
Minta Vote dulu ya kakak-kakak , terima kasih .
Pilihan Ayara jatuh pada samsung galaxy S10 yang harganya sedikit lebih murah dari ponsel iPhone Ayara yang hancur karena ia banting ke lantai, sebenarnya Ayara tak terlalu mempermasalahkan ponsel mahal atau tidak baginya cukup bisa melakukan video call bersama sang ibu saja sudah cukup.
Karena keperluannya sudah selesai di mall Ayara kemudian memilih pulang untuk pergi ke studio Muay Thai lagi untuk berlatih, setalah dua hari tak berlatih seluruh badannya terasa kaku. Oleh karena itu Ayara memutuskan untuk pergi ke studio biasa tempat ia berlatih bersama personal trainernya, dengan menggunakan mobil mewahnya Ayara membelah jalanan ibiukota karena lewat jalan biasa terlalu macet Ayara akhirnya memilih lewat jalan tikus yang sudah ia hapal. Saat sedang melewati sebuah komplek perumahan mewah Ayara dikagetkan saat melihat sebuah mobil mewah nampak hancur bagian kaca belakang dan samping sedangkan pengemudinya nampak tak berdaya terkapar dijalanan dan seorang gadis nampak menangis sedang di paksa masuk ke dalam mobil Van yang ada dibelakang mobil itu.
"Henry...."Desis Ayara pelan saat melihat sosok Henry sudah banyak mengeluarkan darah.
"Sudahlah Yara ini bukan urusanmu...tapi ...akh sial....tinnnnnnnnn!!!
Ayara membunyikan klakson dengan suara keras sehingga membuat semua orang yang ada didepannya kaget, terutama tiga orang pria yang sedang berusaha memaksa kekasih Henry yang bernama Isabel masuk ke dalam mobil Van untuk diperkosa. Dengan menggunakan scarf yang baru ia beli Ayara menutupi wajah cantiknya supaya tak dikenali oleh Henry dan Michael yang sudah terkapar, walau keduanya sudah babak belur dan hampir hilang kesadaran Ayara tetap tak mau mengambil resiko.
"Jangan suka mencampuri urusan orang ya.!!" Hardik seorang pria berbadan besar yang sedang berusaha melepas celana panjangnya di dalam mobil Van membentak Ayara dengan keras.
"Sembilan lawan dua... pengecut kalian.!!" Sahut Ayara dengan suara lantang membalas perkataan sang pria yang berusaha menggagahi Isabel yang mulutnya sudah dibekap dengan sapu tangan.
"Heh anak kecil lebih baik kau pergi sana, apa kau mau mobil mewahmu itu kami hancurkan juga hah.!!" Pekik seorang pria yang sedang berdiri disamping Michael yang sedang berbaring dengan wajah penuh darah dan memar.
"Ayo cari lawan seimbang.!!" Ucap Ayara singkat sambil berjalan mendekati ke arah mobil Van, ia berpikir harus menyelamatkan Isabel terlebih dahulu yang akan di lecehkan ketimbang Henry dan Michael. Bagi Ayara menolong sesama perempuan lebih penting apalagi perempuan itu hampir diperkosa beramai-ramai.
"Bocah sialan ...kurang didikan !!! kau cari mati rupaya.!! seraaanggg...." Teriak sang pria pertama dengan suara lantang, ia merasa tertantang dengan perkataan terakhir Ayara.
Dua orang pria dari dalam mobil Van langsung berlari kearah Ayara, karena sedang terbawa emosi kemampuan kedua orang itu jadi sedikit menurun termasuk konsentrasinya dengan mudah Ayara membuat dua orang itu jatuh ke aspal padahal Ayara hanya menggunakan kaki panjangnya untuk menjegal dua pria itu berlari.
Bruk Brukk
"Akhhhh.."Teriak si pria berwajah codet saat wajahnya menyentuh aspal yang keras.
"Sial." Imbuh teman si codet sambil membuang ludah yang bercampur darah ke tanah saat sudah berhasil menguasai dirinya setelah terjatuh juga.
"Upsss... kakek-kakek harusnya istirahat dirumah jangan berbuat kejahatan seperti ini." Ucap Ayara mengejek dua orang pria yang baru saja jatuh dihadapannya.
"Jangan panggil gue Jampang dari Priuk kalau gue gak bisa robek mulut si sundal satu ini hiiaaaa...." Teriak si pria besar yang ada di dalam mobil Van berlari keluar ke arah Ayara sambil membawa sebuah golok yang cukup besar.
Ayara memicingkan matanya melihat pria itu berlari ke arahnya, senyumnya tersungging di balik scarf yang menutupi wajahnya.
"Serius rupanya mereka , hmmm baiklah aku akan layani permainan kalian." Gumam Ayara lirih sambil memasang kuda-kuda bersiap menyambut si pria yang menyebut dirinya Jampang datang.
__ADS_1
"Modar lo sun...akkhhh..." Si pria bernama Jampang tak dapat menyelesaikan perkataannya karena Ayara sudah menendang jagoan kecilnya yang tadi sudah sempat bangun saat akan memperkosa Isabel.
Prank ....
Golok yang si Jampang pun jatuh ke aspal seketika karena si empunya langsung memegang ke arah jagoan kecilnya yang di tendang oleh Ayara, ia pun langsung jatuh tersungkur sambil mengerang kesakitan karena merasakan sakit dan ngilu luar biasa ketika kejantananya mendapat tendangan maut dari Ayara.
"Wahhhh maaf saya tidak sengaja!!! maaf ya om." Ucap Ayara mengejek si Jampang sang pemimpin grub begal yang kini terkapar di aspal.
"Jalang keparaaaattt....kau harus mampus ditangan gue.!!!" Pekik seorang pria yang sedang menginjak kaki Henry dengan suara lantang sambil berlari ke arah Ayara, kelima pria lainnya pun langsung mengikuti langkah pria itu.
Alhasil enam orang pria berbadan besar saat ini membuat lingkaran bersiap menerkam Ayara secara beramai-ramai dengan penuh emosi, Ayara terlihat berkonsentrasi penuh saat terkepung. Ia ingat perkataan sang kakek yang dulu mengajarinya bela diri, dalam keadaan seperti apapun harus berkonsentrasi supaya bisa memusatkan kekuatan ditangan dan kaki supaya mudah bergerak.
Ayara terlihat memejamkan kedua matanya untuk memusatkan konsentrasi, ia berusaha tenang walau ke enam pria berbadan besar siap menerkamnya. Setelah berhasil mengumpulkan energi positifnya Ayara langsung membuka lebar-lebar kedua matanya karena mereka berenam rupanya menyerang Ayara bersama-sama, Ayara langsung menunduk dan membentangkan kakinya melakukan split untuk menghindari keenam pria itu. Cara yang dilakukan Ayara rupanya berhasil keenam pria itu langsung hilang keseimbangan karena saling bertubrukan satu sama lain, mereka kehilangan pijakan yang kuat sehingga satu sama lain saling menubruk.
Dengan cepat Ayara menendang kaki keenam pria itu dengan kekuatan penuh satu persatu dari bawah, terdengar bunyi seperti tulang patah saat Ayara mengeluarkan semua energi pada kakinya itu untuk menendang. Tak lama kemudian terdengar teriakan kesakitan dari keenam pria itu sambil terkapar di aspal sambil berguling-guling berusaha memegangi kakinya yang di tendang Ayara.
Ayara lalu berdiri dengan posisi sempurna dan memiringkan kepalanya ke kanan melihat keenam pria itu mengerang kesakitan.
"Apa tendanganku terlalu kuat ya." Ucap Ayara pelan sambil menatap pria-pria itu bergulingan di aspal dengan wajah kesakitan.
Dua orang pria yang ada disamping Jampang sang ketua begal nampak membuka mulutnya lebar ketika melihat teman-temannya terkapar, pasalnya mereka berdua mendengar dengan jelas bunyi 'krek' seperti bunyi patah ketika Ayara melakukan tendangannya tadi. Kedua mata mereka pun kini menatap ke arah Ayara yang juga sedang menatapnya dengan sorot mata tajam.
"Ampun nona saya punya anak istri nona." Imbuh pria itu kembali sambil berusaha meraih kaki Ayara namun tak berhasil menyentuh kaki Ayara karena Ayara langsung memindahkan kakinya dengan cepat.
"Saat seperti ini baru memikirkan punya anak dan istri dasar penjahat tak punya perasaan!!!" Ucap Ayara dengan suara meninggi.
"Ampun nona...ampun saya hanya cari makan nona....
"Masih banyak cara lain untuk mencari uang yang halal, bukan dengan cara seperti ini dan apalagi tadi kalian ingin memerkosa perempuan itu juga kan!!!bagaimana kalau anak kalian diperkosa orang apa kalian rela hah ....!!!Pekik Ayara lepas kendali karena mendengar perkataan sang pria yang kini berlutut dihadapannya.
"Tak bisa diajak bicara baik-baik rupanya perempuan satu ini...
Brakk
"Urgghhhh"
Brug
__ADS_1
Si pria yang berlutut di depan kaki kanan Ayara tersungkur kebelakang dengan mulut yang mengeluarkan darah karena terkena tendangan Ayara, Ayara spontan menendang pria itu yang tadi berusaha menyerangnya dengan menggunakan pisau kecil yang ada ia sembunyikan di sepatunya.
Melihat sang teman tersungkur hanya dalam satu tendangan membuat si pria yang tadi mengatakan punya anak istri pada Ayara langsung membeku, belum pernah ia melihat ada orang yang bisa menaklukkan delapan orang pria dengan mudah apalagi ini hanya seorang gadis.
"Tadi kau bilang punya anak istri bukan, kalau kau sayang pada mereka jangan pancing emosiku lagi." Ucap Ayara pelan mengancam sang pria berbadan kurus.
"Ampun nonaaa...saya tidak berani nonaaa..." Sahut si pria berbadan kurus sambil menangis, ia sudah bergidik mendengar suara kesakitan teman-temannya bahkan sang bos sendiri si Jampang yang masih menangis kesakitan sambil memegangi kejantananya menggunakan kedua tangan.
Ayara tersenyum tipis mendengar perkataan si pria berbadan kurus, ia kemudian menelfon polisi menggunakan ponsel si pria yang sedang berlutut ketakutan. Setelah bicara dengan polisi Ayara mendekati Isabel yang masih terikat dengan mulut tersumpal di dalam mobil van bagian belakang dengan baju yang terkoyak, Ayara terenyuh melihat kondisi Isabel saat ini. Dengan cepat Ayara melepaskan ikatan Isabel dan melepas sapu tangan yang menyimpan mulutnya, begitu ikatannya terlepas Isabel langsung menangis sejadi-jadinya. Walau ia sudah tidak perawan lagi akan tetapi ia tak Sudi disetubuhi oleh pria yang tak ia kenal, perlahan Ayara mendorong dan melepaskan tubuh Isabel dari tubuhnya.
"Wear this jacket to cover your body. " Ucap Ayara pelan sambil menyerahkan jaket yang ia pakai untuk Isabel gunakan.
"Thank you...hikss what your name.?" Tanya Isabel pelan sambil menerima jaket pemberian Ayara.
"My name is not important, now you wait here with your two friends, the police will be here soon." Sahut Ayara pelan sambil tersenyum dibalik scarf yang ia pakai.
Selesai bicara seperti itu dengan Isabel di dalam mobil Van Ayara kemudian mengambil tali yang dipakai untuk mengikat Isabel tadi, ia lalu mengikat pria-pria itu satu sama lain menggunakan tali menunggu polisi datang.
"Kalian harus mempertanggung jawabkan perbuatan kalian, dan jadilah manusia yang baik dimasa depan." Ucap Ayara pelan setelah selesai mengikat tangan mereka satu sama lain.
Ayara kemudian bangun dan berjalan pelan ke arah Henry yang sudah pingsan, ia memegang leher Henry dan tersenyum ketika merasakan detak nadinya masih baik begitu pula dengan Michael yang saat ini tertelungkup tak berdaya. Karena kasian melihat posisi Michael yang tak nyaman Ayara kemudian membalikkan badan Michael supaya bisa bernafas dengan baik, ia juga memeriksa detak nadi Michael yang masih normal.
"Tunggu disini polisi akan segera datang." Ucap Ayara lirih pada Michael dan Henry yang saat ini berbaring bersebelahan dengan mata tertutup.
Tak lama kemudian Ayara pun masuk dalam mobilnya dan meninggalkan Henry dan para pembegalnya di posisi semula, saat akan masuk ke dalam mobil tak sengaja Ayara melepas scarf yang menutupi wajahnya sehingga wajahnya terlihat dengan jelas. Karena rambut hitam panjangnya yang berantakan wajah cantik Ayara pun masih bisa tersamarkan, ia kemudian masuk ke dalam mobil dengan cepat dan meninggalkan tempat Henry.
"Arial..."Gumam Henry lirih saat melihat wajah Ayara sepintas, ia kemudian memejamkan matanya kembali karena seluruh tubuhnya terasa tak berdaya.
🌸Bersambung 🌸
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting .
Terima kasih kakak-kakak.
Love u all.
Ayara ketika berlatih menembak
__ADS_1