
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak.
Sebuah taksi berhenti didepan rumah sakit San Juan de Dios de córdoba dimana Ayara meminta sang supir untuk mengantarnya ke rumah sakit itu dengan cepat, sang supir bahkan membantu memapah Ayara ke kursi roda dibantu para suster.
"Ini uang taksinya pak," ucap Ayara pelan menahan rasa sakit luar biasa di kaki kanannya sambil memberikan satu lembar uang pecahan seratus dollar Amerika.
"Señorita ini terlalu banyak." jawab sang supir taksi menolak uang pemberian Ayara.
"Tak apa pak ambil saja, itu juga ucapan terima kasih karena bapak sudah membantu saya duduk di kursi roda ini." sahut Ayara pelan dengan senyum yang dipaksakan.
"Gracias señorita ... gracias." pekik sang supir taksi dengan girang, ia kemudian pergi meninggalkan Ayara yang sudah ditangani suster.
Tak lama kemudian Ayara pun dibawa ke ruang IGD, seorang suster yang melihat wajah Ayara memucat sedikit khawatir. Mereka lalu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan mendapati tangan Ayara tergores cukup dalam dan mengeluarkan darah yang menembus kemeja flanel yang dipakai Ayara, seorang dokter yang baru datang meminta suster untuk melepaskan sepatu sneaker yang dipakai Ayara.
"Oh God, La pierna de esta niña está gravemente herida."ucap seorang suster dengan nada meninggi saat melihat kaki kanan Ayara.
*Kaki gadis ini terluka parah.
"Jangan sentuh sembarangan, aku perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Bawa gadis cantik ini ke ruang CT-scan." sahut sang dokter dengan tenang sambil membelai wajah Ayara yang mengeluarkan keringat dingin.
"Tapi kita belum tau identitas gadis ini dok, siapa tau dia...
"Aku yakin dia nona dari keluarga kaya, walau pakaian luarnya terlihat kuno tapi lihatlah pakaian dalamnya merek apa." ucap sang dokter memotong perkataan seorang suster berwajah Asia sambil menunjukkan sport bra merek under armor yang dipakai Ayara.
Sang suster langsung diam seketika ketika melihat pakaian dalam Ayara, ia pun langsung mendorong ranjang Ayara menuju ruang CT-scan atas perintah sang dokter. Sebelum di periksa semua pakaian Ayara yang kotor sudah dilepas, ia kini memakai seragam rumah sakit yang sudah disiapkan sebelumnya. Tak lama kemudian sang dokter pun melakukan tugasnya, ia tersenyum tipis ketika melihat kaki Ayara yang terluka. Dokter baik itu lalu melakukan tugasnya ia terlihat sibuk mengompres bengkak di kaki Ayara, kaki Ayara sudah dapat dipastikan tak bisa dipakai untuk beraktivitas selama beberapa hari kedepan karena terkilir.
Sang dokter wanita yang bernama Agnes terlihat sedang membalut kaki Ayara yang terkilir dengan menggunakan perban khusus, ia melakukan tekanan pada saat membalut perban ke kaki Ayara untuk mampu mengurangi pembengkakan di sekitar kaki yang cedera. Setelah luka di kakinya di rawat Ayara kemudian dibawa ke ruang perawatan, luka di tangan kanannya pun sudah mendapat penanganan.
"Siapa yang akan menjadi wali pasien ini dok...
"Alfredo Del Castillo..." ucap seorang suster wanita lainnya dengan suara lirih hampir tak terdengar mengeja nama Alfredo di sebuah foto kecil yang ia temukan di dalam buku Ayara memotong perkataan suster pertama yang berdiri disamping dokter Agnes.
"Apa maksudmu suster?" tanya dokter Agnes pada suster kedua yang sedang memeriksa tas Ayara.
"Ini dok." jawab sang suster itu kembali sambil menunjukkan foto kecil yang Ayara pasang di bukunya, dimana dalam foto itu terdapat dirinya bersama kedua orangtuanya sedang menggendong baby Ace yang baru berumur tiga bulan di Disneyland Paris.
Dokter Agnes nampak menelan salivanya perlahan, ia lalu menoleh kearah Ayara yang tertidur efek obat yang ia berikan sebelumnya.
"Tebakanku benar bukan, gadis ini adalah nona dari keluarga kaya dan lihatlah ternyata dia adalah putri dari Alfredo Del Castillo." ucap dokter Agnes pelan sambil tersenyum.
"Apa...nona ini anak tuan Del Castillo ?"
"Untung saja kita memperlakukannya dengan baik."
"Oh my God."
Dokter Agnes tersenyum mendengar perkataan para suster yang ada dihadapannya, ia lalu memerintahkan seorang suster untuk menghubungi keluarga Del Castillo untuk memberitahukan kondisi putri pertama mereka karena tak ada satupun orang yang ada diruangan itu bisa membuka ponsel Ayara yang di password dengan kata sandi yang sulit.
__ADS_1
"Sudah sus?" tanya dokter Agnes pada suster yang ia perintahkan untuk menghubungi keluarga Ayara.
"Tuan dan nyonya Del Castillo sedang ada di Itali jadi tadi yang menerima telpon saya pelayannya saja dokter, mereka mengatakan akan datang kerumah sakit secepatnya." jawab suster cantik berwajah oriental yang sebelumnya menghubungi keluarga Ayara.
"Baiklah kalau begitu, kalian sudah boleh kembali bekerja saya juga akan kembali ke tugas saya. Terima kasih suster." sahut dokter Agnes sambil tersenyum.
Sang suster pun menganggukan kepalanya perlahan merespon perkataan dokter Agnes, ia kembali pada pekerjaannya begitu pula dengan sang dokter. Ayara sudah dirawat dalam ruangan VIP dengan fasilitas yang mewah atas rekomendasi dokter Agnes, ia takut pihak keluarga akan marah jika Ayara dirawat di ruang biasa.
Dua puluh menit kemudian suasana di rumah sakit San Juan de Dios de córdoba menjadi sedikit mencekam karena kedatangan sepuluh mobil serba hitam ke rumah sakit itu, tak lama kemudian keluarlah para pria berbaju hitam dari dalam mobil-mobil mewah itu menuju ke dalam rumah sakit. Banyak pasien dan keluarganya yang kebingungan pada awalnya, mereka mengira ada pejabat kenegaraan yang akan dirawat di rumah sakit. Akan tetapi setelah seorang suster memberitahu bahwa mereka adalah pengawal pribadi tuan Del Castillo akhirnya keluarga pasien lainnya maklum dan banyak bicara lagi.
"Bagaimana keadaan nona kami dokter?"
"Apakah lukanya parah?"
"Tidak sampai operasi kan ?"
"Apakah lukanya akan meninggalkan bekas?"
Pertanyaan yang tak berhenti-henti dari Owen pada dokter Agnes membuat para suster lainnya ikut kebingungan dan takut, mereka terlihat khawatir salah bicara pada para pria berbadan tegap yang kini ada didepan kamar perawatan Ayara.
"Nona Del Castillo baik-baik saja tuan, saya sudah memberikan perawatan yang terbaik untuknya." jawab dokter Agnes dengan ramah.
"Itu kaki nona kami kenapa? kenapa di perban seperti itu?" tanya Owen kembali dengan panik.
"Nona Del Castillo tidak mengalami cedera yang parah, ia hanya terkilir....
"Apa terkilir!!!! itu parah dokter, nona kami tak pernah terluka sebelumnya bahkan sampai masuk rumah sakit seperti saat ini. Sebenarnya apa yang terjadi pada nona kami dokter!!!" pekik Owen dengan suara meninggi memotong perkataan dokter Agnes.
Setelah memberikan penjelasan pada Owen dokter Agnes pun kembali bekerja, ia membiarkan para pengawal tuan Del Castillo melakukan tugasnya untuk menjaga Ayara. Para suster juga diminta untuk tak panik karena mereka tak akan membuat keributan apapun.
"Bagaimana ini pak?" tanya Delon asisten Owen.
"Seperti yang kau dengar tadi dari dokter itu bahwa nona baik-baik saja, baik-baik saja menurut dokter itu belum tentu baik-baik saja menurut tuan dan nyonya." jawab Owen pelan, ia sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika tuan dan nyonya mereka sampai satu jam lagi.
"Oh iya juga ya, lalu apa yang harus kita lakukan pak?" tanya Delon kembali dengan suara bergetar karena takut.
"Selidiki kampus nona, lihat semua CCTV. Cari tau apa yang terjadi dengan nona kita sampai ia terluka seperti itu, bawa orang-orang terbaikmu Delon." jawab Owen dengan suara meninggi.
"Yes sir!!" jawab Delon dengan keras berbarengan dengan beberapa orang lainnya.
Setelah itu mereka langsung pergi meninggalkan ruang perawatan Ayara meninggalkan Owen dan sepuluh pria berbadan besar lainnya, sementara itu di dalam pesawat jet pribadi milik Alfredo Del Castillo nampak Raisa sudah tak tenang. Ia terlihat berjalan mondar-mandir dalam pesawat, kadang berpindah tempat duduk sambil terus menyatukan kedua tangannya menjadi satu membentuk salam namaste seperti sedang berdoa. Hatinya tak tenang sejak diberitahu Owen satu jam yang lalu bahwasanya putri kesayangannya Ayara masuk ke rumah sakit, pikirannya sudah melayang-layang tak karuan. Ini adalah pertama kalinya dalam hidupnya mengetahui Ayara dirawat di rumah sakit.
"Sayang tenanglah, Yara pasti baik-baik saja." ucap Alfredo berkali-kali mencoba menenangkan istrinya.
"Yara...dia belum pernah masuk rumah sakit sebelumnya, aku takut terjadi sesuatu yang membahayakan padanya saat ini. Aku takut kalau saat kita sampai sana Yara...
"Hei hei jaga bicaramu sayang, anak kita gadis yang kuat aku yakin ia baik-baik saja. Kau juga harus tenang jangan panik, aku yakin semuanya baik-baik saja." ucap Alfredo dengan cepat memotong perkataan Raisa.
__ADS_1
"Sejak kecil ia sudah terlalu banyak menderita hu hu huuuuu... aku tak bisa hidup lagi jika terjadi sesuatu padanya Alfredo aku tak akan bisa hidup lagi hiks hikss...." tangis Raisa akhirnya pecah di dalam pelukan suaminya, ia benar-benar tak bisa menguasai dirinya saat ini.
Alfredo yang sebenarnya khawatir pada keadaan Ayara terlihat berusaha sangat tenang, ia tak mau membuat Raisa makin stres kalau melihatnya ikut panik.
"Owen dan yang lainnya sudah berjaga di rumah sakit San Juan de Dios de córdoba sayang, kau tenang ya my love. Everything is fine." bisik Alfredo pada Raisa.
"I hope so... I can't live without her." jawab Raisa terbata.
Alfredo menutup kedua matanya mendengar perkataan sang istri, ia tau kalau Raisa sangat menyayangi Ayara sama seperti dirinya yang menyangi Ayara seperti anak kandungnya sendiri.
"Akan ku hancurkan kampus itu kalau memang terbukti melakukan kekerasan pada putri kesayanganku putri Alfredo Del Castillo." ucap Alfredo dingin penuh emosi, ia langsung naik darah ketika mengetahui Ayara terluka di kampus.
🌼Bersambung 🌼
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟
Nb🌼Bersambung 🌼
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟
__ADS_1
Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince
Terima kasih