
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.
Terima kasih
Setelah mengetahui kalau Ayara hamil Henry semakin protektif padanya, apalagi pasca mengetahui kalau Ayara dan Cecar sering melakukan misi berbahaya. Semua peralatan dan senjata berbahaya di kediaman Alfredo di sembunyikan oleh Henry di gudang yang kuncinya dipegang oleh Henry, awalnya Ayara protes namun ia tak bisa berbuat apa-apa karena Henry tetap melakukan itu. Alhasil kini semua senjata api, katana, dan panah milik Ayara sudah tak terlihat lagi.
"Jauhkan istriku dari semua senjata tajam yang ada dirumah ini,"
"Selama aku dikantor awasi aktivitasnya,"
"Jangan perbolehkan dia berlari, bermain basket, bermain hanggar dan permainan lain yang berbahaya,"
"Jangan berikan makanan yang terlalu asin, pedas dan terlalu banyak MSG. Aku tak mau perkembangan anakku terganggu karena makanan seperti itu,"
"Kalau dia melawan telfon aku, karena aku akan segera pulang dan menghukumnya,"
Henry terlihat memberikan pengarahan sebelum berangkat ke kantor pada semua pelayan, sementara itu Ayara dan Cecar mengintip dari balik pintu kamar tempat mereka bermain game yang kini menjadi kamar Cecar.
"Anda kan hamil nona bukan sakit, tapi kenapa suamimu over protektif seperti itu?" tanya Cecar pelan.
"I don't know why he went overboard like this, so annoying," jawab Ayara datar sambil menatap tajam ke arah Henry yang masih berbicara pada para pelayan, dibawah kaki Henry nampak kardus yang berisi makanan ringan milik Ayara yang disita Henry. Snack-snack dengan kandungan MSG tinggi diamankan oleh Henry, padahal semua itu adalah Snack kesukaan Ayara.
*Aku juga tak tau kenapa dia berlebihan seperti ini, sangat menggangu.
"If your husband continues like this, get ready in the future you won't be able to get out of the house ha ha ha," imbuh Cecar memanasi Ayara sambil tertawa.
__ADS_1
*Jika suami anda terus seperti ini, bersiap-siaplah di masa depan anda tidak akan bisa keluar dari rumah ha ha ha.
"That's what I'm thinking now Cecar," jawab Ayara datar, ia nampak frustasi melihat apa yang sudah dilakukan oleh Henry.
*Itulah yang aku pikirkan saat ini Cecar.
Cecar terkekeh mendengar jawaban sang nona, karena ia sudah lelah berdiri Cecar akhirnya duduk di sofa sambil memakan buah-buahan yang ada di atas meja. Sementara itu Ayara masih berdiri di balik pintu sambil menatap tajam ke arah Henry, ia berusaha mencuri dengar apa yang Henry katakan. Namun usahanya sia-sia karena jarak tempat ia berada saat ini terlalu jauh dengan tempat Henry berdiri, alhasil ia hanya bisa menatap snack-snack mahalnya yang sudah di sita oleh Henry.
"Nona bos you are pregnant right now, it's better to sit don't stand too long," ucap Cecar pelan menggoda Ayara.
*Nona bos kau sedang hamil saat ini, lebih baik kau duduk tak baik berdiri terlalu lama.
"Don't provoke my anger Cecar or you will regret it," sahut Ayara ketus sambil menatap tajam ke arah Cecar tanpa berkedip.
*Jangan memancing amarahku Cecar atau kau akan menyesalinya.
"Look, I'm not even allowed to wear jeans anymore right now. My pregnancy hasn't been available for a month yet, but he has forbidden me to wear clothes like that, I feel weird wearing a skirt like this," ucap Ayara frustasi sambil mengibaskan rok sepanjang betis dengan kesal.
*Lihatlah, aku bahkan tidak diizinkan memakai jeans lagi sekarang. Kehamilanku belum ada satu bulan, tapi dia sudah melarangku untuk memakai pakaian seperti itu, aku merasa aneh mengenakan rok seperti ini.
"But I think that skirt suits you nona bos, you look like a real woman now he he he," jawab Cecar jujur, Ayara memang terlihat menjadi seperti orang lain saat memakai rok. Kecantikannya lebih terlihat, apalagi rambut panjangnya pun saat ini dibiarkan tergerai begitu saja.
*Tapi aku rasa rok itu cocok untuk mu nona bos, anda terlihat seperti wanita sungguhan saat ini he he he
"Jadi menurutmu selama ini aku apa perempuan palsu!!" sengit Ayara dengan nada meninggi sambil berjalan menuju sofa tempat Cecar duduk.
__ADS_1
"Bukan begitu nona bos, selama ini kan anda tak pernah memakai pakaian perempuan seperti ini kecuali pada saat anda menikah dengan Tuan Henry satu bulan yang lalu dan baru kali ini aku melihat anda memakai rok seperti wanita yang lain, jadi jangan salahkan aku kalau berkata seperti tadi he he he," jawab Cecar dengan cepat mencoba untuk membela diri.
"Akhh sudahlah kau sama saja dengannya, sama-sama menyebalkan," sahut Ayara ketus sambil makan strawberry yang ada di atas piring.
Henry yang sudah berdiri di balik pintu hanya tersenyum mendengar perkataan istrinya itu, apa yang ia lakukan sejauh ini memang demi kebaikan Ayara dan bayinya atas anjuran dokter yang memeriksa Ayara beberapa waktu yang lalu. Henry tidak mau terjadi hal buruk pada bayinya, oleh karena itu ia mencoba memaksimalkan semua hal yang terbaik untuk perkembangan bayi didalam perut istrinya itu dengan membuang semua makanan berbahan pengawet yang cukup tinggi.
"Walaupun kau tidak suka dengan cara yang aku lakukan namun aku akan tetap melakukan ini untuk kedepannya sayang, aku mau anak kita tumbuh dengan sehat dan sempurna di dalam perut mu tanpa ada ada gangguan apapun. Maafkan aku jika apa yang aku lakukan ini membuatmu merasa tertekan, yang pasti kau hanya cukup tahu bahwa aku melakukan ini demi kebaikan kalian berdua. Prioritasku saat ini adalah dirimu dan anak kita," ucap Henry dalam hati sambil tersenyum.
Tak lama kemudian Henry pun terlihat meninggalkan kamar Cecar, ia berjalan menuju ke halaman depan dengan membawa kotak makanan ringan milik Ayara yang ia sita dari dalam gudang penyimpanan makanan.
"Berikan makanan ini untuk semua bodyguard, bagi rata untuk mereka Owen," ucap Henry pelan sambil menyerahkan kardus besar berisi makanan ringan yang ia bawa dari dalam rumah pada Owen.
"Tapi Tuan, bukankah ini adalah snack kesukaan nona Ayara?" tanya Owen dengan cepat, ia langsung mengenali makanan yang baru saja diberikan oleh Henry itu.
"Memang tapi kedepannya istri ku tak akan bisa memakan makanan ini lagi, jadi daripada aku buang lebih baik sekalian makan. Lagipula masa expirednya juga masih sangat lama," jawab Henry pelan sambil tersenyum , ia lalu berjalan menuju mobil di mana Michael sudah menunggu.
Setelah Henry masuk ke dalam mobil Michael pun lalu memacu mobilnya dan membawanya pergi meninggalkan kediaman Alfredo untuk pergi ke kantor, dua mobil serba hitam pun terlihat mengawal mobil yang dibawa Michael.
"Maafkan aku sayang kalau aku harus berbuat sejauh ini, ini demi kebaikanmu dan anak kita," ucap Henry dalam hati sambil menatap foto USG bayinya yang ia gunakan sebagai wallpaper ponselnya.
🌼 bersambung 🌼
🍀🍀 Semua demi anak, itu yang Henry lakukan. Lalu bagaimana dengan ayara sendiri, akankah ia bisa mengerti dan menerima perlakuan Henry padanya?
Terus baca Bodyguard Cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk VOTE.
Terima