Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Kedatangan sang pion


__ADS_3

Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak. 


Terima kasih


Suasana pagi hari di kediaman Alfredo nampak semua anak buah Henry sedang menikmati matahari pagi, walaupun mereka baru sampai tengah malam namun dari matahari belum terbit mereka semua sudah bangun untuk berolah raga. Sikap disiplin yang Henry tanamkan sejak dulu pada anak buahnya saat ia memimpin Royal Blood nampaknya diteruskan oleh Jasper, alhasil mereka menjadi terbiasa bangun pagi untuk memperkuat otot-otot ditubuhnya.


Sementara itu masih tidur karena saat semalam ia akan naik ranjang pukul tiga pagi Ayara terbangun karena muntah-muntah, tanpa diminta Henry pun menemani Ayara. Memberikan pijatan di tengkuknya, memijat lembut keningnya dan meraba-raba perut datar istrinya mencoba untuk berkomunikasi dengan sang anak agar tak marah tengah malam. Ia terus melakukan itu sampai akhirnya tertidur saat waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima pagi, begitupun Ayara tidur kembali saat ia sudah mengeluarkan isi perutnya yang hanya air saja itu.


"Ayo Cecar semangat, kau laki-laki harus kuat," ucap Jasper berkali-kali memberikan semangat pada Cecar yang sedang tergopoh-gopoh pasca berlari dua putaran mengitari lapangan hijau dibelakang rumah yang merupakan kandang Hexon dan Ciripa.


"A-aku lelah, aku tak kuat," jawab Cecar terbata-bata sambil berdiri memegangi perut dan pinggangnya.


"Kau pasti bisa, jangan menyerah. Mana ada laki-laki sejati yang mudah menyerah seperti ini," sahut Jasper setengah berteriak.


"Ada aku contohnya, masalahnya tulang-tulang ditubuhku di design Tuhan bukan untuk berlarian seperti ini namun untuk duduk diam di depan komputer," kelakar cecar kembali, ia benar-benar tak sanggup mengikuti cara olah raga para mafia penguasa daratan Eropa Timur itu.


Jasper yang sedang berlari dibelakang anak buahnya langsung menghentikan langkahnya, ia lalu mendekati Cecar yang kini duduk dengan kedua kaki terjulur kedepan tubuhnya secara sempurna. Perlahan Jasper berjongkok di depan Cecar yang wajahnya sudah mirip kepiting rebus sambil tersenyum.


"Berapa usiamu?" tanya Jasper pelan.


"Sembilan belas tahun, tapi ada yang bilang juga dua puluh tahun. Entahlah aku tak ingat," jawab Cecar dengan cepat sambil melihat ke arah Michael yang sudah kepayahan pada putaran ke tiga


"Kenapa kau tak ingat, itukan usiamu sendiri!!" sahut Jasper ketus.


"Saat ditemukan nona bos, aku adalah anak jalanan yang hampir mati karena kelaparan. Aku bahkan tak bisa berpikir jelas waktu itu, hal terakhir yang aku ingat adalah aku berhenti sekolah lima tahun sebelum aku bertemu nona tiga tahun lalu dan aku terakhir sekolah mungkin saat aku kelas lima sekolah dasar," sahut Cecar dengan cepat.


Melihat Jasper kebingungan dengan penjelasan yang ia berikan Cecar tertawa lebar tanpa suara, ia kemudian bangun perlahan dan menepuk pundak Jasper yang masih berjongkok.


"Berapapun usiaku tak penting, yang terpenting adalah aku sangat menghormati nona bos dan akan setia padanya. Seperti yang kau lakukan pada tuan Henry," ucap Cecar pelan sambil mencengkram pundak Jasper, setelah berkata seperti itu Cecar berjalan menuju ke tempat Michael yang sedang kepayahan. Ia benar-benar tak mampu lagi berlari saat ini, Cecar meraih botol minum air mineral yang ada disebelah kirinya dan langsung melemparkan ke arah Michael yang langsung ditangkap oleh Michael.


Cecar terkekeh ketika melihat cara minum Michael yang mirip dengan orang yang tak pernah minum selama satu tahun, pakaian yang ia kenakan pun langsung basah saat ia minum dengan terburu-buru.


Drrttt


Drrttt

__ADS_1


Getaran ponsel dalam saku celananya membuat Cecar meraih ponselnya bahan cepat, raut wajahnya pun langsung berubah seketika saat melihat layar ponsel pintarnya.


"Ada apa Cecar?" tanya Michael penasaran..


"Mickey Mouse, sebesar apa nyalimu?" tanya balik Cecar lirih.


"Sebesar apa nyaliku? maksudnya apa kau bertanya seperti itu aku tak mengerti dengan arah pembicaraanmu ...."


Michael tak dapat menyelesaikan perkataannya karena ia sudah ditarik oleh Cecar untuk bangun, setelah Michael berhasil bangun Cecar kembali menarik Michael masuk ke dalam rumah. Melihat apa yang dilakukan Cecar pada Michael membuat Jasper tersenyum, walaupun Henry tadi malam mengatakan kalau Cecar dan Michael bagai air dan minyak yang tak bisa bersatu namun entah mengapa ia merasa kedua pemuda yang baru ia temu tadi malam itu justru nampak akrab. Hanya saja cara mereka berkomunikasi yang berbeda dari orang kebanyakan, setelah Michael dan sesar masuk ke dalam rumah Jasper kemudian melanjutkan olahraga bersama anak buahnya.


"Kau mau ajak aku kemana Cecar?"tanya Michael ketus, pasalnya cecar ketarik tangannya dengan kasar.


"Diamlah, kau akan tau sebentar lagi," jawab Cecar ketus.


"Iya tapi kenapa kau mengajakku ke lantai dua dan..."


"Ok, buktikan ucapanmu tadi," ucap Cecar datar tanpa rasa bersalah sambil melepaskan cengkraman tangannya di lengan Michael saat berhenti didepan kamar sang tuan dan istrinya yang masih tertutup rapat.


"Buktikan apa dan kenapa kita ada di depan kamar tuan muda?" tanya Michael bingung.


Glek


Michael menelan salivanya perlahan mendengar perkataan Cecar. Ia tak menyangka Cecar memintanya untuk melakukan hal seperti itu saat ini, sorot matanya yang terlihat marah sebelumnya pada Cecar pun meredup.


"Come on, prove it," pinta Cecar pelan menantang Michael.


*Ayo, buktikan.


"K-kau tak ada pilihan lain untukku selain membangunkan tuan?" tanya Michael terbata.


"No, sekarang jawab pertanyaanku. Kau berani atau tidak?" tanya balik Cecar.


"T-tentu saja aku tak berani, memangnya kau berani untuk melakukan ...."


"Ikut aku ke kamarku," ucap Cecar kembali memotong perkataan Michael dan menyeret Michael untuk turun ke lantai satu.

__ADS_1


Michael benar-benar diperlakukan seperti anak kecil oleh Cecar, padahal usia mereka terpaut cukup jauh. Karena penasaran dengan apa yang ingin Cecar lakukan akhirnya Michael terpaksa menahan amarahnya, sesampainya di kamar Cecar langsung berjalan menuju meja komputer-komputernya berada. Tak lama kemudian layar besar yang ada didepan Cecar tiba-tiba memunculkan gambar di sebuah bandara yang ada di Barcelona.


"Kenapa kau menunjukkan aku gambar di bandara Barcelona, kau mau mengajakku liburan kesana?" tanya Michael bingung.


"Lihat baik-baik Mickey Mouse, kau sudah memakai kacamata tapi tetap tak bisa melihat dengan jelas juga. Heran sekali aku, apa perlu kau pakai kacamata kuda supaya fokus," jawab Cecar jengkel.


"Siall memangnya aku sejenis Hexon dan Ciripa!!" sahut Michael ketus dengan suara meninggi.


"Baiklah karena kau tak bisa diajak bermain teka-teki aku akan langsung ke inti saja, lihatlah pria berjaket kulit hitam yang memakai kaca mata hitam yang baru saja di sambut oleh tiga orang pria itu," ucap Cecar pelan sambil menggerakkan kursor komputernya ke arah pria yang ia maksud.


"Yes, lalu apa. Tak ada yang salah dengan mereka, lalu kenapa..."


"Itu adalah Luigi yang baru sampai Barcelona lima menit yang lalu dan menurut tebakanku ketiga pria itu adalah anak buah Yamashita Ryuichi yang mengawasi pergerakan kita," ucap Cecar pelan memotong perkataan Michael.


Deg


Deg


Deg


Jantung Michael berdetak sangat cepat mendengar perkataan Cecar, wajahnya pun langsung memucat seketika. Tak lama kemudian ia berbalik dan langsung berlari meninggalkan Cecar menuju ke kamar Henry yang ada dilantai dua.


Dok


Dok


Dok


"Tuan muda...tuann bangunnnn...darurat tuan," Michael menggedor-gedor pintu kamar Henry dan Ayara seperti orang kesurupan.


🌼 bersambung 🌼


🍀🍀 Kedatangan Luigi berhasil diketahui Cecar, lalu apa yang akan Henry lakukan selanjutnya?


Tetap baca bodyguard cantik ya kakak-kakak, jangan lupa vote.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2