Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Back to Granada


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE.


Setelah Ayara pergi keluar Alfredo segera mengajak kedua patner bisnisnya itu untuk segera masuk ke ruang meeting dimana Dmitry Brown sudah menunggu. Saat kedua pria itu masuk ke dalam ruang meeting Dmitry tak dapat menahan tawanya ketika melihat Henry dan Ryan nampak sangat kacau, ia tertawa sampai keluar air mata begitupun asisten pribadinya Luigi yang ikut tertawa. Sementara itu Alfredo yang pernah muda hanya bisa tersenyum tipis ketika Dmitry menggoda Henry dan Ryan. Dua jam kemudian meetingpun berakhir dan akhirnya tercapai sebuah kesepakatan bahwa mereka semua siap menanggung resiko dari proyek besar ini bersama-sama tanpa terkecuali setelah menandatangai kontrak bersama, Alfredo kemudian mengajak ketiga patner bisnisnya yang baru untuk keluar melihat-lihat kantornya. Ryan yang masih belum mau dekat-dekat dengan Henry lebih memilih berjalan disebelah Alfredo sementara itu Henry nampak berjalan bersama Dmitry Brown yang sejak tadi menggodanya.


"Kalau kau terus bicara akan kusobek mulutmu Dmitry," ucap Henry kesal.


"Lalu kenapa kau harus marah, bukankah kalau kau tak merasa seharusnya kau tak marah ha ha ha...."sahut Dmitry dengan cepat.


Henry tak menjawab perkataan Dmitry ia sudah terlalu lelah untuk menjelaskan berkali-kali pada temannya itu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Begitupula Ryan yang hanya bisa diam ketika ia digoda oleh Dmitry, ia hanya tersenyum tipis merespon perkataan patner bisnisnya itu karena tak mau mencari masalah apalagi saat ini mereka sedang ada dikantor Alfredo.


"Ini adalah lantai tertinggi dikantor saya," ucap Alfredo pelan pada ketiga patnernya ketika mereka sampai dilantai tertinggi gedung kantornya, dimana mereka semua bisa melihat pemandangan indah Cordoba dari tempat itu.


"Anda sangat luar biasa tuan Alfredo," sahut Henry singkat memuji Alfredo.


"Saya yakin kantor anda di Dublin pasti jauh lebih megah daripada kantor saya ini," jawab Alfredo merendah.


"Kantor saya tak ada apa-apanya dibanding dengan kantor...


Henry tak dapat menyelesaikan perkataannya ketika melihat ke arah luar dimana ia sedang melihat Ayara dan Cecar sedang bermain drone di rooftop sambil tertawa lebar, melihat Henry diam membuat Alfredo, Ryan dan Dmitry melihat ke arah yang sama dengan Henry.


Jantung Alfredo hampir lepas dari rongga dadanya ketika melihat Ayara berlarian di rooftop tanpa rasa takut sambil memegang remote kontrol drone yang sedang ia terbangkan bersama Cecar yang juga sedang melakukan hal yang sama, tanpa bicara Alfredo segera keluar dari ruangannya menuju ke tempat Ayara berada.


"Apa yang sedang kau lakukan Yara?!" hardik Alfredo dengan suara meninggi mengagetkan Ayara dan Cecar yang sedang fokus.


"Daddy...


"Yara daddy bicara denganmu!!" teriak Alfredo kembali, ia tak sabar karena Ayara tak bergeming dari posisinya.


Begitu mendengar suara ayahnya untuk kedua kali Ayara barulah yakin bahwa suara pertama yang ia dengar adalah memang sang ayah, perlahan Ayara menoleh ke belakang dan tersenyum lebar kearah ayahnya yang sedang berdiri sambil berkacak pinggang.


"Apa yang sedang kalian lakukan ditempat ini?" tanya Alfredo kembali dengan keras.

__ADS_1


"Main drone," jawab Ayara singkat tanpa rasa bersalah.


"Kau tau tempat ini kan Yara, kenapa kau harus bermain ditempat seperti ini. Memangnya tak ada tempat lain lagi yang bisa kau pakai untuk bermain?!!!" bentak Alfredo dengan keras.


"Yara...


"Kau juga Cecar, kenapa kau tak melarang putriku ini. Bukankah kau anak buahnya kenapa kau harus mengikuti ajakan sesat bosmu ini bermain ditempat berbahaya seperti ini.!!" ucap Alfredo memarahi Cecar yang sejak tadi menunduk.


Ayara yang baru pertama kali mendengar ayahnya marah seperti itu nampak sangat kaget, ia bahkan sampai lupa mengontrol drone miliknya yang masih terbang di udara sehingga drone itu akhirnya hilang kendali dan jatuh ketanah begitu pula drone milik Cecar yang nasipnya tak jauh berbeda dengan drone milik Ayara. Dimana kedua drone mahal itu sudah terjatuh ditanah dan hancur berantakan tanpa sepengetahuan para pemiliknya.


"Kenapa kalian hanya diam, kenapa tak ada yang bsia menjawab perkataanku!!" ucap Alfredo kembali dengan suara yang masih meninggi.


Alih-alih menjawab perkataan sang ayah Ayara justru berbalik badan dan meraih tasnya yang ia letakkan dibawah bersama tas milik Cecar, dengan cepat ia memakai tas ranselnya dan kemudian memberikan tas itu kepada Cecar yang masih diam tak bergerak dihadapan Alfredo.


"Maaf tuan Del Castilo," ucap Ayara dengan cepat sambil menarik tangan Cecar untuk pergi dari hadapan Alfredo dan ketiga patner bisnisnya yang sejak tadi jadi penonton.


Ayara kemudian masuk kembali kedalam gedung dengan mata berkaca-kaca, ini adalah pertama kalinya ia dibentak sang ayah didepan umum dihadapan orang lain. Hatinya merasa sakit diperlakukan seperti itu padahal ia sebenarnya tidak sedang bermain akan tetapi ia sedang mengetest kamera CCTV rahasia yang baru saja dipasang oleh Cecar di tiap sudut rooftop, oleh karena itu ia menggunakan drone untuk menguji coba hasil tangkapan CCTV 360 derajat yang ia pesan dari Amerika. Cecar yang tau Ayara sedang kesal nampak tak bicara apapun selain mengikuti langkah sang bos kemanapun ia pergi, selama didalam lift ia bahkan tak membuat suara apapun karena takut akan membuat bosnya semakin marah.


"Bos...


"Taksi!!!" teriak Ayara dengan keras memanggil taksi yang lewat didepan kantor Alfredo.


Sebuah taksi langsung berhenti ketika Ayara berteriak, dengan cepat Ayara naik kedalam taksi diikuti Cecar yang masih diam. Ia sebenarnya tadi ingin bertanya mau pergi kemana akan tetapi karena Ayara sudah menghentikan sebuah taksi akhirnya ia hanya bisa diam dan menunggu waktu yang tepat untuk bertanya.


"Mau kemana nona?" tanya sang supir taksi ramah.


"Granada," jawab Ayara dengan cepat.


"What!!!" pekik Cecar dan sang supir taksi berbarengan.


"Ini uangnya, dan antarkan saya ke Granada kalau anda tak mau ya sudah saya cari taksi lain," sahut Ayara cepat sambil menyerahkan uang pecahan 500 euro dua lembar.

__ADS_1


Melihat uang yang diberikan Ayara membuat sang supir taksi berpikir sebentar, jumlah uang yang diberikan Ayara bukanlah uang yang sedikit. Saat Ayara akan menarik tangannya sang supir taksi langsung menerima uang pemberian Ayara.


"Baik nona, silahkan duduk dengan baik," ucap sang supir taksi dengan cepat, ia selama ini belum pernah mengantar orang sejauh itu ke granada oelh karena itu tadi ia sempat berpikir beberapa saat. Akan tetapi karena uang yang diberikan Ayara sangat banyak ia akhirnya bersedia mengantar ke Granada yang akan membutuhkan waktu sekitar 2 jam 10 menit.


Begitu taksi berjalan Ayara langsung merebahkan tubuhnya di bangku sambil memejamkan kedua matanya, sementara Cecar yang masih bingung hanya bisa diam tanpa bicara apapun. Alhasil selama perjalanan ia memilih bermain game dengan sesekali berbicara dengan sang supir taksi, sedangkan Ayara yang tak benar-benar tidur mencoba untuk melupakan kejadian yang baru saja terjadi.


"Akhirnya aku kembali lagi ke Granada," ucap Ayara dalam hati, entah mengapa setiap ada di Granda ia merasa tenang. Oleh karena itu ia memilih pergi ke Granada sesaat setelah dimarahi oleh sang ayah untuk menangkan diri.


🌼Bersambung 🌼


 


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2