
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE
Yamashita Ryuichi menatap layar besar di ruang tamunya yang menampilkan video konferensi pers Ayara dan Henry di Barcelona perihal jatuhnya pesawat jet G500 milik Alfedro, sebenarnya ia masih tak percaya sewaktu anak buahnya mengakan bahwa mereka berhasil membajak pesawat jet mahal itu. Namun saat melihat berita di Channel luar negeri barulah ia percaya bahwa Raisa sudah meninggal bersama suami dan anaknya.
Prank
Prank
Prank
Yamashita Ryuichi menghancurkan semua barang-barang mahal yang ada diruang tamunya tanpa sisa, ia terlihat sangat marah saat mengetahui berita itu.
"これは起こり得ないことです!!!"
*Kore wa okori enai kotodesu / ini tak mungkin terjadi.
"彼は死ぬことはできなかった、ライサは生きているに違いない'"
Kare wa shinu koto wa dekinakatta, Raisa wa ikite iru ni chigainai / dia tak mungkin meninggal, Raisa pasti masih hidup aku yakin itu.
"Arrggghhhh Raisaaaa...You can't leave me like this Raisa,"
"Raisa my love... Raisaaaa arrgghhhh,"
Suara teriakan Yamashita Ryuichi terdengar menggema di seluruh rumahnya, semua wanita pemuas nafsunya bahkan sampai bersembunyi karena takut. Pasalnya mereka tak pernah melihat sang tuan semarah ini, bukan hanya para wanita pemuasnya saja yang bersembunyi dari Ryuichi. Para pelayan pun juga terlihat berusaha menjauh dari ruang tamu dimana saat ini sudah mirip arena WWF karena hancurnya semua barang-barang yang ada ditempat itu.
Dmitry dan asistennya Luigi tertegun saat melihat reaksi Yamashita Ryuichi yang tak terduga itu.
"Aku kira tuan Ryuichi bergurau saat meminta anak buahnya menangkap nyonya Raisa hidup-hidup, ternyata ia benar-benar mencintai nyonya Raisa," ucap Dmitry lirih.
"Iya tuan, aku kira tuan Ryuichi hanya cemburu saja pada suami mantan istrinya. Tapi ternyata ia masih mencintai mantan istrinya itu," sahut Luigi pelan.
Dmitry menganggukan kepalanya perlahan, ia lalu mengajak Luigi untuk keluar dari ruang tamu. Membiarkan Yamashita Ryuichi melampiaskan amarahnya yang membabi buta itu, setelah Dmitry pergi dari ruang tamu Ryuichi lalu meraih katana miliknya yang tertata rapi diatas meja hias yang ada dibawah fotonya. Dengan cepat yamashita Ryuichi menggunakan katana itu menyambar apapun yang ada dihadapannya secara serampangan, alhasil semua hiasan mahal yang ada diatas meja dan lemari hias hancur terkena sabetan pedang yang sangat tajam itu.
Sebagai darah keturunan samurai asli Ryuichi mempunyai skill yang sangat bagus menggunakan katana, jadi tak heran jika hampir semua sabetannya memotong sasaran dengan sangat sempurna.
"Kenichi, Kenichi..."pekik Ryuichi dengan suara meninggi memanggil tangan kanannya.
"Kenichiii...
"Iya tuan, saya datang," sahut seorang pria paruh baya yang tak mempunyai rambut datang tergesa-gesa menuju ruang tamu yang sudah tak terbentuk lagi.
__ADS_1
"Panggil lima orang yang kutugaskan ke Spanyol kemarin," ucap Ryuichi dengan nafas naik turun menahan emosi.
"Baik tuan, saya akan bawa mereka kemari," jawab Kenichi dengan cepat.
"Cepat!!!waktumu tak lama,"teriak Ryuichi mulai menggila kembali.
Kenichi pun akhirnya pergi sambil berlari menuju ke ruang depan dimana para pengawal Ryuichi berada, biasanya setelah mereka pulang bertugas mereka akan berkumpul diruangan itu untuk mendapatkan bonus dari sang tuan.
"Aku yakin bonus kalian pasti besar kali ini,"
"Iya aku juga yakin,"
"Ha ha kita tunggu saja, aku sudah tak sabar ingin mencari banyak wanita untuk melayaniku,"
"Benar kak, aku juga ha ha,"
"Takeshi bawa keempat anak buahmu, kalian dipanggil tuan Ryuichi," ucap Kenichi tiba-tiba memotong pembicaraan para pria bertato itu yang sedang menunggu di ruang khusus.
"Yosh, uang uang uang ha ha ha," sahut Takeshi dengan riang.
"Ayo tuan, kita tak boleh ketinggalan," ajak anak buah Takeshi penuh semangat.
Takeshi pun tertawa mendengar perkataan anak buahnya, ia lalu mengikuti langkah Kenichi menuju ke ruang tamu di mana sang tuan sudah menunggu mereka. Sesampainya di depan ruang tamu mereka terkejut ketika melihat keadaan di dalam ruang tamu yang sudah tak terbentuk lagi, Dmitry dan asistennya pun sudah menunggu di luar ruang tamu sambil berdiri dekat pintu keluar.
"Anda yakin tuan memanggil kami?" tanya Takeshi ragu.
"Tentu saja, lihat itu uang kalian sedang dibawa para pelayan," jawab Kenichi datar sambil menunjuk ke arah empat pelayan yang sedang membawa koper yang disinyalir berisi banyak uang.
Takeshi dan anak buahnya langsung tersenyum lebar ketika melihat para wanita membawa koper besar di tangannya menuju ruang tamu, mereka lalu menyusul para pelayan itu dengan penuh semangat sementara itu Kenichi menunggu di depan bersama Dmitry dan asistennya Luigi.
"Jadi kalian berlima yang berhasil menghancurkan pesawat milik Alfredo Del Castillo itu?" tanya Ryuichi pelan sambil menyarungkan katana miliknya.
"Betul tuan, kami yang berhasil membajak pesawat itu setelah bekerja sama dengan salah satu anak buah Alfredo Del Castillo yang bernama Tobby," jawab Takeshi sambil tersenyum penuh kebanggaan.
"Apa kalian tau siapa saja yang menaiki pesawat itu?" tanya Ryuichi kembali.
"Tentu tau tuan, Alfredo beserta anaknya yang masih kecil itu ada di dalam pesawat juga," jawab salah satu anak buah Takeshi dengan cepat.
"Lalu siapa lagi?"tanya Ryuichi dengan bergetar menahan marah.
"Tentu saja ibunya, bayi itu kan masih belum bisa jauh dari ibunya," jawab seorang pemuda gemuk yang ada disebelah Takeshi tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
"Apa kalian tahu perintah apa yang aku berikan pada kalian kemarin?" tanya Ryuichi untuk yang kesekian kalinya sambil menatap tajam ke lima orang anak bodyguardnya yang sedang berlutut di hadapannya.
Glekk
Takeshi menelan salivanya ketika menyadari maksud perkataan sang tuan, ia lalu bersujud di lantai memohon ampun. Melihat Takeshi sangat ketakutan membuat keempat anak buahnya bingung, pasalnya mereka merasa sudah berhasil menjalankan misi yang diberikan oleh sang tuan.
"Aku memberikan tugas yang sangat mudah untuk kalian tapi ternyata kalian malah gagal menjalankan tugas yang sangat enteng itu," ucap Ryuichi dengan suara meninggi.
"Maaf tuan, maafkan kami. Kami benar-benar tak tau kalau nyonya...
cress
Katana yang dipegang oleh Ryuichi menyambar leher Takeshi dalam sekali ayunan, sehingga membuat Takeshi langsung ambruk ke kiri tanpa nyawa pasca terkena katana milik Ryuichi.
Melihat Takeshi sudah tak bernyawa keempat anak buahnya langsung panik, mereka saling berpelukan satu sama lain seraya meminta ampun pada sang tuan yang sudah sangat murka karena mengetahui Raisa meninggal. Namun karena sudah digelapkan dengan kemarahan ia tak menggubris permintaan maaf dari keempat anak buahnya yang baru kembali dari Spanyol itu, ia kembali mengayunkan katananya tanpa ampun keempat pria yang sedang berlutut itu. Alhasil dalam empat kali tebasan keempat pria itu pun mengalami nasib yang sama seperti Takeshi, mereka terbujur kaku di lantai dan membuat lantai berubah warna seketika.
"Nyawa dibalas nyawa, kalian berani membunuh Raisaku. Ini balasan untuk kalian," ucap Ryuichi penuh emosi.
"Kenichi!!!" panggil Ryuichi dengan keras.
"Iya tuan," jawab Kenichi dengan cepat, ia yang sedang berdiri didepan pintu langsung datang ketika namanya dipanggil.
"Urus mereka belima dan bawa anak istri kelima pria ini kepadaku, mereka harus membayar hutang atas perbuatan kelima sampah ini," titah Ryuichi dingin.
"Baik tuan," sahut Kenichi patuh.
"Akan kujadikan anak mereka berlima sumber pendapatanku lagi setelah aku puas menikmati tubuh ranum mereka ha ha ha
Brakkk
Cecar menjatuhkan keyboard yang ada dihadapannya saat mendengar perkataan terakhir Ryuichi, rupanya program ilegal yang dikirimkan oleh Cecar tidak hanya mengacak-acak perusahaan Yamashita Ryuichi saja akan tetapi juga membajak semua CCTV yang ada di kediaman Yamashita Ryuichi. Alhasil mereka bertiga menonton perbuatan sadis yang dilakukan oleh Ryuichi baru saja.
"He is not human but he is a devil," ucap Henry lirih, ia belum pernah melihat ada orang sekejam Ryuichi.
"Tuan jantungku...jantungku rasanya mau lepas dari rongga dadaku," celetuk Cecar terisak sambil memegangi dadanya.
Michael langsung merangkul Cecar yang nampak pucat, sementara itu Henry nampak memejamkan matanya sambil menatap langit-langit hotel.
"Jaga rahasia ini, istriku tak boleh tau ayah kandungnya seorang iblis," ucap Henry lirih tanpa membuka kedua matanya.
🌼 bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa Vote, ratting dan like.
Lalu baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : 🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹