Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Tetesan darah


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2


Terima kasih.


Henry mengajak Ayara keluar dari kerumunan banyak orang menuju mobilnya yang terparkir dengan apik di salah satu sudut yang ada di depan tempat berlangsungnya festival kembang api.


"Lepaskan aku Henry!!!" ucap Ayara berkali-kali saat Henry menariknya menuju mobil.


"Diam," jawab Henry singkat.


"Henry lepaskan aku...aku mauuu...


Ayara tak bisa menyelesaikan perkataannya karena Henry langsung mencium bibirnya dan menyandarkan tubuhnya ke mobil, pada saat itu berbarengan dengan peluncuran kembang api yang paling besar sehingga langit menjadi sangat indah. Rupanya Henry melakukan itu untuk menghindari polisi yang mengejar mereka, ia sudah dapat menduga bahwa polisi pasti akan mengejar mereka pasca Ayara memberikan pelajaran kepada para preman itu.


"Kita pulang ya, kau sudah puas melihat kembang api bukan," ucap Henry pelan saat ia melepaskan kecupannya dari bibir Ayara.


"Henry polisi...


"I know, cepat masuk mobil," sahut Henry pelan sambil membuka pintu mobil.


Tanpa bicara Ayara langsung masuk ke dalam mobil dan begitu pula dengan Henry yang langsung berlari ke sisi lain dan langsung masuk. Ia lalu memasang sabuk pengaman dan memacu mobilnya meninggalkan tempat itu menuju jalan raya, meninggalkan enam orang polisi yang masih mencari Ayara sambil berpencar.


Didalam mobil Ayara tak berbicara apapun ia membuang pandangannya ke jalan raya, sedangkan Henry memilih fokus membawa mobilnya sambil sesekali melirik ke arah Ayara. Setelah tiga puluh menit kemudian Henry akhirnya sampai di apartemennya kembali, ia langsung memarkirkan mobilnya di parkiran bawah tanah dan mengajak Ayara untuk turun dari mobil. Sama seperti di dalam mobil di dalam lift pun mereka tak saling berbicara Ayara masih memilih diam sambil menunduk, sedangkan Henry sibuk mengirimkan pesan kepada Michael untuk membereskan masalah yang baru saja terjadi di tempat acara festival kembang api. Ia ingin memastikan tak ada orang yang mengambil foto atau video Ayara sewaktu ia memberikan pelajaran kepada para preman itu.

__ADS_1


"Lebih baik kau mandi dulu setelah itu turun kita makan malam," ucap Henry pelan saat mereka masuk ke dalam apartemen.


"Selesai mandi aku ingin tidur," jawab Ayara dengan cepat sambil melangkahkan kakinya menuju ke tangga.


"Aku bilang selesai mandi kau turun lalu kita makan malam bersama, aku tak suka dibantah Yara," sahut Henry dengan suara meninggi sehingga membuat Ayara berhenti beberapa saat di depan anak tangga.


Ayara lalu menolehkan wajahnya sebentar melihat ke arah Henry tanpa berbicara apa-apa, setelah itu ia melangkahkan kakinya menuju ke lantai dua meninggalkan Henry yang masih berdiri di depan lift.


Setelah Ayara tak terlihat lagi Henry kemudian membanting tubuhnya di atas sofa yang ada di ruang tamu sambil memijat kepalanya yang terasa sedikit pusing, karena belum bisa menghadapi Ayara yang sifatnya seperti yoyo.


"Kenapa sulit sekali menjinakkanmu Yara, harus dengan cara apa menghadapi mu," ucap Henry pelan sambil menghela nafas panjang menatap langit-langit apartemennya.


Karena sudah lapar Henry memutuskan untuk naik ke kamarnya untuk mandi sebelum makan malam tiba, perutnya sudah keroncongan minta diisi. Apalagi saat mencium aroma kalkun panggang yang sudah tersedia di meja makan saat ia tadi memasuki apartemen bersama Ayara pertama kali, rupanya seorang koki yang ia minta untuk menyiapkan makan malam sudah selesai menyajikannya di atas meja.


"Ada apa?" tanya Henry dengan cepat.


"Anda tidak apa-apa tuan?" tanya balik seorang bodyguard bermana Kevin dengan cepat.


"Sure, seperti yang kalian lihat aku saat ini baik-baik saja," jawab Henry singkat.


"Anda yakin tuan?" tanya Kevin kembali seperti tidak percaya dengan jawaban yang baru saja ia dengar.


"Sebenarnya apa apa yang ingin kalian katakan aku tak mengerti," ucap Henry pelan, ia merasa ada yang ingin dikatakan oleh anak buahnya itu kepada dirinya.

__ADS_1


"Kalau anda tidak apa-apa lalu jejak darah yang kami temukan di lift tadi itu....


Deg


Kevin tak dapat menyelesaikan perkataannya ketika ia melihat ke lantai, karena Henry penasaran ia pun akhirnya mengikuti arah pandangan Kevin. Kedua matanya langsung menangkap cairan berwarna merah keluar dari lift menuju ke arah tangga.


Saat melihat tetesan darah yang yang lumayan banyak itu dada Henry seperti sedang dipukul oleh bogem yang sangat besar, wajahnya langsung memerah seketika saat menyadari kemungkinan satu-satunya pemilik darah yang tercecer di lantai apartemennya itu.


"Istriku!!!!!!" teriak Henry dengan keras sambil berlari menuju lantai dua dimana Ayara berada.


🌼 Bersambung 🌼


VOTE VOTE VOTE


VOTE VOTE VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2