
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.
Terima kasih
Terlihat dua mini bus nampak memasuki area kediaman Alfredo saat waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, didepan bus itu ada sebuah mobil sedan yang memimpin. Ketiga mobil ini berhenti saat sudah sampai di depan halaman rumah utama, nampak seorang pemuda tampan yang ada di dalam mobil sedan keluar terlebih dahulu. Ia nampak takjub dengan rumah besar Alfredo, saat akan melangkahkan kakinya kembali tiba-tiba ia melihat ada pria yang keluar dari dalam rumah. Sontak ia langsung berlutut seketika sambil menundukkan kepalanya ke bawah, semua pria yang baru keluar dari dalam bus pun langsung berlutut mengikuti apa yang dilakukan pemuda tampan itu.
"Jasper..." panggil Henry lirih, kedua matanya berkaca-kaca saat melihat sang tangan kanan sudah ada dihadapannya.
Henry langsung berlari mendekati tempat Jasper dan langsung meminta tangan kanannya itu untuk bangun dan berdiri, namun karena Jasper sangat patuh ia belum mau berdiri sampai akhirnya Henry menyentuh pundaknya.
"Bangunlah Jasper," pinta Henry pelan sambil menyentuh pundak Jasper yang masih berlutut.
Dengan perlahan Jasper bangun dan mengangkat wajahnya untuk melihat ke arah Herny, kedua matanya pun nampak berkaca-kaca. Saat belum berdiri sempurna Henry pun langsung memeluknya dengan erat, tak bertemu selama hampir sepuluh tahun membuat kedua orang yang dulu selalu bersama itu terlihat sangat merindukan satu sama lain.
"Jasper...kau sehat kan?" tanya Henry lirih sambil menepuk-nepuk punggung Henry.
"Iya tuan, saya sehat," jawab Jasper dengan suara bergetar.
"Anak-anak bagaimana dengan semuanya?" tanya Henry kembali.
"Kami semua baik-baik saja tuan, kami dengan sabar menunggu anda datang kembali untuk memimpin kami," jawab Jasper kembali.
Mendengar jawaban Jasper membuat Henry melepaskan pelukannya dari Jasper, ia menatap tajam wajah sang tangan kanan yang tak ia temui selama sepuluh tahun itu.
"Kau bodoh Jasper," ucap Henry pelan sambil melirik ke arah belakang Jasper dimana terlihat semua anak buah terbaiknya berlutut.
"Bangunlah kalian, mau sampai kapan mau berlutut seperti itu!! apa kalian tak rindu padaku?" tanya Henry pelan.
Semua anak buah Royal Blood masih berlutut karena terlalu bahagia, mereka yang sudah bersama dengan Henry selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berpisah sepuluh tahun lalu nampak belum berani bangun. Sampai akhirnya Jasper turun tangan dan meminta anak buahnya untuk bangun, satu persatu para anggota Royal Blood bangun dan menatap Henry yang berdiri dihadapan mereka.
__ADS_1
"Tuan.."
"Tuanku,"
"Master,"
"Ini tak mimpi kan?"
Para anggota Royal Blood nampak saling bicara satu sama lain saat melihat Henry, mereka tak percaya bisa bertemu Henry kembali setelah sepuluh tahun berpisah.
"Apa kalian tak mau memelukku?"tanya Henry pelan sambil membuka kedua tangannya lebar-lebar ke arah semua pria yang baru bangun itu.
Mendengar perkataan Henry membuat para pria itu berlarian ke arah Henry secara bersamaan, mereka memeluk sang tuan yang sudah sangat mereka rindukan keberadaannya itu. Melihat anak buah yang ia pimpin menggantikan Henry selama sepuluh tahun memeluk Henry seperti itu membuat Jasper terharu, ia nampak menghapus air mata hatinya menggunakan satu telunjuknya. Saat Henry masih dikerubuti anak buahnya si pintu nampak berdiri Cecar dan Michael, mereka berdua keluar dari kamar sesaat mendengar teriakan para pria yang mengelu-elukan nama Henry.
"Kenapa Royal Blood jadi begini, mereka tak segahar yang aku tau," bisik Cecar pelan pada Michael.
"Apa maksudmu tak segahar yang kau tau?" tanya Michael lirih.
"Hehh hati-hati bicaramu jaga Cecar, mereka adalah mafia mengerikan. Salah-salah kau bisa dapat masalah nanti kalau tak hati-hati bicara," ucap Michael dengan suara meninggi, ia tak mau Cecar dapat masalah kalau tak menjaga bicaranya kali ini.
"Aku punya bos lebih hebat dari mereka Mickey Mouse jadi kenapa aku harus takut?" tanya Cecar tanpa rasa bersalah.
"Apa maksudmu? siapa yang kau maksud tuan muda, jadi kau sudah mengakui tuan muda sebagai bosmu ya?" tanya balik Michael sambil tertawa lebar.
"Jangan bercanda Mickey Mouse, walaupun mereka adalah mafia mengerikan yang berkuasa atas Eropa timur namun tetap saja nona bosku yang terbaik," jawab Cecar dengan cepat.
Michael terdiam sejenak mencoba mencerna perkataan Cecar, bersama Cecar sekian lama membuatnya sadar bahwa Cecar bukanlah anak remaja yang bodoh. Cecar adalah sesosok pemuda introvert yang dibuat Ayara menjadi ahli cyber mengerikan.
"Kuberitau padamu Mickey Mouse, nonaku hanya bertindak sendiri saat melancarkan aksinya tapi liat tuanmu membutuhkan banyak anggotanya kali ini. Jadi sudah terlihat bukan siapa bos yang sebenernya bisa diandalkan," ucap Cecar pelan.
__ADS_1
Glek
Michael menelan salivanya mendengar perkataan Cecar, ia sangat kaget Cecar berkata seperti itu.
"Carilah bos yang membuatmu terlihat keren Mickey dan nona bosku adalah pilihan tepat," imbuh Cecar kembali memanasi Michael.
"A-apa nona Yara masih menerima lowongan anak buah?" tanya Michael tanpa sadar.
"Tentu saja tidak Mickey Mouse, hanya aku satu-satunya anak buat nona bos," jawab Cecar ketus sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
"Cecar..ayolah...aku mau jadi ikut keren juga bersamamu," pinta Michael memelas.
"No...nona bos milikku, " sahut Cecar dengan suara meninggi sambil berlari masuk ke dalam rumah.
Langkah Cecar pun terhenti saat melihat Ayara berdiri di atas tangga di lantai dua dengan memakai baju tidurnya.
"Ada apa Cecar, kenapa diluar berisik sekali ?" tanya Ayara pelan pada Cecar.
Alih-alih menjawab pertanyaan dari sang nona Cecar berlari menaiki anak tangga menuju tempat Ayara berada, cecar kemudian mendekati Ayara dan berbisik.
"Nona harus tetap menjadi singa betina ya,"
"Apa maksudmu dengan jadi singa betina Cecar?" tanya Ayara dengan nada meninggi.
"Kau sudah bangun sayang?" tanya Henry tiba-tiba saat masuk ke dalam rumah bersama Jasper dan anak buahnya.
🌼 bersambung 🌼
🍀🍀 Anak buah terbaik Henry sudah datang, bagaimana respon Ayara?
__ADS_1
Terus ikuti bodyguard cantik dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak..terima kasih.