
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.
Terima kasih.
Kedua mata Henry terbuka lebar saat melihat tubuh mulus istrinya kembali memiliki luka di lengan kirinya, bahkan luka itu sampai di perban.
"Gunshot wounds?"
"How could you get that wound!!"
"Who did it, I will definitely kill him this time too,"
"Tell me who did that to you,"
"You hurt me Henry, stop," ucap Ayara pelan sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Henry di lengannya.
"Sayang maaf aku tak sengaja maaf maaf," jawab Henry panik sambil melepaskan tangannya dari lengan Ayara, ia tak menyadari kalau apa yang ia lakukan membuat Ayara sakit.
Ayara terdiam mendengar perkataan suaminya, rasa takutnya jika Henry marah saat tau luka ditangan kirinya berangsur menghilang.
Kesadaran Henry pun kembali saat menyadari kalau istrinya hanya memakai bra dan panties saja, ia langsung meraih piyama tidur dan memakaikannya pada Ayara dengan cepat. Ayara tersenyum mendapat perlakuan yang lembut dari Henry, rasa takutnya pun langsung hilang ketika melihat Henry terlihat khawatir padanya.
"Ceritakan padaku dari mana kau mendapatkan luka di tanganmu ini sayang, katakan dengan jujur dan jangan ditutup-tutupi. Aku lebih baik menerima kejujuran walaupun pahit, daripada sebuah kebohongan yang manis," ucap Henry pelan sambil merapikan rambut Ayara yang menutupi wajahnya.
"Kau tak marah padaku?" tanya Ayara pelan sambil tersenyum.
"Aku tak punya hak marah padamu kalau aku tak tahu duduk permasalahannya apa namun lain ceritanya kalau...,"
"Berjanjilah padaku Henry, setelah mendengar ceritaku nanti kau tak akan marah," ucap Ayara dengan cepat memotong perkataan Henry.
__ADS_1
"Kenapa kau selalu memintaku untuk berjanji terlebih dahulu, qku merasa sepertinya kau sedang menyembunyikan sebuah rahasia besar dari ku," sahut Henry pelan penuh curiga sambil menatap Ayara tanpa berkedip.
"Aku tak akan bicara sebelum kau berjanji padaku terlebih dahulu," jawab Ayara kembali dengan cepat.
Mendengar perkataan Ayara membuat Henry yakin kalau istrinya itu sedang menyembunyikan rahasia besar dari dirinya, ia terdiam beberapa saat mencoba untuk mencerna apa maksud istrinya itu. Otak jeniusnya terlihat berusaha mencari tau sebenarnya apa yang ingin istrinya itu katakan kepada dirinya, namun semakin lama ia berpikir semakin bingung pula dirinya. Sejak awal pertemuannya dengan Ayara tiga tahun yang lalu saja ia sudah mendapatkan banyak kejutan dari Ayara, oleh karena itu ia memilih berdamai dengan dirinya dan berusaha untuk menerima apapun yang Ayara coba katakan kepada dirinya.
"Baiklah aku berjanji padamu, aku tidak akan marah," jawab Henry pelan setelah berpikir cukup lama.
Senyum Ayara langsung merekah saat mendengar perkataan Henry, alih-alih mulai bercerita Ayara justru bangun dari ranjang dan berjalan pelan menuju ke arah lemari pakaiannya. Tak lama kemudian ia terlihat membuka salah satu laci yang terkunci di dalam lemari dan mengeluarkan sebuah kotak yang berukuran cukup besar, hanya ada dua orang yang mengetahui keberadaan kotak itu yakni dirinya sendiri dan Cecar sang tangan kanan. Setelah mengeluarkan kotak itu Ayara kemudian berjalan kembali menuju tempat tidur dan meletakkannya di hadapan Henry dengan perlahan.
"Open it," ucap Ayara pelan.
"Apa ini sayang?" tanya Henry bingung.
"You will know everything after you see for yourself what is in this box, " jawab Ayara dengan cepat tanpa ragu.
Karena penasaran Henry akhirnya memilih membuka kotak itu tanpa bertanya lagi pada Ayara, apa sebenarnya isi di dalam kotak yang baru saja dikeluarkan oleh Ayara dari dalam lemari pakaiannya. Karena kotak itu tidak terkunci mudah saja bagi Henry untuk membukanya, pada awalnya Henry tak mengerti dengan isi dalam kotak itu namun saat ia meraih beberapa paspor dan tiket business pesawat perjalanan ke berbagai negara otak encer nya langsung bisa bekerja dengan cepat. Apalagi saat ia melihat sebuah tiket penerbangan dari Irlandia menuju busan Korea Selatan yang tanggalnya bertepatan dengan tanggal keberangkatannya ke Busan, ditambah lagi dalam tiket itu tercantum nama pesawat yang sama persis dengan pesawat yang ia naiki satu minggu yang lalu.
"Ini..."
"Soo Internasional, Hilton Hotel, tuan Kim, restoran Korea, gedung tua,dan yang terakhir kematian Dmitry Brown," ucap Ayara pelan memotong perkataan Henry.
Deg
Deg
Jantung Henry berpacu dengan sangat cepat mendengar perkataan Ayara, ia tak menyangka kalau istrinya itu bisa menyebutkan semua tempat dan kejadian yang berkaitan dengan dirinya satu minggu yang lalu di Korea.
"B-bagaimana kau tahu kalau Dmitry Brown sudah meninggal ?"tanya Henry pelan dengan terbata.
__ADS_1
Alih-alih menjawab pertanyaan sang suami Ayara kembali membuka baju yang melekat di tubuhnya, ia kemudian menunjukkan luka di tangan kirinya sambil tersenyum.
"Gunshot wounds," ucap Ayara kembali mencoba mengingatkan Henry luka apa yang ada di lengan kirinya.
Kedua alis Henry terangkat mendengar perkataan Ayara, ia masih bingung dengan maksud sang istri. Namun tak begitu lama kemudian kedua matanya langsung membelalak lebar ketika ia mengingat semua kejadian yang ada di di Busan.
"Wanita bertopi besar di restoran, baku tembak di gedung tua, lalu rambut palsu yang tertinggal di TKP itu itu..."
"That's me and Cecar, we are the ones responsible for the death of Dmitry Brown and his men in the old building before you came with Michael and your bodyguard," jawab Ayara pelan memotong perkataan Henry sambil tersenyum.
*Itu aku dan Cecar, kami lah orang yang bertanggung jawab atas kematian Dmitry Brown dan orang-orangnya di gedung tua itu sebelum kau datang bersama Michael dan pengawalmu, "
"Y-yara...jadi maksudmu kau?"
"I protect you like I did before with Daddy when he was on a business trip abroad," ucap Ayara pelan sambil tersenyum dan mengeluarkan sepucuk pistol Glock 20 yang sering ia pakai untuk menjalankan misinya.
*Aku melindungimu seperti yang aku lakukan sebelumnya, saat Daddy ketika ia sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri
"Jadi kau selama ini..."
🌼 bersambung 🌼
🍀🍀 Membuka rahasia memang sulit dan itu yang Ayara rasakan.
Terus baca Bodyguard Cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.
Jangan lupa juga untuk VOTE.
Terima kasih
__ADS_1