
Baca novel thor lainnya yang berjudul
FAITH 2 : The return of the prince
Henry pergi membawa Ayara pergi ke the Merrion hotel yang merupakan hotel bintang lima yang ada di pusat kota Dubblin, di hotel ini memiliki sebuah restoran yang mempunyai bintang dua dari Michelin star sebuah penghargaan tertinggi bagi restoran yang memiliki cita rasa yang luar biasa.
Sepanjang perjalanan Ayara hanya membuang wajahnya ke jalanan tanpa berbicara satu patah katapun, walaupun tangannya dipegang erat oleh Henry. Pikirannya masih melayang-layang atas peristiwa yang baru saja terjadi di apartemen di mana Ryan menggila dengan membawa beberapa wanita ke rumah barunya itu pasca menikah dengan Henry.
"Tuan kita sudah sampai," ucap Michael pelan kepada Henry ketika ia sudah memarkirkan mobilnya di depan the Merrion hotel.
"Sayang kita sudah sampai, ayo turun," bisik Henry pelan sambil mencium tangan Ayara.
"A--apa, kenapa tadi kau bilang apa?" tanya Ayara tergagap.
Henry tersenyum melihat Ayara terlihat seperti orang bingung, ia lalu membelai wajah istrinya itu dengan perlahan dan memberikan kecupan di keningnya penuh cinta.
"Selama beberapa hari kedepan sebelum Michael menemukan rumah baru lagi, kita akan tinggal di hotel ini," sayang ucap Henry pelan.
"Hotel, kenapa kita harus tinggal di hotel?" tanya Ayara bingung.
"Hotel adalah tempat terbaik yang cukup nyaman untuk kita tinggali beberapa hari kedepan, aku khawatir jika membawamu pulang ke rumah orang tuaku maka Ryan bisa menyusul kita lagi. Pasalnya ia juga tau tentang rumah itu, maka dari itu aku memutuskan untuk membawamu ke tempat ini. Selain Ryan tidak tau tentang hotel ini dia juga akan kesulitan yntuk menjangkau kita jika dia berhasil menemukan kita, mengingat keamanan yang sangat ketat di hotel ini," jawab Henry lembut sambil tersenyum.
"Anggap saja ini adalah bulan madu kita yang tertunda kemarin sayang," imbuh Henry pelan setengah berbisik di telinga Ayara.
blush
Wajah Ayara langsung memerah seketika saat mendengar perkataan Henry yang terakhir, jantungnya pun berdetak dengan sangat kencang ketika Henry menyebutkan kata bulan madu kembali. Ingatannya akan apa yang sudah dilakukan Henry pada dirinya selama beberapa hari kemarin di Pulau Seychelles membuat Ayara mendadak lemas.
"Jangan macam-macam Henry," sengit Ayara pelan sambil membuang muka ke arah lain, ia tak mau Henry melihat wajahnya yang sedang tersipu saat ini.
__ADS_1
"Ha ha ha aku suamimu Yara, suamimu yang sah dimata hukum dan agama. Lalu kenapa kau harus takut aku berbuat sesuatu padamu, bukankah aku memiliki hak atas dirimu?" tanya Henry lirih menggoda.
Bugh
"Awwhhh Yara..."
Henry tak dapat menyelesaikan perkataannya karena dia mendapatkan satu bogem mentah dari sang istri yang mengenai perut, Ayara sendiri langsung keluar dari mobil ketika ia melancarkan pukulannya pada Henry. Ia langsung berjalan cepat mengikuti langkah Michael yang sudah hampir sampai di depan resepsionis meninggalkan Henry sendirian di dalam mobil, dimana para bodyguard masih berdiri di luar mobil menjaga Henry. Sebenarnya pukulan Ayara tidak terlalu sakit, hanya saja Henry cukup kaget ketika mendapatkan serangan yang tak ia duga itu.
"Tunggu pembalasanku nanti di ranjang sayang," ucap Henry pelan sambil tersenyum menatap Ayara yang sudah ada di dalam hotel.
Tak lama kemudian Henry pun keluar dari mobilnya menyusul sang istri dan sang tangan kanannya yang terlihat sudah memegang sebuah kunci kamar VIP, saat baru akan melangkahkan kakinya pasca turun dari mobil tiba-tiba ponsel pintar yang ada di saku bajunya bergetar dengan sangat kencang memaksa Henry untuk mengambilnya dengan cepat. Senyum Henry tersungging ketika melihat nama Cesar muncul di layar ponselnya.
"Bicaralah Cecar aku mendengarnya," ucap Henry pelan saat ia sudah menerima panggilan dari Cecar.
"Tuan bos mmmmm aku tak tahu ini adalah sebuah berita baik atau berita buruk untuk anda, yang jelas Anda harus tahu ini secepatnya," jawab Cesar pelan.
"Ada apa Cecar ? cepat bicara jangan bertele-tele seperti ini, kau membuatku penasaran saja," tanya Henry tak sabar.
"Ryan Bray sudah mengetahui kalau penyebab kecelakaan pesawat itu adalah orang suruhan dari Yamashita Ryuichi dan sebenarnya tadi tujuannya datang ke apartemen adalah ingin mengatakan hal itu secara langsung kepada nona bos, namun belum sempat ia mengatakan niatnya itu nona bos sudah mengatakan kata-kata yang membuatnya diam membisu dengan mengaku sudah jatuh cinta kepada anda sejak pertama kali bertemu tiga tahun yang lalu di Jakarta," jawab Cecar tanpa jeda.
Raut wajah Henry yang tadinya santai berubah menjadi sangat serius ketika mendengar perkataan Cecar yang mengatakan kalau Ryan Bray sudah mengetahui penyebab kecelakaan pesawat itu adalah Yamashita Ryuichi, ia kemudian meminta sesar untuk berbicara lebih detail lagi.
Tak lama kemudian Cecar pun bercerita panjang lebar di mana ia berhasil mencuri dengar obrolan Ryan dengan Yuri sesaat setelah Ayara dan Henry meninggalkan apartemen, Ryan menggila saat mendengar pernyataan dari Ayara yang mengatakan kalau dirinya mencintai Henry tiga tahun yang lalu sejak pertama kali bertemu di Jakarta. Mendengar itu membuat Ryan tidak terima, ia merasa kalau Ayara sedang berbohong. Pasalnya ia yakin bahwa tiga tahun yang lalu Ayara tak memiliki perasaan apa-apa kepada Henry, ia yakin Ayara sedang berbohong untuk membuatnya membencinya. Sampai akhirnya Yuri pun menenangkan Ryan supaya tidak terus-menerus berteriak mengumpat Henry karena dianggap sudah merebut Ayara darinya, Ryan merasa Ayara lebih berbahagia saat bersama dirinya dibanding bersama Henry.
Sebuah senyum tersungging di wajah Henry ketika Cecar selesai bicara, ia benar-benar tak menyangka kalau saudara angkatnya itu sudah menjadi gila karena kalah bersaing dengan dirinya dalam memperebutkan cinta Ayara yang kini sudah resmi menjadi miliknya seutuhnya.
"Good job Cecar terus awasi perkembangan di apartemen, kabari aku jika pria itu sudah meninggalkan apartemenku dan tolong perintahkan bodyguard untuk membuang semua barang-barang yang disentuh oleh Ryan beserta ketiga wanita itu. Aku tak mau ada satu pun sidik jari dari mereka berempat yang tertinggal di apartemenku itu sebelum aku jual," ucap Henry pelan saat akan menutup panggilan dari Cecar.
"Siap tuan," jawab Cecar dengan cepat.
__ADS_1
Henry kemudian memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku baju dan melangkahkan kakinya masuk kedalam hotel dimana terlihat Ayara berdiri menatap dirinya sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Sedang bicara dengan siapa dari tadi aku lihat kau senyum-senyum sendiri?" tanya Ayara penuh curiga.
Henry mengulurkan tangannya dan meraih Ayara ke dalam pelukannya dengan erat.
"Twnang saja aku tak akan mungkin macam-macam, itu tadi telepon dari perusahaan yang mengalami sedikit masalah tapi semuanya sudah baik-baik saja sekarang," jawab Henry pelan sambil memencet hidung Ayara dengan gemas.
"Sakitttt..." sengit Ayara kesal karena Henry senang sekali memencet hidung.
"Sorry, ya sudah ayo kekamar. Aku sudah tak sabar ingin mendengar suara seksimu lagi," bisik Henry lirih sambil menggendong Ayara ala bridal style menuju ke lift dimana sudah ada Michael menunggu.
"Henry....!!!
"Ha ha ha...."
Suara tawa Henry akhirnya menghilang di balik lift yang sudah berjalan menuju ke lantai dua puluh empat di mana kamar mereka.
Triiinnggg
Sebuah notification terdengar cukup keras dari ponsel yang ada di atas nakas, si empunya ponsel berjalan gontai menuju ponselnya berada. Kedua matanya membelalak saat melihat sebuah pesan yang masuk ke dalam ponselnya itu.
Brakkkk
Ponsel yang ada ditangan orang itu jatuh ke lantai dengan berserakan.
"Kau benar-benar cari masalah denganku rupanya...
🌼 bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa Vote, ratting dan like.
Lalu baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : 🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹