Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Bergejolak


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2.


Terima kasih.


Ryan yang sudah siap untuk melayangkan pukulan keduanya pada Henry terpaksa menghentikan tangannya di udara saat mendengar teriakan Ayara yang melarangnya untuk memukul Henry, ia bahkan sampai terpaku saat melihat Ayara menuruni tangga dari lantai dua. Pasalnya Ayara memakai rok dibawah lutut dan blouse model sabrina yang membuatnya nampak sangat feminim, Ryan yang sudah lama memendam rasa pada Ayara langsung terhipnotis ketika melihat penampilan Ayara.


"Yara..."gumam Ryan tanpa sadar ketika melihat Ayara hampir sampai dihadapannya.


"Yara kau apa...


Plakkk


Alih-alih mendapatkan sambutan baik dari Ayara yang ia rindukan, Ryan justru mendapatkan sebuah tamparan keras dari Ayara yang sama sekali tak ia duga.


"Itu balasanmu karena berani memukul suamiku, ini rumah kami dan kau berani sekurang ajar ini pada tuan rumah. Sikapmu ini sangat mirip dengan orang yang tak berpendidikan tuan Ryan Bray," ucap Ayara ketus sambil membantu Henry yang mencoba untuk berdiri.


"Sudahlah sayang, biasa ini terjadi. Tuan Bray memang memiliki dendam pribadi padaku sejak lama jadi aku sebentar tak heran kalau ia bersikap seperti ini padaku sayang," sahut Henry lembut sambil melingkarkan tangannya di pinggang Ayara mencoba memprovokasi Ryan kembali, dengan memamerkan kemesraannya dengan Ayara.


"Tapi tetap saja dia memukulmu tadi...


Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya karena tangannya ditarik oleh Ryan ke arahnya dengan tiba-tiba yang membuat Henry kaget karena istrinya saat ini ada dipelukan Ryan.


"Kenapa kau menikahi Henry?" tanya Ryan tiba-tiba sambil menatap tajam Ayara yang ada diperlukannya.


"Apa dia memaksamu?" tanya Ryan kembali tak sabar.


"Lepaskan istriku brengsekkk....!!!" hardik Henry kesal.

__ADS_1


"Jawab Yara, kenapa kau menikahi orang ini?" tanya Ryan kembali sambil menunjuk ke arah Henry.


Alih-alih menjawab pertanyaan yang keluar dari mulut Ryan, Ayara justru terlihat melepaskan diri dari pelukan Ryan. setelah berhasil lepas dari pelukan Ryan yang sangat erat itu Ayara lalu mendekati Henry dan langsung merangkul lengan kekar Henry seolah sedang meminta perlindungan dari Henry.


"Itu adalah urusan pribadi dengan suamiku, jadi kau tak perlu tau. Lagipula kau adalah orang luar jadi kau tak berhak mencampuri urusan internal kami," jawab Ayara dengan ketus.


Deg


Jantung Ryan seperti sedang dicabik oleh jutaan silet saat mendengar perkataan Ayara, perkataan wanita yang ia cintai itu terasa sangat menyakitkan hatinya. Lidahnya pun terasa kelu tak bisa berkata-kata untuk menjawab ucapan Ayara yang menohok itu.


"Aku rasa jawabanku sudah cukup, sekarang lebih anda pergi tuan Bray. Kami sedang menikmati masa bulan madu jadi lebih baik anda tak mengganggu kami," imbuh Ayara kembali sambil meraba pipi Henry dengan lembut mencoba untuk memanasi Ryan kembali.


"Kau dengar itu bukan Ryan, aku dan istriku sedang menikmati masa bulan madu jadi lebih baik kau pergi," sahut Henry menimpali perkataan Ayara sambil mencium pundak Ayara yang terbuka dengan lembut.


Di cium seperti itu oleh Henry membuat bulu kuduk Ayara berdiri, wajahnya pun langsung memerah seketika suara desahan kecilnya pun keluar tanpa sadar. Melihat adegan yang ada dihadapannya memuat kedua mata Ryan langsung memerah, tanpa bicara ia berbalik dan pergi menuju lift lalu turun menuju basement dengan perasaan hancur. Melihat Ryan pergi membuat Ayara langsung berusaha melepas pelukan Henry.


Ayara tak bisa menyelesaikan perkataannya karena mulutnya sudah dibekap Henry dari belakang, ia masih menciumi pundak dan leher Ayara yang terbuka karena rambut panjang Ayara sudah ia singkap ke sebelah kiri. Ayara yang tak pernah diperlakukan seperti itu langsung lemas seketika, kalau tak ada Henry yang memeluknya erat mungkin ia sudah jatuh kebawah karena kedua kakinya tak mampu menahan berat tubuhnya seolah tulang kakinya sudah tak berfungsi lagi.


"Henry...let me go," pinta Ayara lirih sambil berusaha membuka tangan sang suami yang masih menutup mulutnya.


"I want you Yara..." bisik Henry lirih ditelinga Ayara yang makin membuat ayara menggelinjang karena geli.


"Henry nooo..."ucap Ayara terbata sambil memegang tangan Henry yang mulai bekerja. Henry rupanya sudah memasukkan tangannya ke blouse model sabrina yang sedang Ayara pakai, pasalnya tangan Henry mengarah ke dadanya kembali namun kini ia langsung masuk ke dalam baju.


Saat tangannya dicengkeram kuat oleh sang istri kesadaran Henry akhirnya datang kembali, ia pun akhirnya menyadari kesalahan yang baru ia buat lagi itu. Dengan spontan Henry menarik tangannya dari balik blouse Ayara dan melepaskan pelukannya pada Ayara.


"M--maaf Yara, aku tak bisa menahan diri," ucap Henry panik sambil mencengkram kedua pundak Ayara dan menatap Ayara dengan tajam.

__ADS_1


"Yara please maafkan aku," pinta Henry kembali memelas memohon ampun pada Ayara.


Ayara yang masih berusaha menenangkan dirinya pasca dicium seperti tadi oleh Henry terlihat seperti orang bingung, ia belum sepenuhnya menguasai dirinya sendiri.


"Lepaskan aku, aku mau makan," jawab Ayara asal bicara sambil menampik kedua tangan Henry yang masih memegangi pundaknya, setelah berhasil lepas dari Henry ia kemudian berjalan cepat menuju ke meja makan.


"Apa yang aku lakukan, seharusnya kan aku masih marah padanya," ucap Ayara dalam hati sambil memegangi jantungnya yang saat ini berdetak dengan sangat cepat.


Melihat Ayara pergi ke meja makan membuat Henry tersenyum, ia lalu menyusul Ayara dengan senyum yang tersungging lebar. Henry yakin kalau Ayara saat ini sudah tak marah padanya, oleh karena itu dengan penuh percaya diri Henry berjalan ke arah Ayara yang sedang sibuk mengiris-iris daging kalkun panggang yang ada diatas piring besar. Ayara sengaja mencari kesibukan untuk mencoba menenangkan dirinya kembali, walau bagaimanapun ia adalah wanita tanpa pengalaman dengan pria manapun. Oleh karena itu ia tadi langsung hampir terbawa suasana saat Henry memberikan sentuhan padanya, dalam hati Ayara merutuki kebodohannya yang sudah memilih memakai blouse model sabrina yang menonjolkan keindahan pundak dan punggung bagian atasnya itu.


"Seandainya tadi aku memakai t-shirt mungkin ceritanya tak akan seperti ini," ucap Ayara dalam hati, ia masih belum bisa menghilangkan sensasi aneh dari perbuatan Henry tadi dimana ia merasakan rasa panas menggelora didalam dirinya saat suaminya itu mencium pundak dan lehernya.


"Apa ada yang bisa aku bantu Yara?" tanya Henry lirih mengagetkan Ayara yang sedang mengiris daging kalkun.


"Tak usah aku bisa sendiri aku aww....


Ayara menjerit kesakitan saat menyadari jari telunjuk tangan kirinya teriris pisau yang sedang ia pegang, sehingga membuatnya tak bisa menyelesaikan perkataannya.


Henry yang kaget langsung melihat ke arah tangan Ayara yang mengeluarkan darah, dengan gerakan cepat ia meraih tangan Ayara yang mengeluarkan darah dan memasukkannya kedalam mulutnya. Henry menyesap habis darah yang keluar dari jari telunjuk Ayara, mendapat perlakuan seperti itu membuat ayara kaget sekaligus bingung. Kedua kakinya yang tadi sudah terasa kuat mendadak lemas kembali dan hampir benar-benar jatuh kalau tak segera ditahan oleh Henry yang bergerak cepat.


"Kau kenapa sayang? kau sakit?....


🌼 Bersambung 🌼


Jangan lupa Vote dan ratting bintang 5, terima kasih.


Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul :

__ADS_1


🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹


__ADS_2