Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Asmara diatas kuda


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk Votting.


Terima kasih.


Ayara nampak kesulitan mengejar Henry yang sedang menunggangi Hexon kuda kesayangan daddynya, niatnya untuk berburu jadi terpaksa ia cancel karena harus mengejar Henry. Rasa penasarannya membuatnya hampir gila, Ayara ingin mencari tau sejak kapan Henry tau bahwa Anonymous Man adalah dirinya.


"Ayo Ciripa kejar Hexon..." ucap Ayara setengah berteriak memberi semangat pada kuda kesayangannya yang terlihat tak bersemangat seperti biasanya.


Ciripa terlihat lebih sulit di tangani Ayara, ia bahkan terlihat beberapa kali mengangkat kedua kaki belakangnya secara bersamaan seperti sedang ingin melempar Ayara dari punggungnya. Untung saja Ayara selalu berhasil memegang kendali saat Ciripa melakukan gerakan berbahaya seperti itu, konsentrasinya untuk mengejar Henry pun terpecah karena harus menenangkan Ciripa yang bersikap aneh hari ini.


"Heiii ada apa denganmu Ciripa, ini aku Yara bukan orang lain," pekik Ayara dengan keras saat Ciripa baru saja mengulangi gerakan yang berbahaya.


"Aku bisa jatuh kalau Ciripa seperti ini terus," ucap Ayara dalam hati sambil melemparkan busur dan anak panahnya ke padang rumput, ia tak mau saat jatuh mainan barunya itu rusak.


Setelah melempar busur dan anak panahnya ke padang rumput Ayara terlihat menarik tali kekang yang terpasang pada mulut Ciripa, ia terlihat sedang memperlambat gerakan Ciripa dengan harapan jika Ciripa sudah melambat iaย  bisa melompat turun. Dari kejauhan Henry yang sedang berhenti nampak mengangkat satu alisnya ke atas saat melihat ke arah Ayara, ia merasa ada yang salah dengan kuda yang ditunggangi Ayata karena beberapa kali ia melhat gerakan yang berbahaya ditunjukkan oleh Ciripa.


"Hexon, ayo kembali ketempat nonamu," ucap Henry pelan sambil menepuk leher Hexon perlahan.


Ngggikkkkkk


Hexon terdengar bersuara sangat kencang ketika Henry memacunya kembali ke arah Ayara, tak butuh waktu lama bagi Henry sampai ketempat Ayara karena Hexon berlari dengan sangat cepat menuju ketempat Ciripa yang sedang melompat-lompat seperti sedang ingin mengusir Ayara pergi dari atas tubuhnya.


"Lepaskan tali kekangmu Yara,"ucap Henry dengan keras ketika ia sudah sampai didekat Ayara.


"Aku bisa jatuh Henry," jawab Ayara dengan setengah berteriak sambil berusaha menenangkan Ciripa yang makin tak bersahabat.


"Ya sudah lebih baik kau bersiap aku akan melompat ke Ciripa," sahut Henry penuh percaya diri.


"Melompat whaaatttt.....Henry!!!!


Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya karena Henry sudah melompat ke arahnya dimana itu adalah sebuah gerakan yang sangat berbahaya, salah sedikit saja Henry bisa jatuh ke tanah. Atau paling tidak ia akan menerima tendangan dari Ciripa yang memang sejak tadi selalu mengangkat kedua kaki belakangnya keatas. Ayara masih memejamkan kedua matanya ketika merasakan ada tangan besar yang melingkar ke perutnya dari belakang, hembusan nafas pria siempunya tangan pun dapat Ayara rasakan.


"Tenang aku disini, aku akan mencoba membuat Ciripa berhenti. Setelah itu kita baru bisa turun,"ucap Henry lembut di telinga Ayara.


Ayara yang saat Henry melompat sedang menutup kedua matanya perlahan membuka kedua matanya saat mendengar suara Henry di belakang telinganya, ia menganggukkan kepalanya perlahan tanpa bicara. Karena dalam posisi yang sama Henry nampak sedikit kesulitan untuk menenangkan Ciripa, ia harus membagi konsentrasinya antara menjaga Ayara yang saat ini ia peluk menggunaka satu tangan dan menenangkan Ciripa yang tali kekangnya masih dipegang oleh Ayara.


"Turn around," bisik Henry lembut.

__ADS_1


"Turn around what....


"Berbaliklah menghadapku supaya aku bisa menguasai Ciripa sepenuhnya, kalau dalam posisi kita seperti ini aku kesulitan Yara," ucap Henry singkat memotong perktaan Ayara yang terdengar kaget.


Ayara yang diperintahkan untuk berbalik menghadap ke arah Henry masih tak bergeming, ia bukan takut jatuh melainkan tak mau terlalu dekat dengan Henry. Kalau ia berbalik itu artinya ia akan sangat dekat sekali dengan Henry, dalam posisi yang Henry maksud ia akan seperti sedang memeluk Henry dari depan. Ayara tak mau melakukan itu, ia tak siap sedekat dan seintim itu dengan Henry apalagi saat ini mereka sedang ada ditempat terbuka.


"Do it Yara atau kita akan jatuh, aku tak bisa menahan Ciripa dengan satu tangan," ucap Heny setengah berteriak.


"Tapi aku...


"Ayo Yara!!!" hardik Henry memotong perkataan Ayara sambil terus berusaha menahan Ciripa menggunakan satu tangan.


Ayara yang merasakan gerakan Ciripa makin tak terkontrol berusaha menghilangkan rasa malunya, perlahan ia menepuk tangan kiri Henry yang masih melingkar di perutnya. Setelah Henry melonggarkan pelukan di perutnya dengan cepat Ayara memindahkan kaki kirinya ke arah kanan dan bergitu kedua kakinya ada di posisi yang sama ia langsung memindahkan kembali kaki kananya ke tempat kaki kirinya sehingga saat ini ia ada dalam posisi berhadapan sangat dekat dengan Henry. Setelah Ayara berputar dan menghadapnya Henry lalu memeluk Ayara dengan erat sambil menarik tali kekang Ciripa dengan kuat sehingga membuat Ciripa menghentikan kegilaannya, ia mengeluarkan suara sangat keras saat Henry menarik tali kekangnya dengan kuat sehingga memaksa Ayara menutup kedua telinganya saat mendengar suara Ciripa yang belum pernah ia dengan sebelumnya.


"Sedang bergairah rupanya...


"Henry jaga bicaramu," ucap Ayara ketus memotong perkataan Henry dengan kesal.


"Kenapa?" tanya Henry bingung.


"Tadi kau menyebutku sedang bergairah, memangnya aku perempuan apa yang segampang itu bisa...


Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya karena bibirnya sudah dilumattt oleh Henry dengan cepat, kedua tangan yang sedang ada dibelakang punggung Henry membuatnya tak dapat menepaskan diri dari Henry dalam posisi seperti itu. Saat ciuman Henry mulai membuatnya tak bisa bernafas Ayara berusaha mengeluarkan lidah Henry yang sedang menjelajah dalam mulutnya.


"Hen....mmmm akhhh....stopp" ucap Ayara terbata sambil memukul punggung Henry dengan keras.


Ngiiiikkkkkk


Ciripa kembali mengeluarkan suara keras yang memekakan telinga sehingga membuat Henry hampir kehilangan keseimbangannya untung saja ia langsung menyadari kesalahannya, dengan cepat ia menarik kembali tali kekang Ciripa. Melihat kesempatan emas akhirnya membuat Ayara bergerak cepat, ia akhrinya bisa melapaskan diri dari ciuman Henry, ia lalu menenggelamkan wajahnya di dada Henry. Cara itu terpaksa ia pakai untuk menghindari Henry menciumnya lagi, melihat apa yang dilakukan oleh Ayara membuat Henry tersenyum. Ia kemudian membawa Ciripa ke arah padang rumput yang rimbun bukan di daerah bebatuan yang keras, tak lama kemudian Ciripa akhrinya sampai di padang rumput yang penuh dengan rumput yang tinggi. Henry lalu melompat turun dari punggung Ciripa, ia kemudian membantu Ayara untuk turun dari punggung kuda kesayangannya itu dalam satu gerakan.


"Aku membencimu," alih-alih mengucapkan terima kasih Ayara justru berkata kasar pada Henry yang baru saja menolonnya.


"Kenapa membenciku?" tanya Henry pura-pura bodoh.


"Tadi kau menyebutku sedang bergairah, maksudmu apa!!memang kau pikir aku perempuan apa bisa semudah itu bergairah disembarang tempat," jawab Ayara penuh emosi.


"Ha ha ha ha ha ha... kau marah karena itu, memangnya aku menyebutmu bergairah? yang aku maksud adalah Ciripa kudamu, dia yang sedang bergairah nona maka dari itu tadi ia menggila seperti kuda kesetanan. Memangnya sudah berapa lama kau mempunyai kuda sampai kau tak tau kalau kuda itu bisa seberbahaya itu jika ia sedang masuk musim kawin?" tanya balik Henry pada Ayara sambil tertawa lebar.

__ADS_1


Blushed


Wajah Ayara langsung terasa panas sekali saat mendengar perkataan Henry, ia lagi-lagi mempermalukan dirinya sendiri dihadapan Henry karena kebodohannya.


"Nona...


"Jangan mendekat Henry aku benci padamu aku...


Henry tak membiarkan Ayara berbicara lagi, ia kembali memberikan ciumannya pada Ayara yang sedang salah tingkah. Ia merasa sedikit bersalah kali ini karena membuat Ayara terlihat bodoh, ia mencium Ayara penuh cinta. Hal yang ingin ia lakukan sejak bertahun-tahun lalu adalah bisa sedekat ini dengan Ayara yang saat ini ada dipelukannya.


"Ikutlah ke Irlandia bersamaku Yara..."ucap Henry lirih sambil melepaskan ciumannya dari Ayara.


"Tapi aku...


"Aku akan berbicara secara langsung dengan kedua orang tuamu, taukah kau berapa lama aku menantikan saat-saat seperti ini," sahut Henry pelan memotong perkataan Ayara dengan cepat sambil memegangi kedua pipi Ayara dengan lembut dan menariknya ke arah wajahnya sehingga membuat hidungnya menyentuh hidung mancung Ayara.


"Please...


๐ŸŒผ Bersambung ๐ŸŒผ


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima ๐ŸŒŸ ๐ŸŒŸ ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2