Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Luka yang tak terasa


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2


Terima kasih.


Henry langsung berlari ke lantai dua menuju kamar Ayara saat melihat tetesan darah terlihat di lantai menuju tangga, padahal hanya ada dirinya dan Ayara yang ada di dalam apartemen. Saat sampai didepan kamar Ayara tetesan darah itu berhenti, walau tak banyak akan tetapi cukup terlihat dengan jelas bahwa itu adalah darah. Jantung Henry berdetak dengan sangat cepat, ia sudah memikirkan banyak hal buruk terjadi pada Ayara.


Tok


Tok


"Sayang...buka pintunya... Yara... Yara..!!!" panggil Henry berkali-kali memanggil Ayara, namun tak ada jawaban apapun dari dakam.


"Yara buka pintunya atau aku akan melakukan apa yang kemarin sudah aku lakukan," ucap Henry dengan suara meninggi sambil meraih pistol yang ada dibalik pakaiannya.


Karena tak juga mendapat jawaban Henry akhirnya memutuskan untuk menembak pintu kamar Ayara, seperti ia menembak pintu kamarnya kemarin. Suara bising pun terdengar memekakkan telinga saat lagi-lagi timah panas Henry menghancurkan kunci kamar Ayara, pada bodyguard yang ada dilantai satu langsung berlarian menuju lantai dua untuk melihat apa yang terjadi. Mereka langsung berhenti saat melihat daun pintu kamar sang nyonya hancur berserakan dilantai dan tak melihat sang tuan yang sudah masuk ke dalam kamar, mereka hanya bisa berdiri didepan kamar dan tak berani masuk.


Henry yang sudah berdiri didepan pintu kamar mandi sedang memanggil Ayara yang sedang ada didalam kamar mandi namun lagi-lagi ia tak mendapatkan jawaban, Henry terlihat panik karena Ayara tak kunjung menjawab panggilannya. Henry tak bisa menembak pintu lagi, ia tak mau mengambil resiko kalau Ayara ada didalam kamar mandi karena terlalu berbahaya.


"Kevin....kevinnn come in," panggil Henry pada salah satu bodyguard-nya yang masih ada didepan kamar Ayara.


"Iya tuan ada apa?" tanya Kevin dengan cepat saat ia sudah sampai di hadapan Henry.


"Ambilkan alat untuk membongkar pintu cepat!!!aku harus membongkar pintu kamar mandi secepatnya, aku tak bisa menembak lagi terlalu bahaya. Istriku ada didalam kamar mandi, cepat ambilkan di gudang," jawab Henry panik.


"Baik tuan," sahut Kevin singkat, ia lalu berlari menuju gudang sesuai permintaan Henry.


Henry yang sudah khawatir akan keadaan Ayara di dalam kamar mandi terlihat sangat bingung, ia lalu memutuskan untuk mendobrak. Pada percobaan pertama ia gagal, padahal ia sudah menendang dengan kuat. Saat sedang mengambil ancang-ancang dan bersiap untuk menendang tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Ayara yang sedang memakai satu headset di salah satu telinganya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Ayara bingung ketika melihat Henry sedang memasang kuda-kuda.


Alih-alih menjawab pertanyaan sang istri Henry justru langsung berjalan cepat ke arah Ayara dan melihat tubuh Ayara dari atas sampai bawah, Henry memutar-mutar tubuh Ayara dan ekor matanya melihat ada noda merah yang masih basah di lengan kiri Ayara. Tanpa meminta ijin Henry langsung merobek baju Ayara membuat Ayara berteriak karena kaget.


"Kau brengseekk Henry apa yang kau lakukan!!!" jerit Ayara panik saat lengan bajunya disobek Henry.

__ADS_1


"Sayang kau...


Henry tak dapat menyelesaikan perkataannya Karena tiba-tiba Kevin masuk ke dalam kamar sambil membawa alat untuk membongkar pintu.


"Tuan ini...


"Panggil dokter, panggil dokter Rachel secepatnya!!ingat Kevin panggil dokter Rachel dokter wanita bukan dokter pria...sekarang!!!" ucap Henry memotong perkataan Kevin.


"B--baik tuan," jawab Kevin terbata, ia lalu meletakkan alat yang baru ia ambil dari gudang dengan hati-hati dimeja yang ada dikamar Ayara. Setelah itu ia terlihat menghubungi dokter Rachel seperti yang diperintahkan Henry padanya.


Ayara yang belum mengerti dengan apa yang terjadi masih kesal karena pakaiannya di sobek oleh Henry, wajahnya merah padam karena menahan marah.


"Kau ini bodoh sekali Yara!!!" ucap Henry ketus.


"Bodoh apa kau yang bodoh kau yang brengseekk beraninya kau merobek bajuku, memangnya kau pikir aku wanita murahan yang bisa kau perlakukan seenak hatimu hah!!" sahut Ayara penuh emosi.


"Dan lihat kau menghancurkan pintu lagi, sebenarnya masalahmu apa Henry? apa kau tak suka kalau aku ada di...


Henry mendaratkan ciumannya di bibir Ayara sehingga membuat Ayara tak bisa menyelesaikan perkataannya, Ayara yang sedang marah pada Henry mengangkat kaki kanannya dan menggunakan lututnya untuk menendang Henry. Henry yang tak siap menerima tendangan itu nampak kesakitan dan langsung melepaskan ciumannya pada Ayara, ia bahkan sampai terpundur satu langkah sambil memegangi perutnya yang kesakitan karena terkena lutut Ayara.


"Itu hukumanmu karena seenaknya memeluk dan mencium...


Warna merah di lengan baju Henry membuat Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya, ia lalu mendekati Henry dengan pandangan yang melembut karena merasa bersalah pada Henry.


"K--kau terluka?" tanya Ayara terbata.


Henry diam dan tak menjawab pertanyaan Ayara, ia lalu bangun dan mendekati Ayara kembali. Perlahan ia meraih wajah Ayara menggunakan kedua tangannya dan menyentuh pipi kiri dan kanan Ayara.


"Kau yang terluka sayang bukan aku," jawab Henry lembut.


"Aku terluka?! aku baik-baik saja Henry, jangan asal bicara," sahut Ayara ketus sambil menangkis tangan Henry yang sedang menyentuh kedua pipinya.


Henry tersenyum mendengar perkataan Ayara, ia lalu mengarahkan tangan kanannya ke lengan kiri Ayara yang tadi bajunya sudah ia sobek. Perlahan ia menyentuh luka yang cukup dalam di lengan Ayara.

__ADS_1


"Awww sakittt..." pekik Ayara sambil meringis saat Henry menekan luka ditangan kirinya.


"Maaf...."ucap Henry pelan dengan mata menyendu menatap Ayara penuh penyesalan.


"Bagaimana aku bisa terluka, aku tak tau kalau aku terluka Henry," tanya Ayara bingung, pasalnya ia sama sekali tak merasakan sakit sampai akhirnya tadi Henry menekan lukanya barulah ia merasa sakit.


"Silly girl, kau benar-benar ceroboh sayang," jawab Henry lembut sambil membelai wajah Ayara.


"Tapi kapan aku mendapatkan luka ini aku tak tau Henry, aku ...


"Apa yang terjadi tuan Luke?!" tanya seorang wanita dari arah luar dengan terbata-bata karena berlari saat menaiki tangga.


Henry dan Ayara langsung menoleh kearah sumber suara, rupanya dokter Rachel yang tadi diminta Henry untuk datang sudah tiba. Kebetulan rumah sakit tempat dokter Rachel bekerja tak jauh dari apartemen Henry, sehingga tak membutuhkan waktu lama bagi Kevin untuk menjemputnya.


"Tolong istriku, istriku terluka," jawab Henry dengan cepat sambil menunjukkan luka di lengan Ayara yang cukup dalam.


"Astaga, bagaimana bisa anda mendapatkan luka sedalam ini nyonya?" tanya dokter Rachel kaget saat melihat luka sobek yang cukup dalam dan panjang di lengannya.


"A--aku tak tau..


🌼 Bersambung 🌼


VOTE VOTE VOTE


VOTE VOTE VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2