
Baca novel thor lainnya yang berjudul
FAITH 2 : The return of the prince
Henry melancarkan pukulannya ke wajah Ryan dengan sekuat tenaga, ia sangat marah kepada saudara angkatnya itu karena berani mengungkit nama Yamashita Ryuichi di hadapan Ayara. Padahal ia sendiri sangat hati-hati dan tak mau menyinggung tentang Yamashita Ryuichi karena takut rencananya yang sudah ia buat secara matang bersama sang ayah mertua hancur.
Ryan terjatuh di lantai pasca menerima pukulan dari Henry, sudut bibirnya mengeluarkan darah yang yang cukup banyak. Yuri yang tak menyangka Henry akan memukul Ryan pun akhirnya membantu Ryan untuk berdiri, sementara itu Ayara yang berdiri di belakang Henry nampak kaget ketika melihat Henry bisa berbuat seperti itu kepada Ryan padahal seperti yang ia tau selama ini Henry tak mau membuat masalah dengan Ryan.
"Lebih baik kalian keluar dari rumahku sekarang juga sebelum aku kehabisan kesabaran," ucap Henry dengan suara meninggi menatap tajam kearah Ryan yang berusaha berdiri.
"Kau ada masalah apa memangnya, apakah kau menyembunyikan sesuatu dari istrimu sampai kau takut sekali ketika aku menyebutkan nama ayah kandungnya?" tanya Ryan memancing Henry.
"Ryan kau..."
"Sebenarnya apa tujuanmu datang kemari lagi Ryan? apakah kemarin kau belum cukup puas ketika menerima tamparanku? sampai akhirnya sekarang kau datang lagi ke rumah kami dengan membawa wanita-wanitamu ini lalu menghancurkan barang-barang dirumah kami, ini bukanlah Ryan yang aku kenal. Ryan yang aku kenal adalah seorang pria yang baik bukan seorang pria gila seperti ini," ucap Ayara dengan cepat memotong perkataan Henry.
Deg
Deg
Deg
Jantung Ryan berpacu dengan sangat cepat ketika mendengar perkataan yayara yang tak pernah ia duga itu, tujuannya datang ke rumah Henry adalah ingin memancing kemarahan Henry dan supaya Henry mengatakan penyebab kecelakaan pesawat sebenarnya yang menimpa Alfredo. Namun ternyata Ayara justru menyinggung dirinya yang lain sehingga membuatnya menjadi lemah, hati terdalamnya merasa sakit saat mendengar Ayara berkata seperti itu.
"Yara aku..."
__ADS_1
"Sebenarnya tujuanmu datang ke tempat ini apa Ryan?" tanya Ayara pelan.
Ryan terdiam mendengar perkataan Ayara, seluruh hatinya terasa sakit saat Ayara menanyakan hal yang sebenarnya ia pun tak tau apa jawabannya.
"Ok kalau kau tidak mau menjawab pertanyaanku, lebih baik sekarang kau pergi tinggalkan tempat ini sebelum suamiku berbuat lebih jauh lagi," ucap Ayara pelan sambil mencengkeram lengan Henry mengusir Ryan secara halus.
"Manusia rendahan seperti dia tak bisa diajak bicara baik-baik sayang, hanya dengan kekerasanlah dia akan mengerti," sahut Henry pelan sambil menatap tajam kearah Ryan tanpa berkedip.
"Kenapa... kenapa kau harus menikah dengan Henry, kenapa bukan aku Yara?" tanya Ryan tiba-tiba membuat Henry dan Ayara kaget, begitu pula dengan semua orang yang ada di dalam ruangan itu termasuk Yuri yang berdiri di sampingnya.
"Aku juga tak kalah kaya dengan Henry, perusahaan milikku pun jauh lebih maju daripada perusahaan Henry, lalu kenapa kau memilih menikahinya daripada menikah denganku Yara?" tanya Ryan kembali tanpa rasa takut sambil terus menatap Ayara tanpa berkedip, padahal saat ini Henry sudah berapi-api dan siap untuk menghajarnya kalau tidak ditahan oleh Ayara.
"Karena aku sudah jatuh cinta padanya saat pertama kali melihatnya tiga tahun yang lalu di Jakarta," jawab Ayara dengan cepat.
Lidah Ryan kelu tak dapat bersuara mendengar perkataan Ayara, ia benar-benar tak menyangka akan mendengar hal seperti itu dari Ayara. Padahal selama ini ia tau kalau Henry bukanlah tipikal orang yang bisa setia pada satu wanita sama seperti dirinya, namun kenapa bisa Ayara jatuh cinta kepada orang seperti itu. Hal ini membuat dirinya semakin iri dan terluka, usahanya memanggil Yuri datang ke Irlandia menjadi sia-sia karena Ayara tak marah sama sekali pada Henry. padahal dari awal Yuri sudah memperkenalkan dirinya sebagai salah satu wanita Henry di masa lalu.
Henry yang tadinya ingin menghajar Ryan tiba-tiba kehilangan selera saat mendengar pengakuan dari sang istri, yang mengatakan kalau ia sudah jatuh cinta kepada dirinya dari pertama kali bertemu tiga tahun yang lalu di Jakarta. Mendengar hal itu membuat Henry hati berbunga-bunga, ia tak menyangka kalau ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Ternyata Ayara juga mencintainya, sama seperti dirinya yang hampir gila saat mengira Ayara adalah seorang laki-laki tiga tahun yang lalu.
Saat suasana sedang hening tiba-tiba lift berbunyi dan masuklah Michael bersama Cecar yang sedang memborgol Joshua sang tangan kanan Ryan.
"Ternyata mereka bisa masuk ke apartemen ini karena ada campur tangan Joshua tuan, Joshua lah yang sudah menghancurkan sistem keamanan apartemen ini," ucap Michael pelan sambil menjatuhkan Joshua dibawah kaki Henry.
"Sudahlah Mike, lepaskan mereka. Aku yakin tuan Ryan Bray sebentar lagi akan meninggalkan apartemenku dengan suka rela, kecuali kalau dia tak punya malu dan masih ingin terus ada disini," jawab Henry datar sambil melingkarkan tangannya ke perut Ayara, dress yang menutupi paha mulus Ayara sedikit terangkat saat Henry memeluk perut Ayara. Sehingga kemolekan kaki Ayara bisa dilihat dengan jelas oleh Ryan.
"Tapi anda yakin tuan? mereka sudah mengacak-acak tempat tinggal anda selama dua hari tuan," sahut Michael tak percaya.
__ADS_1
"Tidak lagi Mike, ini bukan lagi tinggal kami mulai saat ini. Aku tak mau tinggal ditempat yang pernah dipakai oleh wanita-wanita seperti mereka," ucap Ayara dengan cepat memotong perkataan Michael tiba-tiba.
Henry yang sedang menatap Ryan tanpa berkedip kaget saat mendengar perkataan Ayara, ia lalu memutar tubuh Ayara untuk menghadap dirinya.
"Apa maksudmu sayang?" tanya Henry tak mengerti dengan perkataan Ayara.
"Aku mau pindah dari apartemen ini, aku mau tinggal di sini lagi. Aku tak mau tinggal di tempat yang pernah ditinggali oleh perempuan perempuan seperti mereka saat aku tak ada, kalau kau masih ingin tinggal di sini silakan saja yang pasti aku tak mau tinggal di sini lagi," jawab Ayara dengan cepat sambil melepaskan tangan Henry yang sedang memeluk pinggangnya, ia lalu berjalan menuju lift tanpa berbicara lagi meninggalkan semua orang.
"Yara tunggu..." pekik Henry dengan keras saat Ayara akan menutup pintu lift, beruntung Cecar yang sedang berdiri didepan lift langsung memencet tombol tahan sehingga pintu lift tak tertutup.
Setelah memastikan Ayara tak menutup pintu lift, Henry kemudian menatap kearah Ryan yang masih berdiri tanpa suara.
"Kau dengar bukan apa yang dikatakan oleh istriku, kalau begitu ambil saja apartemen ini. Aku sudah tak membutuhkannya lagi, kau bisa memakai apartemen ini sepuasmu dengan wanita-wanitamu itu Ryan," ucap Henry pelan sambil tersenyum penuh kemenangan ke arah Ryan.
Henry pun akhirnya meninggalkan Ryan dan para wanita yang ada di apartemennya itu menyusul Ayara yang sudah menunggu di dalam lift, diikuti Michael beserta Cecar beserta empat orang bodyguard yang mengawal Henry sebelumnya.
Setelah Henry dan Ayara menghilang dari balik pintu lift Ryan kembali terjatuh di lantai sambil menunduk, hatinya terasa sangat sakit sekali saat ini bahkan lebih sakit dari sewaktu ia mengetahui Ayara menikah dengan Henry.
"Arrggghhhh aku tak akan menyerah Henry...aku pasti suatu saat bisa merebut Yara darimu, arrgghhhh Ayara...."
🌼 bersambung 🌼
Jangan lupa vote ya Kakak-kakak, dengan vote kakak-kakak sudah membantu Thor.
Terima kasih.
__ADS_1