
Minta vote ya kakak-kakak sayang , terima kasih .
🌹
🌹
Ryan menjadi orang yang lebih gampang marah dari biasanya sejak hari kepergian Ayara , sedikit saja pelayannya membuat kesalahan ia akan marah-marah . Perubahan sikap Ryan membuat Joshua sedikit bingung , selama lima tahun bekerja bersama Ryan baru kali ini ia melihat perubahan sikap Ryan yang drastis .
Saat sedang ada di kantor Ryan terlihat lebih pendiam daripada sebelumnya , ia tak banyak bicara ketika sedang meeting bersama Henry . Begitu pula dengan Henry yang tak banyak interupsi ketika sedang meeting mingguan ataupun bulanan bersama Ryan dan timnya , padahal biasanya Henry banyak bertanya ketika Ryan sedang mempresentasikan hasil kerjanya bersama timnya . Akan tetapi tidak dengan sebulan terakhir ini , melihat perubahan sikap kedua pimpinan perusahaan membuat para manajer dan staf menjadi takut karena mereka tahu kedua pemimpinan itu sedang perang dingin.
"Ayo pergi keluar , aku butuh udara segar. " Ucap Ryan pelan sambil melempar berkas ke atas meja kerjanya dengan kasar .
"Ke restoran mana tuan .?" Tanya Joshua pelan .
"Entah lah , yang penting keluar dari kantor . Aku sangat muak melihat wajah Henry selama 40 menit tadi di ruang meeting ." Jawab Ryan dengan lesu .
"Bagaimana kalau kita pergi ke sebuah restoran Chinese yang ada di sebuah Pecinan di daerah Jakarta Utara ." Sahut Joshua penuh semangat .
"Ya sudah ayo pergi jangan bicara lagi ." Ucap Ryan dengan nada meninggi sambil berjalan menuju pintu .
Joshua tertawa lebar mendengar perkataan Ryan ia kemudian mengikuti langkah sang bos yang sudah keluar terlebih dahulu dari ruangannya dengan kesal . Saat pintu lift sudah terbuka dan berhenti di lantai dua puluh satu dimana ruangan Ryan berada mereka terkejut ketika melihat Henry dan asisten pribadinya Michael sudah ada di dalam Lift , karena tidak mungkin kembali Ryan akhirnya tetap masuk ke dalam lift diikuti oleh Joshua di belakangnya . Selama di dalam lift dua orang saudara angkat yang menjadi petinggi perusahaan itu sama sekali tak saling sapa , begitu pula dengan asisten pribadinya masing-masing.
Begitu pintu lift terbuka Ryan dan Henry langsung keluar dari lift dengan cepat menuju mobilnya masing-masing diikuti para asisten pribadinya di belakang . Tak lama kemudian dua mobil mewah milik petinggi utama perusahaan langsung keluar dari parkiran bawah tanah , meluncur ke jalanan Jakarta yang panas . Kedua mobil itu langsung berpisah arah begitu keluar dari gedung perusahaan menuju ke tempat tujuannya masing-masing.
Ryan yang duduk di kursi belakang nampak sedang menyibukkan diri dengan membaca beberapa artikel di ponselnya , sementara Joshua terlihat konsentrasi membawa mobil menuju ke daerah Jakarta Utara tempat tujuannya untuk makan siang . Ketika mobil mereka berhenti di lampu merah tiba-tiba perhatian Ryan tertuju kepada sebuah mobil Ferarri warna merah yang berhenti di sebelahnya mobilnya .
__ADS_1
"What the ......apa aku tak salah lihat ." Ucap Ryan dengan suara yang hampir tak terdengar sambil menatap ke arah sang pengemudi mobil Ferarri yang memakai kacamata hitam itu.
"Maaf tuan anda bicara apa...
"Josh ...cepat kejar Ferarri merah itu sekarang ." Teriak Ryan memotong perkataan Joshua sambil menunjuk mobil Ferarri merah yang baru saja melesat didepannya .
Tanpa diperintah dua kali Joshua pun langsung menginjak gas mobilnya dengan cepat , berusaha menyusul mobil Ferrari yang atapnya terbuka . Dengan seluruh kemampuannya menyetir mobil Joshua berhasil menyalip beberapa mobil di depannya yang menghalanginya dengan mobil Ferrari yang melaju sangat cepat itu , saat hampir dapat mendekat dengan Anang mobil Ferarri tiba-tiba ada sebuah mobil Porsche warna hitam berjalan di depannya dengan kecepatan penuh .
Ryan yang sangat mengenal mobil Porsche itu pun langsung meminta Joshua untuk menambah kecepatan mobilnya untuk bisa mengejar mobil Ferrari merah yang kini jaraknya sudah jauh dari mobilnya itu . Kini terjadi salip menyalip antara mobil Ryan dengan mobil Porsche yang merupakan milik Henry yang sedang dibawa oleh Michael , kedua mobil itu berusaha untuk mengejar mobil Ferrari merah yang sudah tidak terlihat lagi itu .
"Shit.....
" Henry !!!!! kau dari dulu cari masalah terus denganku ." Teriak Ryan penuh emosi ketika mobilnya akhirnya terjebak disebuah jalan sempit yang tak bisa dilalui dua mobil itu karena disebelah mobilnya nampak mobil Henry yang juga berhenti di mulut jalan sempit itu .
Ryan pun akhirnya keluar dari mobilnya dengan penuh emosi begitu pula dengan Henry yang sudah berdiri di mobilnya dan berjalan mendekati Ryan yang baru keluar dari mobilnya .
"Apa kau tak salah bukannya kau yang selalu menghalangi jalanku , seperti kali ini mobilmu menghalangi mobilku untuk melewati jalan kecil ini ." Jawab Ryan sambil menggedor mobil Porsche milik Henry yang hampir bertubrukan dengan mobilnya .
Henry yang berhasil terprovokasi oleh Ryan berusaha mendekat kearah Ryan dan bersiap melayangkan pukulannya ke wajah saudara angkatnya itu , akan tetapi tangannya langsung dipegang oleh Michael yang sudah menahannya dari belakang begitu pula dengan Joshua yang sudah terlihat berusaha menahan Ryan agar tidak marah .
"Singkirkan mobil hasil mengemismu ini dari hadapanku sekarang juga , sebelum aku menelpon mobil penderek untuk membawa mobil ini dan menghancurkannya dengan segera." Ucap Henry dengan ketus .
"Apa kau bilang mengemis !!! bukankah kau dan ayahmu yang merampok harta peninggalan orang tuaku , sebelum mengatakan sesuatu coba berkaca terlebih dahulu Henry ." Balas Ryan dengan penuh emosi karena tak terima disebut sebagai pengemis oleh Henry .
"dasar anak tak tahu berterima kasih , seandainya waktu itu tidak ada ayahku mungkin kau sudah mati dan berakhir di tempat pergadangan manusia dan sudah menjadi budak . Seharusnya kau bersyukur karena ditolong oleh ayahku dan untuk uang peninggalan ayahmu yang kau banggakan itu , bukankah kau juga tau saat kau ditinggal meninggal oleh kedua orang tuamu usaha ayahmu sudah bangkrut . Lalu kenapa kau berani mengatakan ayahku mengambil harta mereka , asal kau tahu Ryan uang yang dimiliki ayahku jauh lebih banyak dari milik orang tuamu yang tak seberapa itu ." Sahut Henry mencoba menjatuhkan harga diri Ryan dengan pengungkit masa kecilnya dulu .
__ADS_1
"Jangan panggil aku Ryan Bray kalau aku tak dapat merobek mulutmu saat ini juga Henry." Teriak Ryan dengan penuh amarah sambil berusaha mendekat kearah Henry dengan tangan yang sudah mengepal di udara .
"Coba saja kalau berani tunjukkan keberanianmu itu jangan hanya omong besar saja Ryan .!!" Sahut Henry dengan suara tak kalah keras sambil berusaha melepaskan tangan Michael yang menahannya .
Karena kekuatan Ryan yang cukup besar ia akhirnya bisa melepaskan diri dari halangan Joshua , saat sudah hampir mendekati Henry dan mendaratkan tinjunya kewajah Henry tiba-tiba terdengar suara klakson yang cukup keras dari belakang .Ternyata dibelakang mereka sudah berhenti sebuah mobil polisi , Tak lama kemudian keluar seorang petugas kepolisian dengan membawa kertas tilang.
Ryan pun menjauh dari Henry atas bisikan dari Joshua supaya tidak memancing keributan di depan polisi , begitu pula dengan Henry yang terlihat sudah melepaskan diri dari cengkraman tangan Michael . Tak lama kemudian sang petugas kepolisian itu pun berbicara dengan Michael dan Joshua secara langsung , akhirnya sang polisi mengeluarkan surat tilang untuk mobil Henry dan mobil Ryan karena dianggap sudah menghalangi jalan .
Setelah menandatangani surat tilang yang diberikan sang polisi Ryan dan Henry pun kembali masuk ke dalam mobilnya masing-masing atas perintah sang polisi lalu lintas tersebut , dengan perasaan jengkel Ryan akhirnya meninggalkan mobil Henry yang masih ada di belakang karena menunggu giliran supaya bisa melewati jalan yang kecil itu .
"Henry sialan.....kenapa kau tak mati saja Henry!!! aku membencimu Henry..." Umpat Ryan di dalam mobil dengan suara tinggi sambil memukul kursi yang ada di hadapannya dengan penuh amarah .
"Seharusnya kalau tak ada kau aku sudah berhasil mengejar mobil Ferrari itu dan memastikan sendiri apa yang ada di dalam pikiranku . dasar Henry sialan selalu menjadi pengganggu saja ." Teriak Ryan dengan memejamkan matanya karena sudah sangat marah kepada saudara angkatnya itu.
Joshua yang sedang menyetir mobil hanya bisa diam mendengar majikan marah , ia masih tak mengerti alasan kenapa tuannya itu memintanya untuk mengejar mobil Ferrari yang tadi sempat berhenti di sampingnya itu .
Di tempat lain Henry pun terlihat marah-marah di dalam mobilnya , ia mengeluarkan umpatan kasar untuk Ryan sang saudara angkat.
" Arrgghhhh....kenapa kau selalu menghalangi jalanku Ryan ,apa maumu sebenarnya .!!" Teriak Henry penuh emosi . Henry jengkel karena Ryan sudah membuatnya gagal mengejar mobil Ferrari yang tadi sempat mencuri perhatian nya itu .
"Apakah mataku tadi tak berhalusinasi ." Ucap Henry dan Ryan dalam hati di dalam mobilnya masing-masing sambil mengingat sang pengemudi Ferarri .
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang lainya diantaranya :
__ADS_1
Faith 2 The return of the prince
Budayakan vote dan Ratting setelah baca , terima kasih .