
Baca novel thor lainnya yang berjudul
FAITH 2 : The return of the prince
Brukkk
Pria yang menodongkan pistol pada Ayara terjatuh ke lantai karena pukulan seseorang yang ternyata adalah Cecar yang menyamar sebagai wanita menggunakan hanbok, melihat penampilan Cecar hampir membuat Ayara terbahak-bahak kalau Cecar tak langsung mencubit lengannya.
"Sakitttt..." ucap Ayara dengan suara meninggi saat sesar mencubit tangannya.
"Aku tau nona bos pasti akan tertawa melihatku seperti ini, tahan tawamu dan lebih baik kita cepat keluar dari tempat ini. Akam sangat berbahaya kalau ada yang menyadari kehadiran kita di sini," sahut Cecar dengan cepat sambil mencengkram tangan Ayara.
Ayara menganggukan kepalanya merespon perkataan Cecar sambil menggigit bibir bawahnya supaya tidak tertawa, ia kemudian mengikuti langkah Cecar menuju ke sebuah pintu yang merupakan tangga darurat. Dengan cepat mereka berdua menuruni tangga darurat yang berbentuk lingkaran itu menuju ke lantai paling bawah.
"Wait a minute Cecar, please check that there are people checking or not. Usually in a room like this used by people to relax or ...
*Tunggu sebentar Cecar, periksa apakah ada orang yang memeriksa atau tidak. Biasanya di ruangan seperti ini digunakan oleh orang untuk bersantai atau...
Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya karena melihat sepasang manusia sedang memadu kasih di balik pintu di ruangan tertutup dan sempit seperti itu, wajahnya memerah ketika melihat mereka sedang memagut satu sama lain. Sementara itu Cecar hanya melihat Ayara sambil tertawa lebar tanpa suara, mereka akhirnya memutuskan untuk naik lagi ke lantai satu dan tidak jadi keluar melalui basement. Beruntung di lantai satu tidak ada orang yang sedang berjaga sehingga dengan mudah mereka bisa keluar dari hotel tempat Dmitry menginap.
"Berapa alat yang sudah berhasil anda pasang nona?" tanya Cecar pelan sambil melepas hanbok yang sedang ia pakai.
"Aku memasang alat penyadap di ponsel Rui," jawab Ayara singkat.
"Rui bukankah sasaran anda adalah Dmitry," tanya Cesar bingung.
__ADS_1
"No Cesar, justru Rui adalah kunci dari semua ini. Sedangkan Dmitry hanyalah sebuah pion yang dijalankan oleh Yamashita Ryuichi, sedangkan Rui adalah sang pengeksekusi yang merupakan kunci dari semua operasi yang dijalankan oleh Yamashita Ryuichi untuk mencelakai suamiku," jawab Ayara lirih, kebencian terlihat jelas dalam mata Ayara saat menyebut nama Yamashita Ryuichi.
"Who is Rui? I've never heard that name before...
*Siapakah Rui? aku belum pernah mendengar nama itu sebelumnya ...
"His name is Okada Rui, Yamashita Ryuichi's right hand nicknamed an iron hand. I had heard this name from Yamashita Ryuichi before but had never seen it in person. And this is the first time I've met him" sahut Ayara pelan memotong perkataan Cecar.
*Namanya Okada Rui, tangan kanan Yamashita Ryuichi yang mempunyai julukan tangan besi. Aku pernah mendengar nama ini dari Yamashita Ryuichi sebelumnya, tetapi belum pernah melihatnya secara langsung. Dan ini adalah pertama kalinya saya bertemu dengannya
Karena Cecar masih terlihat bingung dengan penjelasannya Ayara kemudian menceritakan secara detail siapa Okada Rui sebenarnya, setelah mendengar penjelasan sang bos kedua mata Cecar membelalak lebar. Ia tak percaya kalau pria yang baru saja diceritakan oleh Ayara pernah mencoba untuk mencelakai ibunya dan Ayara suatu ia masih kecil.
"Sebenci itukah Yamashita Ryuichi padamu nona bos?" tanya Cecar tak percaya.
"Kalau diceritakan pada orang lain mungkin memang terkesan aku sedang mengada-ada, tapi faktanya tidak seperti itu Cecar. Dia benar-benar membenciku karena aku terlahir sebagai seorang wanita, bukan hanya sekali atau dua kali ia mencoba untuk mencelakaiku saat aku masih kecil. Mungkin kalau dulu tidak ada kakek Takeda aku tak akan bisa bertemu denganmu sampai saat ini tidak bisa menikah dengan Henry dan...
"Dan tak bisa tau bahwa hidup ini sangat menyenangkan," jawab Ayara pelan sambil tersenyum, setelah berkata seperti itu Ayara kemudian melangkahkan kakinya menuju ke hotel tempatnya menginap. Meninggalkan Cevar yang sedang berusaha melepas hanbok yang terpasang di tubuhnya.
Melihat Ayara berjalan menjauh Cecar mempercepat kegiatannya untuk melepaskan baju tradisional Korea yang ia pakai menyamar sebelumnya untuk menyusul Ayara, karena ia khawatir terjadi sesuatu pada bosnya itu dan kekhawatirannya terbukti disaat yang tepat ketika Ayara membutuhkan bantuan.
"Ayo cepat pulang aku sudah mengantuk," ucap Ayara pelan sambil menguap malam ini terasa sangat berat untuknya.
"Iya nona," jawab Cecar setengah berteriak, ia kemudian membuang baju penyamarannya begitu aja di jalanan dan menyusul Ayara yang sudah jauh.
Sementara itu di hotelnya Henry baru saja kembali dari kantor Soo Internasional, hari ini banyak sekali pekerjaan yang harus ia selesaikan. Ia ingin menyelesaikan semua pekerjaannya lebih cepat supaya bisa kembali ke Dubblin lebih awal, ia tak bisa berlama-lama bisa dari Ayara sang istri.
__ADS_1
"Apa yang sedang kau lakukan sayang aku rindu padamu," ucap Henry pelan sambil menatap layar ponselnya dimana ia baru saja mengirimkan pesan pada Ayara, perbedaan waktu delapan jam dari Dublin membuat Henry tak berharap Ayara akan langsung membalas pesannya.
"Maafkan aku baru mengirimkan pesan padamu sayang, semoga kau tak marah. Aku hari ini sangat sibuk, aku ingin menyelesaikan semua pekerjaan lebih cepat supaya bisa pulang lebih awal. Aku sudah tak bisa menahan rindu lebih lama lagi, aku tak bisa lebih lama lagi berjauhan darimu,"
Pesan yang Heny kirimkan nampak terlihat jelas di ponsel pintarnya yang tergeletak begitu saja di atas tempat tidur, Henry membiarkan ponselnya seperti itu karena terburu-buru ingin masuk kamar mandi. Ia ingin mandi lebih cepat supaya bisa tidur lebih awal, dengan begitu ia berharap malam ini akan cepat berlalu.
Sepuluh menit kemudian Henry terlihat keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandinya, ia pun langsung membanting tubuhnya diatas tempat tidur tanpa membuka jubah mandinya dan berganti dengan piyama tidur. Ia sudah terlalu lelah untuk sekedar berganti baju, tak lama kemudian suara dengkuran halus terdengar dari atas ranjang. Henry benar-benar langsung tidur dalam hitungan menit setelah ia menyentuh ranjang.
Tringgg
Sebuah pesan tiba-tiba masuk dalam ponselnya, sebuah pesan balasan dari Ayara yang merupakan balasan pesan otomatis yang sudah di setting oleh Ayara dan Cecar sebelumnya. Pesan itu berisi foto Ayara yang sedang duduk diatas ranjang sambil memeluk bantal, seolah sedang menunjukkan rasa kesepiannya pasca ditinggal Henry sendirian di Dublin. Sebuah foto yang Ayara baru ambil di kamar hotelnya dan langsung ia kirim ke komputer yang ada dikamar hotelnya di Dublin untuk membalas pesan pada Henry secara langsung.
"Ini terlihat alami kan Cecar?" tanya Ayara berkali-kali pada Cecar sambil menunjukkan fotonya.
"Iya nona bos, ya sudah aku tidur ya. Tuan juga pasti sudah menerima foto itu, lebih baik kau tidur. Aku yakin besok pagi dia pasti akan meneleponmu," jawab Cecar sambil menguap.
"Ok, pergilah ke kamarmu aku juga mau tidur," ucap Ayara dengan cepat.
Tanpa bicara Cecar pun meninggalkan kamar Ayara menuju kamarnya, setelah Cecar pergi Ayara menatap ponselnya dan membaca pesan masuk dari Henry.
"Aku juga rindu padamu Henry, aku rindu pelukan hangatmu suamiku," ucap Ayara lirih sambil memejamkan kedua matanya.
🌼 bersambung 🌼
Jangan lupa Vote dan rating bintang 5.
__ADS_1
Terima kasih.