aku tak akan mati dengan semudah itu Mike, jaga bicaramu," ucap Henry ketus memotong perkataan Michael.
"He he...bukan begitu tuan, saya tadi hanya kaget saja saat melihat gelembung udara yang keluar sangat banyak sekali dari dalam kolam air hangat ini," jawab Michael mencoba membela diri.
__ADS_1
"Sudahlah jangan dibahas, oh iya apakah kau sudah selesai membaca dokumen yang diberikan oleh asisten Dmitry ?" tanya Henry datar mengalihkan pembicaraan.
"Sudah tuan dan tidak ada masalah apa pun, sepertinya proyek ini akan berjalan dengan lancar kecuali...
"Kecuali apa?" tanya Henry kembali dengan nada meninggi.
"Kecuali kalau tuan Ryan Bray membatalkan bergabung dalam proyek ini, karena investasi yang diberikan oleh tuan Ryan Bray cukup besar. Saya khawatir kalau ia membatalkan bergabung dengan proyek ini maka kita akan kekurangan dana tuan," jawab Michael dengan serius.
Mendengar perkataan Michael membuat Henry terdiam beberapa saat, ia yang tak mengingat keberadaan Ryan akhirnya teringat kembali kepada saudara angkatnya. Tadi siang saat ia akan bertemu dengan Dmitry dikediaman Dmitry yang ada di Spanyol ia sempat dikagetkan ketika melihat keberadaan Ryan Bray yang sedang bersalaman dengan Dmitry di halaman rumahnya. Henry hampir saja berteriak kepada saudara angkatnya itu kalau tidak ditahan oleh Michael, belum hilang rasa kagetnya karena melihat Ryan. Ia kembali dikejutkan dengan pernyataan Dmitry yang mengatakan kalau Ryan Bray adalah salah satu investor di proyek yang sedang ia jalankan bersama Alfredo Del Castillo.
"Aku yakin si brengseekk itu sengaja mengikuti aku Mike, " ucap Henry pelan.
"Maksud anda apa tuan?" tanya Michael bingung.
"Aku yakin Ryan juga mencari Ayara seperti yang aku lakukan, ia selalu saja mencari masalah denganku,' jawab Henry penuh emosi.
"Tapi kalau menurut saya...
"Sangat banyak kesempatan untuk seorang Rian seharusnya mencari partner lain untuk menjalankan bisnisnya, lalu kenapa ia harus mencari Dmitry. Jelas-jelas ia tahu bahwa Dmitry adalah teman kuliahku, kalau dugaanku benar sepertinya Ryan memang ingin kembali bersaing secara terbuka denganku untuk mendapatkan Ayara," ucap Henry dingin memotong perkataan Michael.
"Apa yang anda katakan ada benarnya tuan, untuk apa ia harus mencari tuan Dmitry. Kenapa ia tak mencari partner bisnis yang lain, saya curiga kalau selama ini Ryan sepertinya memata-matai kita sama seperti yang kita lakukan padanya tuan," sahut Michael lirih.
"Aku rasa juga begitu Mike, baiklah kalau itu maunya aku akan melayaninya. Kita lihat siapa yang akan menang, dari awal Ayara adalah orangku jadi sampai kapanpun dia akan jadi milikku Mike," ucap Henry datar tanpa ekspresi, aura dingin penuh persaingan sangat terasa dari sorot mata Henry.
Michael pun akhirnya memilih diam, ia tau kalau tuannya saat ini sedang serius. Tak lama kemudian Henry terlihat bangun dan keluar dari jacuzzi meninggalkan Michael yang baru sebentar menikmati kolam air hangat itu.
"Terima kasih tuan," sahut Michael penuh syukur.
Setelah berkata seperti itu Henry kemudian pergi meninggalkan Michael, ia lalu meraih jubah mandinya yang ada di kursi dengan cepat. Dengan cepat ia lalu memakainya dan berjalan menuju tangga untuk turun ke kamarnya, Henry punya rencana baru untuk menghancurkan Ryan yang berusaha menikung nya.
Sementara itu di hotel tempat Ryan Bray dan asistennya menginap nampak sedang terjadi pesta pernikahan, Ryan berdiri di balkon kamarnya dan terus menatap pesta pernikahan itu dengan tersenyum.
"Aku yakin kau akan sangat cantik sekali saat memakai gaun pengantinmu nanti Yara," ucap Ryan dalam hati, ia kemudian menutup kedua matanya dan membayangkan Ayara yang anggun saat memakai gaun pengantin berjalan di karpet merah menuju ke tempatnya yang sedang berdiri didepan altar.
"Kau cantik Yara, cantik sekali..." gumam Ryan Bray lirih sambil membuka kedua matanya perlahan, karena udara malam semakin dingin ia memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya untuk tidur.
Apa yang ia lakukan hari ini sudah cukup membuatnya bahagia, bisa melihat Henry yang sangat terkejut saat melihatnya dan kembali bertemu dengan Ayara setelah pencariannya selama hampir tiga tahun.
"Hatchiii... hatchii.....
Ayara yang sedang menatap layar laptopnya bersin berkali-kali, padahal ia sedang tidak demam atau sakit.
"Kau baik-baik saja bos? perlu aku panggilkan dokter untukmu?" tanya Cecar khawatir.
"I'm fine, entah kenapa hidungku terasa gatal saja. Ya sudah ayo teruskan permainan kita jangan banyak bicara kau Cecar, jangan mengukur waktu aku tak akan mengampunimu," jawab Ayara dengan cepat.
Cecar hanya tertawa lebar merespon perkataan Ayara, ia lalu kembali fokus pada permainannya di laptop. Dimana saat ini ia dan Ayara sedang ada dalam satu team, mereka sedang bermain game Dota salah satu game online yang paling populer di dunia.
Dari balik pintu yang terbuka Raisa dan Alfedro hanya tersenyum tipis melihat ke dalam kamar Ayara, pada awalnya mereka ingin mengucapkan selamat malam sofa Ayara akan tetapi niat itu mereka batalkan saat melihat Ayara sedang serius bermain game dengan Cecar. Alfredo dan Raisa tak tau tentang siapa Cecar yang sebenarnya, mereka hanya mengetahui kalau Cecar adalah teman Ayara saja.
__ADS_1
"Kapan anak kita dewasa kalau ia selalu bermain game seperti itu," ucap Raisa lirih.
"Biarkan saja, nanti seiring waktu ia akan mengerti sayang. Biarkan Yara menikmati masa-masa bahagianya ini, bukankah ini maumu sayang?" tanya Alfredo pelan.
"Iya aku memang ingin Ayara menikmati masa remajanya dengan bahagia hanya saja aku takut kalau kita nanti kita sudah meninggal dia...
"Hei jangan bicara kematian padaku, kita akan panjang umur. Kita akan melihat kedua anak kita itu tumbuh dewasa bersama-sama," ucap Alfredo memotong perkataan Raisa.
Raisa semakin mengeratkan pelukannya pada Alfredo, ia benar-benar beruntung mendapatkan Alfredo sebagai suami.
"Terima kasih sudah mencintai anakku juga Alfredo," gumam Raisa pelan sambil meraba dada bidang Alfredo.
"Tidak ada anakku anakmu, Ayara adalah anak kita. Jadi jangan bicara aneh-aneh, ya sudah ayo masuk hari sudah malam. Biarkan saja kedua anak itu bermain game, kalau lelah mereka juga akan istirahat." sahut Alfredo mengajak Raisa tidur.
Raisa menganggukkan kepalanya perlahan menyetujui ajakan Alfredo, ia lalu berbalik dan berjalan menuju kamar mereka yang ada dilantai dua meninggalkan Ayara dan Cecar bermain game dikamar.
Setelah bermain game hampir tiga jam Cecar akhirnya mengaku kalah. Ia sudah cukup lelah hari ini sehingga ia meminta ijin pada Ayara untuk tidur terlebih dahulu, sementara itu Ayara yang belum bisa tidur masih mengingat pertemuannya kembali dengan kedua orang pria mantan bosnya itu.
"Aku yakin kalian punya tujuan lain, sangat tidak mungkin ini adalah sebuah kebetulan. Aku yakin kalian punya maksud lain mendekati ayahku," ucap Ayara dalam hati.
Karena belum mengantuk Ayara kemudian terlintas satu ide kecil untuk memberi sedikit pelajaran pada dua orang mantan bosnya itu, Ayara masuk dalam sebuah aplikasi yang menyediakan teman kencan khusus pria dewasa.
"Done, baiklah kita lihat besok pagi ada berita apa hi hi hi, " ucap Ayara kegirangan, karena jam yang ada di dinding sudah menunjukkan pukul tiga pagi Ayara kemudian memilih naik keatas tempat tidur tanpa mematikan laptopnya karena laptopnya akan mati sendiri jika tak di pakai selama satu jam.
Di layar laptop Ayara masih terpampang jelas bahwa ia berhasil melakukan pemesanan sepuluh orang wanita dewasa yang ia minta datang ke hotel tempat menginap Henry dan Ryan, Ayara memesan para wanita itu dan langsung membayarnya lunas melalui bank account milik seorang wanita yang ia pakai untuk menyamarkan aksinya.
"Welcome to Cordoba Mr. Henry and Mr. Ryan, enjoy a little gift from me," ucap Ayara dalam hati, ia kemudian memejamkan kedua matanya dengan perlahan.
🌼Bersambung 🌼
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟
Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince
Terima kasih
__ADS_1