
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2.
Terima kasih.
Ayara yang pada awalnya tak tau mau diajak pergi ke kantor catatan sipil memilih memakai pakaian casual biasa, namun setelah Henry memberitahunya bahwa mereka akan pergi ke kantor catatan sipil barulah ia memakai baju semi formal.
"Secepat ini?" tanya Ayara ragu saat mereka sudah sampai dikantor catatan sipil.
"Lebih cepat lebih baik Yara, ini pun atas permintaan Daddy," jawab Henry melembut.
"Permintaan daddy, maksudnya apa?" tanya Ayara bingung, pasalnya sang daddy tak ada bicara apa-apa padanya sebelumnya.
"Kita sudah sama-sama dewasa Yara, aku takut tak bisa menjaga diriku lebih lama lagi," jawab Henry dengan cepat sambil menggenggam tangan Ayara lebih kuat.
Deg
Ayara terdiam mendengar perkataan Henry, ia paham kemana arah pembicaraan Henry. Walaupun belum pernah berpacaran dengan lelaki manapun, tapi sebagai gadis yang sudah berumur dua puluh dua tahun ia paham dengan pembahasannya dengan Henry saat ini.
"I'm not ready yet," ucap Ayara lirih.
"Aku tak akan menyentuhmu sampai kau siap Yara," jawab Henry dengan cepat mencoba menyakinkan Ayara.
Mendengar perkataan Henry membuat jantung Ayara berdedup kencang, ia ingin sekali rasanya kabur dari hadapan Henry saat ini juga. Namun ia mengingat pesan sang ibu kemarin agar bersikap manis pada Henry, walau bagaimanapun kedua orangtuanya sudah merestui hubungan mereka. Jadi Ayara tak bisa menolak lagi untuk melangkah ke jenjang yang lebih jauh lagi.
Cengkraman lembut Henry membuat Ayara tersadar dari lamunannya, Henry kemudian mengajak Ayara masuk ke dalam kantor catatan sipil. Semua data Ayara dan Henry sudah lengkap karena Michael sudah mengurusnya dengan baik setibanya mereka di Irlandia, langkah Ayara terasa berat saat menaiki satu demi satu anak tangga sampai akhirnya ia tiba didepan petugas yang akan mengesahkan pernikahan mereka dimata negara.
Tangan Ayara sempat gemetaran saat akan menandatangani surat pernikahannya sampai akhirnya Henry harus mengambil pulpen yang ada ditangan Ayara dan menandatangani bagiannya terlebih dahulu, setelah Henry selesai Ayara kemudian mulai menandatangani bagiannya.
"Baik tuan dan nyonya Luke selamat anda berdua sudah sah di mata negara kita, dengan adanya akta pernikahan ini maka kalian berdua sudah resmi menjadi suami istri," ucap sang petugas kepada Henry dan Ayara sambil menyerahkan akta pernikahan mereka.
"Terima kasih tuan atas bantuannya," jawab Henry dengan cepat sambil menerima uluran tangan sang petugas catatan sipil sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
"Sama-sama tuan Luke, ini adalah sebuah kehormatan juga untuk saya karena bisa menjadi petugas di pernikahan anda dan nyonya Ayara," sahut sang petugas catatan sipil itu kembali sambil memberi ucapan selamat pada Ayara yang sejak tadi hanya diam.
Ayara hanya tersenyum saat tangannya dijabat oleh sang petugas catatan sipil, mereka lalu mengambil foto bersama berbagai kenang-kenangan.
"Saya tunggu kehadiran anda di pesta resepsi kami tuan," ucap Henry pelan saat akan meninggalkan ruangan tempat ia menandatangani berkas pernikahannya.
"Sebuah kehormatan bagi saya tuan diundang oleh anda, saya pasti akan datang tuan," jawab sang petugas catatan sipil yang bernama Anthony.
"Baiklah kalau begitu saya permisi tuan, masih ada beberapa hal yang harus kami urus. Sekali lagi terima kasih tuan Anthony bantuannya, selamat siang," pamit Henry ramah pada sang petugas catatan sipil yang mengantarnya sampai ke pintu keluar.
"Hati-hati dijalan tuan dan nyonya Luke, sampai jumpa lagi," sahut Anthony sang petugas catatan sipil yang usianya sudah memasuki lima puluh lima tahun mendekati masa pensiunnya.
Henry menganggukan kepalanya perlahan merespon perkataan sang staff kantor catatan sipil, ia berjalan menuruni tangga dengan hati berbunga-bunga sambil melingkarkan tangannya di pinggang Ayara yang tak banyak bicara.
Ayara berubah menjadi pendiam, ia masih tak percaya kalau saat ini ia sudah menjadi istri Henry. Dimata negara mereka sudah resmi menjadi suami istri, satu tahap lagi yang harus mereka lewati adalah pengucapan janji setia didepan altar.
"I love you istriku," bisik Henry pelan sambil mencium tangan Ayara perlahan ketika mereka sudah ada didalam mobil menuju ke tujuan kedua hari ini.
"Seharusnya mommy melihatku menikah sekarang, seharusnya kita menikah dihadapan mereka Henry seharusnya kita menunggu mereka datang ke...
Dalam video itu Alfedro dan Raisa meminta Henry untuk menikahi Ayara secepatnya, mereka diminta untuk melakukan pernikahan secara sipil terlebih dahulu sebelum acara inti yang akan diadakan dua hari lagi.
"Nanti saat Ayara berjalan di altar daddy akan menemanimu sayang, untuk saat ini maafkan kami yang tak bisa datang. Tapi percayalah restu dan doa kami menyertaimu nak, Yara tau kan daddy dan mommy menyangi Ayara," ucap Alfredo di penghujung akhir video dengan suara parau, sementara disebelahnya Raisa nampak berkaca-kaca menahan tangis sambil menggendong putra mereka baby Ace yang tertidur pulas.
"Mommy bahagia Yara menikah, jadilah istri yang baik sayangku. Hormati dan cintailah suamimu, mommy bangga pada Yara. I love you Yara, ingat apapun yang akan terjadi dimasa depan pasti sudah rencana terbaik dari Tuhan. Kau harus yakin itu sayang, mommy dulu sering mengatakan hal ini bukan..jadi hiksss...
Raisa tak dapat menyelesaikan perkataannya karena menangis, Alfredo kemudian merengkuh Raisa dengan erat sambil mencium kening Raisa berkali-kali.
"Ya sudah nak, sekali lagi selamat atas pernikahanmu. Daddy dan mommy harus bersiap-siap, sampai jumpa dua hari lagi sayang... we love you anakku," ucap Alfredo lembut sambil menutup panggilan videonya.
Kedua mata Ayara berkaca-kaca saat melihat rekaman video yang sudah mati itu, entah mengapa ia merasa ada yang sedang disembunyikan oleh kedua orangtuanya itu. Sebuah sentuhan lembut diwajahnya membuat Ayara tersadar dari lamunan.
__ADS_1
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Henry pelan.
"Entahlah aku hanya merasa seperti ada yang sedang tak...
"Jangan berfikir yang tidak-tidak, mommy dan daddy baik-baik saja. Bukankah tadi kau dengar sendiri mereka akan datang ke Irlandia dua hari lagi," ucap Henry pelan sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Ayara sehingga membuat Ayara semakin mendekat ke arah Henry.
"Jangan ambil kesempatan lagi Henry, atau aku akan memukulmu," jawab Ayara ketus sambil menatap tajam ke arah Ayara.
"Ha ha ha ampun nyonya, ampun...aku tak berani," sahut Henry dengan cepat sambil mengangkat kedua tangannya ke udara.
Ayara hanya mendengus pelan melihat apa yang dilakukan oleh Henry, pernikahannya yang terkesan buru-buru ini membuatnya makin curiga ada sesuatu yang sedang disembunyikan darinya. Henry kemudian menurunkan tangannya dan memeluk Ayara dengan erat sambil berbisik.
"We love you Ayara...
"Kami?" tanya Ayara sambil menoleh ke arah Henry dengan tatapan tajam.
"Aku Yara, aku mencintaimu. Makanya fokus jangan memikirkan hal lain, suami bicara apa kau tak dengar. Dasar nakal," jawab Henry dengan cepat sambil mencubit hidung Ayara dengan gemas.
"Sakittt Henry!!!!" jerit Ayara jengkel sambil menyentuh hidungnya yang baru saja dipencet Henry.
Henry hanya tertawa tanpa suara mendengar perkataan sang istri, dengan penuh kasih Henry meraih kepala Ayara dan ia sandarkan ke dadanya.
"Ini demi kebaikanmu Yara, maafkan kami sayang." ucap Henry dalam hati sambil memejamkan kedua matanya, ia masih mengingat dengan jelas apa yang tadi ia bicarakan dengan kedua mertuanya di telepon.
πΌ Bersambung πΌ
VOTE VOTE
VOTE VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Berikan juga ratting bintang lima π π πππ
__ADS_1
Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince
Terima kasih