Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Busan


__ADS_3

Baca novel thor lainnya yang berjudul


FAITH 2 : The return of the prince


Didalam pesawat Chatay Pacific di bangku bisnis nampak Henry duduk bersama Michael di pinggir jendela yang merupakan spot favoritnya, ia duduk sambil bersandar dengan melihat ke bawah dimana terhampar lautan luas yang menyejukkan mata namun tak menyejukkan hatinya. Separuh nyawanya terasa masih tertinggal di Dublin di Merrion Hotel tempatnya tinggal bersama Ayara selama beberapa hari terakhir, pergi untuk urusan pekerjaan nyatanya membuat hatinya tak tenang.


"Tenang tuan, kita hanya satu minggu di Busan," ucap Michael pelan, ia seolah tau apa yang dipikirkan Henry saat ini.


"Rasanya seperti ada yang kosong didalam diriku Mike, entah apa," jawab Henry lirih tanpa mengalihkan pandangannya dari arah jendela.


"Wajar, nona Ayara kan istri anda tuan. Pasti berat rasanya meninggalkan istri anda seperti ini," imbuh Michael sambil tersenyum mencoba untuk menguatkan Henry.


"Thanks Mike, aku mau tidur. Rasanya lelah sekali," jawab Henry pelan sambil memejamkan kedua matanya, ada di bangku bisnis membuatnya sangat nyaman namun tidak dengan Ayara yang duduk di bangku biasa.


Ayara terlihat duduk tenang setelah mencari posisi terbaik untuk memejamkan matanya, seluruh tubuhnya terasa sangat sakit semua pasca melayani Henry yang seolah tak pernah puas pada dirinya.


"Tidurlah nona bos, penerbangan ini akan membutuhkan waktu selama 20 jam 50 menit," bisik Cecar pelan.

__ADS_1


"Iya aku tau, aku hanya sedikit tak nyaman saja duduk di bangku seperti ini. Rasanya tak nyaman sekali," jawab Ayara jujur.


"Kemarin aku tawari anda duduk di bangku bisnis anda tak mau," sahut Cecar dengan cepat.


"Suamiku bukan orang bodoh Cecar dia pasti akan langsung mengenaliku begitu aku duduk di bangku bisnis yang sama dengannya, walaupun aku menggunakan penyamaran seperti ini. Jadi duduk disini adalah pilihan yang terbaik," ucap Ayara pelan sambil memejamkan kedua matanya, rasa lelah dan kantuk mulai mendatangi dirinya.


Cecar hanya tersenyum mendengar perkataan sang bos, ia tau apa yang dikatakan bosnya itu adalah sebuah hal yang masuk akal. Mengingat Henry bukanlah seorang pria biasa, tak lama kemudian Ayara sudah tak berbicara lagi. Ia sudah tertidur pulas dengan menggunakan boneka SpongeBob SquarePants sebagai sandaran kepalanya, melihat Ayara tidur Cecar pun akhirnya memilih ikut memejamkan kedua matanya. Perjalanan kali ini akan terasa lebih lama dari sebelumnya, oleh karena itu Ia memutuskan untuk tidur supaya energinya kembali saat besok tiba di Busan Korea Selatan.


Di kursi bisnis pun Michael terlihat juga sudah tidur disamping Henry, begitupula dengan dua bodyguard yang berjaga di kursi belakang Henry dan Michael. Henry sengaja meminta Michael memesankan bangku bisnis juga untuk kedua bodyguardnya agar bisa lebih dekat dengan mereka.


Selama dalam penerbangan menuju Busan Ayara hanya terbangun dua kali saat ia akan buang air kecil dan saat waktu makan tiba, selebihnya ia tidur dengan sangat nyenyak. Ternyata walau ia ada di bangku biasa namun ia bisa tidur dengan nyaman karena kursinya bisa diatur sedemikian rupa pasalnya mereka duduk di kursi paling belakang sehingga membuat nyaman, Cecar yang selama ini ikut Ayara nampak kaget saat melihat Ayara bisa tidur senyenyak itu dalam pesawat. Pasalnya selama mereka pergi bersama untuk menjalankan misi Ayara tak pernah tidur, ia selalu mendengarkan musik kalaupun tidur ia hanya akan memejamkan mata paling lama satu jam. Namun kali ini ia terlihat sangat nyenyak sekali tidur di pesawat, hal ini ada untungnya sendiri bagi Cecar karena itu artinya ia juga bisa tidur lebih lama juga.


Setelah menempuh perjalanan selama hampir 21 jam pesawat Cathay Pacific yang membawa Ayara dan Henry akhirnya tiba di bandara udara internasional Gimhae di Busan Korea Selatan dengan aman tanpa ada gangguan apapun. Sejak satu jam sebelum mendarat Ayara sudah dibangunkan oleh Cecar, mereka berdua pun terlihat melakukan persiapan sebelum mendarat.


Karena didalam pesawat terdapat akses internet Cecar mencoba melihat kondisi keadaan di bandara sambil memastikan ada atau tidak kah orang-orang Dmitry yang menunggu di bandara, jantung Ayara berdetak sangat cepat ketika Cecar menunjukkan foto-foto anak buah Dmitry yang berdiri di pintu ke datangan mereka sepertinya sudah menanti Henry dengan baik.


"Apa yang harus kita lakukan nona?" tanya Cecar pelan.

__ADS_1


"Coba arahkan para polisi itu untuk berjaga di terminal kedatangan internasional Cecar, aku yakin anak buah Dmitry tidak akan macam-macam saat ada polisi," jawab Ayara dengan cepat sambil menunjuk para polisi yang berdiri tak jauh dari tempat para anak buah Dmitry berada.


"Siap nona," ucap Cecar pelan.


Cecar kemudian membajak sistem kepolisian yang ada di bandara Gimhae Internasional, ia lalu memberikan perintah kepada keempat polisi yang berjaga di sekitar bandara untuk berkumpul di pintu kedatangan internasional. Usaha yang dilakukan Cecar akhirnya berhasil keenam polisi yang tadinya berpencar kemudian berkumpul telat disamping kanan dan kiri para anak buah Dmitry, mereka nampak berbicara melalui earpiece satu sama lain sehingga membuat sepuluh anak buah Dmitry salah tingkah. Mereka seolah sedang dikepung oleh polisi bersenjata lengkap itu, tak lama kemudian satu persatu anak buah Dmitry terlihat berjalan meninggalkan area kedatangan internasional dengan cepat.


Ayara tersenyum melihat para pria berseragam serba hitam itu menjauh dari area kedatangan, ia menepuk-nepuk pundak Cecar memberikan pujian pada asisten terbaiknya itu.


"Apa yang kau lakukan sehingga para polisi itu berkumpul?" tanya Ayara penasaran.


"Aku katakan salah satu penumpang dari Dublin akan melahirkan, tadi saat aku akan ketoilet aku melihat seorang wanita yang sedang hamil besar terlihat pucat. Saat aku tanya dia bilang hari melahirkannya masih sepuluh hari lagi menurut dokter, namun aku tak percaya melihat betapa sulitnya wanita itu berjalan aku yakin ia akan segera melahirkan. Maka dari itu aku menggunakan alasan wanita itu saja untuk mengusir anak buah Dmitry Brown, nahh lihat kan sudah ada beberapa orang petugas medis juga," jawab Cecar penuh semangat sambil menatap layar laptopnya yang menunjukkan ada tiga orang berpakaian serba putih berdiri disamping para polisi.


Ayara hanya terkekeh melihat apa yang dilakukan Cecar, ia kemudian kembali menyandarkan tubuhnya di kursi. Sepuluh menit lagi mereka akan landing, Ayara pun mengencangkan kembali sabuk pengaman begitu pula Cecar dan penumpang lainnya termasuk penumpang wanita yang sedang hamil besar itu.


Tak lama kemudian pesawat yang mereka tumpangi akhirnya mendarat dengan mulus di landasan pacu tanpa gangguan apapun, saat para penumpang turun satu demi satu tiba-tiba terdengar jeritan sangat keras dari arah kursi penumpang wanita yang disebutkan oleh Cecar sebelumnya. Para pramugari terlihat panik ketika melihat wanita hamil itu sudah mengeluarkan air ketuban, mereka lalu menghubungi petugas yang ada di luar dan bersyukur karena sudah ada petugas medis yang bersiap di area kedatangan.


Cecar hanya mengedipkan satu matanya ke arah Ayara ketika mereka keluar melewati wanita yang sedang kesakitan karena ingin melahirkan itu, karena Henry dari bangku bisnis ia tak melewati pintu yang sama dengan Ayara. Ia sudah turun terlebih dahulu bersama Michael dan kedua bodyguard-nya, Ayara hanya melihat dari belakang sang suami berjalan menjauh darinya.

__ADS_1


"Ini baru awal sayang, kau tenang saja. Aku akan menjagamu," ucap Ayara dalam hati.


🌼 Bersambung 🌼


__ADS_2