
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Henry terbangun dari tidurnya saat jam menunjukkan pukul sebelas pagi, ia baru mulai tidur jam empat pagi. Setelah berhasil bertemu Ayara dan memberikan tanda pada gadis itu kalau sekarang ia adalah miliknya Henry kegirangan, ia bersenang-senang bersama Michael pergi ke bar yang ada di salah satu hotel bintang lima di Jakarta tanpa menyewa wanita. Henry merayakan hari yang paling membahagiakannya itu dengan memuaskan dahaganya dengan minum bersama Michael dan beberapa bodyguardnya.
Saat Michael pergi ke kamar bersama wanita ia minta diantar pulang oleh dua orang bodyguard karena ia tak mampu membawa mobil dalam kondisi sedang hangover, sesampainya di rumah Henry langsung diantar naik kekamarnya sementara itu kedua orang bodyguard yang mengantarkan ia pulang kembali lagi ke hotel karena Henry memberi mereka semua wanita malam ini sebagai bentuk perayaan kebahagiaannya.
"Kenapa tak ada yang membangunkan aku." Ucap Henry pelan sambil memijat kepalanya yang sedikit pusing.
"Sepertinya Michael dan yang lain belum pulang ke rumah, mereka benar-benar menikmati malam ini rupanya." Gumam Henry lirih sambil tersenyum mengingat apa yang telah mereka lakukan tadi malam di bar.
Karena masih merasa pusing Henry kemudian bangun dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya, biasanya setelah ia memuntahkan semua isi perutnya rasa pusing di kepalanya akan hilang.
"Pagi tuan." Sapa pelayan di tangga saat berpapasan dengan Henry.
"Pagi bi, hari ini menu sarapannya apa?" Tanya Henry tiba-tiba.
"Tadi kami membuat Roast meats tuan muda." Jawab sang pelayan patuh baya itu dengan cepat.
"Roast meats ya hemmm enaknya, ya sudah aku jadi lapar. Tolong siapkan meja makan setelah mandi aku akan langsung makan bi." Ucap Henry dengan cepat.
"Baik tuan." Jawab sang pelayan dengan cepat, ia lalu berjalan menuju ke lantai satu untuk menyiapkan meja makan sesuai instruksi yang diberikan oleh sang majikan.
Sementara itu Henry langsung kembali ke kamarnya, niatnya untuk turun ke ruang kerja pun dibatalkan karena cacing dalam perutnya berdemo minta diisi setelah semalaman hanya diisi alkohol dan sedikit makanan kecil saja. Henry tak bisa makan tanpa mandi terlebih dahulu, setelah mandi dan berganti pakaian bersih Henry segera turun ke lantai satu. Langkahnya terhenti ketika melihat Michael dan delapan orang bodyguardnya masuk ke dalam rumah.
Prok
Prok
Prok
Suara tepuk tangan Henry mengagetkan Michael dan para bodyguardnya yang sedang melangkah kedalam rumah itu, sontak mereka semua menunduk begitu melihat sosok Henry tengah berdiri di tangga menatap mereka dengan tersenyum.
"Pagi tuan...eh siang tuan."
"Siang tuan."
"Maaf tuan kami...
"Sudah lah Mike aku tau, aku bukan anak kecil. Lebih baik kalian mandi dan ganti baju, lalu makan bersamaku." Ucap Henry dengan cepat memotong perkataan Michael.
"Baik tuan." Jawab Michael dan para bodyguardnya bersamaan.
__ADS_1
Tak lama kemudian para pria berbadan besar itupun kembali ke kamarnya masing-masing, begitupula dengan Michael yang langsung naik ke lantai dua. Ia hampir terjatuh saat sedang berjalan melewati Henry yang masih berdiri ditangga kalau tidak segera dipegang oleh Henry.
"Benar-benar ceroboh kau Mike." Sengit Henry dengan cepat ketika melihat Michael sudah berdiri dengan benar lagi setelah ia bantu berdiri.
"He he terima kasih tuan atas bantuannya, saya mandi dulu." Ucap Michael sambil tertawa.
"Cepatlah mandi badanmu bau sekali dengan alkohol dan....
"Iya tuan maaf, tadi malam saya menggila saya bercinta tiga kali sampai...
Michael yang tadi memotong perkataan Henry tak dapat menyelesaikan perkataannya karena melihat ekspresi wajah Henry yang berubah dingin, ia pun langsung menutup mulutnya dan langsung berjalan dengan cepat menuju kamarnya yang ada di depan kamar Henry yang ada di lantai dua.
"Michael sialan...beraninya dia bercerita padaku kalau sudah bercinta lebih dari dua kali." Ucap Henry ketus, ia kemudian meneruskan langkah kakinya menuruni anak tangga menuju ke meja makan.
Sesampainya di meja makan Henry pada awalnya bermain ponsel untuk melihat pekerjaannya, ia membawa perkembangan proyek baru yang ia jalankan bersama perusahaan Yamashita company milik ayah kandung Ayara. Sebuah senyuman di wajah Henry pun terlihat lebar ketika mengingat Ayara, Ayara yang kemarin sore sempat ia cium di ruang ganti.
"Kau akan jadi milikku Yara, aku akan pastikan itu." Ucap Henry pelan sambil memejamkan matanya, ia mengingat kembali saat ia mendaratkan kecupannya di bibir tipis Ayara yang tak terpoles apapun.
Berciuman dengan gadis yang tak menggunakan makeup seperti membuatnya bisa merasakan sensasi lain, apalagi saat ia mulai merasakan bibir Ayara. Rasa manis alami dapat Henry rasakan beda sekali ketika ia mencium para gadis bermake-up tebal yang selalu mendekatinya untuk mencari keuntungan darinya.
"Aku yakin kau masih perawan Ayara, dan akulah orang yang akan mendapatkan kesucianmu itu Yara." Ucap Henry dalam hati sambil tersenyum lebar, wajah Ayara benar-benar menari didalam ingatannya saat ini.
Karena perutnya sudah tak bisa diajak kompromi lagi Henry kemudian mulai menikmati sarapan paginya yang sudah terhidang di atas meja, ia terlihat sangat menikmati daging iga sapi yang sudah di oven selama dua jam. Selama tinggal di Indonesia Henry memang jarang sekali menikmati sarapan ala barat seperti hari ini, karenanya ia meminta Michael untuk membuat jadwal kepada pelayannya untuk membuat sarapan ala Inggris seperti hari ini.
"Mike....come on!!!" Teriak Henry kesal, kesabarannya benar-benar hampir habis saat ini.
"Tuan....tuannn maaf tuan." Ucap Michael terbata-bata sambil membawa ponselnya.
"Kau ini kenapa Mike, aku sedang makan apa kau tak melihatnya!!" Sengit Henry ketus sambil melempar sendoknya yang ia gunakan untuk menikmati puding sebelumnya ke atas piring.
"Maaf tuan...sekali lagi maaf saya sudah mengganggu waktu anda, tapi saya harus mengatakan ini kepada anda secepatnya dan anda pun harus tahu sekarang juga." Jawab Michael terbata-bata mencoba untuk menjelaskan apa yang sebenarnya baru ia ketahui.
"Sudah katakan saja ke intinya ada apa Mike, jangan bertele-tele seperti itu." Bentak Henry dengan ketus.
"Lebih baik anda baca sendiri tuan." Sahut Michael dengan suara lirih hampir tak terdengar sambil menyerahkan ponselnya kepada Henry.
Henry dengan cepat merebut ponsel yang ada di tangan Michael, ia pun lalu membaca artikel itu dengan cepat. Kedua matanya langsung terbelalak ketika membaca artikel yang ada di hadapannya saat ini.
"Dari mana kau dapatkan ini Mike?" Tanya Henry dengan suara bergetar.
"Orang IT yang aku sewa melaporkan ini padaku baru saja tuan." Jawab Michael dengan cepat sambil menunduk kebawah ia tak berani menatap ke arah Henry saat ini.
__ADS_1
deg
deg
Jantung Henry berdetak dengan cepat mendengar perkataan Michael, bayangan wajah Ayara pun tiba-tiba terlintas dalam benaknya.
"Cepat siapkan mobil Mike kita harus menyusul mereka ke bandara." Teriak Henry dengan nada meninggi sambil bangun dari kursinya.
"Mereka sudah terbang tadi pagi jam tiga dini hari tuan menggunakan pesawat jet pribadi milik Alfredo Del Castillo." Jawab Michael lirih.
"No Mike, Yara tak mungkin meninggalkanku seperti itu. taku tahu dia bukan orang yang seperti itu, aku tau saat ini kau berbohong padaku bukan Mike." Ucap Henry tiba-tiba sambil memegang bahu Michael dengan keras.
Michael terdiam mendengar perkataan sang tuan muda, ia tau kalau tuan nya saat ini sedang sangat kaget ketika mengetahui bahwa Ayara sudah pergi ke Spanyol dengan ibu dan ayah tirinya menggunakan pesawat jet pribadi jam tiga pagi dari Jakarta. Alfredo Del Castillo sepertinya benar-benar berusaha menghilangkan jejak Ayara di Jakarta, semua barang-barang yang dimiliki Ayara langsung dijual ke orang lain termasuk dengan mobil BMW i8 yang sudah diketahui plat nomornya oleh Henry kemarin. Bahkan apartemen yang ada di SCBD pun sudah beralih tangan ke orang lain.
Semua jejak Ayara di Jakarta sudah tidak ada lagi seperti Ayara tidak pernah berkunjung ke Jakarta sama sekali, Michael sudah meminta orang IT nya untuk melacak tentang seorang Alfredo Del Castillo. Akan tetapi semua informasi Alfredo Del Castillo langsung terblok secara sistem, rupanya tim cyber yang dimiliki oleh Alfredo Del Castillo sudah melindungi semua data diri pria itu dari musuh-musuh bisnisnya sehingga akses pribadi termasuk rumah Alfredo dan keluarganya pun tak tercantum di dalam website manapun.
Henry nampak terdiam di meja kerjanya ketika mendengar laporan dari Michael dan dari orang It nya, pandangannya lurus ke depan menatap tembok yang ada di hadapannya tanpa berbicara apapun. Semua orang yang ada di ruang kerja itu pun hanya bisa diam tanpa suara, mereka tahu kalau Henry saat ini sedang marah besar. Mereka semua sudah berusaha mencari informasi tentang Ayara ataupun ibunya Raisa Turner di semua akun media sosial berdasarkan nama mereka berdua, namun lagi-lagi semua semua tak dapat menemukan apa yang mereka cari. bahkan nomor rekening ayah dan Raisa pun sudah tidak aktif lagi di bank yang ada di seluruh Inggris.
Mereka pun tak bisa mengakses rekening bank di Italia karena tak mempunyai kuasa atas itu, karena perlindungan data diri nasabah di Italia sudah menggunakan sistem yang cukup kuat sehingga mereka tak bisa melacak keberadaan Raisa ataupun Ayara di Italia.
"Kau yakin Ayara dibawa pergi ke Italia?" Tanya Henry tiba-tiba kepada Michael.
"Menurut info yang kami dapatkan seperti itu tuan, pasalnya Alfredo Del Castillo adalah orang Italia. Tapi sekali lagi kami minta maaf pada anda tuan karena tidak dapat menemukan dengan pasti di mana keberadaan nona ayara saat ini." Jawab Michael sambil menunduk.
Henry kembali terdiam mendengar perkataan Michael, dia terlihat memijit-mijit kepalanya dengan kedua tangannya berulang-ulang. Sejak mengetahui kabar Ayara pergi dari Indonesia tadi jam dua siang Henry belum makan apapun lagi sampai sekarang ketika jam sudah menunjukkan pukul jam 1 dini hari, iya bahkan juga belum mandi.
"Kenapa kau melakukan ini padaku Yara, setelah kau berhasil mengisi ruang kosong di hatiku kau pergi begitu saja tanpa bicara apapun kepadaku." Ucap Henry dalam hati.
"Penjahat teriak penjahat, kau harusnya berkaca sebelum bicara Henry.
"Tak ada yang bisa dibicarakan lagi Henry, aku benci padamu. Aku tak mau berurusan lagi denganmu Henry."
"Yuck...kau mimpi Henry!!! aku membencimu Henry jadi jangan berfikir macam-macam."
Semua perkataan Ayara kemarin di mall kembali teringat dalam ingatan Henry, tak lama kemudian sebuah senyuman tersungging di bibirnya ketika ia masih memejamkan kedua matanya. Michael dan semua orang yang ada di ruangan itu langsung bergidik ngeri ketika melihat Henry melakukan itu.
"Sembunyi lah sejauh mungkin Yara, aku pasti akan menemukan mu suatu saat nanti. dan ketika waktu itu tiba aku akan memastikan bahwa kau akan menjadi milikku dan tak bisa lepas lagi dari genggamanku." Ucap Henry dalam hati sambil membuka kedua matanya dengan perlahan.
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
__ADS_1
Terima kasih
love U all🌹