
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2
Terima kasih.
Mendengar perkataan Ayara membuat Henry terdiam seketika, ia bahkan sampai membelalakan kedua matanya ketika Ayara menyebut dirinya sebagai nyonya Luke dihadapan keempat model yang pernah bekerjasama dengan perusahaannya itu.
"Kauuu...
Prok
Prok
Prok
Prok
Suara tepukan tangan Henry membuat Bella yang ingin membalas perkataan Ayara langsung diam dan menoleh ke arah Henry yang berjalan mendekati mereka.
"Sudah cukup bukan penjelasan dari istriku nona-nona, kalau begitu kami permisi mau masuk karena acara sudah mau dimulai. Kami tak mau...
"Let's get out of here," ucap Ayara ketus memotong perkataan Henry sambil menarik tangan Henry dan berjalan menuju pintu keluar.
"Lho kenapa? bukankah tadi kau ingin melihat kembang api?" tanya Henry bingung sambil menahan Ayara agar tak berjalan pergi keluar.
"Aku sudah kehilangan mood untuk menonton kembang api," jawab Ayara datar sambil menatap tajam kearah empat orang model yang masih berdiri dihadapannya dengan tatapan tak bersahabat.
"Jadi...
"Ayo pulang!!" sahut Ayara memotong perkataan Henry sambil mencengkram tangan Henry dan menariknya keluar dari tempat itu.
Saat melewati ke empat model itu Ayara sengaja berjalan dengan kasar, ia bahkan juga sempat menyenggolkan pundaknya ke pundak Bella sehingga membuat Bella terhuyung sesaat.
"Sayang jangan terlalu kasar kasian...
"Jadi kau membela mereka?! bagus!!!sana pergi aku tak mau bersamamu," sahut Ayara ketus memotong perkataan Henry sambil melepaskan cengkraman tangannya di lengan Henry dengan kasar.
"Aduh salah bicara lagi," ucap Henry dalam hati sambil berjalan dengan cepat menyusul Ayara yang sudah keluar dari tempat acara.
__ADS_1
Henry mempercepat langkah kakinya saat Ayara sudah semakin jauh dari pandangannya, karena Ayara memakai kaos putih dengan mudah ia mencarinya. Namu. karena banyaknya orang yang ingin masuk ke tempat acara ia sedikit kesulitan, karena harus melawan arus orang-orang yang akan masuk kedalam sementara ia ingin keluar.
Ayara akhirnya bisa keluar dari kerumunan orang-orang yang ingin masuk ke tempat acara pasalnya sebentar lagi acara puncak peluncuran kembang api akan dimulai.
"Ada apa denganku, kenapa aku marah sekali gara-gara keempat model itu," ucap Ayara pelan sambil menendang kaleng bekas minuman soda ke arah depan dengan keras sehingga kaleng itu mengenai kepala salah satu orang yang sedang duduk bersama teman-temannya.
"Fuuuuccckkkkk... siapa yang berani melakukan ini pada Diego!!!" pekik seorang pria berambut mohawk yang kepalanya terkena kaleng soda yang ditendang Ayara secara tak sengaja.
"Itu bos, tadi gadis itu yang menendangnya," sahut anak buah Diego dengan cepat sambil menunjuk ke arah Ayara yang sedang berdiri mematung.
"Perempuan Jalaaangg cari mati rupanya dia hah!!" ucap Diego penuh emosi sambil menginjak kaleng soda yang baru saja ia jatuhkan, ia lalu berjalan menuju ke tempat Ayara bersama tujuh anak buahnya.
"Oh oh oh...rupanya gadis cantik ya yang menendang kaleng tadi," ucap salah satu anak buah Diego pelan sambil mengeluarkan lidahnya membuat gerakan menjijikan dihadapan Ayara.
"Cepat minta maaf dan keluarkan uangmu, setelah itu kau bisa pergi nona," imbuh pria lainnya pelan sambil merangkul pria pertama yang menggoda Ayara.
"Kenapa aku harus membayar kalian, memangnya kalian ******?" tanya Ayara ketus.
"Wah kau ternyata tak hanya kurang ajar nona, tapi mulutmu juga pedas sekali. Aku jadi semakin bernafsu membuatmu berlutut dibawah kakiku dan melayaniku sampai aku puas," jawab Diego penuh emosi sambil menatap Ayara dari ujung kaki sampai kepalanya.
"Disgusting," ucap Ayara pelan merespon perkataan Diego sambil mengangkat kedua bahunya keatas.
"Cih bisanya keroyokan!!" ucap Ayara pelan sambil menatap tajam kearah delapan pria yang sedang memegang pisau dihadapannya dengan waspada.
"Untuk merobek mulutmu itu hanya butuh satu saja anak buahku nona cantik," sahut Diego dengan cepat sambil melirik ke arah seorang pria yang berdiri disamping kanannya.
"Matii kauuu....akkkrrghhhhhhh...
Anak buat Diego yang menyerang Ayara langsung jatuh tersungkur saat ia baru sampai didepan Ayara, rupanya Ayara langsung melayangkan tinjunya ke perut pria itu sehingga pria itu langsung jatuh karena sakitnya yang ia terima.
"Upsss maaf grandpa kalau sakit," ucap Ayara mengejek pria yang terkapar dibawah kakinya sambil tetap waspada melihat kedepan dimana Diego dan enam anak buahnya masih berdiri memegang pisau.
"Kau benar-benar minta diberi pelajaran, semuanya cepat serang!!" pekik Diego terpancing emosi karena perkataan Ayara.
"Matii kau...
Bug...krakkk
__ADS_1
"Aarrggghhh..."
Bu...sreettt
"Ouuchhh..."
"Hap hap...ini untukmu pria arogann hiyaaa!!!" pekik Ayara dengan keras sambil melakukan Yoko-Geri-Keange ( tendangan dengan kaki bagian samping / di snap) pada Diego sehingga membuat Diego langsung jatuh tersungkur ketika kaki kanannya diserang oleh Ayara sehingga membuatnya tak bisa berdiri dengan baik.
Diego dan anak buahnya yang selama ini hanya berkelahi dengan cara anak jalanan sama sekali tak berkutik saat Ayara mengeluarkan jurus karatenya yang sudah ia pelajari sejak umur lima tahun, dengan sangat mudah Ayara mengalahkan kedelapan pria di hadapannya yang biasanya berkelahi menggunakan otot saja bukan dengan otak seperti yang baru saja Ayara lakukan.
"Masih mau lagi?" tanya Ayara pelan sambil mengangkat tangannya kedepan menantang para pria yang bergolongan dibawah.
"Ampunnn nonaaa..."
"Tidak nona kami tidak berani..."
"Maaf nona pendekar, saya minta maaf,"
Terdengar suara saling menyaut dari kedelapan pria yang baru saja dikalahkan oleh Ayara, mereka terlihat kesakitan memegangi anggota tubuhnya yang terkena jurus Ayara. Pisau lipat yang mereka bawa saat ini berhamburan di tanah karena tak ada satupun dari mereka yang berhasil menyerang Ayara.
Tak lama kemudian terdengar suara tepuk tangan yang sangat meriah dari orang-orang yang melihat aksi Ayara, mereka adalah pemilik toko yang ada di sekitar tempat itu di mana mereka selalu menjadi bahan pemalakan dari 8 pria yang baru saja dikalahkan oleh Ayara. Henry yang berdiri di antara para pemilik toko yang melihat aksi Ayara hanya menelan salivanya perlahan.
"Istriku benar-benar mengerikan ketika marah," ucap Henry lirih sambil menatap kearah Ayara yang sedang meraih Sling bag nya yang tadi ia letakkan di tanah saat melawan kedelapan preman itu.
Lima menit kemudian datanglah beberapa orang polisi ketempat itu, mereka datang setelah dipanggil oleh salah satu pemilik toko yang selama ini menjadi korban pemalakan para preman itu. Saat melihat polisi hampir sampai Ayara bersiap pergi namun saat akan berbalik badan tangannya sudah ditarik oleh Henry.
"Ikut aku," ucap Henry pelan sambil menarik tangan Ayara sehingga Ayara jatuh ke pelukan nya, setelah itu ia lalu mengajak Ayara pergi menjauh dari kerumunan disaat perhatian semua orang sedang tertuju pada para polisi yang datang. Mereka tak menyadari sang pendekar wanita yang mengalahkan kedelapan pria itu sudah pergi.
πΌ Bersambung πΌ
VOTE VOTE VOTE
VOTE VOTE VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima π π πππ
__ADS_1
Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince
Terima kasih