
Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Karena tidur hampir jam tiga pagi jam sebelas siang Ayara belum terjaga dari tidurnya, begitupun dengan Michael dan Henry yang masih terlelap di dalam kamarnya masing-masing. mereka bertiga seperti sedang merecovery tubuhnya masing-masing dengan tidur panjang.
Akan tetapi karena sinar matahari yang masuk melalui celah kaca yang terpantul di ke dinding Ayara akhirnya membuka matanya dengan perlahan, sudah lama sekali rasanya ia belum pernah tidur pagi seperti tadi malam. Apalagi setelah ia mengalami kejadian yang tak mengenakkan dengan melihat seorang gadis yang direbut kesuciannya oleh pria yang tak bertanggung jawab.
"Sepertinya dua anak mami itu belum bangun." Ucap Ayara lirih sambil menempelkan telinganya ke pintu.
Setelah memastikan kalau Henry dan Michael masih tidur Ayara akhirnya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, ia membuka pakaiannya satu persatu dan meletakkannya ke keranjang pakaian kotor. Kecuali korset yang ia simpan dengan rapat di lemari bajunya bersama bra yang juga ia sembunyikan dengan rapi karena takut diketahui oleh para pelayan di rumah Henry yang mencuci pakaian.
Dua puluh menit kemudian Ayara sudah selesai mandi dan berganti pakaian bersih, ia juga sudah memakai korset yang baru untuk menutupi dadanya. Begitu pula dengan rambut panjangnya yang sudah ia atur sedemikian rupa supaya nyaman ketika ia memakai rambut palsu.
Tok
Tok
Tok
"Iya tunggu." Jawab Ayara setengah berteriak ketika mendengar pintu kamarnya diketuk oleh seseorang dari luar.
Ceklek
Ayara membuka pintunya dengan cepat dari dalam.
"Ya bik." Ucap Ayara ramah pada seorang pelayan di rumah Henry yang tadi mengetuk pintu kamarnya.
"Itu tuan, dibawah ada tamu seorang pria yang sedang marah-marah bersama beberapa orang lainnya. Saya tak berani membangunkan tuan muda Henry, jadi saya membangunkan anda tuan Arial." Jawab sang pelayan.
"Siapa nama orang itu bi?" Tanya Ayara penasaran sambil berjalan menuju ke arah tangga untuk melihat sang tamu tak diundang yang sedang marah-marah itu.
"Tadi dia mengatakan kalau namanya adalah Ryan tuan." Jawab pelayan itu kembali.
Deg
Ayara langsung menghentikan langkahnya begitu mendengar nama Ryan terucap dari mulut sang pelayan, ia tau kalau Ryan yang dimaksud adalah Ryan Bray yang ia kenal.
"Bik kau bangunkan Michael dan aku akan membangunkan Henry sekarang." Ucap Ayara sambil berbalik dan berjalan menuju kamar Henry.
"Baik tuan." Jawab sang pelayan dengan cepat sambil berjalan menuju ke kamar Michael sesuai petunjuk yang Ayara berikan.
Tok
Tok
Tok
"Tuan bangun...tuannn...." Ucap Ayara berkali-kali sambil mengetuk pintu kamar Henry dengan keras.
Tok
__ADS_1
Tok
"Kau ini manusia atau koala, kenapa tidurmu lama sekali!!" Teriak Ayara tidak sabar sambil menggedor-gedor kamar Henry dengan pukulan yang lebih kencang.
"Kau ini...
"Euwwww ....disgusting!!" Pekik Ayara cepat sambil menutup hidungnya ketika Henry membuka pintu kamarnya dengan cepat dan berbicara didepan wajah Ayara.
"Tak usah berlebihan seperti itu!!" Sengit Henry kesal ketika melihat ekspresi jijik dari Ayara.
"Dibawah ada Ryan." Jawab Ayara dengan suara parau karena hidungnya ia pencet supaya tak mencium aroma naga yang keluar dari tubuh Henry yang baru bangun tidur.
"Apa ?? kau bicara apa??" Tanya Henry dengan suara meninggi, ia kesal karena tak mendengar suara Ayara dengan baik.
"No no no...jangan mendekat.!" Pekik Ayara panik ketika melihat Henry berjalan kearahnya.
Henry bukannya berhenti ia justru semakin melangkah maju mendekati Ayara dan langsung mengalungkan tangannya ke leher Ayara tanpa sempat bisa Ayara hindari.
"You jerk...Let me go...
"Katakan dulu ada apa baru aku melepaskanmu." Ucap Henry cepat memotong perkataan Ayara.
"Dibawah dibawah ada Ryan Bray." Jawab Ayara sambil menahan nafas karena tangan yang ia gunakan untuk memencet hidungnya ditarik oleh Henry.
Mendengar nama Ryan disebut oleh Ayara membaut Henry langsung mematung, semenit kemudian ia menarik Ayara masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya dari dalam. Sehingga membuat Ayara terkunci bersama Henry dikamar besar milik Henry yang besar.
"Justru sekarang ini aku sedang menyamar bodoh." Batin Ayara merespon perkataan Henry.
"Lalu apa rencanamu?" Tanya Ayara pelan.
"Aku mandi dulu, nanti kita bahas lagi dan kau jangan keluar dari kamarku atau kau akan aku ikat kalau berani keluar tanpa ijinku Arial." Jawab Henry dengan cepat sambil berjalan dan membuka pakaiannya dengan cepat saat berjalan menuju kamar mandi.
"Henry!!!!" Pekik Ayara penuh emosi sambil membuang wajahnya ketika melihat Henry membuka celana tidurnya dihadapannya.
"Ingat pesanku tadi Arial jangan berani keluar tanpa aku.!!!" Teriak Henry dari dalam kamar mandi.
Ayara yang menoleh kearah kaca langsung menatap ke arah kamar mandi yang sudah tertutup dari dalam, belum pernah melihat laki-laki membuka celana dihadapannya selama tujuh belas tahun ia hidup membuat Ayara salah tingkah. Wajahnya pun saat ini terlihat memerah bak kepiting rebus dan terasa panas padahal air conditioner dikamar Henry sangat dingin.
"Henry bodoh.!!" Umpat Ayara kesal sambil mengipasi wajahnya menggunakan kedua tangannya berharap rasa panas dalam tubuhnya segera hilang.
Lima belas menit kemudian Henry pun keluar dari kamar mandi dengan berpakaian rapi karena kamar mandinya langsung terhubung dengan ruangan tempat ia menyimpan pakaian, sehingga ketika ia selesai mandi seperti sekarang ia sudah berpakaian rapi.
"I'm ready, ayo turun kebawah." Ajak Henry sambil berjalan ke pintu, aroma parfum maskulinnya terasa menusuk hidung Ayara.
"Bukankah tadi kau bilang aku tak boleh turun." Ucap Ayara datar.
"Aku tadi bilang kau tak boleh turun kebawah tanpa aku, sekarang karena aku sudah siap jadi aku memperbolehkan mu turun." Sahut Henry dengan cepat.
"Pakai ini." Imbuh Henry pelan sambil memberikan kaca mata hitam pada Ayara.
__ADS_1
"Untuk apa?" Tanya Ayara bingung.
"Tentu saja untuk mengelabui di Ryan sialan itu, ia tak boleh melihat wajahmu yang manis ini." Jawab Henry kelepasan.
Blush
Wajah Ayara kembali memanas mendengar perkataan Henry, ia lalu dengan cepat menggunakan kacamata hitam pemberian Henry dan mengikuti langkah Henry menuju kelantai satu.
Didepan pintu Michael yang sudah rapi dan menunggunya dari tadi nampak sedang bingung, ia lalu memberikan informasi kepada Henry. Michael menjelaskan maksud kedatangan Ryan kepada Henry, ia tadi sudah menemui Ryan dan memintanya untuk tenang dan tak berteriak-teriak lagi akan tetapi Ryan tetap tak mau diam sebelum bertemu langsung dengan Henry.
Henry kemudian mengajak Michael turun untuk menemui Ryan yang sejak tadi sudah tak sabar ingin bertemu dengannya, dengan langkah penuh wibawa Henry turun ke lantai satu bersama Michael sang asisten pribadi.
"Apa kau tak diajari sopan santun oleh orang tuamu yang sudah mati itu Ryan?" Tanya Henry dengan suara meninggi.
"Kau benar-benar cari masalah terus menerus denganku Henry!!!" Teriak Ryan dengan suara meninggi sambil berjalan pelan ke arah Henry yang masih berdiri dianak tangga.
"Kau yang cari masalah denganku Ryan, kau sangat tidak sopan masuk ke rumah orang dengan berteriak seperti itu. Memangnya kau pikir rumahku adalah hutan?!" Tanya Henry ketus.
"Aku juga tidak sudi datang ketempat ini kalau tak punya urusan penting denganmu Henry...
"Urusan apa yang membuatmu sampai tak sabar ingin bertemu denganku hah?" Tanya Henry kembali memotong perkataan Ryan.
"Kenapa dari dulu kau selalu jadi penganggu hubunganku Ryan, apa kau memang selalu suka wanita yang sudah pernah aku tiduri ya." Jawab Ryan menyindir Henry.
"Apa maksudmu Ryan...
"Isabella Smith kau kenal kan...dia adalah wanita yang sudah beberapa bulan ini menjadi budakku." Ucap Ryan dengan nada meninggi memotong perkataan Henry.
"Apa maksudmu Ryan!!!" Teriak Henry menggila.
"Iya dia adalah budak sekksss.....
Deg
Ryan Bray tak dapat menyelesaikan perkataannya ketika melihat Ayara turun dari lantai dua dengan menggunakan kacamata hitam terpasang di wajah cantiknya, melihat Ryan Bray terdiam dan menatap ke arah tangga membuat Henry menatap ke arah yang sama yang sedang dilihat oleh Ryan.
Blush
Wajah Henry langsung memerah ketika melihat Ayara turun, walau ia berdandan seperti pria akan tetapi wajah cantik dan aura wanitanya tak bisa di tutupi.
"Ayara..." Ucap Ryan Bray lirih.
🌸Bersambung 🌸
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Terima kasih kakak-kakak.
Love u all...🌹🌹
__ADS_1