
Baca novel thor lainnya yang berjudul
FAITH 2 : The return of the prince
Henry yang niatnya ingin menghabiskan malam bersama Ayara sampai pagi ternyata gagal total, ia justru tertidur sampai matahari tinggi. Sementara itu Ayara tak tidur lagi sejak ia mandi tadi dini hari, setelah me time di bathtub selama hampir satu jam kedua matanya terasa sangat segar.
Ayara duduk di samping kolam, ia berjemur menikmati matahari pagi setelah komplain pada manajer resort tempatnya berada karena ia tak bisa mengakses internet. Setelah ia bertanya panjang lebar akhirnya ia tau bahwa suaminyalah yang meminta pihak resort untuk mematikan akses internet ke pulau Seychelles selama satu minggu kedepan, Henry meminta pihak resort mematikan internet karena benar-benar ingin menikmati waktu berdua saja dengan Ayara tanpa diganggu oleh berita dari luar. Hal itu sedikit membuat Ayara kesal karena menurutnya apa yang dilakukan Henry sangatlah berlebihan.
"Percuma punya handphone bagus kalau tak bisa dipakai disaat seperti ini," ucap Ayara jengkel sambil melempar ponselnya ke arah kolam, baru satu malam ada di resort tapi ia sudah sangat bosan.
"Arrgghhhh aku bosaannn!!!!" teriak Ayara keras, sejauh matanya memandang dia hanya melihat pepohonan dan laut saja karena resort tempatnya menginap saat ini ada di pinggir laut yang sangat luas.
Untuk orang-orang yang memang ingin menghabiskan waktu bersama pasangan pulau Seychelles adalah pilihan terbaik. Namun untuk Ayara yang belum terbiasa dengan kehidupan yang sangat sepi dan tenang seperti ini ia merasa sangat bingung ingin melakukan apa, ditambah lagi tak ada akses Internet yang membuatnya semakin jenuh. Ia benar-benar merasa sedang hidup di sebuah pulau antah berantah yang yang sangat terpencil dan terisolasi.
Saat sedang uring-uringan karena bosan Ayara dikagetkan dengan pelukan dari tangan kekar yang tiba-tiba melingkar di perutnya dari belakang.
"Henry, aku bosan," ucap Ayara pelan setengah berbisik pada sang suaminya yang sedang memeluknya dari belakang.
"Ada aku disini, kenapa bosan?" tanya Henry pelan sambil mencium pundak Ayara dengan lembut, semua pakaian yang dibawa Ayara adalah pakaian santai dengan pundak terbuka sejenis mini dress yang dipakai untuk berjemur serta bra dan panties yang menggunakan tali.
Henry sengaja mengganti semua baju-baju pilihan Ayara sebelumnya dan mengisinya kembali dengan baju-baju yang sangat mudah dibuka dalam satu gerakan, Ayara yang tadi pagi mencari baju di koper kaget saat melihat isi kopernya yang sudah sangat berbeda jauh. Baju-baju yang ia masukkan sebelumnya sudah diganti dengan baju yang sangat feminim sekali, alhasil mau tak mau Ayara harus memakainya karena tak ada pilihan lain termasuk pakaian yang ia pakai saat ini. Dress model sabrina semata kaki namun memiliki belahan tinggi sampai ke paha, sehingga menampilkan betapa seksi dan jenjang kakinya.
__ADS_1
"Henry stoppp... akhh," ucap Ayara lirih saat Henry kembali menyelusuri pundak dan lehernya yang putih.
"Kenapa kau tak membangunkan aku tadi malam sayang?" tanya Henry pelan sambil terus mencium pundak Ayara dari belakang.
"Untuk apa aku membangunkanmu, kau perlu istirahat. Aku pun lelah," jawab Ayara pelan sambil menutup matanya, sentuhan Henry membuatnya tak bisa mengontrol diri.
"Untuk melanjutkan permainan kita seperti ini misalnya," bisik Henry lirih sambil memasukkan tangan kirinya ke dalam dress yang dipakai Ayara melalui belahan menuju ke arah tali panties Ayara dan berusaha menariknya.
"Henry!!" jerit Ayara keras saat menyadari sang suami sudah berhasil menarik satu tali pengikat panties yang ia pakai sehingga sontak membuat panties yang ia pakai langsung merosot kebawah dan tak melindungi lagi bagian yang harus semestinya dilindungi.
"Aku mau lagi sayang," bisik Henry pelan di telinga Ayara sambil menggerakkan tangannya ke arah little pinky pie yang masih terlindung.
Ting Tong
Ting Tong
Suara bel terdengar sangat keras ketika seorang pelayan memencetnya dari luar meminta izin untuk masuk ke dalam kamar, hal itu langsung dimanfaatkan Ayara, ia langsung melepaskan diri dari pelukan Henry dan berlari menuju pintu meninggalkan panties-nya yang sudah terlepas tergeletak begitu saja di bawah kaki Henry.
Saat Ayara membuka pintu terlihat tiga orang pelayan masuk dengan membawakan dua troli yang berisi makanan untuk dirinya dan Henry, mereka juga membawa satu set bedcover untuk mengganti seprai dan kawan-kawannya. Ayara terpaksa menahan malu saat seorang pelayan itu membongkar seprai dari ranjangnya, noda percikan darah masih terlihat jelas di salah satu sudut seprai yang bentuknya sudah tak acak-acakan. Walaupun noda darah itu tak sebanyak seperti yang ada di seprai ranjang di pesawat jet ketika mereka melakukannya pertama kali namun tetap saja bisa noda darah itu bisa dilihat dengan jelas.
Wajah Ayara bersemu merah ketika pelayan itu tersenyum saat melihat noda darah yang ada di seprai yang baru saja ia lepas dari ranjang, Ayara ingin sekali berlari sejauh mungkin saat ini dan menyembunyikan wajahnya di tempat yang tak terlihat oleh siapapun.
__ADS_1
Setelah sepuluh menit ketiga pelayan itu pun selesai menjalankan tugasnya, makanan diatas meja sudah terhidang kembali. Ranjang juga sudah diganti dengan sprei dan bedcover yang baru, bahkan bantal bantalnya pun juga diganti dengan bantal yang baru juga. Ayara yang sejak tadi berdiri di samping meja rias hanya bisa menutup mulutnya tanpa berkata apa-apa, ia menyilangkan kedua kakinya karena tak nyaman sebab gak memakai panties akibat kejahilan Henry.
"Kalau anda butuh sesuatu jangan sungkan untuk menghubungi kami nyonya," ucap seorang pelayan berkulit eksotis dengan ramah.
"I--iya saya mengerti, sejauh ini saya belum membutuhman apa-apa kecuali akses internet saja," jawab Ayara pelan sambil melirik ke arah Henry yang sedang berenang di kolam.
"Untuk yang satu itu saya mohon maaf karena jujur kami tak bisa melakukannya, karena ini atas perintah langsung dari suami anda nyonya. Kalau memang anda sangat membutuhkan akses internet lebih baik anda meminta izin terlebih dahulu pada tuan Luke supaya staff IT kami bisa menyalakan akses internet untuk anda," sahut sang pelayan berkulit eksotis itu kembali dengan tersenyum.
"Ok saya mengerti nona, terima kasih atas bantuan anda sekali lagi," ucap Ayara pelan, ia tau kalau usahanya meminta akses internet pada para pelayan ini pasti akan gagal lagi sama seperti tadi pagi saat ia meminta akses internet pada resepsionis di lobby.
"Kalau begitu kami permisi nyonya," pamit ketiga pelayan itu dengan kompak, mereka lalu meninggalkan kamar bulan madu Ayara yang sudah sangat rapi kembali.
Karena tak nyaman Ayara kemudian berjalan menuju ke lemari tempat ia menyimpan koper, ia lalu berjongkok untuk mencari panties yang ada di dalam koper. Namun saat baru membuka resleting kopernya tiba-tiba tangannya sudah ditarik oleh Henry yang sudah selesai berenang dan hanya menggunakan sehelai handuk saja untuk menutupi tubuh bawahnya.
"Henry...apa yang kau lakukan ?" tanya Ayara kesal dan kaget.
"I want you right now, honey," jawab Henry dengan cepat sambil menurunkan paksa dress sabrina yang Ayara pakai sehingga bra yang melindungi little pinky pie kesukaannya terlihat jelas, dengan cepat Henry menarik Ayara ke tempat tidur. Ia lalu memaksa Ayara menerima perlakuannya, Henry ingin menghabiskan waktu siang ini diatas ranjang bersama sang istri sampai malam.
Tak lama kemudian dalam kamar itu terdengar suara-suara surga yang berasal dari Ayara yang sudah mulai bisa menikmati dan mengimbangi permainan Henry walau masih sedikit kaku.
🌼 bersambung 🌼
__ADS_1