
Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Didepan sebuah studio Muay Thai mobil BMW i8 milik Ayara terparkir dengan cantik di tempat parkir khusus pengunjung studio Muay Thai VVIP, sementara itu Ayara sedang berlatih bersama personal trainer pribadinya yang bernama Christian selama hampir satu jam tanpa henti. Christian yang menjadi partner sparing Ayara merasa heran ketika melihat Ayara yang menggebu-gebu, ia bahkan bisa merasakan kalau tendangan Ayara terasa lebih kuat daripada sebelumnya.
"Kalau kau terus memintaku melatihmu seperti ini maka aku bisa pingsan dalam dua puluh menit ke depan Yara." Ucap Christian mencoba menyadarkan Ayara supaya menghentikan latihannya.
"Kau ini laki-laki Christ, kenapa kau lemah seperti itu." Jawab Ayara dengan cepat sambil terus melakukan latihannya dengan memukul samsak yang dipegang oleh Christian.
"Kalau kita masih berlatih selama tiga puluh menit aku siap melayanimu Yara, akan tetapi kita sudah berlatih lebih dari satu jam. Aku punya ambang batas kekuatan sendiri Yara." Sahut Christian dengan cepat sambil menjauh dari Ayara yang bersiap melakukan kembali jurus-jurusnya ke arah samsak yang tergantung.
Ayara langsung menurunkan kakinya yang masih melayang di udara, ia lalu berjalan mendekati Christian yang sudah duduk di tempat istirahat.
"Thank." Ucap Christian pelan sambil menerima botol minuman yang diberikan oleh Ayara.
"You're Wellcome." Sahut Ayara singkat sambil membuka botol minuman yang ada ditangan kanannya dan langsung meminumnya dengan cepat.
"Ada apa denganmu Yara?" Tanya Christian pelan ketika melihat sikap Ayara yang berbeda kali ini.
Ayara langsung duduk di samping Christian dan bersandar di dinding yang ada dibelakangnya sambil memejamkan kedua matanya tanpa menjawab pertanyaan Christian.
"Aku jadi mengerti kenapa keluarga ayahku menginginkan seorang anak laki-laki Christ." Ucap Ayara lirih dengan membuka kedua matanya perlahan.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Tanya Christian bingung.
"Sebelum kemari aku memberi pelajaran pada empat orang laki-laki yang kurang ajar Christ." Jawab Ayara datar.
"Ceritakan secara detail Yara aku ingin dengar!!"Ucap Christian dengan suara meninggi sambil memegang tangan Ayara dengan keras.
Ayara melirik pelan ke arah tangan Christian yang sedang mencengkram lengannya, seolah sedang memberikan perintah pada Christian untuk melepaskan tangannya. Christian pun langsung melepaskan tangannya dari lengan Ayara dengan cepat sambil mengangkat kedua tangannya ke udara dalam mode menyerah.
Melihat apa yang dilakukan Christian membuat Ayara tersenyum, ia lalu menceritakan apa yang sudah dia lakukan tadi di apartemennya dengan detail. Christian hanya menelan salivanya ketika mendengar perkataan Ayara, ia sebenarnya sudah menduga kalau Ayara pasti ada masalah akan tetapi ia tak menyangka kalau Ayara menghajar empat pria sekaligus.
"Jangan lakukan itu lagi Yara ...bahaya!!" Ucap Christian dengan suara meninggi ketika Ayara menyudahi ceritanya.
"Itu bukan apa-apa Chris, aku bahkan pernah menghajar sembilan pria sebelumnya." Sahut Ayara pelan sambil tersenyum tipis.
"Melihat sikapmu yang berlebihan ini aku jadi semakin yakin kalau perempuan memang dianggap lemah oleh para lelaki, asal kau tahu Christ apa yang kulakukan itu adalah bentuk perlingungan diri." Jawab Ayara memotong perkataan Christian sang trainer pribadinya dengan cepat.
"Bukan begitu Yara, maksudku bukan begitu. Hanya saja kalau bisa lebih baik kau menghindari hal itu Yara aku takut kau terluka bukankah ibumu melarangmu melakukan ini." Ucap Christian pelan mencoba menenangkan Ayara yang terlihat marah.
Ayara tersenyum mendengar perkataan sang trainer pribadi, ia lalu bangun dari matras dan berdiri dengan cepat.
"Aku hanya ingin membuat tak ada beda antara pria dan wanita Christ, setidaknya tak ada lagi orang yang merendahkan seorang wanita lagi Christ. Karena percayalah rasanya sangat tidak menyenangkan selalu direndahkan karena terlahir sebagai perempuan oleh semua orang yang mengenalmu bahkan oleh keluarga dekatmu juga." Ucap Ayara pelan sambil menoleh ke arah Christian.
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu Ayara kemudian pergi meninggalkan sang trainer pribadi menuju ke ruang ganti untuk membersihkan diri sebelum pulang.
Melihat Ayara pergi membuat Christian menghela nafas panjang, ia sebenarnya prihatin melihat kondisi Ayara. Di usianya yang masih sangat muda harus sudah mengalami kejadian yang sangat menyakiti hatinya apalagi yang melukainya adalah sang ayah kandung sendiri. Seorang ayah yang harusnya memberikan kasih sayang tulus pada anak gadisnya akan tetapi hal seperti itu tidak pernah Ayara dapatkan sejak kecil sehingga pribadinya yang keras seperti sekarang akhirnya terbentuk.
"Aku harap kau bahagia Yara, nikmati hidupmu seperti anak seusiamu." Ucap Christian tulus mendoakan Ayara.
Setelah mandi dan berganti pakaian Ayara kemudian pergi meninggalkan studio Muay Thai dengan mobil mahalnya menuju ke tempat makan untuk mengisi perut tanpa berpamitan dengan Christian, ia merasa kalau Christian juga meyalahkan dirinya atas apa yang ia lakukan tadi siang di apartemen.
"Kau tak tahu rasanya selalu di remehkan sejak kecil Christ, jadi mudah bagimu bicara seperti itu." Ucap Ayara lirih dengan mata berkaca-kaya, ia kembali mengingat apa yang sudah ia alami selama ini sewaktu tinggal di jepang dimana semua orang merendahkannya karena alasan yang tak masuk akal sampai akhirnya ia memutuskan tak mau pergi sekolah.
"Aku bukanlah Yamashita Ayara lagi, namaku adalah Ayara Turner. Ayara yang kuat dan tak bisa ditindas oleh siapapun bahkan oleh seorang lelaki sekalipun." Imbuh Ayara pelan sambil menyeka air mata yang menetes dari kedua mata indahnya, Ayara kemudian menginjak gas mobilnya dengan kuat sehingga mobilnya melesat lebih cepat mengarungi padatnya jalan ibukota yang masih lenggang.
🌸Bersambung 🌸
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Terima kasih kakak-kakak.
__ADS_1
Love u all...🌹🌹