
Jangan lupa vote dan ratting bintang lima
Terima kasih
Saat semua orang sedang bersiap menunggu instruksi, Ayara dan Cecar sudah langsung bekerja. Mereka berdua langsung duduk manis di depan komputer masing-masing menatap tampilan CCTV di Catalonia Magdalenes Hotel dari berbagai sudut.
"Ini masih terlalu pagi sayang, aku yakin para Yakuza itu belum bangun," bisik Henry pelan.
"I know, aku hanya ingin memastikan sesuatu saja," jawab Ayara pelan sambil memperbesar tangkapan kamera CCTV di depan kamar Yamashita Ryuichi.
"Jaga nona bosmu Cecar," ucap Henry lirih berbisik pada Cecar yang duduk tak jauh dari Ayara.
"Siap tuan," sahut Cecar dengan cepat ambil membentuk tangan OK.
Henry tersenyum mendengar perkataan Cecar, ia lalu kembali menuju ke Royal Blood yang sedang memakai rompi anti peluru yang sudah dipersiapkan dari Cordoba. Henry melipat kedua tangannya di dada sambil bersandar di pintu saat melihat Jasper memberikan instruksi pada semua anggota Royal Blood.
"Kau memang luar biasa Jasper, aku tenang meninggalkan Royal Blood karena mereka memilikimu," ucap Henry lirih dengan senyum yang masih tersungging di wajah tampannya.
"Tuan anda disini," sapa Jasper dengan keras membuyarkan lamunan Henry.
"Akh iya, aku baru menanyakan beberapa hal penting padamu," jawab Henry dengan cepat berusaha menutupi kekagetannya.
Jasper menepuk salah satu pundak anak buahnya, ia lalu berjalan menuju ke tempat Henry berada dengan cepat.
"Ada apa Tuan?" tanya Jasper penasaran.
__ADS_1
"Kita akan melakukannya seperti dulu, kau dan aku memimpin setengah anggota. Ingat jangan sampai anggota kita ada yang terluka, perkecil sekecil mungkin kemungkinan ada yang terluka dari anggota kita. Cecar dan istriku akan memantau dari CCTV memberikan kita instruksi," jawab Henry serius.
"Siap tuan, saya mengerti," sahut Jasper penuh semangat.
"Lalu pakailah ear piece ini terlebih dahulu untuk persiapan, Cecar ingin menyamakan frekuensi terlebih dahulu supaya kita nyaman saat memakainya nanti," imbuh Henry pelan sambil memberikan alat komunikasi yang di pasang di telinga pada Jasper.
Jasper meraih ear piece pemberian Henry dan langsung memakainya di telinga kiri, mengikuti apa yang dilakukan oleh Henry yang juga sudah memakainya di telinga kiri sebelumnya. Saat pertama kali Jasper memakai ear piece itu terdengar suara yang sangat nyaring yang memekakkan telinga dan langsung membuat dirinya melepaskan ear piece itu dari telinganya dengan wajah kebingungan pasalnya Henry terlihat biasa saja.
"Tuhan, im sorry Jasper. Aku lupa ada hal penting lagi yang tadi Cecar sampaikan padaku, saat kau memakai alat komunikasi yang sudah dimodifikasi oleh Cecar ini kau tidak diperbolehkan membawa ponsel karena akan mengganggu frekuensi dari ear piece Ini sendiri. Jadi lebih baik letakkan ponselmu dan jangan dibawa kemana-mana," ucap Henry dengan cepat.
"Oh sinyalnya bertabrakan kah Tuan?" tanya Jasper dengan cepat sambil menyentuh telinganya yang masih terasa tak nyaman.
"Iya, sinyal yang ada di ear piece itu akan terganggu jika ada perangkat elektronik di dekat sang pemakai. Apalagi aku sudah memodifikasi alat itu hanya bisa dipakai oleh orang-orang yang aku pilih, jadi misalkan ear piece ini jatuh dan ditemukan lawan mereka hanya akan mengira ini sebuah ear phone biasa. Fungsinya sebagai alat komunikasi akan langsung mati jika di sentuh dan dipakai oleh bukan orang yang sudah aku setting," jawab Cecar tiba-tiba menjawab pertanyaan Jasper.
"Kau sampai mendesain sejauh itu Cecar?" tanya Michael takjup.
Melihat Cecar pergi membuat Henry dan yang lainnya mengelus dada, mereka bertiga benar-benar seperti anak kecil yang tak tau apa-apa kali ini.
"Untung saja kau pintar Cecar, coba kalau tidak sudah lama kau ku kirim ke Antartika," ucap Henry dingin.
"Sabar Tuan," sahut Jasper lirih sambil menahan tawa mencoba untuk menenangkan Henry yang terlihat sangat kesal pada Cecar.
Selama Henry masih aktif menjadi anggota Royal Blood mereka memang tidak pernah melakukan strategi pengintaian seperti ini. Mereka yang biasa melakukan penyerangan secara langsung membabibuta menyerbu musuh tidak mengenal alat-alat semacam ini, yang ada di tangan mereka hanyalah pistol, granat dan pisau yang digunakan untuk menyerang musuh. Oleh karena itu saat melakukan hal ini pertama kali bersama Cecar dan Ayara bagi mereka masih terasa aneh, pasalnya apa yang dilakukan oleh Cecar dan Ayara sangat terorganisir sekali. Sementara itu Michael yang tidak ada background sama sekali dengan dunia gelap, hanya bisa diam dan tak banyak bicara ketika diperintah oleh Cecar. Ia pun langsung menurutinya tanpa banyak bertanya karena memang ia sangat mengagumi Cecar.
"Henry kemarilah," panggil Ayara tiba-tiba.
__ADS_1
"Ya sayang," jawab Henry dengan cepat sambil berlari ke arah Ayara yang duduk disebelah Cecar.
"Aku sudah mengalihkan tujuan mereka ke sebuah area yang tak jauh dari tempat ini, mereka sebenarnya akan bersiap menuju ke bandara namun aku sudah menyeting GPS mobil yang akan membawa mereka ke tempat yang aku tentukan itu. Di sana kau bisa mengatur semua anak buahmu untuk bersiaga sambil menunggu kedatangan mobil-mobil yang membawa anak buah Yamashita Ryuichi," ucap Ayara pelan sambil menunjukkan sebuah area kosong yang tak jauh dari hotel tempat mereka menginap saat ini.
"Jadi mereka akan berangkat ke Cordoba?" tanya Henry kembali.
"Iya, mereka akan berangkat ke Cordoba. Sama seperti kita tadi pagi rupanya Yamashita Ryuichi ingin lebih cepat sampai di Cordoba, jadi ia memilih menggunakan pesawat untuk berangkat ke Cordoba," jawab Ayara dengan cepat.
"Ok aku paham, baiklah aku akan memimpin mereka semua untuk bersiap sekarang. Kalian berdua terus pantau mereka dan berikan informasi secepat mungkin pada kami," sahut Henry penuh semangat.
"Tentu saja," ucap Ayara singkat sambil menatap layar monitor laptopnya yang menunjukkan para Yakuza itu sedang bersiap dengan tas-tas hitam mereka di luar kamar masing-masing, tanpa pergi makan pagi terlebih dahulu. Ayara menduga mereka memilih makan di jalan untuk menghemat waktu.
Setalah Henry dan yang lain pergi Ayara melepaskan ear piecenya dari telinga dan meletakkannya diatas meja, begitu pun dengan Cecar.
"Anda yakin akan melakukan ini sendiri nona?" tanya Cecar lirih setelah ia mematikan ear piece miliknya dan milik Ayara supaya percakapan mereka berdua tak terdengar Henry, Michael dan Jasper yang juga memakai ear piece.
"Iya Cecar, yang diinginkan pria itu adalah aku. Sepertinya saat itu sudah tiba, aku tak akan menunggu waktu lama lagi sekarang. Sudah banyak gadis yang menjadi korbannya, biarkan aku keturunannya yang menyelesaikan semua sepak terjangnya ini Cecar. Aku tak mau Henry menggangguku, berhadapan langsung dengan Yamashita Ryuichi itu tugas dari Yamashita Ayara,"jawab Ayara dengan cepat.
Rupanya Ayara sudah membuat rencana sendiri tanpa sepengetahuan Henry di mana ia sudah memisahkan tujuan mobil yang akan membawa Yamashita Ryuichi dan anak buahnya, jadi saat Henry dan yang lain menaklukkan para Yakuza itu Ayara pergi seorang diri menemui Yamashita Ryuichi.
"Ini urusan keluarga Cecar, aku yakin aku bisa menyelesaikannya. Aku masih berharap ada sisi baik dalam hati iblis itu, kalau ia tak bisa diajak bicara baik-baik seperti ayah dan anak mungkin memang hanya itu caranya untuk menyelesaikan semua ini," ucap Ayara pelan sambil meraih sebuah pistol yang tergeletak di atas meja.
🌼 bersambung 🌼
☘️☘️ Ayara ingin menyelesaikan dengan caranya sendiri, akankah dalam hati Yamashita Ryuichi masih tertinggal setitik sikap baiknya? terus ikuti Bodyguard cantik dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE DAN RATTING BINTANG LIMA, TERIMA KASIH.