
Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Melihat Ayara menuruni tangga membuat Henry membeku, sekilas ingatan tentang seorang gadis yang mengendarai Ferrari yang pernah ia kejar beberapa waktu yang lalu kembali lagi. Entah mengapa visual gadis misterius itu nampak sama persis dengan wajah sang bodyguard yang kini turun dari tangga menuju ke arahnya, semakin lama ayara mendekat kearahnya semakin terasa sesak pula dadanya.
Henry memicingkan satu matanya ketika mendengar gumaman Ryan yang tidak terlalu jelas.
"Kenapa kau baru turun Arial?" Tanya Michael pada Ayara tiba-tiba membuyarkan keheningan yang terjadi beberapa detik yang lalu.
"Tadi aku ke kamar terlebih dahulu mengambil ponselku yang tertinggal." Jawab Ayara dengan cepat.
"Apakah kita pernah bertemu...
"No...mana pernah, dia adalah bodyguard ku jadi tak mungkin dia bertemu denganmu Ryan.!!" Teriak Henry memotong perkataan Ryan sehingga Ryan tak bisa menyenangkan perkataannya.
"Iya mana mungkin orang tuan Henry mau berurusan denganmu tuan Ryan." Ucap Michael cepat menimpali perkataan Henry.
Ryan langsung terdiam mendengar perkataan Henry dan Michael, akan tetapi ia tak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Ayara yang kini berdiri di belakang Henry sambil tetap menggunakan kacamata hitamnya.
"Aku sedang malas bertengkar denganmu Henry, yang jelas sekarang aku berikan Isabel kepadamu dengan cuma cuma. Karena aku tak mau memakai barang yang sudah kotor sepertinya, sekarang kau nikmati saja Isabel yang sudah selama dua tahun terakhir ini melayaniku dengan baik. Percayalah padaku kemampuannya di atas ranjang akan memuaskanmu." Ejek Ryan pada Henry tanpa rasa bersalah.
"Ryan ....
"Tapi kau harus tahu satu hal, akulah pria yang mengambil kesucian pertama kali jadi aku harap kau bisa dengan senang hati menerima barang bekasku itu." Ucap Ryan memotong perkataan Henry sambil berjalan pergi meninggalkan ruang keluarga milik Henry menuju ke halaman depan dimana mobilnya berada, ia memilih cepat-cepat keluar dari rumah Henry karena hatinya tidak tenang ketika terus melihat Ayara.
Henry terlihat sangat emosi, ia hampir saja melayangkan pukulannya kepada Ryan Kalau tidak ditahan oleh Michael dengan cepat.
"You son of bitchhhhh ....get out from my house!!!" Teriak Henry berkali-kali maki Ryan yang sudah masuk ke dalam mobilnya.
"Shittt....you bastard Ryan!! don't call me Henry Luke of i can't kill you soon." Ucap Henry menggila mengancam Ryan, nafasnya terlihat naik turun yang menandakan kalau ia benar-benar marah saat ini.
Ayara hanya tersenyum tipis melihat ekspresi Henry, ia ingin sekali berbicara kalau sebenarnya yang bersalah di sini adalah Isabel. Karena Isabel lah yang membodohi mereka berdua akan tetapi niatnya ia batalkan karena tak mau membuat Henry makin marah, dengan perlahan Ayara kemudian membuka kacamata hitamnya dan meletakkannya di atas kepala.
"Apakah tidak ada hal penting lagi yang bisa kalian lakukan selain berebut wanita." Ucap Ayara pelan tanpa rasa takut sambil berjalan kearah meja makan menyindir Henry.
"Arial kau ini benar-benar kurang ajar." Hardik Michael jengkel, ia gemas karena Ayara bersikap kurang ajar disaat Henry sedang marah.
"lho memangnya ada yang salah dengan ucapanku? Bukankah ucapanku adalah fakta?" Tanya Ayara bingung sambil mengangkat kedua tangannya.
"Kauu...
__ADS_1
"Sudah Mike, jangan diperpanjang lagi. Ayo ke meja makan, berbicara dengan Ryan membuatku lapar." Ucap Henry memotong perkataan Michael, kedua matanya menatap tajam ke arah Ayara yang sedang menikmati roti bakarnya dengan selai kacang.
Michael kemudian terdiam mendengar perkataan Henry, ia lalu mengikuti langkah Henry menuju ke meja makan menyusul Ayara yang sudah menikmati sarapan tanpa rasa takut sedikitpun. Ayara bahkan terlihat enjoy saat menikmati makanannya padahal Henry sang tuan rumah belum mulai makan, saat mulai makan Henry kembali mengingat pertengkaran terakhirnya bersama Ryan ketika mengejar sebuah mobil Ferrari warna merah terbaru di jalan beberapa waktu lalu.
Saat itu ia terpesona dengan kecantikan sang pengemudi Ferarri misterius yang menggunakan kacamata hitam, jantungnya berdegup sama kencangnya ketika tadi ia melihat Ayara turun dari tangga. Entah mengapa ada perasaan aneh ketika melihat sang bodyguard menggunakan kacamata hitam juga, padahal kacamata hitam itu biasa dipakai oleh semua orang.
"Kenapa kau terus melihatku seperti itu, aku bukan selai kacang tuan." Ucap Ayara pelan sambil memicingkan satu matanya, ia merasa risih ketika terus-menerus ditatap secara intens oleh Henry yang duduk dihadapannya.
"Apa kau punya saudara kembar Arial?" Tanya Henry tiba-tiba.
"Uhukkk uhukkk....
Ayara tersedak roti yang sedang ia makan karena mendengar perkataan Henry yang sama sekali tak pernah ia duga itu.
"Bodoh!!!" Ucap Henry ketus sambil memberikan air putih pada Ayara untuk meredakan batuknya.
Ayara langsung menerima gelas pemberian Henry, dengan cepat ia menghabiskan isinya dalam hitungan detik.
"Dasar lemah seperti wanita saja." Ucap Henry ketus sambil terus memasukkan potongan roti ke dalam mulutnya.
"W--wanita katamu!!! kau yang seperti wanita... Ryan yang seperti wanita.. sudah dewasa tapi masih sering bertengkar untuk hal sepele, apalagi berebut wanita seperti itu. Sekarang yang wanita itu siapa, aku atau kau Henry." Teriak Ayara penuh emosi sambil berdiri dari kursinya dan berjalan pergi meninggalkan ruang makan dan berjalan menuju halaman depan.
"Arial pergi tuan." Ucap Michael dengan cepat ketika menyadari bahwa mobil yang baru saja meninggalkan kediaman Henry adalah mobil dinas Ayara yang diberikan Henry.
"Biarkan saja Mike mungkin dia sedang datang bulan." Jawab Henry tanpa sadar.
"T--tuannn tapi dia kan seorang pria bagaimana bisa datang bulan." Sahut Michael terbata.
Prank
Garpu yang dipegang Henry jatuh mengenai meja makan yang bagian atasnya terbuat dari kaca.
"Anda tak apa-apa tuan.?" Tanya Michael dengan cepat ketika menyadari garpu yang dijatuhkan oleh Henry ternyata sedang penuh selai kacang sehingga membuat meja makan terlihat sangat kotor.
"A--akuu baik-baik saja, aku mau ke ruang kerja sebentar Mike. Tolong kau rapikan dulu mejanya setelah itu ambilkan wiski yang ada di gudang." Jawab Henry terbata-bata, ia menyadari kekeliruannya.
Setelah bicara seperti itu Henry kemudian berjalan dengan pelan menuju ke ruang kerjanya yang ada di lantai satu, begitu masuk ke dalam ruang kerja ia langsung menutup pintunya rapat sekolah melarang siapapun untuk masuk dan mengganggunya.
"Sadar Henry.... bodyguard mu itu adalah seorang laki-laki, jadi kau hilangkan pikiran anehmu itu dari otakmu!! kau masih waras Henry...." Ucap Henry lirih bicara sendiri.
__ADS_1
Henry kemudian terduduk di kursinya sambil memejamkan kedua matanya berusaha mengingat apa yang baru saja ia katakan di meja makan wajahnya langsung memerah seketika.
"Mana ada laki-laki datang bulan kenapa kau bisa berkata seperti itu Henry kau ini sangat bodoh."
"Arrgghhhh sial, tiap kali berurusan dengan Ryan hariku pasti menjadi kacau."
Henry kemudian meraih botol wiski yang ada di mejanya yang tinggal sedikit dengan cepat ia meneguk habis minuman keras itu tanpa sisa, melihat Ayara menggunakan kacamata hitam benar-benar membuatnya gila padahal dialah yang memberikan kacamata itu kepada Ayara sebelumnya.
"Kenapa kau harus jadi laki-laki Arial." Ucap Henry lirih sambil mengusap kepalanya dengan frustasi.
Ayara pergi dengan menggunakan mobil Henry menuju ke sebuah danau yang tidak jauh dari mansion milik Henry, entah mengapa ia sangat kesal mendengar perkataan Henry. Padahal sebenarnya faktanya ia memanglah seorang wanita, tapi karena sejak dulu ia selalu diremehkan oleh orang-orang karena terlahir sebagai wanita kata-kata itu begitu sangat menyakitkan baginya saat ini.
"Arrgghhhh sial sial sialllll....kenapa kau harus seperti itu Henry, aku memang seorang wanita tapi kau tak berhak merendahkanku seperti itu!!" Teriak Ayara penuh emosi sambil memukul setir mobilnya dengan mata berkaca-kaca.
Tanpa Ayara sadari saat ia sedang membawa mobilnya menuju ke danau ada sebuah mobil yang mengikutinya dari belakang dan sang empunya mobil itupun saat ini sudah berdiri di samping mobilnya dan menatapnya dengan tatapan tajam.
Ceklek
Pintu mobil Ayara terbuka dengan cepat dari luar, saat Ayara menoleh ia tak sempat menghindar bkarena sudah ada tubuh besar yang merangsak masuk ke dalam mobil dan langsung menciumnya dengan cepat.
"mmmmm let me go..." Ucap Ayara dengan kesal ketika ia sudah berhasil melepaskan bibirnya yang baru saja dicium oleh sang penguntit, sambil memukul dada pria asing itu.
"Sampai kapan kau akan menyiksaku Yara?" Tanya sang penguntit dengan suara berat.
Ayara yang sedang sedang ada di bawah kungkungan pria asing yang merangsak masuk ke mobilnya tak dapat melihat jelas wajah sang pria yang sedang menguncinya itu, perlahan ia menoleh kearah wajah pria yang ada di atasnya seketika jantungnya terasa ingin melompat keluar dari rongga dadanya begitu mengetahui sosok pria yang ada di hadapannya.
"Kauu...
Cup
Ayara tak bisa menyelesaikan perkataannya lagi karena bibirnya sudah kembali dicium oleh sang penguntit yang saat ini sudah berhasil mengunci dirinya.
🌸Bersambung 🌸
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Terima kasih kakak-kakak.
Love u all...🌹🌹
__ADS_1