
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.
Terima Kasih.
Henry berdiri mematung dibelakang seorang dokter wanita yang sedang memeriksa Ayara, sebenarnya tadi sudah ada seorang dokter laki-laki yang datang. Namun Henry langsung mengusirnya pergi begitu melihatnya masuk ke dalam kamar Ayara, ia tidak rela tubuh istrinya dipegang dan dilihat oleh lelaki lain walaupun itu seorang dokter sekalipun . Alhasil Michael harus pergi mencari seorang dokter wanita yang ada di rumah sakit terdekat dari kediaman Alfredo.
"Bagaimana dokter, apa yang terjadi dengan istriku?" tanya Henry tidak sabar kepada dokter wanita yang bernama dokter Daniela.
"Sepertinya istri anda hanya kelelahan dan kurang istirahat, ditambah lagi ia sepertinya belum makan apa-apa sejak tadi malam. Hal itu menyebabkan asam lambungnya naik dan membuatnya seperti ini, namun..."
"Namun apa?" tanya Henry kembali memotong perkataan sang dokter.
"Namun saya merasa ada yang aneh dengan detak nadinya, saya belum berani menyimpulkan keadaan istri anda.Oleh karena itu saya memutuskan untuk melakukan pengambilan darah terlebih dahulu pada istri anda dan membawanya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih detail lagi," jawab dokter Daniela pelan sambil memasukkan jarum suntik ke tubuh Ayara untuk mengambil sampel darah.
"Pemeriksaan darah?! memangnya apa yang terjadi dengannya? apakah sakitnya serius?" tanya Henry mulai khawatir.
"Yang namanya pemeriksaan darah itu bukan berarti seorang pasien memiliki penyakit serius atau tidak, pemeriksaan darah dilakukan ketika pasien membutuhkannya di saat kondisinya tidak memungkinkan seperti istri anda ini tuan. Saya tak mungkin melakukan membawa nyonya ini ke rumah sakit sekarang, apalagi nyonya ini sedang pingsan. Oleh karena itu saya memutuskan untuk mengambil darahnya untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit dan membiarkan nyonya ini tetap ada di rumah sembari menerima pengobatan dari saya," jawab dokter Daniela mencoba menenangkan Henry.
Setelah mendengar penjelasan dari sang dokter Henry terlihat lebih tenang, ia sudah tidak sepanik sebelumnya. Apalagi saat melihat Ayara yang mendapatkan perawatan dari sang dokter, dimana tangan kirinya saat ini sudah dipasang infus. Wajahnya yang tadi sudah sangat pucat pun berangsur mulai membaik, kedua pipinya sudah memerah menandakan aliran darah di seluruh tubuhnya mulai normal.
Dokter Daniela tersenyum ketika melihat Henry berlutut di pinggir ranjang sambil mencium tangan Ayara yang tidak terpasang jarum infus, sebagai seorang dokter yang sudah bertahun-tahun menjalankan profesinya ia mengerti dengan keadaan sepasang suami istri yang ada dihadapannya saat ini.
"Sudah berapa lama kalian menikah Tuan?" tanya dokter Daniela tiba-tiba sambil merapikan alat-alat kesehatannya di dalam tas.
"Satu bulan lebih, tepatnya sekitar lima minggu kami menikah," jawab Henry dengan cepat.
__ADS_1
"Sepertinya istri anda ini masih sangat muda sekali, anda beruntung sekali mendapatkan seorang wanita sepertinya," ucap dokter Daniela lembut dengan senyum penuh arti ke arah Henry.
"Iya dong saya sangat beruntung mendapatkannya, hanya saja saya yang tidak tau diri dengan apa yang sudah saya dapatkan. Dan karena keegoisan saya ini akhirnya membuatnya seperti ini," sahut Henry penuh sesal.
"Dalam setiap pernikahan pasti ada namanya pertengkaran, itu adalah hal yang sangat wajar. Tidak mudah menyatukan dua kepala manusia yang memiliki pemikiran masing-masing menjadi satu jalan, apalagi kalau kalian baru menikah lima minggu seperti ini. Butuh waktu dan penyesuaian yang sangat amat baik antara kalian berdua, perjalanan kalian masih sangatlah panjang. Usia nona ini memang terbilang masih sangat muda untuk menikah, namun saya yakin dia pasti lebih dewasa dari usianya dan untuk itu anda sebagai suami harus membimbingnya dengan baik dan penuh kesabaran. Apalagi dengan jarak usia kalian cukup jauh seharusnya anda bisa membimbingnya tuan," ucap dokter Daniela pelan mencoba memberikan sedikit masukan pada Henry.
Henry terdiam mendengar perkataan dokter Daniela, ia tak bisa berkata-kata apalagi selain hanya bisa diam dan terus menatap Ayara yang masih memejamkan kedua matanya di atas tempat tidur. Ia benar-benar menyesal sudah berkata kasar kepada Ayara tadi pagi dan bahkan sudah mengucapkan kata-kata yang seharusnya tidak ia ucapkan dengan mudah sebagai seorang suami.
Dokter Daniela tersenyum melihat perubahan ekspresi wajah Henry, ia kini tau kalau sepasang pengantin baru yang ada di hadapannya saat ini sedang mengalami cobaan pertama dalam kehidupan berumah tangga mereka. Dengan perlahan dokter Daniela berjalan mendekati Henry dan menepuk pundak Henry.
"Saya permisi dulu Tuan Luke, darah nyonya Ayara harus segera diperiksa. Karena jika tidak kita tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal, oleh karena itu saya harus segera kembali ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Nanti saya akan langsung kabarkan kepada anda apa hasilnya," ucap dokter Daniela pelan berpamitan kepada Henry.
"Baiklah kalau begitu saya antar anda ke depan dokter," jawab Henry pelan sambil berusaha bangun.
"Tidak usah tuan, anda di sini saja bersama istri anda. Saya akan kembali ke rumah sakit dengan asisten anda itu yang tadi menjemput saya, jadi saya tak akan berlama-lama didepan tuan," sahut dokter Daniela lembut menolak penawaran Henry.
Dokter Daniela hanya tersenyum mendengar perkataan Henry, ia lalu keluar dari kamar Ayara dan langsung menuju ke lantai satu di mana Michael sudah menunggu dengan mobil yang siap mengantarnya kembali ke rumah sakit. Tak lama kemudian mobil yang dikendarai Michael akhirnya pergi meninggalkan kediaman Alfredo untuk menuju ke rumah sakit dengan pengawalan beberapa mobil lainnya, karena jarak rumah sakit dan kediaman Alfredo tidak terlalu jauh mereka hanya membutuhkan waktu sepuluh menit saja. Sebenarnya mereka membutuhkan waktu lebih lama jika berjalan dengan mobil kecepatan sedang dan tanpa pengawalan apapun, namun karena jalanan sudah dibuka oleh dua mobil bodyguard Henry yang yang mengawal perjalanan mereka alhasil mereka tiba di rumah sakit lebih cepat .
Tak lama setelah dokter Daniela pergi Cecar yang duduk disofa akhirnya tak bisa menahan dirinya lagi, ia lalu naik ke lantai dua untuk pergi ke kamar Ayara. Ia sudah tidak sabar ingin mengetahui kondisi sang nona, namun saat baru saja akan melangkah masuk tiba-tiba langkahnya dihentikan oleh Owen dan Esmeralda.
"Jangan masuk Cecar, biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri," ucap Esmeralda pelan.
"Tapi, kalian tau kan nona sakit seperti itu karena siapa?" tanya Cecar menahan amarah.
"Iya kami tau, akan tetapi ada hal yang seharusnya kita sebagai orang luar tak ikut campur dalam kehidupan rumah tangga mereka. Biarkan mereka mencari jalan keluar dari masalah yang menimpa rumah tangga mereka, aku yakin saat ini Tuan Henry pun sangat menyesal sekali sudah berkata seperti itu pada nona tadi pagi. Oleh karena itu lebih baik kita tinggalkan mereka dan tunggu saja hasilnya di bawah. Mereka sudah cukup dewasa untuk menyelesaikan masalah ini," jawab Owen pelan sambil merangkul Cecar untuk diajak turun ke lantai satu lagi.
__ADS_1
"Tapi..."
"Menikahlah Cecar, maka kau akan tau bagaimana rasanya menjadi seperti nona dan tuan Henry," ucap Esmeralda pelan memotong perkataan Cecar.
"No, aku belum mau menikah. Lagi pula aku masih sangat muda untuk berumah tangga, aku juga belum siap untuk berkomitmen. Aku masih ingin melayani nona bos sampai usiaku cukup untuk menikah," sahut Cecar dengan cepat merespon perkataan Esmeralda.
Esmeralda dan Owen hanya tertawa mendengar perkataan Cecar mereka bertiga lalu turun ke lantai satu untuk memberi waktu Henry dan Ayara berdua.
"Hei wonder woman, kenapa kau lemah sekali sekarang. Ayo bangun," bisik Henry pelan ditelinga Ayara yang masih betah menutup kedua matanya.
"Aku mencintaimu Yara, bangun sayang. Maafkan aku atas semua perkataan kasarku tadi pagi," imbuh Henry kembali lembut sambil merapikan rambut Ayara yang berantakan dan menutupi wajahnya.
Karena Henry mengantuk, ia akhirnya memilih untuk berbaring di samping Ayara dan melingkarkan tangannya di perut Ayara. Urusan di Busan benar-benar membuatnya kewalahan sehingga mempengaruhi moodnya dan akhirnya ia kelepasan bicara tadi pagi, Henry tidur dengan rasa bersalah yang sangat besar pada istrinya yang kini ia peluk.
Sementara itu di rumah sakit dokter Daniela sudah melakukan pemeriksaan darah Ayara, senyumnya tersungging saat melihat hasil pemeriksaannya.
"Ternyata seperti dugaanku," ucap dokter Daniela pelan saat membaca hasil tes Ayara yang menunjukkan kadar hCG dalam darah lebih dari 25 mIU/ml.
🌼bersambung 🌼
🍀 🍀 "kadar hCG dalam darah lebih dari 25 mIU/ml" adakah yang tau artinya? bisikin Thor donk hehehe....
Terus baca bodyguard cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.
Jangan lupa Vote, ratting dan like.
__ADS_1
Bantu vote untuk mendukung author lebih rajin update