Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Keluarga tak harus sedarah


__ADS_3

Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Setelah selesai berbelanja di mall Alfredo mengajak Raisa dan Ayara pulang kembali ke apartemen setelah sebelumnya mereka menikmati makan siang bersama di sebuah restoran mewah yang ada di mall tersebut, perhiasan yang diberikan oleh Alfredo hanya satu yang dipakai oleh Ayara yaitu sepasang anting bentuk bulan sabit cantik yang menghiasi kedua telinganya.


Sementara kalung dan cincin ia simpan di dalam kotak yang disatukan dengan perhiasan milik Raisa, pada awalnya Alfredo mengatakan Ayara harus memakai perhiasan itu akan tetapi Ayara menolak. Ia beranggapan kalau jika ia memakai kalung dan cincin juga maka ia akan mengundang banyak orang berbuat jahat, oleh karena itu ia memilih memakai anting saja. Alfredo tersenyum mendengar perkataan putri kesayangannya itu, ia akhirnya setuju dengan perkataan putrinya itu begitu pula dengan Raisa yang beranggapan bahwa Ayara sudah semakin dewasa.


"Yara lihat bajumu, es krim yang kau pegang itu menetes di baju sayang." Ucap Raisa pelan sambil menggelengkan kepalanya ketika melihat baju yang dipakai Ayara kotor terkena es krim yang sedang ia makan.


"Maaf mommy, es krimnya nakal." Jawab Ayara tanpa rasa bersalah sambil terus memakan es krim potong singapore yang akhirnya dia beli ketika akan keluar dari mall.


"Kenapa jadi es krimnya yang nakal?" Tanya Alfredo heran.


"Soalnya dia meleleh Daddy, seharusnya kan dia diam saja sampai masuk ke dalam perutku." Jawab Ayara dengan cepat sambil menyeka bibirnya yang kembali belepotan es krim coklat yang ada di tengah-tengah roti.


Mendengar perkataan Ayara membuat Alfredo langsung tertawa terbahak-bahak di dalam mobil, begitu juga dengan Raisa yang tak bisa menahan tawanya karena perkataan sang putri kesayangan. Bahkan beberapa orang bodyguard Alfredo pun ikut tersenyum geli ketika mendengar perkataan sang nona yang yang mulai saat ini akan ia jaga, sebenarnya para pria berbadan besar itu tidak mengerti dengan bahasa Indonesia akan tetapi karena mereka menggunakan alat penerjemah otomatis yang terpasang di telinganya masing-masing mereka mengerti dengan apa yang saya katakan.


Hanya Ayara sendiri yang tak tertawa di dalam mobil, ia hanya memicingkan satu matanya melihat semua orang menertawakannya. Tak lama kemudian mobil yang disewa oleh Alfredo pun akhirnya sampai di apartemen milik Ayara yang ada di daerah SCBD, mereka turun di parkiran bawah tanah dan langsung berjalan menuju lift yang akan mengantar mereka ke unit apartemen Ayara.


"Apa kau mau mandi terlebih dahulu honey?" Tanya Raisa sambil tersenyum kepada Alfredo.


"Boleh." Jawab Alfredo dengan cepat.


"Ya sudah ayo ikut kedalam." Ajak Raisa pelan meminta Alfredo masuk ke dalam kamarnya.


"Ok, daddy titip ponsel daddy ya sayang." Ucap Alfredo pelan sambil membelai rambut Ayara yang sedang duduk di sofa dan meletakkan ponselnya di samping Ayara.


Ayara mengangkat satu alisnya melihat ponsel sang ayah tidak terkunci.


"Daddy kenapa ponselnya tidak dikunci? dikunci dulu dadd sebelum ditinggal." Ucap Ayara dengan cepat menahan ayahnya yang akan masuk ke dalam kamar ibunya untuk mandi.


"Biarkan saja seperti itu kalau misalkan ada telfon masuk Yara boleh angkat atau baca pesannya." Jawab Alfredo dengan cepat sambil tersenyum.


Deg


Ayara kembali terdiam mendengar perkataan sang ayah, kedua matanya pun tiba-tiba memerah. Entah mengapa sejak ia mengenal Alfredo satu hari yang lalu jiwa wanitanya tiba-tiba muncul, padahal selama ini ia sangat jarang sekali mengeluarkan air mata jika tidak terjadi sesuatu yang benar-benar mengusik hatinya. Akan tetapi tidak dengan kali ini, setiap mendengar perkataan Alfredo selalu membuat hati kecilnya tersentuh.


Dulu sewaktu ia masih tinggal bersama dengan ayah kandungnya di Jepang jangankan makan bersama atau bertegur sapa, Ayara melihat ponsel sang ayah tergeletak diatas meja saja ayahnya itu membentaknya dan memarahinya. Padahal Ayara tidak menyentuh, ia hanya melihat saja karena ponselnya terus berbunyi tanpa henti. Tapi saat ini justru sangat berbeda jauh, sang ayah barunya bahkan memperbolehkannya untuk mengangkat ponselnya.


Ceklek


Raisa membuka pintu kamarnya dan berjalan keluar karena ingin membuat minuman untuk Alfredo yang sedang mandi, akan tetapi langkahnya terhenti ketika melihat Ayara duduk terdiam di sofa sambil menatap ponsel milik Alfredo yang tergeletak tak jauh darinya.


"Sayang kenapa ?" Tanya Raisa pelan sambil membelai rambut Ayara penuh kasih.


"Mom sebenarnya ayah kandung Yara itu siapa?" Tanya Ayara lirih dengan mata berkaca-kaca.


"Kenapa Yara bertanya seperti itu!!" Ucap Raisa dengan suara meninggi, ia tak suka membahas tentang mantan suaminya saat ini.


"Kenapa daddy Alfredo sebaik itu ada Yara, sementara pria yang bernama Ryuichi itu jahat pada Yara dan menganggap Yara sampah. Tapi kenapa daddy Alfredo tidak, kenapa dia sesayang ini pada Yara...Yara bahkan bukan anak kandungnya Yara cuma hiks...hikss....


Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya karena sudah menangis, ia selalu sedih jika membahas perlakuan yang ia terima dari ayah kandungnya dulu. Raisa kemudian memeluk Ayara dengan cepat, ia lalu menyeka air mata yang keluar dari sepasang mata indah milik Ayara yang sangat mirip dengan dirinya itu.


"Menjadi keluarga tidak harus sedarah dan itu yang yang dianut oleh daddymu sayang. Daddy sangat menyayangimu sama seperti dia menyayangi mommy, hal itulah yang membuat mommy yakin kepadanya dan mau menerima lamarannya." Ucap Raisa lembut mencoba menenangkan Ayara.

__ADS_1


"Kenapa daddy baik sekali pada Yara, kenapa daddy baru datang dalam kehidupan Yara sekarang mom. Kenapa bukan daddy Alfredo yang menjadi ayah kandungnya Yara, kenapa Yara tidak mengenal daddy sejak dulu." Tanya Ayara tanpa henti dengan air mata yang mengucur dari kedua matanya.


"Maaf Yara, maafkan mommy harus membuat Yara menderita. Apa yang Yara alami sepenuhnya salah mommy...mommy minta maaf nak harus membuatmu memiliki ayah kandung sejahat itu." Jawab Raisa terbata, air matanya pun sudah membasahi pipi cantiknya. Raisa tau betapa besar kerinduan Ayara akan sosok ayah selama ini.


Setelah berpelukan selama hampir dua menit dengan sang ibu Ayara akhirnya bisa menenangkan dirinya kembali, air mata yang membasahi pipinya pun sudah kering menyisakan sedikit kesembapan di sepasang mata indahnya.


"Terima kasih mom sudah membawa daddy Alfredo ke dalam kehidupan Yara." Ucap Ayara lirih.


"Kebahagiaan Ayara adalah kebahagiaan mommy, jadi selama Yara bahagia mommy juga akan bahagia. Mulai saat ini kita akan menjadi keluarga yang utuh dan mommy berjanji kepada Yara mommy tak akan membiarkan Yara menangis lagi, Yara akan bahagia bersama mommy dan daddy di rumah baru kita di Spanyol." Jawab Raisa dengan lembut.


"Apakah Yara harus ikut pindah ke Spanyol?" Tanya Ayara tiba-tiba.


"Sure, tentu saja sayang." Jawab Raisa dengan cepat.


"Tapi Yara tak punya teman mom...


"Yara akan punya banyak teman disana, jadi Yara tenang saja." Ucap Raisa memotong perkataan Ayara.


"Yara tak mau ikut mom, Yara di Jakarta saja ya." Pinta Ayara bernegosiasi.


"Ini adalah permintaan kecil dari daddy lalu apakah Yara akan membuat daddy kecewa?" Tanya Raisa dengan cepat.


Ayara menggelengkan kepalanya perlahan merespon perkataan sang ibu, ia tau kalau saat ini ia tak bisa menolak permintaan ayahnya untuk ikut pindah ke Spanyol. Ayara sudah terlanjur nyaman tinggal di Jakarta walaupun harus berurusan dengan pria-pria yang menyebalkan itu, Ayara sudah terbiasa beradaptasi dengan lingkungan Jakarta dan belum siap beradaptasi dengan lingkungan baru lagi.


Tak lama kemudian Alfredo pun keluar dari kamar Raisa dengan menggunakan pakaian baru yang sudah disiapkan oleh Raisa sebelumnya, mereka lalu berbincang-bincang di ruang keluarga sambil melihat Ayara yang sedang mengemasi pakaiannya ke dalam koper. Besok pagi mereka akan segera berangkat ke Spanyol menggunakan pesawat jet pribadi milik Alfredo Del Castillo yang baru saja mendarat di Jakarta tiga puluh menit yang lalu.


"Aku lapar." Bisik Alfredo lirih sambil tersenyum pada Raisa.


"Ya sudah aku buatkan makanan untukmu." Jawab Raisa dengan cepat.


"Makan apa?" Tanya Raisa bingung.


"Aku ingin memakanmu." Jawab Alfredo tanpa rasa bersalah.


"Honey ....


"sttttttt ....Ayara didepan kita." Ucap Alfredo dengan cepat sambil meletakkan satu jarinya didepan mulut mencoba menenangkan Raisa yang akan marah padanya.


Seketika Raisa menutup mulutnya dengan tangan dan menoleh ke arah Ayara yang masih sibuk menata miniatur karakter mother of dragon yang diperankan Emilia Clarke dalam film the game of throne yang Ayara suka ke dalam box beserta ketiga naga kecilnya juga.


"Nakal..." Ucap Raisa pelan sambil memukul lengan Alfredo dengan gemas.


"Nakal kepadamu tak masalah bukan." Jawab Alfredo lirih.


Blush


Wajah cantik Raisa langsung memerah dan terasa panas, sudah lama sekali ia tak merasakan perasaan seperti saat ini. Sejak Ayara lahir ia hanya beberapa kali bercinta dengan Yamashita Ryuichi, bahkan ketika Ayara sudah mulai bisa berjalan mereka sudah pisang ranjang dan tak pernah bercinta sampai Ayara berumur lima belas tahun.


"Kau menyebalkan." Ucap Raisa kesal sambil mencoba membuang wajahnya ke arah lain.


"Aku mencintaimu Raisa, terima kasih sudah mau menerimaku sebagai suami." Sahut Alfredo pelan.


Raisa memeluk Alfredo dengan erat dibelakang Ayara tanpa sungkan, hari pernikahan mereka akan dilangsungkan tiga hari lagi di Spanyol. Ia benar-benar sudah tak sabar untuk itu, sejak pertemuan pertamanya dengan Alfredo beberapa bulan lalu di Inggris ia sudah merasakan getaran aneh pada Alfredo yang waktu itu masih menjadi partner bisnisnya.

__ADS_1


"Kita akan bahagia di Spanyol." Bisik Alfredo pelan.


"Yes, I know, I can't wait for that day." Jawab Raisa singkat sambil memeluk Alfredo kembali, meraka berdua pun saling berpelukan di sofa menatap putri kesayangannya sedang berbicara sendiri karena kesal sejak tadi merapikan barang-barang kesayangannya tak selesai-selesai.


"Yakin tak memerlukan bantuan daddy sayang?" Tanya Alfredo untuk kesekian kali pada Ayara.


"No thanks, I can do it myself dadd." Jawab Ayara singkat sambil melambaikan tangannya ke udara menolak bantuan sang ayah.


"Ok." Sahut Alfredo kembali.


Alfredo kembali diam dan masih menatap Ayara dari belakang bersama Raisa, ia tau kalau putrinya itu sebenarnya kesulitan akan tetapi karena ia selalu di tolak setiap akan membantu Alfredo akhirnya hanya tersenyum saja melihat Ayara.


"Arrgghhh aku kesal dari tadi tak selesai-selesai.!!!" Jerit Ayara kesal sambil mengacak-acak kardus kecil tempat miniaturnya yang akan ia bawa pergi ke Spanyol.


"Ha ha ha...ya sudah sini biar daddy yang kerjakan sayang." Sahut Alfredo pelan sambil tertawa, ia lalu melepaskan pelukannya dari Raisa dan mulai membantu Ayara di karpet. Tanpa sepengetahuan Alfredo dan sang putri kesayangan Raisa nampak sedang mengambil foto mereka berdua dan mengunggahnya ke akun sosial medianya dengan memberikan caption tanda hati.


Ditempat lain Yamashita Ryuichi nampak sedang marah-marah pada istrinya Keiko pasca mengetahui bahwa wanita yang menjadi cinta pertamanya itu ternyata sudah membohonginya bertahun-tahun, ternyata Keiko tak sakit ia bahkan masih mempunyai rahim dan kondisi rahimnya masih sehat.


"Kau wanita terjahat yang aku kenal Keiko.!!" Teriak Yamashita Ryuichi penuh emosi sambil melempar kertas laporan hasil pemeriksaan Keiko yang baru dilakukan hari ini di Jakarta.


"Aku mencintaimu Ryu, aku ingin menjadi istrimu aku ingin melahirkan penerusmu...


Plak


Plak


Yamashita Ryuichi melayangkan tamparannya kepipi Keiko sebanyak dua kali dimasing-masing pipinya sehingga membuat Keiko jatuh tersungkur ke lantai.


"Aku sudah punya Ayara, dia anakku dan aku tak membutuhkan anak lagi dari wanita jahat sepertimu Keiko!!!" Pekik Yamashita Ryuichi jengkel.


"Ryu..hu hu...ampun Ryu aku tak mau kehilanganmu Ryu, aku mencintaimu Ryu..m


"Kita akan bercerai setelah sampai di Jepang, aku tak sudi punya istri gila sepertimu yang tega melakukan hal mengerikan seperti ini." Ucap Yamashita Ryuichi memotong perkataan Keiko dengan suara bergetar karena menahan amarah.


Brak


Yamashita Ryuichi melempar laptop miliknya ke lantai dan kemudian berjalan keluar dari hotel menuju ke sebuah tempat yang akan menenangkan pikirannya jika sedang ada masalah seperti ini.


Setelah Ryuichi pergi dari kamar Keiko nampak tertatih berjalan menuju ke kearah kertas yang dilempar oleh Ryuichi sebelumnya, dengan tangan bergetar ia mengumpulkan dan membaca kertas yang dibawa Ryuichi tadi. Beberapa kertas hasil pemeriksaan dokter yang dilakukan siang tadi disebuah rumah sakit besar di Jakarta, dimana berkas-berkas itu menunjukkan bahwa rahimnya dalam kondisi sehat walau ada sedikit masalah di sel telurnya yang masih kecil-kecil di ovarium kanan dan kirinya.


"Aku melakukan ini demi untuk keluarga Yamashita Ryu...akulah yang pantas memberikan keturunan pada kalian bukan wanita sialan itu Ryu....aku lah yang pantas Ryu aku Hasegawa Keiko lah yang pantas melahirkan keturunan Yamashita Ryu..hu hu hu ....


Tangis Keiko terdengar menyayat hati begitu memilukan, setelah menjadi wanita simpanan Ryuichi sejak kelahiran putri pertamanya Ryuichi yang didapat dari seorang wanita asing berwarga negara Inggris Keiko sudah sangat berharap bisa mengandung juga agar bisa menikah dengan Ryuichi akan tetapi Tuhan tak berpihak padanya. Keiko tetaplah tidak hamil walau ia sering tidur bersama Ryuichi bahkan ketika ia menikah dengan pria lain untuk menutupi perselingkuhannya dengan Ryuichi pun ia tak kunjung hamil, sampai akhirnya ia pura-pura sakit agar Ryuichi menceraikan Raisa wanita yang ia benci selama bertahun-tahun.


Keiko bahkan sudah melakukan prosedur bayi tabung saat itu akan tetapi ia tetap tak kunjung hamil sampai akhirnya ia lelah sendiri dengan usahanya, Keiko masih takut dilempar Ryuichi kejalan kalau ia tak punya keturunan.


"Aku Hasegawa Keiko tak akan menyerah, dari awal kau adalah milikku Ryuichi maka sampai matipun kau akan jadi milikku. Aku sudah berhasil merebut mu dari Raisa jadi aku tak akan menyerahkan mu lagi padanya...kau milikku Ryuichi." Ucap Keiko penuh kebencian sambil menyobek-nyobek kertas yang sedang ia pegang.


🌼Bersambung 🌼


Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Terima kasih

__ADS_1


love U all🌹


__ADS_2