Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
In front of Mezquita de Cordoba


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk Votting.


Terima kasih.


Karena masih tak mengerti dengan apa yang terjadi Ayara memilih untuk duduk menjauh dari kedua orang tuanya yang masih sangat excited dengan Henry, mereka terlihat seperti sedang saling bertukar pikiran mengenai rencana Henry selanjutnya setelah menikahi Ayara.


"Menikah, memangnya siapa yang mau menikah denganmu. Dasar menyebalkan, bisa-bisanya langsung bicara seperti itu pada kedua orang tuaku," gerutu Ayara dalam hati sambil terus menatap tajam ke arah Henry.


Karena merasa jenuh Ayara memutuskan untuk naik kekamarnya yang ada dilantai dua, namun langkahnya terhenti saat akan menaiki satu anak tangga. Tiba-tiba wajahnya memerah tanpa sebab, ia kemudian berbalik cepat dan berdiri dibelakang disamping Henry.


"Memangnya kau sudah sembuh?" tanya Ayara dengan nada meninggi.


"Sembuh apa? aku tak sakit Yara," jawab Henry bingung.


"Lho nak Henry sakit?!" tanya Alfredo dan Raisa hampir bersamaan.


"No, im fine," jawab Henry dengan cepat.


"Lalu kata dokter waktu itu bagaimana?"tanya Ayara tak puas dengan jawaban Henry.


"Dokter apa?" tanya balik Henry bingung.


"Dokter yang waktu itu mengatakan kalau kau tak akan bisa erek....


Brug


Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya karena ia tiba-tiba ditarik oleh Henry yang membuatnya jatuh dipangkuan Henry, mulutnya pun di bekap oleh Henry yang akhirnya mengerti arah pembicaraan Ayara.


Raisa dan Alfredo yang bingung melihat tingkah Ayara dan Henry nampak menahan tawa, Raisa menginjak kaki Alfredo untuk memberi kode pada suaminya agar memberikan waktu untuk Ayara dan Henry berdua. Pada awalnya Alfredo tak mengerti namun setelah injakan kaki Raisa semakin keras barulah ia paham dengan kode yang diberikan oleh istrinya.


"Ya sudah nak Henry silahkan bicara berdua dulu dengan Yara, kami tinggal ya," ucap Alfredo pelan sambil bangun dari sofa dengan perlahan.


"Dadd...ttttnhgu aakkk bbeumm slleai bbcrar," jawab Ayara dengan mulut tertutup tangan Henry.


(dadd, tunggu aku belum selesai bicara)


"Iya kalian bicara dulu ya, mommy dan daddy naik ke atas," imbuh Raisa menimpali perkataan suaminya sambil tersenyum.


"Terima kasih nyonya...eh mom," jawab Henry terbata, ia masih kaku untuk menyebut mommy dan daddy ke orang tua Ayara.


Raisa tersenyum tipis, ia lalu menggandeng tangan suaminya dan berjalan pelan menuju lantai dua meninggalkan Ayara yang mulutnya masih dibekap oleh Henry.


"Awww... Yara," pekik Heny kesakitan saat merasakan tangannya di gigit oleh Ayara.


"Rasakan, itu hukumanku.Beraninya kau menutup mulutku seperti itu," jawab Ayara ketus, ia merasa lega bisa melepaskan tangan Henry yang sedang membekapnya tadi.


"Aku calon suamimu Yara, kau tak boleh seperti itu padaku," ucap Henry tanpa rasa bersalah.


"Calon suami apa!!aku akan belum menyetujuinya lagipula...

__ADS_1


"Lagipula apa?" tanya Henry dengan cepat memotong perkataan Ayara.


"Lagipula kau kan di vonis dokter kalau itumu tak bisa....Henry awwww...


Ayara kembali tak bisa menyelesaikan perkataannya, pasalnya Henry mendorongnya jatuh ke sofa dan menciumnya dengan cepat. Ayara yang sedang ditindiihh sambil di cium oleh Henry tak dapat berkutik, pasalnya kedua tangannya dikunci Henry ke atas kepalanya. Ayara benar-benar kesal pada Henry kali ini, sudah berkali-kali ia menciumnya dengan paksa hari ini. Ia kemudian menggerakkan kakinya untuk menendang ujung pangkall selangkangaann Henry, namun Henry yang sudah belajar banyak dari Ayara langsung menggunakan berat tubuhnya untuk menahan kaki Ayara yang hampir terangkat.


"Kalau kau menendangku lagi, maka aku jamin kau akan menyesal Ayara," ucap Henry pelan sesaat setelah ia melepaskan ciumannya pada bibir Ayara.


"Biarkan saja bukankah waktu kemarin dokter mengatakan kalau kau tak bisa hidup jadi pria normal lagi," jawab Ayara asal bicara.


Henry menahan emosinya ia lalu menurunkan wajahnya dan mendekati telinga Ayara.


"Kalau kau mau membuktikannya aku siap sayang, mau disini atau dikamar?" tanya Henry pelan menggoda Ayara.


"Henry kau....


"Aku serius kau mau mencobanya?" bisik Henry pelan, ia senang sekali melihat wajah Ayara yang berubah menjadi merah.


"Jangan gila Henry aku...


Kecupan lembut yang jatuh di keningnya membuat Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya, ia kaget dan terdiam di cium Henry selembut itu di keningnya.


"Aku tak akan macam-macam sampai kita resmi menikah, kau tak usah khawatir. Maafkan aku jika sering menggodamu Yara," ucap Henry lembut.


"Ya sudah kalau begitu lepaskan aku," jawab Ayara lirih.


Tanpa bicara Henry pun langsung melepaskan kunciannya pada Ayara, mereka berdua lalu duduk kembali dengan posisi baik di sofa dengan jarak satu jengkal. Mereka terdiam membisu cukup lama sampai akhirnya Cecar datang dengan membawa laptopnya sambil berteriak-teriak memanggil Ayara karena ingin mengajaknya main game.


"Orang ini?! siapa yang kau maksud dengan orang ini?! aku adalah calon suami bosmu ini," jawab Henry dengan cepat sambil mengalungkan tangannya ke pundak Ayara.


"Oh calon suami....calon what???!???" jerit Cecar kaget, ia sempat tak menyadari perkataan Henry beberapa saat sebelum akhirnya ia berhasil connect.


"Yes, dia main game pun harus menunggu persetujuan dariku jadi kau harus minta ijin padaku terlebih dahulu...siapa namamu?" tanya Heny pada Cecar pura-pura tak tau nama Cecar.


"Cecar tuan," jawab Cecar dengan cepat.


"Oh Cecar nama yang bagus, baiklah Cecar mulai sekarang kalau ingin mengajak calon istriku ini main game maka kau harus ijin padaku terlebih dahulu karena....


"Ayo main Cecar abaikan orang gila satu ini, " ucap Ayara ketus memotong perkataan Henry sambil berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya yang ada dilantai satu meninggalkan Henry sendirian di ruang tamu.


Henry hanya bisa diam melihat Ayara masuk ke dalam kamarnya bersama Cecar, ia tau kalau hubungan Ayara dan Cecar hanya sebatas bos dan bawahan juga. Ia juga tau kalau selama ini Cecarlah yang membantu Ayara dalam melancarkan aksinya.


"Kau akan banyak membantu kami dimasa depan Cecar," ucap Henry dalam hati, ia kemudian bangun dari kursinya dan berjalan pelan menuju kamar dimana Ayara pergi.


Senyum Henry tersungging saat melihat sticker yang terpasang di pintu, perlahan ia meraba sticker itu menggunakan jari tangannya sebelum akhir masuk ke dalam kamar dan berdiri didepan pintu sambil melipat tangannya di dada melihat Cecar dan Ayara sudah fokus bermain game PUBG di laptop mereka.


Perlahan Henry mengeluarkan ponselnya dan mengambil foto Ayara diam-diam, melihat Ayara yang sedang fokus bermain game membuatnya tak bisa menahan diri. Satu jam pun berlalu tanpa Ayara dan Cecar sadari dibelakang mereka Henry masih berdiri sambil melipat kedua tangannya di depan dada dengan raut wajah tak bersahabat.


"Sudah selesai?" tanya Henry dingin.

__ADS_1


"K--kauu kenapa masih disini?!" tanya balik Ayara kaget.


"Tentu saja aku disini, calon istriku sibuk bermain game dengan pria lain jadi aku harus memastikannya ia tak macam-macam dibelakangku," jawab Henry ketus.


"Jaga bicaramu Henry, memangnya aku mau melakukan apa?!" tanya Ayara dengan suara meninggi.


Henry tersenyum mendengar perkataan Ayara, sudah sejak tadi ia mengunggu kata-kata itu keluar dari mulut Ayara. Perlahan ia mendekati Ayara dan merangkul Ayara dengan posesif tanpa rasa sungkan di depan Cecar.


"Banyak hal yang ingin kulakukan denganmu, sekarang kau ikut aku. Aku sudah cukup sabar menunggumu selesai main game," bisik Henry pelan.


"Kau mau apa?" tanya Ayara panik sambil melipat tangannya di dada bersiap untuk mengeluarkan kuda-kuda.


"Rahasia, makanya kau ikut aku," jawab Henry dengan cepat sambil menatap Ayara penuh cinta.


Selesai berkata seperti itu Henry menarik Ayara keluar dari kamar bermainnya meninggalkan Cecar yang masih diam saja di kursinya, ia tersenyum melihat sang bos takluk ditangan Henry.


"Sepertinya singa betina itu sudah mendapatkan pawangnya," ucap Cecar dalam hati, tak lama kemudian terdengar suara mobil Henry terdengar dengan jelas meninggalkan halaman besar kediaman Alfredo. Cecar kemudian merapikan barang-barangnya untuk bersiap kembali ke apartemennya, tugasnya hari ini sudah selesai.


Di dalam mobil Ayara membuang wajahnya dan menatap ke arah jalan sementara itu Henry fokus untuk membawa mobilnya, ia memacu mobilnya sampai ke Mezquita de Cordoba atau masjid Cordoba. Henry tau kalau Ayara suka sekali dengan bangunan-bangunan peninggalan jaman dulu, perlahan ia turun dari mobil dan mengulurkan tangannya ke arah Ayara yang masih berdiam di dalam mobil.


"Ayo..." ucap Henry lembut.


"Ini kan...


"Mezquita de Cordoba yang kini telah beralih fungsi menjadi Katedral," jawab Henry memotong perkataan Ayara.


"Kenapa kesini?" tanya Ayara bingung.


"Untuk melakukan ini..." jawab Henry berlutut dihadapan Ayara sambil mengeluarkan sebuah cincin yang ia baru ia lepas dari kalungnya.


"Will you be mine Ayara?" tanya Henry pelan sambil menatap penuh harap pada Ayara.


🌼 Bersambung 🌼


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟

__ADS_1


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince


Terima kasih


__ADS_2