Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Ikatan batin


__ADS_3

Jangan lupa vote dan ratting bintang lima


Terima kasih


Raisa dari pagi sudah sibuk, ia langsung memasak makanan kesukaan Ayara. Sup asparagus dengan resep warisan ibunya, Ayara sangat menyukai sup buatannya itu. Oleh karena itu ia sengaja masak untuk putri tercintanya yang sedang hamil.


"Wangi sekali," ucap Alfredo pelan saat sudah ada di dapur sambil menggendong Ace yang sudah semakin pintar.


"Tunggu dua menit lagi, sup ini akan siap kau nikmati sayang," jawab Raisa dengan cepat sambil tersenyum.


"Kau masak banyak sekali sayang." Alfredo membuka kedua matanya lebar saat melihat meja dapur yang sudah terhidang banyak masakan.


"Sup asparagus baik untuk ibu hamil, salmon juga, salad pun begitu hiks..."


Raisa menangis saat menyebutkan nama makanan yang sudah ia buat, rasa rindunya pada Ayara benar-benar membuatnya tak bisa menahan air mata. Ia benar-benar sangat rindu kepada sang putri kesayangannya yang sudah sangat dekatnya itu.


"Kau mau aku yang mengantarnya?"tanya Alfredo pelan sambil menyeka air mata Raisa.


"Jangan, nanti mereka akan tau. Lebih baik gunakan kurir saja,"jawab Raisa dengan cepat, ia tak mau Ayara semakin marah padanya jika tau dia sudah ada di Dublin.


"Kurir, maksudmu apa sayang?"tanya Alfredo bingung, ia tak mengerti dengan maksud perkataan sang istri.


Raisa tersenyum melihat Alfredo bingung, dengan perlahan ia menjelaskan maksud perkataannya pada sang suami. Alfredo menganggukkan kepalanya berkali-kali tanda mengerti dengan maksud perkataan sang istri, ia kini tau dari mana asal kepintaran Ayara dan Ace. Karena kurir yang dipanggil oleh Raisa sudah hampir tiba, Alfredo akhirnya memutuskan untuk membantu sang istri. Ia lalu memanggil Esmeralda untuk membawa Ace pergi dari dapur, ia harus merapikan makanan yang sudah dinginkan itu ke dalam kotak makan yang sudah Raisa siapkan sebelumnya.


Karena dibantu oleh Alfredo akhirnya semua masakan yang sudah Raisa buat sebelumnya, kini sudah berpindah ke dalam kotak makanan yang sudah ia persiapkan. Mereka berdua tersenyum saat melihat lima kotak makanan yang sudah siap dibawa oleh kurir, karena takut tumpah Raisa pun membungkus kembali kotak-kotak makanan itu dengan plastik food grade. Ia tak mau kalau ada setetes pun kuah makanannya berkurang, ia ingin semua masakannya dimakan oleh putrinya dan sang menantu.


Tak lama kemudian terdengar bel pintu berbunyi, Owen dengan sigap langsung berlari kearah pintu dan membukakan pintu itu untuk sang kurir agar bisa masuk ke dalam rumah. Pada awalnya kurir itu senang karena mendapatkan bayaran yang cukup tinggi untuk mengantar makanan yang ada di hadapannya saat ini, namun ia sangat terkejut ketika mengetahui ternyata alamat yang dituju olehnya ada didepan rumah.


"Kenapa tak diantar sendiri saja Tuan?"tanya sang kurir bingung.

__ADS_1


"Supaya lebih berkesan saja, lagi pula dengan mengantar ini kami juga sudah membantu anda untuk mendapatkan pendapatan bukan," jawab Alfredo dengan cepat sambil tersenyum.


"Perkataan anda memang benar Tuan, tapi baru pertama kali saya mengalami hal seperti ini Tuan. Ya sudah lah saya akan mengantarnya dan sesuai perintah anda tadi, saya akan berputar-putar di kompleks ini sebanyak dua kali terlebih dahulu supaya memberikan jeda waktu yang cukup lama agar para penghuni yang ada di rumah depan tidak curiga," ucap sang kurir pelan sambil meraih bungkusan makanan yang sudah ditata oleh Raisa dengan cantik.


"Ingat ya pak, tolong pastikan mereka menerimanya. Dan please sekali lagi jangan pernah bilang kalau makanan itu berasal dari rumah ini," pinta Raisa dengan penuh harap


"Iya nyonya saya mengerti, ya sudah kalau begitu saya berangkat sekarang. Permisi Nyonya, Tuan." Sang kurir berpamitan dengan sopan pada Raisa dan Alfredo sambil membawa makanan yang sudah dirapikan oleh Raisa didalam tas ranselnya.


Raisa dan Alfredo hanya tersenyum ketika melihat kurir yang mereka pesan akhirnya berangkat menjalankan tugasnya, kedua mata Raisa berkaca-kaca karena sebentar lagi makanannya akan dimakan oleh Ayara. Ia benar-benar sudah tak sabar menantikan hal itu terjadi, walaupun ia tak melihatnya secara langsung namun Raisa yakin ia pasti bisa tau saat Ayara makan nanti. Melihat sang istri kembali sedih Alfredo lalu mengajak istrinya itu untuk pergi ke halaman belakang dimana sebuah kolam ikan, anak bungsu mereka pun sudah ada dihalaman belakang bersama Esmeralda.


"Dasar orang kaya, semakin lama semakin aneh. Bisa-bisanya mengirim makanan yang hanya terpisah jalan menggunakan kurir, sungguh tak dapat ku pahami," ucap sang kurir pelan sambil menghela nafas panjang diatas sepeda motornya.


Setelah berputar dua kali kurir itu akhirnya pergi ke rumah Ayara dan Henry, tempat tujuan yang sebenarnya. Dengan hati-hati ia memasuki rumah besar yang dijaga oleh dua pria berbadan besar di pintu gerbang itu, ia pun memperlambat laju sepeda motornya saat melintas di halaman. Ketika sampai di depan rumah dengan hati-hati ia mengeluarkan makanan yang ada di dalam ransel khususnya itu, setelah semua siap dengan penuh keyakinan ia menekan bel yang ada disamping pintu.


"Mencari suapa?" tanya Michael dengan cepat ketika ia membuka pintu.


"Saya ingin mengantarkan makanan untuk Nyonya dan Tuan Luke, Tuan," jawab sang kurir ramah.


"Saya juga kurang tau Tuan, saya hanya mengirimkan makanan ini atas perintah kantor. Sepertinya alamat pengirim sudah ada di dalam kotak makanan ini, jadi nanti anda bisa memeriksanya sendiri. Kalau begitu silakan tanda tangan di tanda terima ini Tuan, saya harus melanjutkan pekerjaan saya yang lain," jawab kurir itu kembali dengan cepat membuat alasan masuk akal mungkin.


Karena melihat ekspedisi sang kurir yang ada dihadapannya adalah sebuah ekspedisi yang cukup bagus ratingnya di dubblin dan sering digunakan oleh orang-orang, akhirnya Michael pun menerima makanan yang dibawakan oleh kurir yang ada di hadapannya itu. Setelah membubuhkan tanda tangan di tanda terima Michael terlihat ingin mengeluarkan uang dari dalam sakunya, ia berniat ingin memberikan tip kepada kurir yang membawakan makanan itu. Namun sang kurir langsung menolaknya dengan tegas, ia beralasan tak diperbolehkan menerima tip dari siapapun.


Michael pun akhirnya tak bisa memaksa sang kurir untuk menerima tip darinya itu, ia kemudian mempersilahkan kurir itu kembali untuk melanjutkan pekerjaannya. Setelah melihat kurir yang baru saja mengatakan makanan pergi, Michael lalu masuk ke dalam rumah. Aroma wangi dari makanan yang ada di tangannya benar-benar menusuk hidungnya dan membuat perutnya seketika bergolak karena memang waktu jam makan siang sudah hampir datang, ia membawa makanan itu dan berniat untuk membawanya ke lantai dua dimana kamar Ayara dan Henry berada. Namun karena melihat plastik pembungkus kotak makanan itu terlalu tebal dan berlapis, Michael pun mengambil gunting dan membuka plastik pembungkus itu dengan hati-hati. Saat ia berhasil membuka semua plastik yang membungkus kotak makanan itu aroma masakan pun semakin menyeruak ke seisi rumah, Ayara yang sedang didorong menggunakan kursi roda keluar dari kamar langsung dapat mencium aroma masakan yang sudah familiar itu.


"Mommy,"desis Ayara tanpa sadar.


"Kenapa sayang?"tanya Henry penasaran.


"Aroma masakan, aroma masakan ini aku sangat hafal Henry. Apa kau memanggil koki dari hotel untuk memasak makanan ini Henry?" tanya balik Ayara.

__ADS_1


"Tidak sayang, aku tak memanggil koki dari hotel manapun," jawab Henry dengan cepat.


Saat Ayara dan Henry sedang bingung dan mencari tau dari mana aroma makanan yang mereka cium saat ini berasal, tiba-tiba Michael naik ke lantai dua sambil membawa kelima kotak makanan yang ada di tangannya. Sesampainya dilantai dua ia langsung tersenyum lebar kearah Henry dan Ayara.


"Kalian lapar ya, tau saja ada makanan enak," ucap Michael dengan cepat.


"Apa itu Mike?"tanya Henry penasaran.


"Makanan Tuan, ya sudah ayo kita lihat. Aku pun belum membukanya Tuan," jawab Michael singkat sambil berjalan menuju meja makan yang ada dilantai dua.


Melihat Michael pergi ke meja makan, Henry akhirnya mengikutinya dari belakang sambil mendorong Ayara yang duduk di kursi roda tanpa berbicara apapun. Tak lama kemudian Michael akhirnya menata dengan rapi ke lima kotak makanan itu di atas meja, ia juga sudah membuka penutupnya dan merapikannya menjadi satu di pinggir. Aroma wangi dari kelima macam jenis makanan itu pun langsung menyebar di lantai dua.


"Dari mana kau dapat ini Mike?"tanya Henry dengan cepat.


"Tadi ada kurir yang datang mengantarkan ini, ia mengatakan bahwa anda berdua mendapatkan kiriman dari kantornya. Saat aku tanya siapa pengirimnya, kurir itu mengatakan bahwa nama pengirimnya ada di dalam kotak makanan ini. Namun tadi saat aku membuka plastik penutupnya aku tak menemukan apapun," jawab Michael dengan cepat menjelaskan apa yang terjadi.


Kedua mata Ayara berkaca-kaca melihat kelima macam makanan yang ada di hadapannya, ia lalu memberikan kode kepada Henry untuk mendorongnya lebih dekat ke meja makan. Tangannya pun bergetar hebat saat meraih sendok yang ada di atas meja, ia lalu mengambil sesendok sup asparagus yang paling dekat dengannya itu saat memasukkan kedalam mulutnya. Air mata Ayara langsung turun deras tak terbendung, melihat Ayara menangis membuat Henry panik.


"Kau kenapa sayang?"tanya Henry panik.


"Mommy...ini masakan mommy Henry, ini buatan mommyku,"


🌼Bersambung🌼


Jangan lupa vote ya Kakak-kakak, bantu novel Bodyguard cantik tetap ada diranking 10 besar seperti kemarin. Sekali lagi terima kasih atas antusias kakak-kakak semua.


I love you kakak-kakak, maafkan thor kalau selama ini masih banyak kekurangan.


🌹 find me on Instagram : nafadila2216

__ADS_1


🌹 **Satu episode lagi tamat.


Untuk yang sering tanya novel tor yang berjudul you are mine, Viona itu sudah ada di web novel dengan judul yang sama. Atau ketik saja nama Thor " na fadila" nanti akan keluar novel-novel Thor yang lainnya juga disana**.


__ADS_2