
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Mendengar perkataan sang ayah tiri membuat Ayara hampir menjatuhkan stik PlayStation kesayangannya ke lantai.
"Tak mungkin dadd, mana mungkin dua orang itu menyukaiku.!!!" Ucap Ayara tak percaya.
"Nak, daddy lebih berpengalaman daripada kau. Daddy bisa melihat dengan sangat jelas di kedua mata pemuda itu, tatapan cinta...
"Tatapan cinta apa dadd, mereka berdua adalah penjahat kelamin semua. Yara tak mau berhubungan dengan mereka." Sahut Ayara ketus memotong perkataan sang ayah tiri.
"Benarkah....hmmm baiklah kalau begitu, Yara jangan pernah berhubungan dengan mereka. Jauhi dua orang pemuda itu mulai saat ini ya." Ucap Alfredo pelan sambil menyentuh kepala Ayara penuh kasih sayang, pernah kehilangan anak di masa lalu membuatnya sangat menyayangi Ayara saat ini.
Ayara menganggukan kepalanya pelan merespon perkataan sang ayah, ia lalu kembali fokus dengan permainannya di layar TV dimana ia sedang bermain game sepak bola. Walaupun banyak game online di ponsel akan tetapi Ayara masih menyukai PlayStation sebuah game yang melegenda.
Raisa yang berdiri didepan pantry sambil membawa nampan yang berisi buah yang sudah di potong sebelumnya nampak berkaca-kaca melihat perlakuan calon suaminya kepada putri semata wayangnya, sebuah kasih sayang seorang ayah yang dirindukan Ayara selama bertahun-tahun. Setelah berhasil menguasai dirinya Raisa kemudian berjalan pelan menuju ke ruang TV dimana calon suaminya dan sang putri bermain PlayStation.
Karena hari sudah malam Alfredo berpamitan pulang pada Raisa yang masih terjaga sedangkan Ayara sudah tidur sejak tadi dipangkuan sang ibu.
"Terima kasih hanya itu yang bisa aku katakan padamu saat ini." Ucap Raisa pelan.
"Terima kasih untuk apa?" Tanya Alfredo bingung.
"Terima kasih karena sudah memberikan kasih sayang seorang ayah pada Yara, aku sangat berterima kasih padamu hiks....
Raisa tak dapat menyelesaikan perkataannya karena sudah dipeluk oleh Alfredo dengan erat dimana Ayara masih tertidur pulas di pahanya.
"Dengar...bukankah aku sudah mengatakan padamu sejak beberapa bulan yang lalu, aku akan mencintai kalian berdua tanpa aku bedakan. Aku bersyukur mendapatkanmu yang memberikan aku seorang anak semanis ini, jadi jangan pernah berkata seperti itu lagi. Aku rela Yara menggunakan nama belakangku jika dia mau." Bisik Alfredo penuh cinta.
"Terima kasih Alfredo...terima kasih..." Jawab Raisa sambil terisak, ia tak pernah menyangka sama sekali kalau akan mendapatkan cinta kembali di usianya yang sudah tak muda lagi.
Alfredo mengeratkan pelukannya pada Raisa sebelum pulang, rasanya ia sudah tidak sabar ingin segera menikah dan tinggal satu rumah dengan Raisa dan Ayara tanpa harus pulang seperti saat ini.
"Ya sudah aku pulang ya, kedua bodyguard ku sudah menunggu di depan pintu." Pamit Alfredo pelan sambil melepaskan pelukannya pada Raisa.
"Aku antar kedepan."Jawab Raisa singkat.
"No tidak usah lihatlah Yara tidur di pahamu, jangan bangunkan dia...
"Tapi kakiku keram sayang." Ucap Raisa memotong perkataan Alfredo dengan cepat.
Alfredo langsung bertindak cepat setelah paham dengan kode yang diberikan Raisa, dengan perlahan ia mengangkat kepala Ayara dan memberikannya bantal agar Raisa bisa bebas.
Raisa langsung memijat pahanya yang terasa kebas setelah hampir empat puluh lima menit menjadi bantal putrinya, Alfredo hanya tersenyum lebar melihat apa yang dilakukan oleh Raisa.
"Ya sudah aku pulang ya, tidurlah yang nyenyak jangan lupa mimpikan aku." Ucap Alfredo pelan pada Raisa yang mengantarnya sampai ke depan apartemen.
"Ya sudah sana pulang, hati-hati dijalan." Sahut Raisa dengan cepat sambil mengalihkan pandangannya, ia malu digoda seperti itu oleh Alfredo.
__ADS_1
Alfredo terkekeh melihat Raisa salah tingkah seperti itu, ia lalu pergi meninggalkan apartemen Ayara menuju ke lift dimana dua orang bodyguard mengawalnya. Setelah Alfredo menghilang dari pandangan Raisa kemudian masuk kembali ke dalam apartemen, hari ini ia sangat bahagia karena semua rencananya berjalan dengan mulus. Putri semata wayangnya pun nampak sudah sangat menerima kehadiran Alfredo, walaupun tadi sempat mengalami insiden kecil saat bertemu dengan mantan suaminya akan tetapi tak mengurangi kebahagiaannya hari ini.
Raisa kemudian memilih tidur di ruang tv bersama Ayara, ia masuk ke dalam kamar untuk mengambil satu buah bantal lagi dan bed cover besar yang akan ia pakai untuk menyelimuti dirinya dan Ayara.
"Terima kasih sayang sudah lahir ke dunia, terima kasih sudah melengkapi hidup mommy. I love you Ayara." Bisik Raisa pelan sambil mencium pipi Ayara yang sudah tertidur pulas.
K****ediaman Henry luke
Setelah acara makan malamnya bersama Yamashita Ryuichi gagal Henry kemudian pulang kembali ke rumahnya bersama Michael dengan perasaan yang campur aduk, dimana ia akhirnya mengetahui bahwa bodyguard nya yang selama ini menjaganya selama ini adalah seorang perempuan. Ada rasa aneh yang menggelitik dirinya saat mengetahui kalau ternyata Arial adalah seorang perempuan, sebuah rasa aneh yang tak dapat ia deskripsikan.
"Sialll....sialll siallll...."ucap Michael berkali-kali sambil memukul sofa yang sedang ia duduki.
"Kau kenapa Mike?" Tanya Henry bingung.
"Aku kesel tuan, ternyata kita selama ini di bohongi oleh Arial. Ternyata dia sudah menipu kita mentah-mentah dengan berpura-pura sebagai laki-laki." Jawab Michael dengan cepat.
"Aku tau dia memang salah akan tetapi sebenarnya dia tidak merugikan kita...
Brak...
Michael memukul sofa kembali dengan keras sehingga membuat Henry kaget.
"Kenapa tuan tidak marah kepadanya, dia sudah menipu anda tuan!! dia sudah menipu kita, aku sangat tidak suka ditipu oleh orang seperti ini tuan." Ucap Michael dengan suara meninggi sambil berdiri dan menatap Henry dengan tajam.
"Aku marah padanya Mike hanya saja...
"Bukan begitu Mike, hanya saja aku tak bisa marah kepada perempuan apalagi dia pernah bekerja kepadaku rasanya sangat tidak adil kalau tiba-tiba aku marah kepadanya saat ini." Jawab Henry lirih.
"Ah sudahlah, percuma aku berbicara kepada anda saat ini. Aku tau kalau saat ini anda sedang dimabuk cinta karena melihatnya menggunakan pakaian seperti tadi, sama seperti Ryan Bray yang saya rasa juga menyukai penipu itu." Ucap Michael sambil berjalan pergi meninggalkan Henry.
Deg
Deg
Deg
"Sama seperti Ryan Bray yang saya rasa juga menyukai penipu itu."
"Ryan Bray yang saya rasa menyukai penipu itu."
"Menyukai penipu itu."
Suara Michael terdengar berulang-ulang di kepala Henry, wajahnya langsung memerah saat mendengar kalau Ryan Bray menyukai Ayara.
"Jangan cari masalah denganku Ryan, Ayara adalah orang ku dia adalah bodyguard ku jadi dia milikku. Kalau berani bersaing denganku maka jangan salahkan aku kalau berbuat nekat padamu." Ucap Henry pelan sambil mengepalkan tangannya penuh emosi.
"Tak ada orang yang bisa mengambil barang milik Henry Luke, apalagi mengambil wanita Henry Luke. Kau jangan bermimpi untuk merebutnya dariku Ryan." Batin Henry bergejolak memikirkan perkataan Michael sang asisten pribadinya.
__ADS_1
Karena sudah terlalu lelah Henry akhirnya memutuskan untuk naik ke kamarnya yang ada di lantai dua, saat sudah hampir masuk ke dalam kamarnya tiba-tiba langkahnya terhenti ketika ia menatap kearah kamar yang ada di ujung lorong sebuah kamar kecil yang merupakan kamar Ayara.
Henry kemudian berjalan menuju kamar kecil itu dan membukanya dengan perlahan, kamar itu memang sudah tidak ada apa-apanya lagi akan tetapi bayangan tentang Ayara yang bermain game di atas tempat tidur kembali terlintas dalam ingatan Henry. Belum lagi ingatan saat Ayara bertengkar dengan Michael, melihat kamar itu membuat dada Henry terasa sesak dengan seketika tanpa sebab.
"Apa yang terjadi kepadaku." Ucap Henry lirih bertanya kepada dirinya sendiri dalam hati.
Karena dadanya terasa semakin sesak Henry akhirnya memutuskan kembali ke kamarnya untuk segera beristirahat, ia tak mau jatuh sakit seperti waktu itu. Tanpa membuka pakaiannya Henry langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, ia tidur menggunakan kemeja dan celana panjang mahalnya dengan tanpa membuka sepatu.
Sementara itu di kediaman Ryan Bray hal yang sama pun nampak sedang dialami oleh pria percampuran Inggris, Swiss dan sedikit Jepang itu, ia nampak tak tenang setelah kembali dari hotel tempat dimana ia akan makan malam bersama Yamashita Ryuichi dan Henry.
"Bagaimana aku tak mengenalimu Yara, seharusnya dari awal aku sudah tahu kalau kau bukanlah gadis sembarangan." Ucap Ryan lirih sambil menikmati segelas whiski yang ada di tangannya.
"Seharusnya aku tahu kalau kau adalah anak orang kaya, melihat dari sifat aroganmu itu Yara. Sangat tidak mungkin seorang gadis biasa bisa bersikap kurang ajar sepertimu waktu itu." Batin Ryan dalam hati sambil membayangkan betapa arogannya Ayara waktu bekerja di rumahnya, bahkan saat proses seleksi pun sikap arogan dan keras kepala Ayara sudah sangat terlihat jelas. Akan tetapi ia tak memikirkan sampai sejauh itu ia sama sekali tak menduga kalau seorang gadis dari keluarga kaya rela menjadi pelayan.
Ryan kemudian menutup matanya dengan perlahan sambil bersandar di sofa yang ada di di ruang tamu yang menghadap ke taman, ia sedang menebak-nebak mengapa Ayara mau bekerja sebagai pelayan dirumahnya. Namum tiba-tiba kedua mata Ryan langsung terbuka dengan lebar saat memikirkan satu-satunya kemungkinan besar yang masuk akal.
Ryan berhasil mengumpulkan pecahan ingatannya yang berhubungan dengan Ayara, ia mengingat kembali pertemuan terakhirnya di rumah baru Henry dimana saat itu Ayara masih menyamar sebagai laki-laki dan berkerja sebagai bodyguard Henry.
"Ayara bekerja sebagai bodyguard dengan menyamar sebagai laki-laki di rumah Henry, tak lama kemudian dia bekerja di rumahku menjadi seorang pelayan wanita. Hanya ada dua kemungkinan besarnya yaitu dia dibayar Henry untuk memata-mataiku atau dia di bayar orang lain untuk memata-matai Henry dan aku secara sekaligus." Ucap Ryan datar membuat asumsi sendiri.
"Tapi kalau dia memang seorang mata-mata untuk apa, bukankah orang tuanya sangat kaya." Gumam Henry lirih sambil menatap layar ponselnya yang menampilkan profil tentang Raisa Angelic Turner yang merupakan seorang pengusaha wanita sukses yang berasal dari Inggris.
Ryan kembali memejamkan kedua matanya mencoba menerka-nerka kembali tentang maksud dan tujuan Ayara bekerja sebagai pelayan di rumahnya, ia masih bertarung dengan akal warasnya memikirkan kemungkinan terbesar yang sebenarnya menjadi alasan ayah ra merendahkan dirinya melakukan pekerjaan seperti itu. Namun setelah bergulat selama hampir satu jam dengan akal warasnya Ryan akhirnya menyerah, ia tak dapat menganalisa dengan jelas maksud dan tujuan Ayara menjadi seorang pelayan dan Bodyguard secara bersamaan di tempatnya dan di tempat Henry dalam waktu yang sama.
"Jalan satu-satunya adalah bertanya langsung kepada Ayara mengenai tujuannya bekerja di rumahku, ya hanya dengan berbicara dengannya saja aku bisa tahu sebenarnya apa maksud dan tujuannya bekerja sebagai pelayan di sini." Ucap Ryan lirih kedua matanya nampak menatap tajam ke arah ponselnya dimana saat ini ia berhasil mendapatkan foto Ayara yang diunggah ibunya Raisa Angelic Turner ketika sedang bermain sky di Swiss.
Blush
Wajah Ryan langsung memerah ketika melihat Ayara tersenyum cantik di foto yang sedang ia lihat, jantungnya pun berdegup dengan kencang ketika melihat senyum tulus gadis yang yang mencuri perhatiannya sejak hari pertama ia masuk dalam kehidupannya.
"Aku bisa gila kalau seperti ini terus lebih baik aku sekarang pergi tidur." Batin Ryan lirih sambil menutup layar ponselnya, tak lama kemudian ia berjalan menuju kamarnya mengabaikan para wanita cantik yang sudah ada di kamar bercintanya yang ada di lantai satu.
Padahal rencananya malam ini ia ingin melakukan pesta sexxss bersama empat orang model yang sedang naik daun di Jakarta, model-model itu meminta bantuannya untuk mendapatkan sponsor yang lebih banyak agar bisa mendapatkan peran yang jadi artis utama di sebuah film layar lebar yang digadang-gadang akan menjadi film terbaik besutan seorang sutradara kawakan Indonesia yang bekerjasama dengan salah satu sutradara Hollywood.
Setelah sampai di kamarnya Ryan langsung mengunci pintu kamarnya dan segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang, bayangan Ayara yang menggunakan dress warna putih yang cantik dengan riasan tipis tadi di hotel benar-benar tak mau hilang dari bayangannya. Semakin kuat ia berusaha menghilangkan bayangan itu semakin bercokol kuat pula bayangan itu di pikirannya.
"Arrgghhhh shit shit shit....kenapa kau terus menganggu pikiranku Yara!!!" Teriak Ryan menggila sambil melempar gelas yang ada di atas nakas ke dinding kamarnya sehingga hancur berantakan di lantai.
"Kau kau harus bertanggung jawab padaku Yara, bertanggung jawab karena kau berani masuk dalam hatiku." Ucap Ryan dingin dengan nafas naik turun.
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Terima kasih.
love U all🌹.
__ADS_1