
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2
Terima kasih.
Ayara terdiam saat Henry memeluknya, ia tak membalas pelukan Henry dan membiarkan Henry yang memeluk tubuhnya dengan erat. Dipeluk seperti itu oleh Henry membuat Ayara bisa mendengar detak jantung dan deru nafas Henry yang sangat kuat seolah baru melakukan kegiatan fisik yang membutuhkan banyak energi.
"Are you ok Henry?" tanya Ayara pelan sambil mengangkat satu tangannya dan menepuk punggung Henry perlahan.
"Sebentar lagi... sebentar lagi aku akan baik-baik saja Yara," jawab Henry lirih dengan suara parau.
"Biarkan aku memelukmu lebih lama sebentar lagi," ucap Henry pelan menambahkan perkataannya yang sebelumnya.
Ayara yang hanya diam saja mendengar perkataan Henry, ia tak berniat menjawab perkataan pria yang sedang memeluknya dengan sangat erat. Setelah berdiri diam saja selama hampir 20 menit kedua kaki Ayara akhirnya kebas, ia merasa sudah tidak nyaman dipeluk oleh Henry terus-menerus.
"Apa kau tak berniat untuk duduk, kaki ku sakit Henry," ucap Ayara pelan.
Henry langsung melepaskan tangannya dengan cepat ketika ia mendengar perkataan Ayara, nafasnya sudah terdengar jauh lebih teratur daripada 20 menit yang lalu walau wajahnya masih merah padam.
"Tadi kau bilang mau melihat kembang api bukan, ayo pergi tapi ganti pakaianmu jangan pakai pakaian terbuka dan jangan pakai hotpants Yara," ucap Henry pelan dengan nafas putus-putus, ia terlihat sekali mencoba menahan dirinya agar tak melewati batas.
"Baiklah, tunggu aku ya. Aku ganti baju dulu," jawab Ayara riang, ia sama sekali tak menyadari bahwa Henry sedang sangat tersiksa.
Henry menganggukan kepalanya perlahan merespon perkataan Ayara, setelah Ayara pergi kekamarnya Henry lalu berjalan pelan menuju sofa yang ada di depan kamarnya menunggu Ayara yang sedang berganti pakaian di dalam kamar.
"Aku harus segera mengurus surat pernikahan secepatnya, kalau tidak aku bisa melanggar janjiku pada Alfredo," ucap Henry pelan sambil menyentuh jantungnya yang sudah mulai berdetak dengan normal.
"Ayo pergi aku sudah siap," seru Ayara penuh semangat, ia sudah berganti menggunakan T-shirt oversize yang dipadankan dengan celana jeans dan mempermanis tampilannya dengan menggunakan choker warna merah di lehernya yang warnanya senada dengan tas yang ia pakai. Rambut panjangnya pun sudah ia kuncir ala ekor kuda diatas kepalanya.
__ADS_1
Henry tersenyum melihat penampilan Ayara yang jauh lebih cantik dari sebelumnya, Ayara yang memang sudah cantik tak perlu harus menggunakan makeup tebal. Jadi dengan memadu padankan pakaian saja ia sudah terlihat sangat cantik dan imut, dengan penuh semangat Ayara menuruni tangga menuju lantai satu. Henry yang selalu membawa pistolnya ketika pergi sempat masuk kekamarnya terlebih dahulu untuk mengambil pistol yang ia letakkan di atas ranjang, ia ingin pergi berdua malam ini bersama Ayara tanpa dikawal oleh karena itu ia harus membawa senjata itu untuk berjaga-jaga.
Ayara terlihat sibuk selfie di dalam lift saat menunggu Henry datang, ia ingin mengirimnya pada Cecar untuk minta dibuatkan kartun dalam bentuk dirinya supaya bisa ia pakai stok di ponselnya. Henry memicingkan satu matanya saat melihat Ayara asik mengambil foto, senyumnya tiba-tiba tersungging.
"Henry!!!ponselku..." jerit Ayara kaget saat ponselnya dirampas oleh Henry.
"I know," jawab Henry singkat.
"Kembalikan!!" ucap Ayara ketus sambil menadahkan tangannya.
"Let me check first," sahut Henry datar.
"Tapi...
"Aku harus memastikan sesuatu dan kau tak perlu marah kalau memang kau tak menyembunyikan sesuatu di ponselmu," ucap Henry cepat memotong perkataan Ayara.
"Itu tak ada apa-apa diponselku hanya saja...
"Itu... aku... mmmm...
"Jadi kau menganggapku gila Yara? kau menganggapku Maniax gila?" tanya Henry dengan suara meninggi.
Ayara terdiam mendengar perkataan Henry, ia tak bisa berkata-kata lagi karena memang apa yang dikatakan oleh Henry benar. Ia selalu menganggap Henry adalah seorang Maniax yang gila maka dari itu ia menyimpan nama Henry dengan tulisan " Loco Maniax" dalam bahasa Spanyol.
"Maafkan aku kalau kau harus terpaksa hidup bersama si Maniax Gila ini selama sisa umurmu nanti Yara," ucap Henry lirih sambil mengembalikan ponsel pintar Ayara tanpa menoleh.
"Henry aku...
__ADS_1
Tring
Pintu lift berbunyi dan akhirnya terbuka karena sudah sampai di basement, tanpa bicara Henry langsung keluar menuju mobilnya meninggalkan Ayara yang masih diam di dalam lift. Beberapa anak buah Henry langsung memberi hormat padanya saat ia keluar dari lift.
"Nyonya silahkan," ucap salah seorang bodyguard mempersilahkan Ayara untuk keluar.
"Oh iya, terima kasih," jawab Ayara terbata, Ayara langsung masuk kedalam mobil dimana Henry sudah duduk di bangku supir.
Tak lama kemudian Henry memacu mobil sport warna hitamnya meninggalkan parkir bawah tanah apartemennya, sepanjang perjalanan baik Henry atau Ayara tak ada yang berbicara. Mereka berdua diam dan saling menunggu satu sama lain, Ayara yang tak pernah berpacaran sebelumnya merasa bingung harus melakukan apa. Ia tak punya pengalaman dengan pria manapun selama ini, saat pergi bersama Cecar dia adalah bosnya dan Cecar tak pernah melawan semua perkataannya. Maka saat ada dalam situasi seperti ini Ayara sangat bingung.
Karena bosan Ayara kemudian memilih memainkan ponselnya, akan tetapi saat akan mengeluarkan ponselnya dari dalam saku baju ia teringat bahwa Henry marah padanya gara-gara ponselnya itu.
"Akh menyebalkan, ini yang perempuan siapa sebenarnya!! kenapa jadi dia yang marah," ucap Ayara dalam hati mengumpat Henry, karena tempat tujuan mereka masih jauh Ayara akhirnya memutuskan untuk memejamkan kedua matanya meninggalkan Henry mengemudikan mobilnya sendiri.
Saat melihat Ayara memejamkan kedua matanya Henry tersenyum tipis, ia tadi juga melihat saat Ayara akan mengeluarkan ponselnya namun tidak jadi ia lakukan.
"Permainan akan segera dimulai sayang, kau harus bertanggung jawab karena membuatku gila," ucap Henry dalam hati, kedua matanya memancarkan sebuah senyuman kemenangan.
πΌ Bersambung πΌ
VOTE VOTE VOTE
VOTE VOTE VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima π π πππ
__ADS_1
Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince
Terima kasih