
Jangan hanya minta update saja ya tapi Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Suasana di kediaman Henry terlihat lebih sibuk dari pada sebelumnya, pasalnya Henry memerintahkan mereka untuk bersiap-siap sebelum pindah ke mansion baru yang sudah dibeli oleh Michael atas perintah Henry. Ayara yang tidak membawa banyak pakaian pun terlihat lebih santai, dia hanya menatap para pekerja sibuk merapikan barang nya masing-masing setelah selesai merapikan barang-barang pribadi milik Henry.
"Daripada kau hanya berdiri di sana lebih baik kau bantu aku Arial." Ucap Michael jengkel karena melihat Ayara hanya berdiri di kaca sambil menatap ke lantai satu di mana semua orang sedang sibuk.
"Maaf ya tuan, bukannya aku kurang ajar hanya saja itu adalah barang-barang mu jadi alangkah lebih baiknya kau rapikan sendiri. Lagi pula aku dibayar untuk menjadi seorang bodyguard bukan seorang pelayan. " Jawab Ayara dengan ketus.
"Kau ini benar-benar Arial, selalu memancing emosiku,!!" Sahut Michael jengkel.
Melihat Michael dan Ayara bertengkar membuat Henry tertawa kecil, ia juga sedang sibuk merapikan berkas-berkas pribadinya yang baru saja ia keluarkan dari brankas. Tak lama kemudian semua barang-barang pribadi milik Henry pun sudah tertata rapi di sebuah koper besar dan siap dibawa pergi ke mansion yang baru. Michael pun terlihat sudah siap di halaman dengan membawa sebuah koper berisi si surat-surat berharga milik Henry.
Henry kemudian masuk ke dalam mobilnya bersama Michael dan Ayara, beberapa orang bodyguard lainnya pun masuk ke mobil yang lain bersama dengan para pelayan. Barang-barang pribadi milik Henry yang terdiri dari lukisan dan beberapa guci mewah sudah diletakkan di dalam box dan diangkut oleh sebuah mobil box yang sudah pergi lebih dulu, rumah besar itu kini sudah tidak terdapat barang-barang lagi kecuali beberapa peralatan dapur yang memang sengaja ditinggal atas perintah Henry bersama furniturenya yang ditutup dengan kain putih untuk menghindari debu yang beterbangan.
"Kenapa raut wajahmu seperti itu tuan.?" Tanya Ayara pada Henry.
"Entahlah aku hanya merasa seperti ada yang aneh ketika harus meninggalkan rumah itu." Jawab Henry dengan cepat.
"Berapa lama kau tinggal di rumah itu.?" Tanya Ayara kembali.
"Sebenarnya aku sudah sering datang ke Jakarta untuk berlibur sewaktu aku tinggal di Inggris, jadi aku sudah sering menginap di rumah itu. Akan tetapi baru selama satu tahun terakhir ini aku tinggal secara permanen di rumah itu." Jawab Henry sambil tersenyum mengingat bagaimana awal pertama ia masuk ke dalam rumah besarnya pertama kali, ketika baru datang dari Inggris setelah mendapatkan perintah dari sang ayah Edward Luke.
__ADS_1
"Oh begitu rupanya, pantas saja Bambang bisa mempunyai foto kalian sejak lama ya." Ucap Ayara sambil menatap laptop milik Bambang yang sekarang ia pegang.
Henry hanya tersenyum merespon perkataan Ayara, ia kemudian memejamkan kedua matanya karena perjalanan menuju ke mansion barunya masih sekitar satu jam lagi dari rumah lamanya. Melihat Henry tidur tak lama kemudian Michael pun ikut tertidur di kursi depan disamping supir dan menyisakan Ayara saja yang masih sibuk dengan laptop peninggalan Bambang.
Ayara yakin Mr X itu pasti akan mengirimkan pesan lagi kepada Bambang, oleh karena itu ia meminta izin kepada Henry untuk memiliki laptop Bambang. Ayara sedang menduga-duga kalau si Mr X adalah orang terdekat Henry maka ia ada hubungannya dengan si penembak jitu kemarin, akan tetapi jika si Mr X itu tidak ada hubungannya dengan si penembak maka ia adalah orang jauh dari Henry dan Ryan. Dan untuk mengetahui itu Ayara ingin memastikan sendiri dugaannya dan tak memberitahukan terlebih dahulu apa yang ada dalam pikirkannya kepada Henry dan Michael.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu setengah jam karena macet mobil rombongan Henry akhirnya sampai di mansion barunya, Ayara yang tidak tidur sudah keluar terlebih dahulu dengan membawa laptop Bambang yang sudah menjadi miliknya sambil melihat-lihat pemandangan mansion baru milik Henry tempatnya akan tinggal.
"Perutku sakit sekali." Ucap Ayara lirih sambil memegangi perutnya saat selesai merapikan barangnya di kamar barunya yang ada di lantai dua, ia satu lantai dengan Henry dan Michael. Hanya saja kamar tidur Ayara ukurannya lebih kecil daripada dua kamar milik Henry dan Michael.
Ayara lupa kalau ia belum makan dari pagi, alhasil asam lambungnya naik sehingga membuat perutnya seperti di cengkram-cengram saat ini.
Ceklek
"Apa yang kau lakukan Arial.?" Tanya Michael kepada Ayara.
"Memangnya apa yang kau lihat, tentu saja sudah merapikan barang-barang ku." Jawab Ayara dengan cepat pura-pura tidak terjadi apapun.
"Dasar menyebalkan ini makan siangmu, lain kali ambil sendiri jangan minta dilayani memangnya kau seorang perempuan." Ucap Michael ketus.
Ayara hanya tertawa lebar merespon perkataan Michael, ia lalu meraih nasi box pemberian Michael dengan cepat tanpa rasa bersalah. Tak lama kemudian Michael pun meninggalkan kamar Ayara, sebenarnya ia tidak mau mengantarkan makanan itu akan tetapi Henry terus-terus memintanya untuk segera mengantarkannya ke kamar Ayara karena ayah tidak turun ke lantai satu untuk makan bersama setelah sebelumnya izin pergi ke kamarnya karena ingin buang air.
__ADS_1
"Kau sudah memberikannya Mike.?" Tanya Henry kepada Michael yang sedang turun dari lantai dua menuju meja makan.
"Sudah tuan." Jawab Michael dengan cepat.
"Baguslah dia harus makan banyak, lihat saja badannya sudah tipis seperti triplek. Aku tak mau disebut sebagai majikan yang kejam oleh orang lain karena anak buahku kurus seperti itu, oleh karena itu dia harus makan banyak mulai saat ini." Ucap Henry pelan sambil tersenyum memberikan alasan kepada Michael kenapa tadi ia menyuruhnya mengantarkan makanan kepada Ayara.
"Jadi itu alasanmu meminta ku membawakan makanan kepadanya, memang benar sih badannya sangat kurus. Kebih baik besok kita ajak dia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tuan, karena aku khawatir jangan-jangan dia kurus seperti itu karena dia adalah seorang pemakai." Sahut Michael lirih.
"Apa maksudmu Mike.?" Tanya Henry dengan cepat.
"Bukan rahasia umum lagi kalau seorang pecandu narkoba itu rata-rata badannya kurus seperti itu tuan, aku takut Arial adalah seorang pecandu. Lebih baik kita ajak dia ke dokter untuk melakukan pengecekan tuan, untuk berjaga-jaga saja. Bukankah anda tak mau terlibat dengan seorang pecandu narkoba bukan." Jawab Michael setengah berbisik.
Henry terdiam mencoba mencerna perkataan Michael yang masuk akal itu, selama ini Ia memang mencoba menjauhi para pecandu narkoba dan tak mau berurusan dengan mereka karena tak mau terjerumus dalam dunia obat-obatan terlarang seperti itu. Apalagi setelah kakak perempuannya meninggal beberapa puluh tahun yang lalu karena overdosis.
"Ok kalau begitu besok kita ajak dia pergi ke dokter Jimmy, dokter pribadiku." Ucap Henry dengan cepat sambil meletakkan gelas diatas meja.
🌸Bersambung 🌸
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 20 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Terima kasih kakak-kakak.
__ADS_1
Love u all...🌹🌹