Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Masalah pertama


__ADS_3

Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.


Terima Kasih.


Ayara tertidur selama satu jam dikamar kedua orangtuanya , ia terbangun saat Maria sang pelayan datang mengetuk pintu kamarnya.


Tok


Tok


"Nona...nona Yara ...nona baik-baik saja kan?"


"Aduh bagaimana ini, sudah tiga puluh menit lebih tak ada jawaban dari nona,"


"Apa kita dobrak saja?"


"Jangan dobrak, bangunkan aku coba bangunkan nona lagi,"


"Nona ini Maria nona...nona anda baik-baik saja kan nona?"


Ayara tersenyum diatas ranjang mendengar kata para pelayannya, ia kemudian turun dari ranjang perlahan. Rasa pusingnya sudah menghilang dan berganti dengan rasa lapar luar biasa.


Ceklek


Pintu terbuka dari dalam dan keluarlah Ayara dengan rambut acak-acakan.


"Nona syukurlah anda baik-baik saja," ucap Maria penuh syukur.


"Kami kira terjadi sesuatu pada anda nona," imbuh Esmeralda istri Owen khawatir.


"Aku ketiduran tadi dan sekarang lapar sekali," jawab Ayara dengan cepat sambil tersenyum lebar tanpa rasa bersalah.


"Jadi anda tertidur nona?" tanya Maria kembali.


"Iya he he..ya sudah ayo turun, cacing dalam perutku sudah tak bisa di kompromi," jawab Ayara pelan sambil tertawa.

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu Ayara kemudian turun dari lantai dua menuju ke meja makan yang ada di lantai satu, ia terlihat mencari Cecar yang tak nampak di pandangan mata sejauh ia memandang.


"Cecar masih tidur nona," ucap Maria pelan, ia seperti tau maksud Ayara melihat sekeliling.


"Oh dia tidur, ya sudah lah aku makan dulu saja. Perutku lapar sekali," sahut Ayara dengan cepat.


"Baik nona, biarkan saya yang melayani anda," jawab Maria sopan.


Ayara menganggukan kepalanya merespon perkataan Maria, ia lalu duduk di kursi tempat biasa ia duduk saat akan makan. Meja makan yang besar itu terasa sangat sepi karena tak ada siapapun yang makan kecuali Ayara, biasanya saat waktu makan tiba meja itu akan sangat berisik karena percakapan kedua orangtua Ayara atau tangisan baby Ace yang meminta makanan yang bukan makanannya.


Mengingat itu semua membuat kedua mata Ayara berkaca-kaca, namun ia sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak jatuh membasahi pipinya. Ayara tak mau membuat Maria melihat dirinya sedang menangis, Ayara harus berusaha tegar dihadapan pelayannya itu supaya tak membuat pelayannya khawatir. Ia harus menunjukkan bahwa dirinya sudah bisa menerima kematian kedua orang tuanya, kalau tidak semua pelayan yang ada di rumah itu akan sedih karena dirinya. Untuk menutupi kesedihannya Ayara memakan hampir semua makanan yang terhidang di hadapannya, sudah lama sekali rasanya ia tidak makan masakan para pelayannya. Selama tinggal di Irlandia Ia hanya memakan makanan yang dibuat oleh koki hotel, yang rasanya tidak enak dan tidak sehangat makanan rumahan yang dibuat oleh para pelayan di rumahnya.


Melihat Ayara seperti itu justru membuat para pelayan yang ada di rumahnya merasa sedih, mereka tau kalau sang nona sedang berusaha untuk sekuat tenaga tidak menunjukkan kesedihannya. Owen yang tidak pernah menangis bahkan sampai menitikkan air matanya ketika melihat cara sang nona makan.


"Hapus air matamu suamiku, jangan sampai nona melihat," ucap Esmeralda pelan sambil menyentuh pundak Owen.


"Iya aku mengerti," jawab Owen lirih sambil menyeka air matanya.


Esmeralda tersenyum mendengar perkataan sang suami, ia lalu berjalan mendekati meja makan dimana Ayara masih makan dengan lahap. Ia datang dengan membawa segelas jus semangka kesukaan Ayara yang langsung diterima Ayara dengan senyum lebarnya, tak begitu lama kemudian Cecar terlihat keluar dari kamar. Ia lalu bergabung bersama Ayara di meja makan untuk menikmati makanan, saat sedang duduk menanti makanan yang disiapkan Maria ia menahan senyum saat Maria melayaninya. Ayara yang tau kalau Cecar memiliki perasaan kepada salah satu pelayanannya itu hanya tersenyum dan pura-pura tidak tau, ia tak mau ikut campur dalam hubungan asmara Cecar dan Maria. Karena baginya Cecar sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan yang baik bagi dirinya.


"Apa aku menghilang saja ya Cecar sementara waktu dari Henry," ucap Ayara pelan


"Jangan nona, anda tak bisa melakukan itu. Tuan adalah suami sah nona bos," jawab Cecar dengan cepat.


"Lalu bagaimana Cecar, luka ini tak akan sembuh dalam tiga atau empat hari kedepan," sengit Ayara kesal.


"Biarkan aku berfikir dulu nona," ucap Cecar pelan.


"Baiklah," sahut Ayara mengalah, ia benar-benar pusing memikirkan cara menyembunyikan luka ditangannya.


Saat sedang berpikir mencari jalan keluar tiba-tiba ponsel Cecar berdering dengan sangat kencang sehingga memaksa Cecar mengangkatnya, wajahnya langsung pucat saat melihat pesan yang masuk dalam ponselnya. Melihat perubahan ekspresi wajah Cecar membuat Ayara penasaran.


"Ada apa Cecar?" tanya Ayara pelan.


"T-tuan bos nona," jawab Cecar terbata.

__ADS_1


"Henry maksudmu, ada apa dengannya?" tanya Ayara santai.


"Tuan bos tau kalau anda tak ada di Dublin nona, kamar hotel anda sudah didatangi anak buah tuan bos. Dan saat ini tuan bos dalam perjalanan menuju ke Cordoba nona," jawab Cecar terbata sambil menunjukkan pesan yang dikirimkan oleh Michael.


Prank


Gelas yang sedang dipegang oleh Ayara langsung jatuh ke lantai saat mendengar perkataan Cecar, wajahnya langsung memutih seketika mendengar perkataan Cecar yang mengatakan kalau suaminya sedang dalam perjalanan menuju Cordoba, Spanyol.


"Apa yang harus aku lakukan Cecar?"


"Akh tidak, maksudku darimana dia tau aku ada di Cordoba!!! bagaimana ini Cecar!!!"


Ayara terlihat panik sambil terus bertanya pada Cecar apa yang harus ia lakukan selanjutnya, Cecar sendiri hanya bisa diam. Ia belum bisa berfikir jernih saat ini, semuanya terasa sangat mengejutkan baginya.


Sementara itu di dalam pesawat jet G600 miliknya Henry nampak menahan emosi, ia sangat kesal saat mengetahui ternyata selama ini ia berbagi pesan dengan mesin. Kemarahannya memuncak saat mendapatkan laporan dari anak buahnya yang mengatakan kalau sang nyonya tak ada di hotel, mereka bahkan menemukan ponsel Ayara ada di dasar kolam dengan laptop yang stanby di meja rias. Laptop itu sudah menyala selama tiga hari lebih dan diatur menggunakan remote oleh Cecar.


"Aku benar-benar salah telah meremehkanmu Yara, kau tak bisa diberi kepercayaan rupanya," ucap Henry menahan emosi sambil mencengkram kuat ponselnya yang menampilkan pesan-pesan yang dikirimkan dari nomor ponsel Ayara.


"Sabar tuan," bisik Michael pelan mencoba untuk menenangkan Henry.


"Jangan ikut campur Mike, ini urusan rumah tanggaku dengan Ayara," jawab Henry ketus dengan mata berapi-api menahan marah.


Michael langsung terdiam seketika mendengar perkataan Henry, ia yakin kalau tuannya sedang sangat marah saat ini.


"Kau belum tau kalau aku marah Yara," ucap Henry dingin.


🌼 bersambung 🌼


🍀🍀 Bagaimana cara Ayara menyelamatkan diri dari kemarahan Henry?


Terus baca bodyguard cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.


Jangan lupa Vote, ratting dan like.


Bantu vote untuk mendukung author lebih rajin update

__ADS_1


__ADS_2