
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Michael memegang sport bra warna hitam yang baru saja ia temukan itu dengan penuh penasaran, bagaimana bisa pakaian dalam seorang wanita bisa ada di dalam lemari seorang bodyguard laki-laki. Saat masih memandangi sport bra merk Nike itu Michael dikagetkan karena pintu tiba-tiba terbuka dari luar dan masuklah Henry yang membuat Michael terkejut sehingga sport bra itu pun terjatuh ke lantai.
"Apa yang kau lakukan Mike?" Tanya Henry heran ketika melihat Michael ada dikamar Ayara, Henry belum tau kalau Ayara pergi.
"Ceritanya panjang tuan, yang pasti sekarang anda harus tau tentang ini." Jawab Michael dengan cepat sambil menunjukkan sport bra warna hitam itu pada Henry.
"Aku tau ini pakaian wanita Mike, apa maksudmu...
Deg
Henry tak dapat menyelesaikan perkataannya ketika menyadari tentang apa yang baru saja ia katakan secara tak sadar.
"Iya tuan, ini adalah pakaian dalam wanita. Dan aku menemukan ini di dalam lemari pakaian Arial." Ucap Michael lantang.
"Lemari pakaian Arial...tapi kenapa kau bisa menemukannya...akh tidak maksudku dimana anak itu sekarang aku belum melihatnya dari tadi." Sahut Henry dengan nada meninggi sambil menatap sekeliling kamar Ayara.
"Dia baru saja pergi tuan, maka dari itu saya bisa ada disini sekarang." Jawab Michael pelan, ia tau kalau sebenarnya Henry sedang mempertanyakannya kenapa bisa ada di dalam kamar Arial.
"Pergi!!! apa maksudmu Mike?!" Tanya Henry kaget.
Michael kemudian menjelaskan dengan jelas apa yang sudah terjadi sebelumnya, ia bahkan menceritakan bagaimana ia di taklukkan Ayara dalam sekali pukulan dengan menunjukkan bekas merah dipundaknya pada Henry.
"Anak itu benar-benar semaunya sendiri." Ucap Henry dengan nada meninggi sambil melipat tangannya ke dada.
"But wait Mike coba berikan bra yang kau temukan tadi padaku." Pinta Henry pelan.
Michael pun langsung memberikan sport bra yang baru ia temukan pada Henry dengan cepat.
"Ada apa tuan?" Tanya Michael bingung ketika melihat ekspresi Henry yang sangat memerhatikan sport bra ditangannya.
"Tadi pagi aku melihat seorang wanita di lantai dua Mike." Jawab Henry lirih.
"Wanita !!! mungkin pelayan yang bekerja di rumah ini tuan." Sahut Michael cepat.
"Pelayan dirumah ini tak ada yang berambut panjang sepinggang, wanita yang aku liat tadi pagi berambut panjang ....
Bug
Henry tak dapat menyelesaikan perkataannya karena Michael sudah memeluknya dengan erat.
"Kau kenapa Mike?!!!" Tanya Henry dengan ketus, ia merasa tak nyaman di peluk seperti itu oleh Michael.
"Jangan-jangan itu hantu tuan." Jawab Michael terbata.
Cetakk
"Aduhhh.."
"Jaga bicaramu Mike, ini tahun 2020 mana ada hantu!! apalagi ini di kota besar ." Ucap Henry ketus sambil menyentil kening Michael dengan cepat.
__ADS_1
"Ya siapa lagi wanita berambut panjang di rumah ini tuan atau anda sedang berhalusinasi karena terlalu banyak minum tuan jadi anda melihat hal-hal seperti itu di sini." Sahut Michael pelan sambil memijat keningnya yang baru terkena sentilan dari Henry.
"Ayo kita cek CCTV....
"Lantai dua tak terpasang CCTV tuan, apa anda lupa?" Tanya Michael pada Henry.
"What the fucckkkk....how could I forget to install CCTV on this floor !!!" Teriak Henry dengan kesal, ia masih penasaran dengan sosok yang ia lihat tadi pagi. Ia yakin kalau tadi pagi ia tak berhalusinasi atau sedang berkhayal.
Henry akhirnya mengakhiri perdebatannya dengan Michael karena ia harus bersiap-siap pasalnya mereka akan pergi makan malam bersama dengan tuan Yamashita dan istrinya sebagai bentuk apresiasi atas terjalinnya hubungan kerjasama antara perusahaannya dengan perusahaan milik tuan Yamashita.
"Oh iya tuan saya hampir lupa mengingatkan anda kembali bahwa nanti malam Ryan Bray juga ikut dengan kita." Ucap Michael pelan pada Henry.
"Iya aku ingat Mike, terima kasih telah mengingatkan aku." Jawab Henry dingin, mendengar nama Ryan Bray disebut membuat suasana hatinya jadi kacau.
Dengan malas Henry melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya dan langsung menuju kekamar mandi, moodnya yang sudah hancur ketika tau kalau Ayara pergi semakin hancur saat Michael mengingat kalau nanti malam ia akan bertemu dengan Ryan Bray. Sebagai direktur pelaksana Ryan pasti akan ikut datang dalam acara seperti ini, walau bagaimanapun ia juga bagian penting dari Luke Corporation.
Dibawah guyuran air yang mengalir dari shower Henry memejamkan kedua matanya tanpa membuka pakaiannya, ia mencoba mengingat kembali dan menyakinkan dirinya kalau tadi pagi ia tak berkhayal seperti yang dikatakan oleh Michael.
"Aku yakin itu adalah manusia, lagipula aku tidak terlalu mabuk tadi malam jadi aku masih sadar dan bisa mengenali kalau yang aku lihat itu adalah manusia." Ucap Henry kesal, ia merutuki dirinya yang ceroboh karena tak memasang CCTV di lantai dua beberapa waktu yang lalu.
"But wait.... jangan-jangan wanita itu adalah perempuannya Arial si bocah kurang ajar itu, buktinya tadi ada sport bra di dalam kamar bocah itu. Ya aku yakin si Arial membawa wanita kesini tadi malam saat aku dan Michael pergi, karena takut aku marah makanya wanita itu disuruh pergi pagi-pagi dan bertemu denganku disini." Gumam Henry pelan mencoba menghubungkan penemuan pakaian dalam wanita dikamar bodyguardnya dan sosok wanita yang ia lihat.
Henry kemudian melepaskan semua pakaiannya dan mulai mandi dengan benar, ia sudah tak sabar ingin mengatakan apa yang baru saja ia pikirkan itu pada Michael. Ia yakin seratus persen bahwa tebakannya itu benar.
Sementara itu di dalam kamarnya Michael nampak masih memikirkan siapa tuan dari sport bra yang ia temukan dikamar Ayara.
"Ini adalah bra mahal, aku yakin pemiliknya bukanlah orang biasa." Ucap Michael lirih, ia sedang menatap situs web Nike untuk memastikan keaslian bra yang ia pegang
Ceklek
Pintu kamar Michael dibuka dengan cepat dari luar oleh Henry yang langsung masuk tanpa permisi.
"Aku tau Mike aku tau." Ucap Henry dengan wajah sumringah.
"Tau apa tuan?" Tanya Michael bingung.
"Pemilik bra itu pasti wanitanya si bocah kurang ajar itu, buktinya tadi pagi aku melihat seorang wanita di lantai dua. Padahal kita tau bahwa tak ada ciri-ciri wanita seperti itu dilantai dua ini, aku yakin si bocah kurang ajar itu pergi karena takut aku marah karena memergoki ia membawa wanita Mike ha ha ha." Jawab Henry sambil tertawa lebar.
"Wanitanya Arial....oh iya tuan tadi sebelum Arial pergi dia mengatakan kalau dia ada urusan penting yang berhubungan dengan ibu negara yang mempertaruhkan hidup dan matinya tuan." Sahut Michael dengan cepat.
"Ha ha ha benarkah...dasar bocah kurang ajar, ternyata dia takut juga pada wanitanya ha ha ha..." Ucap Henry dengan terbahak-bahak, ia kini sangat yakin kalau bodyguard-nya itu sedang ada masalah dengan kekasihnya yang berhasil ia pergoki tadi pagi.
"Sudahlah Mike tak usah dibahas lagi, aku yakin si Arial itu akan malu jika kita ungkit masalah ini. Biarkan saja ia menyelesaikan masalah percintaannya dulu kita tak usah mengganggunya, lebih baik kau siapkan berkas yang akan kita bawa pergi nanti malam Mike." Imbuh Henry pelan mengakhiri pembicaraannya.
"Siap laksanakan tuan." Jawab Michael sambil menunduk.
Henry lalu pergi meninggalkan kamar Michael menuju ke kamarnya, ia ingin beristirahat terlebih dulu sebelum nanti sore pergi menemui partner bisnisnya yang baru.
Sementara itu disebuah pom bensin ojek online yang di pesan Ayara nampak berhenti di depan sebuah toilet menunggu Ayara yang sedang berganti pakaian, ia tak mungkin berpakaian seperti seorang pria dihadapan ibunya.
"Ayo pak saya sudah selesai." Ucap Ayara pelan sambil memakai maskernya dan bersiap naik ke atas motor.
__ADS_1
"Eh sakedap nyak...eneng teh saha?" Tanya sang driver ojek online bingung, pasalnya tadi penumpangnya adalah seorang pria.
"Maaf bapak ngomong apa saya tak mengerti." Jawab Ayara bingung.
"Neng cantik itu siapa, tadi penumpang saya teh laki-laki neng." Sahut sang driver ojek online mengulangi perkataannya yang sebelumnya.
Ayara menepuk jidatnya perlahan, ia lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor driver ojek online yang ada dihadapannya untuk memastikan kalau ia adalah penumpang yang sama.
"Lho lho kok eneng telpon saya ya." Pekik si driver bingung.
"Pak saya penumpang bapak yang tadi, saya hanya berganti baju saja...
"Tadi penumpang bapak teh rambutnya pendek neng." Ucap sang driver kembali, ia masih belum yakin kalau Ayara adalah penumpangnya yang sebelumnya.
"Itu wig pak, ini lho rambut palsu." Sahut Ayara singkat sambil menunjukkan wig yang baru saja ia simpan di dalam tasnya.
"Ohhhh ini teh rambut palsu ya he he he..hampura ya neng, bapak teh teu nyaho. Maklum orang kampung neng he he he..." Jawab sang driver sambil tertawa lebar sehingga deretan giginya yang sudah tak lengkap terlihat dengan jelas oleh Ayara.
"Ya sudah ayo pak kita lanjutkan perjalanan ya, ibu saya sudah menunggu di rumah." Ucap Ayara pelan sambil tersenyum.
"Ayo neng gaskennn....
"Gas gas apa pak?" Tanya Ayara memotong perkataan sang driver yang tak ia mengerti sejak tadi.
"Bukan apa apa neng maksudnya bapak ngajak neng naik motor ayo bapak antar ke apartemen cakep yang ada di SCBD itu." Jawab sang driver sambil tertawa kembali.
Ayara hanya menurut dan naik ke atas motor kembali, ia sudah tak sabar bertemu dengan ibunya. Tak lama kemudian motor milik ojek online yang mengantar Ayara akhirnya sampai di depan gedung apartemen Ayara.
"Ini ya pak uangnya." Ucap Ayara pelan pada sang driver sambil menyerahkan sepuluh lembar uang seratus ribuan.
"Ya Allah Gusti neng ini banyak banget, ongkosnya cuma sembilan puluh lima ribu saja neng." Jawab sang driver dengan suara bergetar ketika menerima uang pemberian Ayara.
"Sisanya buat bapak karena sudah mengajari saya sedikit bahasa sunda tadi dijalan he he...ya sudah saya naik ya pak, hati-hati dijalan semoga penumpangnya hari ini banyak." Sahut Ayara ramah sambil menolak tangan sang driver yang ingin mengembalikan uang kepadanya.
"Nuhun neng Alhamdulillah masih ada orang baik ya Allah...moga rejekinya makin lancar ya neng. Salam buat ibunya neng dari bapak ya, ucapkan terima kasih karena sudah melahirkan anak sebaik eneng." Isak sang driver dengan mata berkaca-kaca sambil memasukkan uang pemberian Ayara kedalam jaketnya.
"Nanti saya sampaikan ke ibu saya pak, hati-hati dijalan." Jawab Ayara pelan sambil melambaikan tangannya pada sang driver yang sedang menyalakan motornya.
Tak lama kemudian sang driver ojek online itupun pergi meninggalkan komplek apartemen mewah dimana Ayara tinggal dengan perlahan, setelah motor yang mengantarnya pergi Ayara lalu berbalik badan dan bersiap masuk namun langkahnya langsung terhenti ketika melihat seorang wanita setengah baya yang cantik tengah berdiri sambil melipat tangannya ke dada.
"Mom...
"Where is your car Yara !!! why you have to ride a motorcycle like that, it's very dangerous Yara.!! " Pekik Raisa dengan suara meninggi sambil melipat kedua tangannya di dada, sementara itu dibelakangnya nampak berdiri pak Agustian yang sedang memegang koper besar milik Raisa.
"Mati kau kali ini Yara." Ucap Ayara lirih sambil tertawa lebar ke arah sang ibu.
🌺 Bersambung 🌺
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Terima kasih kakak-kakak.
__ADS_1
love U all.