Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Ayara's big plan


__ADS_3

Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Setelah menempuh perjalan hampir lima jam karena harus berganti pesawat untuk menuju Napoli, Itali Ayara akhirnya sampai di Bandar Udara Napoli-Capodichino. Ayara langsung keluar menuju pintu keluar bandara karena ia tidak membawa barang apapun kecuali tas ransel yang ia masukkan ke dalam kabin pesawat, langkahnya semakin cepat ketika melihat sosok orang yang sangat ia kenal sudah berdiri di atas kedatangan sambil tersenyum lebar ke arahnya.


"Benvenuti in Italia signorina" sapa seorang pria berkacamata tebal bernama Cecar yang merupakan orang kepercayaan Ayara.


"Jangan bicara bahasa Itali aku tak mengerti,!!" hardik Ayara cepat sambil melemparkan tas ranselnya ke arah Cecar yang langsung ditangkap dengan cepat oleh tangan kanannya itu.


Cecar terkekeh mendengar perkataan sang bos, ia lalu mengajak Ayara untuk naik ke taksi yang sudah menunggu mereka di depan lobby.


"Bagaimana dengan mereka? apakah penerbangan mereka aman," tanya Ayara pelan sambil membaca dokumen yang baru saja diberikan oleh Cecar.


"Kedua orang tuamu langsung disambut sendiri oleh orang kepercayaan Gerald Fabian yang membawa mereka ke Grand Hotel Vesuvio yang ada di dekat teluk Napoli," Jawab Cecar dengan cepat.


"Apa hotel Vesuvio,!!!" pekik Ayara kaget.


"Iya memangnya kenapa bos," ucap Cecar kaget ketika melihat ekspresi Ayara yang berlebihan.


"Kau tau mafia di Italia adalah mafia yang sangat kejam dan bengis jadi meraka tak akan segan-segan menghilangkan barang bukti," jawab Ayara dingin, dugaannya semakin kuat ketika mengetahui Gerard Fabian mengajak kedua orang tuanya ke hotel dipinggir laut itu.


"Apa maksudmu aku tak mengerti bos," sahut Cecar jujur.


Ayara kemudian memejamkan kedua matanya sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi tanpa menjawab pertanyaan Cecar sang hacker andalannya yang ia temukan dua tahun lalu di pinggiran kota Cordoba, Ayara menemukan Cecar dalam kondisi babak belur setelah tertangkap mencopet karena iba Ayara menolongnya dan memberikan makan pada Cecar yang usianya tiga tahun lebih muda dari dirinya.


Karena Cecar tak punya keluarga dan tempat tujuan ia akhirnya ikut Ayara kembali ke rumah dan menjadi pelayan di rumah mewah Ayara yang ada di Cordoba tanpa disadari tuan dan nyonya Del Castillo yang merupakan kedua orang tua Ayara, sampai akhirnya Ayara menyadari bakat terpendam Cecar. Ia memberikan Cecar satu set komputer paling canggih dan beberapa peralatan lainnya yang akhirnya membuat bakat terpendamnya makin terasah, walaupun Cecar tidak lulus sekolah menengah pertama tapi ia dulu pernah bekerja di sebuah kantor badan intelijen milik pemerintah sebagai office boy.


"Grazie," ucap Cecar pelan pada sang supir taksi yang mengantar mereka ke Grand Hotel Vesuvio, Ayara memerintahkan Cecar untuk membooking hotel di hotel yang sama dengan tempat kedua orang tuanya berada.


Sebenarnya Alfredo punya rumah besar di Venice akan tetapi karena mereka ada acara di Napoli jadi mereka terpaksa tinggal di hotel, hal ini sebenarnya membawa keuntungan bagi Ayara karena ia bisa lebih leluasa bergerak dan mengawasi kedua orangtuanya.


"Nyonya tuan dan para pengawal ada di lantai 25 kamar nomor 2511," bisik Cecar lirih saat masuk ke dalam lidt.


"Kamar kita?"

__ADS_1


"Kita dilantai 27 kamar nomor 2719 bos," jawab Cecar dengan cepat sambil menunjukkan kunci kamar mereka.


"Good," sahut Ayara singkat, ia langsung menyembunyikan wajahnya ketika ada salah satu pengawal sang ayah masuk ketika lift berhenti di lantai 25.


Cecar yang mengerti bahasa tubuh sang bos langsung bertindak cepat, ia maju kedepan menutupi Ayara dari pengawal Alfredo Del Castillo yang baru masuk kedalam lift.


Tak lama kemudian lift pun berhenti dilantai 27, dengan cepat Cecar keluar bersama Ayara . Beruntung ketika mereka berdua keluar pengawal Alfredo sedang sibuk dengan ponselnya sehingga ia tak menyadari keberadaan sang nona.


"Dia tak melihat kita kan Cecar?" tanya Ayara pelan sesaat setelah mereka masuk ke dalam kamar yang sudah di booking Cecar sebelumnya.


"Saya rasa tidak nona, dia sedang sibuk dengan ponselnya tadi," jawab Cecar datar sambil berjalan ke meja rias hotel yang sudah menjadi meja kerja Cecar karena dipenuhi laptop dan beberapa alat penyadap yang sudah ia pasang di beberapa tempat yang ada di lantai 25.


"Syukurlah, aku sudah khawatir rencanaku akan gagal." gumam Ayara lirih.


"Aku akan mandi dulu Cecar, tolong kau pantau terus pergerakan Gerald aku tak mau kecolongan," ucap Ayara kembali sambil meraih tas yang berisi peralatan mandi dan baju gantinya.


Cecar mengacungkan ibu jarinya ke udara merespon perkataan Ayara tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop yang sedang menampilkan gambar kondisi disekitar rumah Gerald Fabian, Cecar berhasil masuk dalam sistem keamanan rumah Gerald Fabian. Ia bahkan sudah menyadap ponsel pria berkumis tebal itu dengan sangat mudah dalam waktu dua hari, setelah Ayara memerintahkannya untuk mencari info tentang Gerald Fabian.


Setelah mandi Ayara berjalan menuju ke dinding kaca tebal yang melindungi kamar hotel mereka, dari kamarnya ia bisa melihat dengan jelas teluk Napoli, Pulau Capri dan gunung Vesuvius yang melegenda.


Ayara sudah bisa menebak rencana yang akan dibuat Gerald Fabian sang partner bisnis Alfredo yang terkenal akan kelicikan dan mata keranjangnya, ia tak segan menghabisi musuhnya dan merebut wanita yang menjadi pasangan musuhnya itu. Oleh karena itu ia meminta Alfredo untuk mengajak Raisa dalam pertemuan bisnis kali ini, padahal secara logika Raisa sudah tak menjadi pebisnis lagi karena semua urusan perusahaan di Inggris sudah ia percayakan pada Bruno asisten pribadinya atas saran dari Alfredo sang suami.


Pada awalnya Ayara tak curiga sama sekali akan tetapi setelah ia mendapatkan catatan hitam tentang Gerald Fabian dari Cecar ia menjadi waspada, Ayara merasa Gerald punya maksud tak baik dengan kedua orangtuanya oleh karena itu ia memutuskan untuk turun tangan langsung untuk mengurus Gerald tanpa memberitahu pada sang daddy seperti yang sudah-sudah. Selama ini Ayara selalu membantu sang ayah diam-diam tanpa sepengetahuannya sama sekali, Ayara dibantu Cecar menjadi orang dibalik layar atas sepak terjang kehebatan Alfredo di tiap proyek-proyek besarnya.


"Bos aku sudah berhasil memasang umpan," ucap Cecar setengah berteriak membuyarkan lamunan Ayara.


Tanpa bicara Ayara langsung menoleh dan berjalan mendekati Gerald yang masih duduk didepan keempat laptopnya, begitu sampai dimeja Ayara langsung meraih satu laptop yang menarik perhatiannya.


"Ini....


"Yes, ini kelemahan pria hidung belang itu,!!" ucap Cecar memotong perkataan Ayara dengan cepat.


"Aku kira pria sejahat itu tak punya kelemahan, ternyata mereka lah kelemahannya. Baik awasi terus mereka aku akan mengurus titik lemah Gerard ini," Sahut Ayara singkat sambil berjalan menuju ranjang sambil membawa laptop milik Gerald.

__ADS_1


"Siap bos..."pekik Cecar bersemangat.


Ayara hanya tersenyum tipis melihat tingkah anak buahnya itu, ia lalu melakukan bagiannya untuk menyempurnakan rencananya yang sudah ia susun bersama Cecar selama tiga hari ini. Di monitor laptop yang sedang Ayara lihat nampak berjajar sepuluh nama model papan atas yang nomor rekeningnya muncul paling atas didaftar penerima dana dari rekening milik Gerald hampir tiap bulan, Ayara akan menggunakan mereka untuk membuka kedok suci Gerald Fabian selama ini.


Pasalnya Gerald dan istrinya selalu di elu-elukan sebagai salah satu pasangan goal yang dicontoh banyak orang dan lepas dari gosip, padahal tanpa sepengetahuan istrinya Gerald mempunyai banyak wanita simpanan. Ayara tak mempermasalahkan itu awalnya akan tetapi setelah ia tau kalau ibunya akan menjadi target Gerald selanjutnya emosinya terpancing, walau Raisa sudah lebih dari empat puluh tahun akan tetapi karena ia pintar menjaga tubuh dan penampilan banyak orang menduganya masih berusia tiga puluhan tahun dan tak ada yang percaya kalau ia sudah memiliki anak gadis sebesar Ayara.


"Last but not least," ucap Ayara pelan sambil mengirim sebuah pesan ke salah satu model yang bernama Alexandria yang menjadi teman satu ranjang Gerald Fabian dua hari lalu.


"Apa kau yakin mereka akan bekerja sama dengan mu bos?" tanya Cecar pelan.


"Aku yakin mereka akan bekerja sama denganku, tenang saja Cecar. Kartu As model cantik itu sudah ada ditangan kita bukan, jadi sangat mudah untuk menggertak mereka dan....


Tring


Laptop yang ada dihadapan Ayara tiba-tiba berbunyi karena menerima sebuah pesan masuk dan bukan hanya satu tapi ada delapan pesan masuk sekaligus. Senyum Ayara langsung tersinggung dengan lebar melihat notifikasi di layar laptopnya.


"See...tak butuh waktu lama Cecar, bagi seorang model reputasi mereka adalah segalanya. Asal karir mereka tak terganggu bagi mereka tak masalah jika sugar daddy-nya dalam bahaya seperti saat ini he he he, " ucap Ayara lirih dengan senyum penuh kemenangan.


"Dua jempol untukmu bos," sahut Cecar singkat, ia benar-benar salut dengan kekejaman yang dilakukan Ayara.


Ayara mengirimkan surat ancaman pada model-model yang terlibat skandal dengan Gerald Fabian, ia menawarkan kerja sama jika mereka mau berpihak padanya dan mengancam akan menyebarkan skandal mereka ke dunia sehingga secara tak langsung karir mereka akan hancur. Dengan begitu tak ada satupun rumah mode yang mau memakai jasa mereka lagi, tanpa pikir panjang para model itu menuruti penawaran Ayara dengan memberikan foto-foto mereka bersama Gerald Fabian yang sudah di potong bagian wajahnya atas permintaan Ayara. Pada dasarnya Ayara tak membutuhkan wajah-wajah mereka, Ayara hanya butuh foto Gerald saja yang sedang memeluk para wanita seksi. Dengan foto itu ia akan memudahkannya untuk mengancam pria mana keranjang itu.


"Sebrengseknya pria ini ia pasti punya titik lemah, dan titik lemahnya adalah istrinya oleh karena itu ia akan gunakan senjata utama utama untuk melemahkannya. Kalau ia tak mau diajak kompromi maka aku harus pakai cara kekerasan untuk memberinya pelajaran, " ucap Ayara pelan dengan senyum penuh kemenangan.


"Anda memang juara bos...juara kejamnya ha ha ha...." Cecar tertawa lebar menyindir Ayara sang bos.


Ayara tak berbicara apapun merespon perkataan Cecar, ia tau kalau tangan kanannya itu hanya bergurau. Ia kemudian kembali fokus dengan laptopnya begitu pula dengan Cecar yang masih terus mengamati keadaan rumah Gerald Fabian dimana ia sudah berhasil menghack semua CCTV di rumah Gerald.


"Jangan salahkan aku Gerald, kau yang cari masalah denganku...." ucap Ayara dalam hati, ia sudah tak sabar menunggu pagi dimana ia akan melihat pertunjukan seru.


🌼Bersambung 🌼


Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.

__ADS_1


Terima kasih


love U all🌹


__ADS_2